Ibu dan Anak

Ingin Memberikan Kado untuk Ibu? Ini Rekomendasinya

Seringkali, memberikan kado dianggap sebagai upaya mengucapkan terima kasih atau selamat atas sesuatu. Jika Anda sedang merencanakan pemberian kado untuk ibu, Anda bisa mempertimbangkan kesukaan, kebutuhan, serta kesehatan sang ibu.

Ketika memberikan kado, sebaiknya kado tersebut bisa membawa manfaat bagi ibu yang menerimanya. Agar Anda bisa mempersiapkan kado yang bermanfaat, cobalah untuk mempertimbangkan jenis kado yang bisa membawa manfaat dalam segi kesehatan.

Rekomendasi kado untuk ibu yang menyehatkan

Sebenarnya, Anda bebas menentukan jenis kado apa yang ingin diberikan untuk sang ibu. Akan tetapi, bila Anda bingung menentukan kado yang bermanfaat, kado yang berhubungan dengan kesehatan bisa menjadi pilihan yang tepat.

Berikut ini beberapa rekomendasi kado untuk ibu yang menyehatkan:

  • Suplemen harian

Salah satu jenis hadiah yang bisa diberikan untuk ibu adalah suplemen harian. Anda bisa mencoba untuk membeli berbagai jenis suplemen vitamin dan memasukkannya ke dalam satu kemasan, membuat kemasan suplemen tersebut menjadi kemasan yang telah dipersonalisasi.

Suplemen yang dipersonalisasi bisa menjadi hadiah yang tepat, karena Anda hanya menyediakan vitamin yang memang dibutuhkan untuk kesehatan sang ibu. Anda juga bisa membuat kemasan khusus dengan desain yang sesuai dengan selera ibu Anda.

  • Alat pijat

Seringkali, seiring dengan bertambahnya usia, orang tua semakin sering merasakan pegal-pegal pada otot tubuhnya. Bila ibu Anda juga mengalami hal yang serupa, memberikan kado berupa alat pijat bisa menjadi hadiah yang sangat berguna.

Saat ini, ada banyak sekali pilihan jenis alat pijat yang mampu merilekskan berbagai area tubuh. Untuk hasil yang lebih maksimal, Anda bisa mencoba untuk memberikan alat berupa kursi pijat yang mampu memijat seluruh tubuh.

  • Teh herbal

Teh herbal memiliki banyak sekali nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan. Teh ini bisa menjadi kado untuk ibu yang tepat agar kesehatan ibu Anda dapat tetap terjaga.

Agar teh yang diberikan semakin unik, berikan teh herbal yang harus diseduh dengan cara tertentu, bukan teh dalam kemasan. Ada beberapa jenis teh herbal yang bisa menigkatkan kesehatan dan membuat kado Anda terkesan unik, seperti aroma chamomile, peppermint, dan lemon balm.

  • Masker anti-aging

Sebagai wanita, ibu Anda mungkin masih gemar menggunakan skin care untuk menjaga kesehatan kulitnya. Oleh karena itu, Anda bisa memberikan masker anti-aging sebagai kado untuk ibu.

Masker anti-aging memiliki fungsi khusus untk menjaga elastisitas kulit dan mencegah kulit dari gejala penuaan. Wanita yang telah melewati usia 35 tahun biasanya senang menggunakan skin care dengan kemampuan anti-aging ini.

  • Produk perawatan rambut dan tubuh

Tak bisa dipungkiri, para ibu biasanya suka dengan produk-produk perawatan rambut dan tubuh. Produk sejenis ini mampu meningkatkan kesehatan kulit dan rambut, lalu membawa dampak positif pada penampilan secara keseluruhan.

Belilah produk perawatan rambut dan tubuh dengan komposisi yang sehat dan terpercaya. Cari tahu manfaat dari setiap bahan yang tertera dalam daftar komposisi produk, agar Anda bisa memastikan kegunaan produk tersebut bagi ibu Anda.

Masih ada banyak pilihan kado lain yang bisa memberikan manfaat positif bagi kesehatan sang ibu. Yang penting, Anda harus mengetahui kondisi kesehatan ibu terlebih dahulu agar tahu hadiah seperti apa yang sesuai dengan kebutuhannya.

Bila Anda memberikan kado untuk ibu yang bisa membawa manfaat bagi kesehatannya, ibu Anda tentu akan terhibur dan kesehatannya pun semakin terjaga.

Ibu dan Anak

Suntik KB 3 Bulan: Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Berbagai jenis kontrasepsi bisa menjadi pilihan Anda untuk mencegah kehamilan. Tentunya, setiap jenis kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Salah satu jenis kontrasepsi yang terkenal efektif mencegah kehamilan hingga 99% adalah suntik KB 3 bulan. Namun, sebelum Anda melakukan suntik KB 3 bulan, yuk ketahui dulu beberapa hal penting berikut ini.

Seperti apa prosedur suntik KB 3 bulan?

Suntik KB 3 bulan adalah suatu prosedur kontrasepsi yang dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan menyuntikkan hormon progestin. Hormon ini berperan untuk menekan ovulasi, yaitu keluarnya sel telur (ovum) dari indung telur (ovarium).

Siapa saja yang bisa menjalani suntik KB 3 bulan?

Suntik KB 3 bulan dilakukan untuk mencegah kehamilan dan memengaruhi kondisi tubuh Anda yang berkaitan dengan siklus menstruasi. Anda mungkin akan disarankan melakukan suntik KB 3 bulan, apabila:

  • Tidak ingin minum pil KB setiap hari.
  • Menghindari penggunaan hormon estrogen.
  • Memiliki masalah kesehatan, seperti anemia, penyakit sel sabit, fibroid tahim, atau endometriosis.

Apa saja manfaat suntik KB 3 bulan?

Beberapa manfaat yang Anda peroleh jika melakukan suntik KB 3 bulan adalah sebagai berikut.

  • Tidak ada rutinitas harian.
  • Tidak perlu dan tidak membuat Anda harus menghentikan kegiatan seks.
  • Mengurangi nyeri atau kram perut saat menstruasi.
  • Mengurangi aliran darah menstruasi. Namun, dalam beberapa kasus, dapat menghentikan siklus menstruasi.
  • Mengurangi risiko kanker rahim.

Apakah ada larangan melakukan suntik KB 3 bulan?

Sayangnya, tidak semua orang bisa cocok dengan jenis kontrasepsi ini. Dokter Anda mungkin akan melarang penggunaan suntik KB 3 bulan, apabila Anda memiliki:

  • Pendarahan pada vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Kanker payudara.
  • Gangguan hati.
  • Alergi atau sensitivitas tinggi terhadap komponen cairan suntikan.
  • Berisiko mengalami osteoporosis.
  • Depresi.
  • Punya riwayat penyakit jantung atau stroke.
  • Menderita penyakit diabetes.
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

Apakah ada efek samping suntik KB 3 bulan?

Meskipun suntik KB 3 bulan dapat mencegah kehamilan dengan efektivitas yang cukup tinggi, bukan berarti kontrasepsi ini tidak memiliki risiko kesehatan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan suntik KB 3 bulan adalah:

  • Memengaruhi kesuburan Anda setelah selesai menjalaninya. Bahkan, mungkin butuh waktu 10 bulan atau lebih sebelum Anda bisa berovulasi lagi. Oleh sebab itu, metode ini mungkin bukanlah yang terbaik bagi Anda yang ingin merencanakan hamil dalam waktu dekat atau tahun depan.
  • Suntik KB 3 bulan tidak bisa melindungi Anda dari penyakit infeksi menular seksual. Faktanya, justru kontrasepsi ini dapat meningkatkan risiko klamidia dan HIV. Maka dari itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.
  • Mungkin saja, kontrasepsi ini akan memengaruhi kepadatan tulang Anda.

Melihat hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat memberi peringatan keras untuk tidak menggunakan suntik KB 3 bulan selama lebih dari dua tahun. Peringatan ini juga berkaitan dengan peningkatan risiko osteoporosis dan patah tulang di masa tua Anda nanti.

Efek samping lainnya yang mungkin Anda alami saat menggunakan kontrasepsi ini adalah:

  • Sakit perut dan terasa kembung.
  • Menurunkan gairah seksual.
  • Mudah mengalami stres atau depresi.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Siklus menstruasi tidak teratur.
  • Mudah cemas, gelisah, atau merasa gugup.
  • Tubuh mudah lelah dan lemah.
  • Berat badan naik.

Kapan harus menghubungi dokter?

Jika Anda menggunakan suntikan KB, maka segeralah temui dokter Anda jika mengalami:

  • Kemungkinan hamil.
  • Ada perubahan warna atau bau pada keputihan.
  • Demam atau menggigil tanpa sebab yang jelas.
  • Nyeri di perut atau panggul.
  • Sakit saat melakukan hubungan seks.
  • Perdarahan hebat pada vagina atau sulit berhenti.
  • Kulit atau mata jadi menguning.
  • Sakit kepala hebat.
  • Perasaan yang tertekan.
  • Tanda-tanda penggumpalan darah, seperti nyeri dada, nyeri tungkai bawah, sulit bernapas, kelemahan, kesemutan, sulit bicara, atau gangguan penglihatan.

Inilah beberapa hal yang perlu diketahui dan dipertimbangkan sebelum memilih melakukan suntik KB 3 bulan. Pastikan, Anda telah mendiskusikannya dengan baik bersama dokter Anda, sehingga dapat mengurangi risiko kesehatan yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Ibu dan Anak

Cara Penggunaan Bedak Bayi dengan Benar

Penggunaan bedak bayi untuk anak di bawah satu tahun memang menuai pro dan kontra. Ada yang mengatakan tidak baik karena khawatir partikel terhirup buah hati saat bernapas, namun ada pula yang menyebut penggunaannya mampu menjaga kesehatan kulit.

Di iklim tropis seperti Indonesia, pada umumnya bayi rentan terkena biang keringat dan salah satu cara mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan bedak. Agar tetap aman menggunakan bedak supaya tak terhirup bayi ketika bernapas, ada baiknya langkah-langkah ini diperhatikan oleh para orang tua.

Pertama, sebelum menggunakan bedak, pastikan kulit bayi sudah kering lebih dulu. Hal ini mengingat, penggunaan bedak bayi kerap dilakukan sesudah mandi. Namun tidak hanya kering dari air, tetapi juga kering dari keringat di bagian tubuh buah hati.

Kedua, tuangkan bedak bayi secukupnya di telapak tangan. Saat melakukannya, pastikan posisi orang tua tidak dekat dengan si kecil. Ini diperlukan untuk memastikan buah hati tak menghirup partikel bedak yang terbang saat di tuangkan ke telapak tangan. Sebab, jika sampai terhirup, hal ini dapat mengganggu kesehatan anak.

Ketiga, usap secara perlahan tangan ke badan bayi. Dalam melakukan ini, bisa dimulai dari bagian dada dan punggung. Di sisi lain, perlu diperhatikan juga agar bedak yang terkena tubuh sang anak tidak terlalu tebal.

Dalam penggunaannya, hindari pemakaian spons atau puff. Sebab benda tersebut bisa saja sudah terkontaminasi debu atau kotoran lainnya dan membuatnya tidak bersih. Di sisi lain, penggunaan spons atau puff memungkinkan bedak berterbangan saat dituangkan. Hal tersebut malah kian meningkatkan risiko partikel dihirup bayi.

Catatan khusus untuk anak yang berumur antara satu sampai tiga tahun, bedak bayi untuk buah hati usia segitu berfungsi untuk membuatnya tetap segar dan mencegah biang keringat. Oleh karenanya, orang tua bisa menggunakan bedak di bagian lipatan kulit, seperti leher, lengan, ketiak atau pangkal paha.

Tetapi, untuk yang masih hitungan bulan, disarankan tidak menggunakan bedak di bagian lipatan kulit. Sebab menggunakan bedak di area lipatan tubuh bisa memicu pertumbuhan kuman, bakteri, atau memicu iritasi kulit.

Tetapi, perlu diingat dalam menggunakannya, untuk bayi atau yang sudah berumur satu sampai tiga tahun, jangan gunakan bedak di sekitar kelamin. Untuk anak perempuan, hal ini penting agar tidak terjadi infeksi pada bagian alat vitalnya yang diakibatkan partikel dari bedak. Selain itu, hindari penggunaan bedak bayi pada sekitar mulut dan hidung.

Selain catatan-catatan tersebut, dalam penggunaannya para orang tua juga perlu menghindari penggunaan bedak di area kulit yang terluka, seperti lecet karena habis digaruk atau karena pakaian. Hal ini perlu diperhatikan karena ketika bagian luka terkena taburan bedak, sang buah hati malah akan merasakan perih dan gatal. Bahkan, bisa memicu juga timbulnya peradangan.

Kalau sedang mengalami luka, sangat disarankan para orang tua menggunakan krim anti ruam untuk meredakan rasa nyeri dan perih, bukan menaburkannya dengan bedak.

Dengan penggunaan bedak bayi secara tepat, bedak bisa memberikan manfaat untuk buah hati. Salah satunya adalah bisa membuat si kecil merasa segar dan nyaman. Selain itu, juga bisa mencegah ruam dan dapat melindungi permukaan kulit agar tidak mudah lecet.

Dengan penjelasan-penjelasan yang sudah disampaikan, kita bisa mengetahui bahwa penggunaan bedak bayi untuk si kecil tak bisa sembarangan. Hal ini memang terkesan sepele, tetapi sangat penting diterapkan agar kesehatan dan kenyamanan anak terjaga. Di sisi lain, daripada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, alangkah baiknya para orang tua sedari dini menerapkan kebiasaan penggunaan bedak bayi secara benar dan tepat.

makanan untuk ibu hamil
Ibu dan Anak

Minuman dan Makanan untuk Ibu Hamil yang Ampuh Meningkatkan Hemoglobin

Protein yang mengandung zat besi dalam sel darah merah, merupakan zat yang sangat penting bagi ibu hamil. Zat ini berperan besar dalam menekan risiko pendarahan pada ibu hamil, baik pada masa kehamilan, persalinan maupun nifas. Oleh karena itu, makanan untuk ibu hamil pun harus selalu diperhatikan, untuk menghindari risiko tersebut.

Rekomendasi makanan untuk ibu hamil

  1. Sari kacang hijau

Sebanyak 32 ibu hamil trisemester III mengalami peningkatan hemoglobin setelah rutin minum sari kacang hijau dan tablet Fe (zat besi). Peningkatan kadar hemoglobin lebih tinggi didapati pada ibu hamil yang minum sari kacang hijau dan tablet Fe, ketimbang mereka yang hanya minum tablet Fe. Mengkonsumsi dua cangkir kacang hijau mencukupi setengah kebutuhan zat besi harian, yaitu 18 miligram, dan meningkatkan hemoglobin selama dua pekan.

  • Rumput laut

Pada sebuah penelitian, sebanyak 30 ibu hamil didapat memiliki kadar hemoglobin di bawah normal. Selama sepekan, mereka diberi tambahan makanan berupa rumput laut jenis Eucheuma Sp. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan kadar hemoglobin dalam darah mereka.

  • Jus jambu biji

Dari 14 ibu hamil yang diteliti, tujuh orang memiliki kadar hemoglobin di bawah batas normal, kurang dari 11 gram persen. Setelah rutin mengkonsumsi jus jambu biji selama sepekan, seluruh responden memiliki kadar hemoglobin yang normal. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil trisemester III.

  • Buah bit

Penelitian terhadap 15 ibu hamil yang sebelumnya telah mengkonsumsi tablet Fe. Mereka diberikan minum 500 mililiter jus buah bit, selama sepekan. Hasilnya, terdapat peningkatan zat besi dari 9,70 gram persen jadi 10,30 gram persen.

  • Ekstrak bayam hijau

Sebanyak 34 ibu hamil dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diberikan ekstrak bayam hijau, sementara kelompok kedua diberikan tablet Fe. Setelah sepekan, kedua kelompok sama-sama mengalami peningkatan hemoglobin. Namun, peningkatan lebih besar dialami kelompok pertama, yaitu 0,541 gram per desiliter, sementara kelompok kedua hanya 0,22 gram per desiliter.

Selain itu selama kehamilan, para ibu dianjurkan membatasi konsumsi teh dan kopi. Keduanya mengandung tanin, zat yang menurunkan kemampuan tubuh menyerap zat besi. Pada penderita anemia, secangkir teh sehari menurunkan absorbsi zat besi sebesar 49 persen.