Obat

Jangan Sepelekan Manfaat Vitamin B6 bagi Ibu Hamil

Vitamin B6 dikenal sebagai pyridoxine, yaitu vitamin yang secara alami terdapat di banyak jenis makanan. Tubuh manusia membutuhkan vitamin B6 untuk 100 reaksi enzim yang terlibat dalam metabolisme. Memenuhi asupan vitamin B dan makanan yang bergizi berguna untuk menjaga kesehatan selama kehamilan. 

Vitamin B6 sendiri bersifat larut air yang berperan dalam berbagai proses tubuh untuk menghasilkan asam amino dan memecah zat gizi makro menjadi energi. Pada ibu hamil, vitamin B6 bermanfaat dalam pembentukan organ tubuh dan tumbuh kembang janin, mencegah anemia saat hamil, hingga meningkatkan energi. Secara lengkap, berikut penjelasan mengenai manfaat vitamin B6 bagi ibu hamil:  

  • Membantu meredakan mual 

Manfaat vitamin B6 yang paling familiar bagi ibu hamil adalah membantu meredakan rasa mual selama kehamilan. Manfaat ini telah dikenal dan dimaksimalkan selama beberapa dekade. Menurut sebuah penelitian, ibu hamil yang mengalami mual dan muntah memiliki konsentrasi vitamin B6 lebih rendah dalam tubuhnya daripada mereka yang tidak. Studi pun menemukan suplementasi vitamin B6 mampu meningkatkan konsentrasi plasma piridoksin secara signifikan.

  • Mencegah dan mengobati kondisi anemia

Karena perannya dalam produksi hemoglobin, manfaat vitamin B6 untuk ibu hamil dapat membantu mencegah dan mengobati anemia yang disebabkan oleh kekurangan darah. Jika Anda memiliki hemoglobin rendah saat hamil, sel tidak mendapatkan cukup oksigen. Akibatnya, dapat menyebabkan anemia dan merasa lemah atau lelah. Mengalami anemia ringan merupakan hal yang normal selama kehamilan karena peningkatan volume darah. 

  • Menunjang pertumbuhan otak dan saraf janin

Vitamin B6 tak hanya bermanfaat untuk kesehatan ibu hamil, tetapi juga memiliki peran yang besar dalam pembentukan dan perkembangan saraf serta otak janin. Dengan asupan vitamin B6 yang cukup, janin dapat tumbuh dan berkembang dengan normal. Pemenuhan vitamin B6 ini pun dapat menurunkan risiko gangguan tumbuh kembang saat bayi besar nanti.

  • Menurunkan risiko tekanan darah tinggi

Kekurangan vitamin dan mineral, seperti kalsium, zinc, vitamin B6, vitamin C, dan vitamin E, disebut dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi saat hamil. Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan harian vitamin B6, dan jenis vitamin dan mineral lain, menjadi penting bagi ibu hamil. Pemenuhan vitamin B6 untuk ibu hamil juga bermanfaat untuk mengurangi kemungkinan kelahiran prematur. 

  • Menjaga kadar gula darah

Pemenuhan asupan vitamin B6 harian diketahui dapat mengendalikan kadar gula darah agar tetap normal. Terutama untuk ibu hamil yang memiliki kondisi diabetes gestasional, vitamin B6 akan membantu mencegah peningkatan kadar gula darah.

  • Mencegah janin lahir dengan berat badan rendah

Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah kondisi bayi lahir dengan berat kurang dari 2500 gram. BBLR merupakan salah satu penyebab utama gangguan kesehatan dan kematian pada bayi baru lahir.

Malnutrisi atau kekurangan asupan nutrisi saat hamil, seperti protein, karbohidrat, atau vitamin, termasuk vitamin B6, merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi terlahir dengan berat badan rendah. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk selalu memenuhi asupan vitamin B6 mereka.

***

Ibu hamil dapat mengonsumsi tablet vitamin B6 untuk membantu meningkatkan stamina tubuh. Untuk ibu hamil, sebaiknya mengonsumsi 25 mg vitamin B6, tiga kali sehari atau hingga 200 mg vitamin B6 dalam sehari. 

Namun, untuk lebih amannya, ibu hamil dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsi obat atau suplemen vitamin ini. Karena sebagian besar vitamin yang diberikan untuk ibu hamil mengandung 10mg vitamin B, sehingga ibu hamil tidak memerlukan suplemen vitamin B6 secara terpisah.

Gliclazide diabetes militus 2
Obat

Gliclazide

Gliclazide merupakan jenis obat yang dapat mengontrol gula darah yang dialami oleh penderita diabetes melitus tipe 2. Diabetes melitus tipe 2 terjadi karena manusia mengalami kekurangan hormon insulin.

Obat gliclazide termasuk obat sulfonilurea atau obat diabetes yang dapat diperoleh melalui resep dokter karena perlu digunakan dengan hati-hati. Obat tersebut juga tersedia dalam kemasan tablet.

Cara Kerja Obat Gliclazide

Obat gliclazide bekerja dengan merangsang sel beta pankreas supaya dapat menghasilkan lebih banyak hormon insulin untuk mengurangi risiko penyakit diabetes melitus tipe 2. Selain merangsang sel beta pankreas, obat tersebut juga dapat mencegah penggumpalan trombosit dan mengurangi pembekuan darah pada pembuluh darah.

Dosis Obat Gliclazide

Jika Anda ingin menggunakan obat gliclazide untuk mencegah diabetes melitus tipe 2, Anda perlu gunakan obat tersebut sesuai anjuran dokter. Berikut adalah dosis yang ditentukan:

  • Tablet konvensional (biasa)

Jika Anda menggunakan tablet biasa, maka dosisnya (pada awal) sebanyak 40 hingga 80 mg sehari. Setelah itu, Anda dapat meningkatkan dosisnya menjadi 320 mg sehari.

  • Tablet modified-released

Jika Anda menggunakan tablet modified-released, maka dosisnya (pada awal) sebanyak 30 mg sehari. Setelah itu, Anda dapat meningkatkan dosisnya menjadi 120 mg sehari.

Efek Samping Obat Gliclazide

Sama seperti obat lain, obat gliclazide dapat menimbulkan efek samping berupa rasa tidak nyaman pada lambung, diare, dan mual. Selain itu, obat tersebut juga dapat menyebabkan gula darah rendah (hipoglikemia) sehingga membuat penderita mengantuk, sakit kepala, pusing, berkeringat dingin, gelisah, tubuh gemetaran, dan denyut jantung bergerak dengan cepat.

Jika kondisi memburuk, Anda perlu bertemu dengan dokter supaya kondisinya dapat ditangani lebih lanjut oleh tim medis.

Selain efek samping, Anda perlu beritahu dokter jika Anda memiliki kondisi berikut sebelum mengkonsumsi obat gliclazide:

  • Tidak memiliki asupan karbohidrat yang cukup atau diet yang tidak seimbang.
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Mengalami infeksi, trauma, atau akan menjalani operasi.

Anda sebaiknya jangan mengkonsumsi obat gliclazide jika Anda mengalami kondisi berikut:

  • Alergi terhadap gliclazide atau obat sulfonilurea lainnya.
  • Diabetes melitus tipe 1.
  • Koma diabetes.
  • Gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Kehamilan dan menyusui.

Reaksi Tubuh karena Penggunaan Obat Gliclazide dengan Obat Lain

Anda juga perlu beritahu dokter jika Anda mengkonsumsi obat tertentu. Sebagian obat tidak dapat dikonsumsi secara bersamaan dengan obat gliclazide, karena dapat menimbulkan reaksi yang berbeda bagi tubuh. Oleh karena itu, dokter akan melakukan penyesuaian dengan mengurangi dosis obat gliclazide atau menggantikan obat tersebut dengan yang lain.

Berikut adalah contoh obat-obatan yang tidak dapat dikonsumsi secara bersamaan dengan obat gliclazide:

  • Mikonazol

Jika Anda mengkonsumsi obat tersebut dengan obat gliclazide, maka Anda akan mengalami koma berat.

  • Klorpromazine

Jika Anda mengkonsumsi obat tersebut dengan obat gliclazide, maka Anda akan meningkatkan gula darah Anda.

  • Kloramfenikol

Jika Anda mengkonsumsi obat tersebut dengan obat gliclazide, maka Anda akan menurunkan tingkat metabolisme gliclazide.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika kondisi Anda memburuk, Anda perlu temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda memiliki penyakit lain?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan yang lebih cocok untuk kondisi Anda.

Kesimpulan

Obat gliclazide bisa digunakan untuk menjaga gula darah. Meskipun demikian, obat tersebut dapat menimbulkan berbagai efek samping dan tidak dapat digunakan dengan obat-obatan tertentu. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tanyakan ke dokter apakah obat gliclazide aman bagi tubuh Anda atau tidak.

piperazine
Obat

Kegunaan Obat Piperazine dan Efek Sampingnya

Cacingan memang kondisi yang kadang muncul tanpa disadari. Tidak hanya menginfeksi orang dewasa tapi juga anak-anak. Untuk mengatasi kondisi ini, biasanya bisa dengan mengonsumsi obat. Salah satu obat untuk mengatasi infeksi cacing adalah piperazine.

Obat yang stau ini dapat digunakan untuk menangani infeksi cacing gelang, maupun cacing kremi. Cara kerjanya adalah dengan melumpuhkan cacing kemudian akan dikeluarkan bersama feses.

Mengenal Obat Piperazine

Obat piperazine ini termasuk dalam obat anthelmintics, yaitu obat untuk mengobatan infeksi cacing. Obat ini hanya tersedia dengan resep dokter.

Obat ini bisa diminum dengan atau tanpa makanan, alias bisa dalam kondisi perut kosong atau berisi. Akan tetapi, jika dokter memberikan instruksi tertentu, tentu arahan dokter harus diikuti dengan persis.

Penting juga untuk mengonsumsi obat ini sesuai dengan dosis yang ditentukan oleh dokter. Jangan minum dengan dosis yang melebihi anjuran dokter. Hal ii menimbulkan efek samping yang mungkin saja serius.

Konsumsi obat untuk orang dewasa dan anak-anak tentu saja berbeda. Pastikan agar berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Efek Samping Piperazine

Seperti kebanyakan obat pada umumnya, obat ini juga memiliki efek samping tertentu yang sifatnya individual. Namun, jika efek samping yang dirasakan berlebihan, maka harus segera ditangani oleh dokter.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi, namun jarang, adalah mual, sakit perut, muntah, sakit kepala, diare, pusing, kebingungan, hingga ruam kulit.

Ada pula efek samping yang serius yang mungkin disebabkan oleh obat cacing ini. Jika beberapa kondisi ini dirasakan, segera cari bantuan medis. Adapun efek samping serius tersebut seperti:

  • Kesemutan
  • Penglihatan kabur
  • Adanya gangguan gerakan tubuh
  • Terasa nyeri sendi
  • Mengalami ruam kulit atau gatal
  • Wajah, lengan, kaki dan bagian lainnya terasa seperti dipelintir
  • Mengalami demam

Atau ada juga mungkin efek samping yang tidak disebutkan di atas, namun jika terasa segeralah konsultasikan ke dokter.

Peringatan Sebelum Menggunakan Piperazine

Tentu saja ada berbagai risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan obat ini. Jadi penting untuk memberitahukan dokter terkait kondisi kesehatan pasien. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  • Alergi

Jika Anda memiliki berbagai reaksi alergi terhadap obat ini maupun obat lainnya, tentu Anda harus memberitahu dokter terlebih dahulu. Ceritakan pula jika Anda memiliki alergi terhadap makanan, alergi hewan, atau pewarna dan sebagainya. Jika obat tanpa resep, Anda bisa membaca informasi lebih lengkap pada label kemasan obat.

  • Lansia

Sebenarnya hingga kini belum ada penelitian yang membahas mengenai masalah khusus pada lansia akibat konsumsi obat ini. Akan tetapi, pasien berusia lanjut mungkin saja mengalami halusinasi seperti melihat, merasa, atau bahkan mendengar. Sehingga perlu berhati-hati saat mengonsumsinya.

  • Anak-anak

Anak-anak juga mungkin sangat sensitif terhadap efek dari piperazine ini. Hal ini karena ada berbagai kemungkinan terkait efek samping yang dirasakan selama pengobatan.

  • Ibu Hamil dan Menyusui

Sedangkan pada ibu hamil dan menyusui, belum ada informasi yang memadai terkait keamanan menggunakan obat ini. Oleh sebab itulah, jika ibu hamil atau menyusui perlu untuk mengonsumsi obat piparezine ini, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter terkait manfaat dan risikonya.

Penting juga untuk diperhatikan bahwa ada beberapa kondisi medis yang tidak disarankan mengonsumsi obat ini, yaitu pasien yang mengalami gangguan ginjal berat, kehamilan, dan epilepsi.

Interaksi obat juga mungkin saja terjadi ketika obat ini dikonsumsi bersamaan dengan beberapa obat lain. Penting sekali untuk diingat bahwa selalu berkonsultasi pada dokter sebelum menggunakannya dan hal-hal apa yang dilakukan selama pengobatan. Anda juga dilarang mengurangi dosis atau mengganti obat ini dengan alternatif obat lainnya.

Macam-Macam Infeksi Mata yang Bisa Diatasi Cendo Mycos
Obat

Macam-Macam Infeksi Mata yang Bisa Diatasi Cendo Mycos

Sebagai salah satu pancaindra, mata memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Ia bekerja mendeteksi, menangkap, dan memproses cahaya sehingga memungkinkan manusia dapat melihat. Namun, kenyataan bahwa organ mata terdiri dari serangkaian bagian yang rawan membuatnya mudah terpapar infeksi. Jika sudah begitu, pengobatan amat dibutuhkan. Kita bisa menggunakan Cendo Mycos atau obat lain yang direkomendasikan dokter.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai obat mata yang disebut di awal, menjadi penting bagi pembaca mengerti terlebih dahulu tentang kondisi “infeksi mata”. Mudahnya, infeksi mata dapat dipahami sebagai kondisi di mana mata terpapar oleh sesuatu sehingga membuatnya mengalami suatu masalah.

Infeksi mata bisa ditandai dengan mata merah, terasa sakit, berair, belekan, dan sensitif terhadap cahaya. Selain itu, gejala lain yang sering dikeluhkan oleh penderitanya adalah seperti ada sesuatu yang mengganjal pada mata dan penglihatan kabur. 

Gejala-gejala tersebut tergantung dari infeksi mata apa yang diderita seseorang. Ada berbagai jenis infeksi mata, mulai dari yang ringan hingga berat, serta dengan beragam penyebab yang berbeda pula. Meski tidak semua infeksi mata berbahaya, seseorang tetap perlu mewaspadai kondisi ini, karena ada potensi infeksi mata berkembang menjadi lebih buruk.

Penyebab utama infeksi mata adanya mikroorganisme (mikroba) yang tumbuh dan berkembang biak pada mata. Segala jenis mikroba, mulai dari virus, bakteri, jamur, hingga parasite bisa menimbulkan infeksi pada mata. Karena itu, Cendo Mycos sengaja dirancang untuk mengatasi berbagai kemungkinan penyebab infeksi mata tersebut.

Cendo Mycos mengandung zat aktif chloramphenicol dan hydrocortisone acetate. Chloramphenicol adalah antibiotik yang bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri, sementara Hydrocortisone digunakan untuk meredakan kemerahan dan bengkak serta untuk mengobati cedera pada kornea mata.

