Awas! Badan Kurus pada Ibu Hamil Bisa Membahayakan

Awas! Badan Kurus pada Ibu Hamil Bisa Membahayakan

Normalnya, wanita yang sedang hamil mengalami peningkatan berat badan 2 hingga 3 kali lipat. Tapi ada juga kasus ibu hamil memiliki badan kurus, sehingga perut buncitnya pun tidak terlihat jelas. 

Lalu, berapa banyak berat badan yang harus Anda naikkan selama kehamilan? Apa risiko bila ibu hamil terlalu kurus? Simak selengkapnya berikut ini. 

Berapa berat badan yang sehat untuk ibu hamil?

Kenaikan berat badan selama kehamilan adalah hal yang normal jika dalam batas tertentu. Selama kehamilan, otot dan struktur tulang Anda membesar sehingga menyebabkan kenaikan berat badan. Ini juga termasuk berat janin Anda. 

Untuk mengetahui berat badan optimal selama kehamilan, berikut cara menghitung yang direkomendasikan oleh CDC:

  • Untuk berat badan kurang (BMI 18.5 atau kurang), harus menambah sekitar 12 hingga 18 kg berat.
  • Berat badan normal (BMI 18,5 – 24,9), penambahan berkisar antara 11,3 hingga 16 kg.
  • Ibu yang mengalami kelebihan berat badan (BMI 25 – 29,9) hanya boleh menambah 6,8 sampai 11,3 kg berat badan saja.
  • Ibu yang obesitas (BMI 30 atau lebih) hanya boleh menambah berat badan sekitar 5 – 9 kg saja.

Untuk menghindari kebingungan, Anda bisa meminta bantuan tenaga kesehatan untuk menghitung berat badan kehamilan ideal Anda. 

Adakah risiko hamil kurus?

Hamil dengan badan kurus sama berbahayanya dengan ibu hamil yang mengalami kegemukan. Menurut penelitian, ibu hamil dengan badan yang terlalu kurus dikaitkan dengan ukuran bayi yang lebih kecil untuk usia kehamilan tersebut.

Ada juga kasus dimana wanita memiliki berat badan optimal di awal usia kehamilan, namun berat badan tidak kunjung bertambah hingga hampir persalinan. Ini bisa menyebabkan malnutrisi, kehilangan otot, kelemahan, dan banyak komplikasi lainnya. 

Penelitian lain yang diterbitkan tahun 2015 menemukan bahwa bayi yang dilahirkan dari ibu bertubuh kurus berisiko lahir prematur dan memiliki berat badan lahir rendah.

Tips meningkatkan berat badan sehat bagi ibu hamil

Berikut beberapa tips untuk menambah berat badan saat hamil:

  1. Makan lebih sering

Berat badan yang tidak kunjung bertambah saat hamil bisa dikarenakan isi perut yang terlalu padat sehingga tidak bisa menerima asupan kalori ekstra. Untuk mengatasinya, makanlah lebih sering namun dalam porsi kecil. 

Membawa camilan padat nutrisi selama di perjalanan, seperti almond atau pisang, juga membantu Anda mendapatkan berat badan kehamilan yang sehat.

  1. Tingkatkan asupan kalori

Jika Anda kesulitan memakan makanan berkalori, coba mengolahnya menjadi minuman. Misalnya, meminum jus atau smoothie yang diblender bersama bubuk protein. 

  1. Mengonsumsi suplemen

Suplemen berfungsi meningkatkan asupan nutrisi pada ibu hamil. Ada juga jenis suplemen yang tersedia untuk meningkatkan berat badan Anda secara sehat. 

  1. Jangan lupakan olahraga

Ketiga cara di atas mungkin membuat berat badan Anda naik terlalu banyak. Untuk memastikan berat badan kehamilan Anda optimal, jangan lupa melakukan olahraga ringan, misalnya berjalan santai atau berenang.

Berolahraga membantu meningkatkan massa otot sekaligus membuat tubuh Anda lebih lentur, sehingga mempermudah proses persalinan. 

Catatan

Setiap tubuh memiliki keunikannya masing-masing. Dalam beberapa kasus, ada wanita hamil yang terlihat ramping namun memiliki berat badan yang optimal. Hal ini bisa disebabkan oleh tipe tubuh mereka. 

Jika Anda mengalami kasus serupa, maka Anda tidak perlu pusing dan membandingkan diri dengan orang lain. 

Selain kesehatan tubuh, ibu hamil juga harus berada dalam suasana hati yang positif. Jika Anda mulai merasa sedih saat hamil, habiskan waktu untuk yang Anda senangi seperti melakukan hobi, quality time dengan orang yang dicintai, atau bermeditasi.Namun jika cara di atas tidak efektif untuk mengatasi badan kurus pada ibu hamil, disarankan untuk mengunjungi dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *