Cara Terbaik Mengatasi Badan Meriang tapi Tidak Demam

Menggigil atau sensasi meriang merupakan cara tubuh untuk menaikkan suhu tubuh yang menurun. Pada saat kondisi ini terjadi, Anda bisa mengalami badan meriang tapi tidak demam ataupun disertai demam.

Jika Anda tak merasa adanya demam di tubuh saat sensasi meriang ini muncul, beberapa kondisi tertentu bisa menjadi penyebabnya. Walaupun kondisi-kondisi tersebut tergolong ringan dan mudah diatasi, segera menanganinya dengan cepat sangat penting untuk menghindari potensi yang lebih serius.

Suhu tubuh normal manusia bukan 37 derajat celcius

Apa Itu Meriang?

Secara umum, tubuh yang menggigil atau mengalami sensasi meriang menandakan bahwa tubuh sedang berupaya menaikkan suhu tubuh yang turun. Saat menggigil, tubuh Anda akan gemetaran akibat otot yang berkontraksi dan rileks untuk menghangatkan tubuh.

Terkadang tak hanya menaikkan suhu tubuh, menggigil juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang melawan penyakit, infeksi, virus, atau masalah kesehatan lainnya. Beberapa infeksi yang menyebabkan menggigil antara lain flu, pneumonia, infeksi saluran kencing, malaria, dan bahkan Covid-19.

Naiknya suhu tubuh bisa membunuh virus dan bakteri tersebut. Hal inilah yang menyebabkan menggigil sering disertai dengan demam, namun tidak semua orang yang mengalami demam akan merasakan menggigil. 

Cara Mengatasi Badan yang Meriang Namun Tidak Demam

Jika badan Anda tidak mengalami demam namun tetap menggigil, penyebabnya bisa beragam dari paparan cuaca dingin, reaksi emosional, hingga kadar gula darah yang menurun.

Rata-rata kondisi tersebut masih dapat diatasi dan juga dicegah dengan mudah, baik sendiri maupun dengan penanganan dokter. Mengatasi dan mencegah dengan cepat adalah kunci penting untuk menghindari potensi terjadinya hal yang lebih serius dan membahayakan nyawa.

1. Segera menghangatkan diri

Apabila Anda menggigil karena cuaca yang dingin, segera menghangatkan diri bisa langsung menghentikannya. Anda bisa menggunakan pakaian yang lebih tebal, mandi air hangat, dan juga meminum minuman hangat, seperti teh herbal.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga membantu tubuh meregulasi suhu dengan baik. Badan meriang tapi tidak demam bisa jadi serius bila Anda mengalami hipotermia atau frostbite akibat penanganan yang tidak segera dilakukan saat terekspos udara dingin, dan berpotensi membahayakan nyawa.

2. Mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula

Anda juga bisa segera mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula, khususnya bila menggigil tersebut disebabkan oleh hipoglikemia atau kondisi kadar gula darah rendah.

Jika Anda mengalami hipoglikemia namun tidak mengidap diabetes, seimbangkan kadar gula darah Anda dengan meminum jus jeruk atau mengonsumsi permen. Atau bila Anda khawatir akan adanya indikasi penyakit tertentu, bisa juga memeriksakannya ke dokter.

Jika hipoglikemia terjadi pada Anda yang mengidap diabetes, konsumsi tablet glukosa jika Anda memilikinya. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi sekitar 15 gram karbohidrat untuk menaikkan kadar gula darah. Jika sudah melakukan cara ini namun gejala tidak juga membaik, segera periksakan ke dokter. 

3. Lakukan latihan pernapasan

Bagi Anda yang mengalami rasa menggigil akibat reaksi emosi yang intens, bisa mencoba mengatasinya dengan melakukan latihan nafas dalam atau teknik relaksasi untuk menenangkan diri Anda.

Secara umum, kondisi ini akan mengaktivasi respons ‘fight or flight’ alias melawan atau kabur. Rasa ingin kabur atau lari cenderung lebih besar, namun sangat direkomendasikan untuk melawan keinginan tersebut untuk tetap berpikir logis dan menghindarkan Anda dari risiko melakukan hal-hal yang merugikan.

4. Segera ganti baju kering

Segera ganti baju Anda dengan baju yang kering jika Anda mengalami meriang yang muncul setelah melakukan olahraga dengan aktivitas berat. Keringat yang muncul berlebihan bisa membuat Anda menggigil hebat bila tidak segera diganti.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba mandi atau berendam menggunakan air hangat setelah terpapar udara dingin. Pastikan menggunakan baju yang kering dan hangat setelah mandi, serta tutupi bagian kepala, tangan, dan kaki untuk membantu tubuh menyimpan suhu hangat lebih banyak dan cepat. 

5. Hindari berolahraga di suhu ekstrem

Melakukan olahraga ekstrim, seperti lari maraton misalnya, di tengah cuaca yang sangat panas atau sangat dingin bisa menyebabkan Anda mengalami meriang, baik disertai demam maupun tidak.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari berolahraga pada saat suhu ekstrem dan batasi durasi Anda saat melakukan aktivitas intens. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan perbanyak minum air dapat membantu meregulasi suhu tubuh dengan baik. 

6. Konsumsi suplemen atau makanan tinggi zat besi

Mengonsumsi suplemen atau makanan yang mengandung zat besi bisa membantu mengatasi rasa meriang atau menggigil pada tubuh Anda, terutama jika Anda mengalami anemia atau kadar sel darah merah yang rendah.

Beberapa makanan yang tinggi akan zat besi antara lain bayam, daging merah, tiram, selai kacang, biji labu, kacang merah, dan buah-buahan kering. Pada kasus yang lebih serius, anemia bisa mengharuskan seseorang menjalani transfusi darah. 

7. Periksakan ke dokter

Kondisi lainnya yang bisa menyebabkan rasa meriang adalah hipotiroidisme, di mana kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid yang cukup agar tubuh mampu meregulasi metabolisme dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. 

Hipotiroidisme umumnya membutuhkan penanganan dokter dan konsumsi obat-obatan. Dengan penanganan segera, gejala bisa segera membaik dan membantu fungsi tiroid Anda berangsur-angsur normal kembali.

Pada umumnya, badan meriang tapi tidak demam yang tidak disebabkan oleh penyakit bisa segera hilang dalam waktu hitungan jam atau hari. Anda wajib memeriksakan ke dokter segera apabila gejala tidak juga membaik setelah melakukan beberapa cara mengatasi dan pencegahan di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *