Ibu dan Anak

Ingin Memberikan Kado untuk Ibu? Ini Rekomendasinya

Seringkali, memberikan kado dianggap sebagai upaya mengucapkan terima kasih atau selamat atas sesuatu. Jika Anda sedang merencanakan pemberian kado untuk ibu, Anda bisa mempertimbangkan kesukaan, kebutuhan, serta kesehatan sang ibu.

Ketika memberikan kado, sebaiknya kado tersebut bisa membawa manfaat bagi ibu yang menerimanya. Agar Anda bisa mempersiapkan kado yang bermanfaat, cobalah untuk mempertimbangkan jenis kado yang bisa membawa manfaat dalam segi kesehatan.

Rekomendasi kado untuk ibu yang menyehatkan

Sebenarnya, Anda bebas menentukan jenis kado apa yang ingin diberikan untuk sang ibu. Akan tetapi, bila Anda bingung menentukan kado yang bermanfaat, kado yang berhubungan dengan kesehatan bisa menjadi pilihan yang tepat.

Berikut ini beberapa rekomendasi kado untuk ibu yang menyehatkan:

  • Suplemen harian

Salah satu jenis hadiah yang bisa diberikan untuk ibu adalah suplemen harian. Anda bisa mencoba untuk membeli berbagai jenis suplemen vitamin dan memasukkannya ke dalam satu kemasan, membuat kemasan suplemen tersebut menjadi kemasan yang telah dipersonalisasi.

Suplemen yang dipersonalisasi bisa menjadi hadiah yang tepat, karena Anda hanya menyediakan vitamin yang memang dibutuhkan untuk kesehatan sang ibu. Anda juga bisa membuat kemasan khusus dengan desain yang sesuai dengan selera ibu Anda.

  • Alat pijat

Seringkali, seiring dengan bertambahnya usia, orang tua semakin sering merasakan pegal-pegal pada otot tubuhnya. Bila ibu Anda juga mengalami hal yang serupa, memberikan kado berupa alat pijat bisa menjadi hadiah yang sangat berguna.

Saat ini, ada banyak sekali pilihan jenis alat pijat yang mampu merilekskan berbagai area tubuh. Untuk hasil yang lebih maksimal, Anda bisa mencoba untuk memberikan alat berupa kursi pijat yang mampu memijat seluruh tubuh.

  • Teh herbal

Teh herbal memiliki banyak sekali nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan. Teh ini bisa menjadi kado untuk ibu yang tepat agar kesehatan ibu Anda dapat tetap terjaga.

Agar teh yang diberikan semakin unik, berikan teh herbal yang harus diseduh dengan cara tertentu, bukan teh dalam kemasan. Ada beberapa jenis teh herbal yang bisa menigkatkan kesehatan dan membuat kado Anda terkesan unik, seperti aroma chamomile, peppermint, dan lemon balm.

  • Masker anti-aging

Sebagai wanita, ibu Anda mungkin masih gemar menggunakan skin care untuk menjaga kesehatan kulitnya. Oleh karena itu, Anda bisa memberikan masker anti-aging sebagai kado untuk ibu.

Masker anti-aging memiliki fungsi khusus untk menjaga elastisitas kulit dan mencegah kulit dari gejala penuaan. Wanita yang telah melewati usia 35 tahun biasanya senang menggunakan skin care dengan kemampuan anti-aging ini.

  • Produk perawatan rambut dan tubuh

Tak bisa dipungkiri, para ibu biasanya suka dengan produk-produk perawatan rambut dan tubuh. Produk sejenis ini mampu meningkatkan kesehatan kulit dan rambut, lalu membawa dampak positif pada penampilan secara keseluruhan.

Belilah produk perawatan rambut dan tubuh dengan komposisi yang sehat dan terpercaya. Cari tahu manfaat dari setiap bahan yang tertera dalam daftar komposisi produk, agar Anda bisa memastikan kegunaan produk tersebut bagi ibu Anda.

Masih ada banyak pilihan kado lain yang bisa memberikan manfaat positif bagi kesehatan sang ibu. Yang penting, Anda harus mengetahui kondisi kesehatan ibu terlebih dahulu agar tahu hadiah seperti apa yang sesuai dengan kebutuhannya.

Bila Anda memberikan kado untuk ibu yang bisa membawa manfaat bagi kesehatannya, ibu Anda tentu akan terhibur dan kesehatannya pun semakin terjaga.

hidup sehat

Alasan Flek Bisa Berwarna Coklat Saat Hamil

Semua orang tahu tanda-tanda klasik kehamilan, melewatkan menstruasi, payudara menjadi lembut, dan Anda lelah sepanjang waktu. Tetapi masih banyak gejala, seperti munculnya flek coklat saat Anda hamil.

flek coklat

Kehamilan menyebabkan perubahan pada keputihan atau flek, yang dapat bervariasi dalam warna, tekstur, dan volume. Peningkatan ini seringkali merupakan salah satu tanda awal kehamilan. Beberapa perubahan warna juga normal, sementara yang lain mungkin mengindikasikan infeksi atau masalah lain.

Keluar cairan pada berbagai tahap siklus menstruasi dan selama kehamilan adalah hal yang wajar. Volume cairan meningkat selama kehamilan untuk mengurangi resiko infeksi vagina dan uterus.

Jika Anda mengalami flek coklat saat hamil, Anda tidak perlu khawatir. Lalu bagaimana hal itu bisa terjadi? Flek yang biasanya berwarna coklat dikarenakan darah lama keluar dari tubuh Anda. Hal ini biasa terjadi dan bisa menjadi gejala awal kehamilan.  Keputihan selama kehamilan umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Beberapa darah di rahim Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar, dan seiring bertambahnya usia, akan berubah menjadi coklat. Hal itu berarti Anda akan mendapatkan flek coklat atau cairan berwarna kecoklatan.

Penyebab paling umum dari flek atau keputihan adalah iritasi. Lonjakan hormon dan peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh Anda saat hamil membuat serviks menjadi super sensitif, sehingga menghasilkan sedikit kotoran coklat atau bercak ringan.

Jika Anda mendekati akhir kehamilan, keputihan atau flek juga bisa menjadi tanda bahwa persalinan Anda sudah dekat.

Mengalami flek atau keputihan saat hamil bisa mengganggu, dalam banyak kasus hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika Anda mengalami flek berwarna coklat tua saat ditengah kehamilan, Anda harus segera menghubungi dokter.

Ibu dan Anak

Suntik KB 3 Bulan: Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Berbagai jenis kontrasepsi bisa menjadi pilihan Anda untuk mencegah kehamilan. Tentunya, setiap jenis kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Salah satu jenis kontrasepsi yang terkenal efektif mencegah kehamilan hingga 99% adalah suntik KB 3 bulan. Namun, sebelum Anda melakukan suntik KB 3 bulan, yuk ketahui dulu beberapa hal penting berikut ini.

Seperti apa prosedur suntik KB 3 bulan?

Suntik KB 3 bulan adalah suatu prosedur kontrasepsi yang dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan menyuntikkan hormon progestin. Hormon ini berperan untuk menekan ovulasi, yaitu keluarnya sel telur (ovum) dari indung telur (ovarium).

Siapa saja yang bisa menjalani suntik KB 3 bulan?

Suntik KB 3 bulan dilakukan untuk mencegah kehamilan dan memengaruhi kondisi tubuh Anda yang berkaitan dengan siklus menstruasi. Anda mungkin akan disarankan melakukan suntik KB 3 bulan, apabila:

  • Tidak ingin minum pil KB setiap hari.
  • Menghindari penggunaan hormon estrogen.
  • Memiliki masalah kesehatan, seperti anemia, penyakit sel sabit, fibroid tahim, atau endometriosis.

Apa saja manfaat suntik KB 3 bulan?

Beberapa manfaat yang Anda peroleh jika melakukan suntik KB 3 bulan adalah sebagai berikut.

  • Tidak ada rutinitas harian.
  • Tidak perlu dan tidak membuat Anda harus menghentikan kegiatan seks.
  • Mengurangi nyeri atau kram perut saat menstruasi.
  • Mengurangi aliran darah menstruasi. Namun, dalam beberapa kasus, dapat menghentikan siklus menstruasi.
  • Mengurangi risiko kanker rahim.

Apakah ada larangan melakukan suntik KB 3 bulan?

Sayangnya, tidak semua orang bisa cocok dengan jenis kontrasepsi ini. Dokter Anda mungkin akan melarang penggunaan suntik KB 3 bulan, apabila Anda memiliki:

  • Pendarahan pada vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Kanker payudara.
  • Gangguan hati.
  • Alergi atau sensitivitas tinggi terhadap komponen cairan suntikan.
  • Berisiko mengalami osteoporosis.
  • Depresi.
  • Punya riwayat penyakit jantung atau stroke.
  • Menderita penyakit diabetes.
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

Apakah ada efek samping suntik KB 3 bulan?

Meskipun suntik KB 3 bulan dapat mencegah kehamilan dengan efektivitas yang cukup tinggi, bukan berarti kontrasepsi ini tidak memiliki risiko kesehatan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan suntik KB 3 bulan adalah:

  • Memengaruhi kesuburan Anda setelah selesai menjalaninya. Bahkan, mungkin butuh waktu 10 bulan atau lebih sebelum Anda bisa berovulasi lagi. Oleh sebab itu, metode ini mungkin bukanlah yang terbaik bagi Anda yang ingin merencanakan hamil dalam waktu dekat atau tahun depan.
  • Suntik KB 3 bulan tidak bisa melindungi Anda dari penyakit infeksi menular seksual. Faktanya, justru kontrasepsi ini dapat meningkatkan risiko klamidia dan HIV. Maka dari itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.
  • Mungkin saja, kontrasepsi ini akan memengaruhi kepadatan tulang Anda.

Melihat hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat memberi peringatan keras untuk tidak menggunakan suntik KB 3 bulan selama lebih dari dua tahun. Peringatan ini juga berkaitan dengan peningkatan risiko osteoporosis dan patah tulang di masa tua Anda nanti.

Efek samping lainnya yang mungkin Anda alami saat menggunakan kontrasepsi ini adalah:

  • Sakit perut dan terasa kembung.
  • Menurunkan gairah seksual.
  • Mudah mengalami stres atau depresi.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Siklus menstruasi tidak teratur.
  • Mudah cemas, gelisah, atau merasa gugup.
  • Tubuh mudah lelah dan lemah.
  • Berat badan naik.

Kapan harus menghubungi dokter?

Jika Anda menggunakan suntikan KB, maka segeralah temui dokter Anda jika mengalami:

  • Kemungkinan hamil.
  • Ada perubahan warna atau bau pada keputihan.
  • Demam atau menggigil tanpa sebab yang jelas.
  • Nyeri di perut atau panggul.
  • Sakit saat melakukan hubungan seks.
  • Perdarahan hebat pada vagina atau sulit berhenti.
  • Kulit atau mata jadi menguning.
  • Sakit kepala hebat.
  • Perasaan yang tertekan.
  • Tanda-tanda penggumpalan darah, seperti nyeri dada, nyeri tungkai bawah, sulit bernapas, kelemahan, kesemutan, sulit bicara, atau gangguan penglihatan.

Inilah beberapa hal yang perlu diketahui dan dipertimbangkan sebelum memilih melakukan suntik KB 3 bulan. Pastikan, Anda telah mendiskusikannya dengan baik bersama dokter Anda, sehingga dapat mengurangi risiko kesehatan yang tidak diinginkan di kemudian hari.

hidup sehat

Gatal Karena Alergi? Atasi dengan Obat Gatal Kulit Ini

Beberapa dari Anda mungkin memiliki alergi terhadap beberapa zat tertentu. Ada beberapa reaksi yang bisa muncul saat alergi sedang kambuh, salah satunya gata-gatal di kulit. Apabila hal ini terjadi, Anda bisa mengatasinya dengan mengonsumsi obat gatal kulit khusus alergi.

Memilih obat gatal untuk mengatasi alergi harus disesuaikan dengan lokasi rasa gatal. Gatal yang dirasakan di kulit bisa diatasi baik dengan obat dokter ataupun obat alergi di apotek.