Obat ini umum sekali diresepkan dokter untuk meredakan berbagai keluhan pasien infeksi mata. Beberapa infeksi mata yang bisa diatasi dengan obat ini antara lain:

  • Konjungtivitis

Konjungtivitis merupakan infeksi yang terjadi pada konjungtiva, yaitu lapisan yang menutupi bagian putih bola mata dan bagian dalam kelopak mata. Meski terbilang tidak serius, infeksi mata ini bisa menyebabkan rasa tak nyaman.

Penyebab utama konjungtivitis adalah infeksi virus dan bakteri. Konjungtivitis akibat infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik, Cendo Mycos inilah salah satunya. Sementara konjungtivitis akibat virus biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari.

  • Blefaritis

Blefaritis merupakan peradangan pada kelopak mata. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, reaksi alergi, sumbatan pada kelenjar minyak di folikel bulu mata, atau bisa juga dipicu oleh dermatitis seboroik dan rosacea.

  • Dakrioadenitis

Dakrioadenitis adalah infeksi mata yang menyebabkan peradangan di saluran air mata (kelenjar lakrimalis). Ada banyak hal yang bisa memicu munculnya dakrioadenitis, tetapi yang paling sering adalah infeksi virus dan bakteri.

  • Keratitis

Keratitis adalah peradangan pada kornea mata yang bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, parasit, atau jamur. 

Penting untuk selalu diingat bahwa Cendo Mycos adalah obat keras dan penggunaannya harus didasari oleh resep dari dokter. Dengan demikian, seseorang harus memeriksakan terlebih dahulu kondisi matanya, alih-alih langsung mengaplikasikan salep mata ini.

Sebab beberapa kondisi infeksi mata di atas harus diobati sesuai dengan penyebabnya. Dokter perlu melakukan pemeriksaan untuk mendapat gambaran yang utuh mengenai kondisi pasien. Dari sana dokter dapat meresepkan obat-obatan yang paling sesuai dengan kondisi pasien. Selain itu, efek samping, kontraindikasi, dan kemungkinan interaksi obat yang dimiliki Cendo Mycos membuatnya tak bisa digunakan secara sembarangan. Pengguna diharapkan berhati-hati.

Obat

Sembuhkan Tukak Lambung dengan Obat Tukak Lambung Alami

Tukak lambung adalah kondisi yang terjadi ketika lambung mengalami luka terbuka dan menyebabkan peradangan. Pasien dengan gejala tukak lambung umumnya menjalani penyembuhan dengan berbagai jenis obat tukak lambung, termasuk obat dari bahan-bahan alami.

obat tukak lambung

Umumnya, tukak lambung terjadi akibat adanya infeksi dari bakteri helicobacter pylori. Selain itu, penggunaan obat antiinflamasi yang berkepanjangan juga bisa menyebabkan kondisi ini.

Mengobati tukak lambung dengan bahan alami

Tukak lambung bisa dialami oleh siapa saja dari berbagai golongan usia. Pengobatannya tidak hanya terbatas pada obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Terkadang, dokter juga menganjurkan pasien untuk menggunakan bahan alami sebagai obat tukak lambung.

Berikut ini terdapat beberapa jenis bahan alami yang bisa digunakan untuk mengobati tukak lambung.

  • Bawang putih

Bawang putih merupakan rempah-rempah yang sangat umum digunakan sebagai perasa makanan di seluruh dunia. Akan tetapi, selain sebagai bahan masakan, bawang putih juga bisa digunakan sebagai obat tukak lambung.

Konsumsi bawang putih dipercaya efektif untuk mengencerkan darah dan melawan bakteri. Fungsi ini juga membantu untuk menyerang bakteri penyebab tukak lambung. Sebagian dokter percaya bahwa konsumsi bawang putih secara rutin bisa membantu mengurangi resiko terkena tukak lambung.

Apabila Anda tidak bisa mengonsumsi bawang putih dalam bentuk makanan, Anda juga bisa mengonsumsinya dalam bentuk suplemen khusus.

  • Buah-buahan berwarna

Sebagai makanan sehat yang kaya akan gizi, buah-buahan juga bisa menjadi solusi untuk menyebuhkan tukak lambung secara alami. Secara khusus, buah yang baik dikonsumsi oleh penderita tukak lambung adalah buah-buahan yang berwarna.

Buah-buahan berwarna memiliki kandungan flavonoid yang menghasilkan warna pada buah-buah tersebut. Kandungan ini juga menjadi salah satu kandungan paling penting untuk mengobati tukak lambung. Flavonoid akan melindungi lapisan lambung agar terhindar dari kondisi tukak lambung.

Konsumsi buah-buahan berwarna sebagai obat tukak lambung alami bisa didapat melalui buah apel, jeruk, lemon, anggur, dan lain sebagainya.

  • Madu

Tidak hanya sebagai pemberi rasa manis, madu juga kaya akan kandungan yang bermanfaat bagi tubuh. Secara khusus, madu bisa membantu untuk mempercepat penyembuhan berbagai jenis luka, termasuk luka pada lambung yang menyebabkan tukak lambung.

Selain itu, madu juga memiliki kandungan polifenol dan antioksidan untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab tukak lambung. Akan tetapi, konsumsi madu hanya dianjurkan bagi Anda yang memiliki kadar gula darah normal.

  • Kunyit

Selain bawang putih, rempah-rempah lainnya yang bermanfaat sebagai obat tukak lambung alami adalah kunyit. Kunyit sudah sering digunakan sebagai bahan untuk mengobati gejala maag dan menyembuhkan luka.

Kandungan curcumin di dalam kunyit bisa membantu mengaktifkan aktivitas antiinflamasi dan melawan bakteri penyebab tukak lambung.

Makanan yang perlu dihindari bagi penderita tukak lambung

Ketika Anda menderita gejala tukak lambung, berhati-hatilah dalam mengonsumsi makanan tertentu. Beberapa jenis makanan mungkin akan semakin memperburuk luka pada lambung dan memperlambat proses penyembuhan.

Secara umum, penderita tukak lambung sebaiknya menghindari:

  • Makanan asam seperti jeruk dan tomat
  • Cabai dan makanan pedas lainnya
  • Kafein dan minuman bersoda
  • Makanan dengan kadar garam yang tinggi
  • Makanan olahan, seperti sosis, bakso, ham, dan lain sebagainya
  • Makanan yang digoreng
  • Cokelat

Selain itu, penting juga bagi penderita tukak lambung untuk mengendalikan kondisi mental agar terhindar dari stres. Anda bisa mencoba untuk melakukan berbagai teknik relaksasi, seperti dengan olahraga yoga ataupun meditasi. Konsumsi obat tukak lambung hanya bisa bekerja secara efektif apabila didukung dengan pengelolaan stres yang baik.

salbutamol
Obat

Manfaat Salbutamol untuk Redakan Sesak Napas

Pernahkah Anda mendengar tentang PPOK? Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) terjadi karena respons pada saluran pernapasan terhadap partikel maupun gas iritan. Salah satu gejala dari PPOK adalah merasakan sesak napas yang umumnya disertai batuk kronis selama dua minggu. Mengatasi gejala ringan dari PPOK dapat dengan mengonsumsi obat tertentu, seperti obat salbutamol.

Di Indonesia, obat ini dijual dengan berbagai merek, seperti Asmacare, Azmacon, Astharol, Fartolin, Glisend, Grafalin, dan lainnya. Salbutamol  seringkali digunakan untuk mengobati dan juga mencegah bronkospasme bagi pasien yang mengidap asma dan sakit paru-paru. Termasuk dalam golongan bronkodilator, salbutamol bekerja dengan melemaskan otot-otot pada saluran udara dan meningkatkan aliran udara ke paru-paru.

Obat salbutamol dikemas dalam bentuk tablet, sirup, maupun sediaan infus. Namun, bagi pasien yang menderita PPOK, umumnya mereka mengonsumsi obat salbutamol yang berbentuk aerosol hirup.

Bagaimana cara yang benar dalam menggunakan obat salbutamol aerosol hirup?

Tata cara menggunakan obat salbutamol aerosol harus sesuai dengan aturan pakai dan langkah-langkah yang tepat. Informasi lengkap mengenai cara menggunakan salbutamol aerosol hirup yang benar dapat Anda simak berikut:

  • Pasang alat sesuai dengan petunjuk kemasan.
  • Sebelum menggunakan alat ini, cobalah untuk menghembuskan udara sebanyak mungkin yang bisa Anda keluarkan dan letakkan alat di depan mulut Anda.
  • Masukkan ujung alat ke dalam mulut dan hirup napas secara perlahan dan dalam (seperti ketika Anda sedang menguap) dan tekan tombol pada bagian atas alat untuk mengeluarkan partikel obat secara bersamaan.
  • Setelah langkah di atas, tahan napas Anda selama 10 detik dan hembuskan napas secara perlahan.

Dalam kasus yang lebih serius, pasien mungkin akan mengalami kondisi:

  • Nyeri dada
  • Hipertensi
  • Hiperaktivitas
  • Sakit ketika buang air kecil.

Anda perlu waspada terhadap efek samping yang mungkin terjadi, seperti rasa mual dan ingin muntah, diare, dada berdebar, reaksi alergi, gemetar, hingga kram otot. Jika Anda mengalami kondisi seperti yang disebutkan, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.

papaverine
Obat

Lemaskan Otot Polos yang Tegang dengan Papaverin

Bagi Anda yang sering mengalami kram otot pada perut, mungkin sudah familiar dengan papaverin. Obat yang seringkali digunakan untuk mengobati pergerakan otot yang picu kejang ini, bekerja di bagian sistem kemih atau sistem kantong empedu.

Tergolong sebagai obat vasodilator, Anda membutuhkan resep khusus dokter untuk menebus obat papaverin ini. Obat ini dikemas dalam sediaan suntik dan hanya boleh dikonsumsi oleh orang dewasa.

Papaverin pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan Jerman pada tahun 1848. Selain untuk mengatasi kram pada otot-otot polos di sekitar saluran pencernaan, empedu, dan kemih, papaverin juga sering dimanfaatkan sebagai obat untuk membantu melebarkan pembuluh darah pada otak dan coroner ketika dalam situasi tertentu, seperti saat sedang operasi bedah. Papaverin juga dapat digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi pada kaum Adam.

Cara pakai papaverin

Telah disebutkan bahwa Anda membutuhkan resep dari dokter untuk mendapatkan obat yang mengandung papaverin di dalamnya. Namun, sebelum Anda mendapatkan resep untuk mendapatkan obat ini, perhatikan riwayat kesehatan Anda apakah pernah memiliki riwayat alergi terhadap jenis obat seperti ini.

Beberapa orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan pada jantung maupun pernah mengalami glaukoma, memiliki risiko kontraindikasi pada obat papaverin. Kondisi kesehatan lain yang perlu diperhatikan, yaitu AV Blok komplit, fibrosis, deformasi, dan implant tenis, serta adanya kondisi predisposisi priapism, seperti leukemia atau anemia sel sabit. Selain itu, seseorang dengan kondisi kerusakan hati, sedang mengandung dan menyusui, membutuhkan konsultasi dengan dokter terlebih dulu jika ingin mengonsumsi obat ini.

Ada pun cara pakai papaverin adalah diberikan dengan suntikan ke bagian otot atau vena yang dilakukan oleh dokter ahli.

