Atasi Bekas Luka Membandel dengan Obat Koreng Ini

Saat Anda terluka, tubuh akan bekerja untuk memperbaiki luka tersebut. Seiring berjalannya waktu, luka yang telah sembuh akan meninggalkan bekas pada kulit. Terkadang, bekas bisa berupa koreng yang mungkin terasa menganggu. Namun, hal ini bisa diatasi dengan menggunakan obat koreng yang tepat sebagai penghilang bekas.

Mengapa koreng bisa muncul?

Koreng sangat wajar ditemukan pada permukaan kulit yang terluka. Bentuk koreng biasanya berupa kerak yang berfungsi untuk melindungi luka saat proses penyembuhan. Saat kulit sudah sembuh sepenuhnya, koreng akan pelan-pelan terlepas dan menghilang.

Koreng yang terlepas saat kulit belum benar-benar sembuh bisa menghambat proses penyembuhan luka. Oleh sebab itu, salah satu cara melindunginya adalah dengan menggunakan pelembab kulit sebagai obat koreng agar koreng tidak menjadi kering. Koreng yang mengering lebih rentan untuk terlepas dan kembali membuka luka.

Tidak sedikit orang yang menganggap koreng sebagai gangguan. Bentuk dan warna koreng memang cukup mempengaruhi penampilan kulit tubuh. Terkadang, kulit di sekitar koreng juga bisa terasa sangat gatal. Apabila hal ini terjadi, penting bagi Anda untuk tidak menggaruknya, apalagi sampai membuat koreng terangkat.

Obat koreng untuk mempercepat proses penyembuhan luka

Sebenarnya, koreng tidak berbahaya dan merupakan proses alami tubuh untuk menyembuhkan luka. Namun, koreng memang bisa menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya bila ukuran koreng cukup besar.

Agar luka pada kulit bisa segera sembuh dan koreng terangkat, Anda bisa mencoba menggunakan obat koreng berikut ini:

  • Pelembab petroleum jelly

Petroleum jelly merupakan kandungan yang cukup banyak ditemukan pada sejumlah produk pelembab kulit. Kandungan ini terbukti ampuh untuk menjaga kelembaban, mendukung proses perbaikan kulit.

Jika Anda merasa gatal pada area di sekitar koreng, cobalah untuk mengoleskan pelembab petroleum jelly. Pelembab tersebut akan menjaga koreng agar tidak mengering dan beresiko terlepas dari luka. Gunakan pelembab ini secara rutin sampai kulit benar-benar sembuh.

  • Menggunakan antibiotik

Antibiotik pada dasarnya memiliki fungsi untuk mencegah infeksi. Biasanya, kulit yang terluka rentan terkena infeksi. Oleh sebab itu, penggunaan antibiotik bisa membantu menurunkan resiko tersebut.

Anda bisa memilih menggunakan antibiotik salep ataupun mengonsumsi antibiotik dalam bentuk tablet. Akan tetapi, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mulai memakai antibiotik sebagai obat koreng.

  • Cairan povidone-iodine

Di Indonesia, Anda mungkin mengenal cairan povidone-iodine dengan nama Betadine. Cairan ini bisa digunakan untuk membersihkan luka sehingga luka dapat melakukan proses penyembuha secara cepat dan terhindar dari infeksi bakteri.

Meski efektif membersihkan luka, cairan ini sebaiknya hanya digunakan pada awal luka terbentuk. Bila digunakan dalam jangka panjang, cairan ini justru bisa menghambat proses penyembuhan menjadi lebih lama. 

Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan obat koreng

Agar proses penyembuhan berlangsung lebih cepat, sebaiknya hindari melakukan kegiatan yang memicu koreng terlepas dari kulit, seperti menggaruk ataupun membiarkan koreng mengering. Meski terasa gatal dan mengganjal, jangan pernah melepas koreng secara sengaja, terutama bila luka belum sembuh sepenuhnya.

Selain itu, jangan menggunakan perban terlalu sering atau dalam jangka waktu yang lama. Perban memang bisa mencegah infeksi pada luka terbuka, namun pemakaian jangka panjang justru akan meningkatkan resiko kerusakan kerak saat Anda melakukan aktivitas fisik yang berat.

Oleh sebab itu, dibandingkan dengan menutup luka menggunakan, sebaiknya manfaatkan obat koreng agar untuk mendukung proses penyembuhan yang lebih maksimal. Luka koreng memang tidak berbahaya, namun bisa menghambat proses penyembuhan apabila tidak disikapi dengan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *