Begini Prosedur Orchiopexy

Kondisi ketika testis atau buah zakar terpelintir hingga menimbulkan nyeri hebat pada testis secara tiba-tiba disebut dengan torsio testis. Kondisi ini bisa dialami seorang laki-laki pada usia berapa pun, meski demikian yang kerap dan sering terjadi adalah pada rentan usia 12 hingga 16 tahun. Untuk mengobati kondisi ini perlu dilakukan operasi orchiopexy.

Torsio testis merupakan kondisi gawat darurat yang segera harus ditangani, apabila tidak segera maka keadaan ini dapat menyebabkan kerusakan pada testis karena tidak mendapat aliran darah, terjadi demikian dikarenakan pembuluh darah yang menuju testis ikut terpelintir dan terjepit. Terdapat beberapa tanda dan gejala yang bisa dicermati untuk mengetahui kondisi ini.

Prosedur Orchiopexy

Sebelum mengetahui prosedur mengenai operasi untuk mengatasi buah zakar terpelintir perlu diketahui bahwa proses ini dibutuhkan bagi anak yang mengalami kriptorkidismus. Pada umumnya operasi ini dilakukan ketika anak masih berusia antara lima hingga 15 bulan. Sementara itu untuk orang dewasa dilakukan pada kisaran umur di bawah 32 tahun.

Namun demikian, dokter akan menyarankan prosedur ini dilakukan terhadap pria yang memiliki risiko tinggi mengalami torsio testis. Kemudian, sebelum melakukan prosedur pasien akan diminta untuk berpuasa (tidak makan dan minum) selama delapan jam sebelum operasi dilakukan. Apabila terdapat obat yang perlu dikonsumsi maka perlu diminum dengan sedikit air putih.

Tindakan medis ini dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum, setelah pasien tertidur maka tindakan operasi akan segera dilakukan. Berikut ini beberapa langkah-langkah yang dilakukan dalam prosedur medis untuk mengatasi atau mengembalikan posisi testis (buah zakar) yang tidak turun ke tempat semestinya.

  • Langkah pertama yang akan dilakukan dokter adalah membuat sayatan kecil di area selangkangan dan menemukan testis yang tidak turun.
  • Setelah itu dokter akan memeriksa dan memastikan testis berada dalam kondisi baik, tak jarang dokter akan menemukan hernia yang perlu diperbaiki terlebih dahulu.
  • Jika hernia sudah diperbaiki selanjutnya dokter akan melakukan sayatan kedua pada skrotum, tujuannya untuk membuat kantong di bawah kulit skrotum.
  • Kemudian dokter akan menempatkan testis ke dalam skrotum tersebut, setelah itu dokter akan menutup kedua sayatan dengan benang jahit.
  • Benang jahit yang digunakan akan menyatu dengan jaringan tubuh pasien, sehingga tak perlu dilepas lagi.

Setelah operasi selesai dilakukan bukan berarti tidak ada lagi beberapa hal yang harus diperhatikan, terdapat beberapa hal yang masih harus diperhatikan setelah prosedur dilakukan. Pasien harus tetap beristirahat dan berbaring selama dua hingga tiga hari, selain itu juga harus menghindari aktivitas berat selama satu belan setelah operasi.

Dokter akan memberi jadwal rutin untuk memeriksa dan memastikan testis berkembang serta berfungsi dengan baik dalam skrotum. Selain itu dokter akan mengajarkan beberapa langkah pemeriksaan mandiri seiring bertambahnya usia. Hal ini membuat pasien perlu mewapadai kondisi yang janggal sedini mungkin melalui pengecekan mandiri.

Komplikasi Orchiopexy

Sama seperti tindakan medis yang lain, prosedur operasi ini juga memiliki beberapa risiko komplikasi, beberapa di antaranya seperti pendarahan berlebih, nyeri hebat, infeksi pada lokasi alergi, reaksi alergi terhadap obat anestesi. Hingga kerusakan testis atau jaringan di sekitarnya selama proses operasi dilakukan.

Meskipun jarang terjadi, dokter bukan tidak mungkin akan menemukan kondisi tidak normal pada testis yang belum turun ke skrotum. Testis bisa mengalami kematian jaringan karena kurangnya suplai darah, selain itu keadaan ini mengharuskan dokter bedah untuk mengangkat testis secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *