Kesehatan Mental

Kenali 12 Ciri-ciri Orang dengan Gangguan Kepribadian Narsistik

Seseorang yang memiliki rasa percaya diri adalah sesuatu yang bagus, Akan tetapi, jika terlalu percaya diri dan bahkan selalu ingin dipuji, mungkin saja Anda mengidap gangguan kepribadian narsistik.

Narcissistic Personality Disorder atau gangguan kepribadian narsistik ini merupakan salah satu jenis gangguan mental yangselalu merasa bahwa dirinya lebih penting dibanding orang lain. Mereka cenderung ingin diperhatikan dan disukai secara berlebihan, memiliki rasa empati yang kurang terhadap orang lain, serta memiliki hubungan yang bermasalah.

Di balik ras apercaya diri yang tinggi dimiliki oleh pengidap gangguan kepribadian narsistik ini, mereka sebenarnya rapuh dan akan mudah sekali runtuh dengan kritikan.

Ciri dan Tanda Seseorang Pengidap Gangguan Kepribadian Narsistik

Ciri-ciri dan gejala yang menjadi tanda seseorang mengidap gangguan kepribadian narsistik yang sebenarnya sudah mulai bisa terlihat sejak masih kanak-kanak dan remaja. Sikap yang mereka tunjukkan seperti:

  1. Merasa istimewa
  2. Menganggap diri sendiri lebih superior padahal tidak adanya pencapaian yang pantas untuk dibanggakan
  3. Menilai diri sendiri terlalu tinggi dibanding orang lain secara berlebihan
  4. Terlalu berlebihan melebihkan pencapaian dan bakat diri yang dimiliki
  5. Pikiran dipenuhi dengan fantasi akan kesuksesan, kepandaian, kecantikan atau ketampanan, kekuasaan, atau memiliki pasnagan yang sempurna
  6. Selalu ingin dipuji dan dikagumi secara berlebihan
  7. Merasa iri dan cemburu pada orang lain dan juga merasa orang lain cemburu terhadap dirinya
  8. Tidak memiliki kemampuan untuk menyadari perasaan maupun kebutuhan orang lain
  9. Memanfaatkan orang lain demi mendapatkan apa yang diinginkannya
  10. Memiliki perilaku yang arogan
  11. Merasa dirinya lebih pantas diberikan perlakukan yang spesial dan hal itu adalah hal yang wajar untuk orang lain
  12. Meyakini dirinya orang yang superior dan yakin bahwa orang yang sama-sama istimewa dengan dirinya akan memahami hal tersebut.

Penyebab Gangguan Kepribadian Narsistik

Penyebab gangguan kepribadian narsistik ini memang belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, banyak pakar yang menduga kondisi ini berkaitan dengan berbagai faktor seperti lingkungan, keturunan, hingga kelainan pada struktur otak yang memngaruhi pola pikir dan perilaku seseorang.

Anak yang dibesarkan di  keluarga atau orang tua yang sangat menekankan keistimewaan anak dan terlalu mengkritisi kegagalan maupun rasa takut juga berisiko mengalami gangguan narsistik ini.

Cara Mencegah Gangguan Kepribadian Narsistik

Karena penyebab pasti gangguan ini belum diketahui, pencegahan spesifik untuk mengatasi gangguan kepribadian narsistik ini pun belum diketahui. Namun, ada beberapa hal yang bisa diupayakan untuk mencegah kondisi ini tidak menjadi semakin parah.

  • Sedini mungkin mendapatkan penanganan, misalnya jika gejalanya sudah terlihat sejak kanak-kanak, sebaiknya segera diberikan penanganan
  • Selalu terbuka pada orang lain dan cobalah untuk bersosialisasi
  • Cobalah untuk mengurangi stres dengan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi
  • Jika merasa memiliki keinginan atau terlintas pemikiran untuk menyakiti orang lain atau diri sendiri, segeralah kunjungi pusat kesehatan.
  • Menjalani konseling dengan orang ahli kesehatan jiwa yang berpengalaman
  • Melakukan terapi bersama keluarga. Sebab, selain penderita gangguan kepribadian, keluarga juga membutuhkan bagaimana cara berkomunikasi dan menangani konflik secara tepat.

Orang dengan gangguan kepribadian narsistik juga mudah sekali terpengaruh obat-obatan terlarang, mengkonsumsi alkohol, dan memiliki hubungan bermasalah dengan orang-orang yang ada di lingkungannya.

Sehingga kualitas hidup dan kesehatan fisik penderita gangguan kepribadian narsistik pasti juga akan terdampak. Sehingga penting agar gangguan ini segera ditangani agar tidak berlarut-larut.

Kesehatan Mental

Cara Meningkatkan Mood Saat sedang Sedih

mood booster yang efektif memperbaiki suasana hati

Merasakan suasana hati yang enak setiap hari tidak dapat dilakukan oleh semua orang, bisa jadi seseorang justru malah merasakan suasana hati yang tidak enak seperti misalnya sedang sedih. Perasaan atau mood yang seperti ini bisa membuat seseorang malas untuk melakukan aktivitas sehari-hari, salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mendapatkan mood booster.

Pada umumnya istilah ini secara harfiah diartikan sebagai sesuatu yang bisa membuat seseorang kembali senang, ceria dan bersemangat kembali setelah mengalami kejadian buruk. Ketika seseorang memiliki mood yang jelek, bisa dikatakan istilah ini adalah hal yang bisa membuat seseorang itu bersemangat lagi.

Tips Meningkatkan Mood Booster

  1. Tidur Siang

Tidur siang dengan waktu tidak cukup lama alias sebentar saja ketika suasana hati sedang tidak baik mampu membuat mood seseorang kembali ceria. Hal ini dibuktikan langsung lewat sebuah penelitian dari Journal of Sleep Research yang menyebutkan bahwa orang yang kurang tidur jadi lebih sering tak memiliki semangat ketimbang orang yang jam tidurnya cukup.

Selain itu, The National Sleep Foundation (NSF) menyebutkan bahwa tidur siang singkat mampu membantu meningkatkan suasana hati, tingkat kewaspadaan dan semangat kerja pada orang dewasa. NFS juga menyarankan jika seseorang ingin meningkatkan mood bisa dengan tidur selama 20 hingga 30 menit di siang hari.

  1. Mendengarkan Musik

Penelitian yang dilakukan oleh British Journal of Psychiatry menyebutkan bahwa suasana hati yang jelek mampu diatasi jika seseorang mendengarkan lagu. Para peneliti menemukan bahwa orang yang depresi lalu menggunakan terapi musik sebagai pengobatannya mampu berhasil sembuh lebih cepat ketimbang terapi biasa.

  1. Peluk Orang Tersayang

Orang terdekat seperti kekasih atau pacar, orang tua, adik hingga sahabat bisa dijadikan sebagai media untuk mengusir perasaan yang tidak enak yang tengah dirasakan. Menemui orang yang disayangi mampu dijadikan sebagai mood booster tersendiri, hal ini bahkan sudah dibuktikan dengan sebuah penelitian yang dilakukan di Australia.

Hasil dari penelitian tersebut menyebutkan bahwa pria yang memeluk orang disayang memiliki mood yang cenderung lebih bahagia ketimbang pria yang jarang memeluk seseorang. Penelitian ini melibatkan 60.000, juga menyebutkan bahwa menemui orang tersayang mampu membuat diri sendiri merasa dicintai dan yakin bahwa semua hal akan berjalan baik-baik saja.

  1. Konsumsi Makanan Enak

Siapa sangka jika mengonsumsi makanan enak sering dijadikan sebagai cara untuk meningkatkan mood atau suasana hati. Biasanya jenis makanan yang sering dikonsumsi adalah cokelat, hal ini dikarenakan kandungan cokelat mampu mengeluarkan hormon endorfin dan serotonin. Kedua hormon ini akan mengurangi kecemasan dan stres.

Suasana hati pun jauh menjadi lebih baik dari sebelumnya setelah mengonsumsi cokelat, selain itu buah dan sayuran juga baik untuk menyehatkan tubuh dan pikiran seseorang. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian pada 3.500 orang yang dipublikasikan dalam British Journal of Psychiatry, disebutkan bahwa orang yang mengonsumsi sayuran lebih jarang terkena depresi.

  1. Komunikasi dengan Teman atau Keluarga

Apabila mood atau suasana hati sedang buruk, sangat disarankan untuk melakukan sosialisasi dengan orang lain. Berbincang atau juga mengeluarkan curahan hati mengenai perasaan yang membuat suasana hati menjadi buruk merupakan salah satu cara meningkatkan mood booster yang bisa dilakukan.

Bercerita mengenai keresahan yang dirasakan setidaknya bisa mengurangi kekesalan yang mungkin muncul dan dipendam seorang diri. Orang lain bisa dijadikan sebagai media untuk berbagai cerita, hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, secara langsung, lewat telepon atau obrolan pesan pendek.