Penyebab gatal-gatal di kulit

Reaksi alergi berupa gatal di kulit bisa timbul apabila Anda melakukan kontak langsung dengan faktor pemicu. Selain itu, rasa gatal juga bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:

  • Pilek atau flu
  • Gigitan serangga
  • Kulit kering
  • Penyakit kulit, seperti eksim
  • Kontak dengan zat kimia berbahaya
  • Kontak dengan tumbuhan beracun
  • Infeksi jamur dan bakteri
  • Ruam kulit

Sebelum memilih obat gatal kulit, sebaiknya ketahui lebih dulu faktor penyebab gatal. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda dapat menentukan jenis obat yang paling cocok untuk meredakan rasa gatal di kulit Anda.

Jenis obat gatal kulit akibat alergi

Secara khusus, ada beberapa obat alergi yang bisa digunakan untuk mengatasi gatal di kulit. Obat-obat tersebut antara lain:

  • Antihistamines

Jenis obat yang satu ini sebenarnya tidak hanya dapat mengobati rasa gatal di kulit, tetapi juga reaksi alergi lainnya seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, mata berair, dan lain sebagainya. Beberapa obat alergi antihistamines yang cukup populer adalah Claritin, Benadryl, Allegra, dan lain sebagainya.

Obat alergi antihistamines biasanya bisa Anda dapatkan langsung dengan membelinya di apotek. Akan tetapi, apabila obat jenis ini kurang ampuh dalam mengatasi gatal di kulit Anda, Anda mungkin perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

  • Hydrocortisone

Hydrocortisone merupakan jenis obat gatal kulit untuk menenangkan rasa gatal akibat alergi. Obat ini berbentuk krim atau salep yang bisa dioleskan langsung ke bagian-bagian kulit yang terasa gatal.

Krim antigatal biasanya mengandung hydrocortisone setidaknya 1%. Jumlah ini merupakan jumlah yang standar untuk mengobati gatal pada kulit. Sebaiknya, batasi pemakaian ini hanya dalam waktu singkat dan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

  • Obat antijamur

Dalam beberapa kasus, rasa gatal mungkin timbul karena adanya pertumbuhan jamur pada sel kulit Anda. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda perlu menggunakan obat antijamur khusus.

Obat antijamur biasanya hadir dalam bentuk salep dan shampo. Obat ini juga dapat hadir dalam bentuk pil, tapi biasanya hanya diberikan untuk penderita yang mengalami reaksi alergi cukup parah.

Beberapa jenis obat antijamur yang umum digunakan untuk mengatasi gatal di kulit meliputi Terbinafine dan Lamisil.

  • Kortikosteroid

Kortikosteroid merupakan obat yang digunakan untuk menambah kadar hormon steroid. Obat ini umumnya hadir dalam bentuk obat oral, namun juga tersedia dalam bentuk salep atau krim untuk mengatasi rasa gatal.

Salep dengan kandungan kortikosteroid secara khusus diberikan pada penderita gatal yang bukan sekedar alergi, tetapi juga mengalami penyakit kulit tertentu seperti eksim. Salep ini juga bisa Anda jadikan obat gatal kulit apabila rasa gatal akibat alergi terasa tak tekendali.

Jika Anda memiliki alergi yang menimbulkan reaksi berupa gatal di kulit, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter mengenai obat yang cocok untuk dikonsumsi. Kulit yang sensitif bisa saja mengalami reaksi yang makin parah setelah menggunakan obat gatal kulit tertentu.

Ibu dan Anak

Cara Penggunaan Bedak Bayi dengan Benar

Penggunaan bedak bayi untuk anak di bawah satu tahun memang menuai pro dan kontra. Ada yang mengatakan tidak baik karena khawatir partikel terhirup buah hati saat bernapas, namun ada pula yang menyebut penggunaannya mampu menjaga kesehatan kulit.

Di iklim tropis seperti Indonesia, pada umumnya bayi rentan terkena biang keringat dan salah satu cara mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan bedak. Agar tetap aman menggunakan bedak supaya tak terhirup bayi ketika bernapas, ada baiknya langkah-langkah ini diperhatikan oleh para orang tua.

Pertama, sebelum menggunakan bedak, pastikan kulit bayi sudah kering lebih dulu. Hal ini mengingat, penggunaan bedak bayi kerap dilakukan sesudah mandi. Namun tidak hanya kering dari air, tetapi juga kering dari keringat di bagian tubuh buah hati.

Kedua, tuangkan bedak bayi secukupnya di telapak tangan. Saat melakukannya, pastikan posisi orang tua tidak dekat dengan si kecil. Ini diperlukan untuk memastikan buah hati tak menghirup partikel bedak yang terbang saat di tuangkan ke telapak tangan. Sebab, jika sampai terhirup, hal ini dapat mengganggu kesehatan anak.

Ketiga, usap secara perlahan tangan ke badan bayi. Dalam melakukan ini, bisa dimulai dari bagian dada dan punggung. Di sisi lain, perlu diperhatikan juga agar bedak yang terkena tubuh sang anak tidak terlalu tebal.

Dalam penggunaannya, hindari pemakaian spons atau puff. Sebab benda tersebut bisa saja sudah terkontaminasi debu atau kotoran lainnya dan membuatnya tidak bersih. Di sisi lain, penggunaan spons atau puff memungkinkan bedak berterbangan saat dituangkan. Hal tersebut malah kian meningkatkan risiko partikel dihirup bayi.

Catatan khusus untuk anak yang berumur antara satu sampai tiga tahun, bedak bayi untuk buah hati usia segitu berfungsi untuk membuatnya tetap segar dan mencegah biang keringat. Oleh karenanya, orang tua bisa menggunakan bedak di bagian lipatan kulit, seperti leher, lengan, ketiak atau pangkal paha.

Tetapi, untuk yang masih hitungan bulan, disarankan tidak menggunakan bedak di bagian lipatan kulit. Sebab menggunakan bedak di area lipatan tubuh bisa memicu pertumbuhan kuman, bakteri, atau memicu iritasi kulit.

Tetapi, perlu diingat dalam menggunakannya, untuk bayi atau yang sudah berumur satu sampai tiga tahun, jangan gunakan bedak di sekitar kelamin. Untuk anak perempuan, hal ini penting agar tidak terjadi infeksi pada bagian alat vitalnya yang diakibatkan partikel dari bedak. Selain itu, hindari penggunaan bedak bayi pada sekitar mulut dan hidung.

Selain catatan-catatan tersebut, dalam penggunaannya para orang tua juga perlu menghindari penggunaan bedak di area kulit yang terluka, seperti lecet karena habis digaruk atau karena pakaian. Hal ini perlu diperhatikan karena ketika bagian luka terkena taburan bedak, sang buah hati malah akan merasakan perih dan gatal. Bahkan, bisa memicu juga timbulnya peradangan.

Kalau sedang mengalami luka, sangat disarankan para orang tua menggunakan krim anti ruam untuk meredakan rasa nyeri dan perih, bukan menaburkannya dengan bedak.

Dengan penggunaan bedak bayi secara tepat, bedak bisa memberikan manfaat untuk buah hati. Salah satunya adalah bisa membuat si kecil merasa segar dan nyaman. Selain itu, juga bisa mencegah ruam dan dapat melindungi permukaan kulit agar tidak mudah lecet.

Dengan penjelasan-penjelasan yang sudah disampaikan, kita bisa mengetahui bahwa penggunaan bedak bayi untuk si kecil tak bisa sembarangan. Hal ini memang terkesan sepele, tetapi sangat penting diterapkan agar kesehatan dan kenyamanan anak terjaga. Di sisi lain, daripada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, alangkah baiknya para orang tua sedari dini menerapkan kebiasaan penggunaan bedak bayi secara benar dan tepat.

Penyakit

Daftar Obat Saraf yang Redakan Rasa Nyeri Akibat Saraf Terjepit

Mengonsumsi obat saraf dapat menjadi pertolongan pertama bagi Anda yang mengalami rasa nyeri sakit akibat saraf terjepit. Kondisi saraf terjepit terjadi ketika saraf menerima tekanan berlebih dari tulang, otot, kartilago (tulang rawan), dan juga tendon. Begitu saraf mendapat tekanan berat ini, Anda akan merasa nyeri, kesemutan, hingga mati rasa. Dalam kasus tertentu, rasa sakit karena saraf terjepit tahap ringan dapat diredakan dengan mengonsumsi obat saraf.

Daftar obat saraf untuk redakan rasa nyeri saraf terjepit

Di bawah ini terdapat beberapa rekomendasi obat saraf yang dapat Anda coba untuk meredakan rasa nyeri. Terdapat beberapa obat saraf atau pain killer yang dijual di pasaran. Masing-masing obat memiliki mekanisme fisiologi yang berbeda, namun secara garis besar memiliki efektivitas yang sama baik.

Dalam obat saraf biasanya mengandung paracetamol, loxoprofen, ibuprofen, dan juga aspirin. Konsumsi obat saraf juga akan berbeda untuk tiap individu, disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Selain itu, efek sampingnya akan berbeda pula.

  • Antikonvulsan

Antikonvulsan dikenal juga sebagai obat-obatan antikejang yang bermanfaat untuk membantu Anda dalam mengontrol rasa nyeri karena adanya gangguan atau kerusakan saraf. Walaupun memang, antikonvulsan sebenarnya dibuat untuk pasien epilepsi, antikonvulsan berperan baik sebagai obat saraf.

Terdapat beberapa golongan obat antikonvulsan, seperti pregabalin atau gabapentin. Konsumsi obat saraf antikonvulsan ini memerlukan resep dari dokter.

  • Antidepresan

Ternyata, obat antidepresan juga bermanfaat untuk meredakan rasa sakit akibat saraf kejepit. Memang, pada dasarnya penggunaan antidepresan ini lebih umum dikonsumsi untuk pasien dengan gangguan kesehatan psikis.

Dari sekian golongan obat antidepresan, golongan antidepresan trisiklik merupakan obat saraf yang paling banyak digunakan dengan jenis amitriptyline, doxepin, desipramine, dan nortriptyline.

Sebagai catatan, Anda tidak dapat mengonsumsi obat ini tanpa adanya resep dari dokter.

  • Nonsteroid antiinflamasi (NSAIDs)

Obat saraf lainnya yang sering dikonsumsi, yaitu golongan obat nonsteroid antiinflamasi, di antaranya aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Obat ini bermanfaat untuk meredakan pembengkakan yang disebabkan oleh kondisi saraf kejepit.

  • Kortikosteroid oral

Anda juga dapat memilih obat saraf kejepit kortikosteroid oral untuk meredakan pembengkakan dan rasa nyeri. Kortison, prednison, dan hidrokortison, merupakan golongan obat saraf kortikosteroid yang biasanya diresepkan oleh dokter.

Dokter biasanya meresepkan kortikosteroid oral dalam bentuk tablet, kapsul atau sirup untuk mengatasi rasa nyeri karena saraf kejepit. Walau memang, obat saraf ini juga diproduksi dalam bentuk krim, suntikan, bahkan inhaler atau intranasal.

  • Narkotika

Mungkin Anda memiliki pemikiran skeptis mengenai narkotika. Namun, golongan obat narkotika ini pada dasarnya diperbolehkan untuk dikonsumsi asal dengan resep dan pantauan dokter. Narkotika merupakan salah satu daftar obat saraf yang umumnya diresepkan untuk penggunaan jangka pendek.

Cara obat saraf narkotika bekerja yaitu dengan berhubungan dengan reseptor rasa sakit di otak. Dengan begitu, rasa nyeri akan dapat diatasi.

  • Suntikan steroid

Selain obat yang dikonsumsi, kondisi saraf kejepit juga dapat diatasi dengan suntikan steroid. Obat ini berguna untuk mengatasi pembengkakan dan mengatasi peradangan pada saraf yang disebabkan oleh kondisi saraf kejepit.

Konsultasikan kondisi kesehatan Anda jika rasa nyeri akibat saraf kejepit belum juga membaik. Dapatkan fasilitas konsultasi chat dokter di SehatQ.com. Anda juga dapat membeli obat saraf berkualitas di sana.