Sebagai catatan tambahan, jika Anda sedang mengonsumsi jenis obat tertentu secara bersamaan dengan obat papaverin, kondisi ini dapat merujuk pada interaksi obat, seperti adanya efek depresan susunan saraf pusat dengan morfin maupun risiko pusing bahkan pingsan jika dikonsumsi dengan alprostadil dan phentolamine.

ibuprofen
Obat

Mengenal Obat Ibuprofen, Jangan Sampai Overdosis

Sering mendengar obat ibuprofen? Obat ini menjadi salah satu obat yang paling sering digunakan di seluruh dunia. Dalam dosis yang tepat, ibuprofen adalah obat yang aman untuk anak-anak maupun orang dewasa. Namun obat penghilang nyeri seperti Ibuprofen ini cukup rentan disalahgunakan. Pernah dilaporkan bahwa orang-orang yang mengalami overdosis, kebanyakan menyalahgunakan obat golongan penghilang nyeri.

Pada suatu penelitian, dilaporkan 29% orang-orang yang mengalami overdosis obat penghilang nyeri ini melibatkan ibuprofen. Overdosis obat ibuprofen dapat menimbulkan komplikasi serius. Apa saja komplikasinya? Simak artikel berikut ini.

Mengenal obat ibuprofen

Ibuprofen termasuk golongan obat anti peradangan non-steroid. Obat ibuprofen mampu bekerja dengan mengurangi hormone yang menyebabkan peradangan dan nyeri tubuh. Obat ibuprofen sering digunakan untuk mengatasi demam dan nyeri serta peradangan yang disebabkan beberapa kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri punggung, nyeri sendi, kram haid, dan cedera-cedera kecil lainnya.

Obat ibuprofen juga memiliki berbagai bentuk seperti tablet, kaplet, gel cair, tablet kunyah, dan sirup. Ibuprofen juga bisa ditemukan pada produk obat lain seperti obat flu dan alergi. Anda dapat membeli obat ibuprofen dosis rendah secara bebas di apotik. Dosis obat ibuprofen yang lebih tinggi hanya bisa didapatkan melalui resep dokter.

Efek samping penggunaan obat ibuprofen

Dalam dosis yang tinggi dan jangka waktu lama, ibuprofen dapat meningkatkan kemungkinan serangan jantung atau stroke. Perlu dicatat, jangan mengonsumsi obat ibuprofen sebelum atau setelah menjalani operasi bypass jantung. Overdosis ibuprofen juga dapat menyebabkan perdarahan pada lambung atau usus. Komplikasi tersering akibat overdosis ibuprofen adalah asidosis metabolik.

Asidosis metabolik yaitu keadaan ketika tubuh tidak dapat mengeluarkan zat asam sehingga menyebabkan suasana tubuh lebih asam. Akibat asidosis metabolik ini adalah gangguan fungsi dan irama jantung, perubahan tekanan darah, gangguan pertukaran oksigen dalam tubuh, dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Tips tambahan, setiap obat memiliki maksimalnya sendiri. Meskipun bisa dikonsumsi sampai dosis maksimal, sebisa mungkin konsumsilah dosis terkecil yang masih menimbulkan efek.

kloderma
Obat

Bahaya Menggunakan Kloderma untuk Jangka Panjang

Perlu Anda tahu, akan selalu ada efek samping dari penggunaan suatu obat, apalagi jika penggunaanya dalam jangka panjang. Salah satu obat yang memiliki efek samping saat digunakan dalam jangka Panjang adalah Kloderma. Obat ini akan bekerja sebagai kortikosteroid untuk pemakaian jangka pendek. Biasanya, Kloderma digunakan untuk mengatasi peradangan dengan mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.

Kondisi penyakit kulit yang biasanya teratasi dengan Kloderma adalah eksim, lupus eritematosus, lichen plaus, psoriasis, hingga gatal dari dermatosis. Dalam setiap gram Kloderma terdapat 0.5 mg klobetasol propionat. Kloderma termasuk dalam obat keras yang hanya bisa digunakan jika ada resep dari dokter. Jika digunakan dengan sembarangan, bisa saja yang terjadi adalah efek samping.

Kontraindikasi obat Kloderma

Terdapat beberapa orang yang perlu menghindari penggunaan obat Kloderma. Beberapa diantaranya seperti:

  • Penderita hipersensitivitas atau alergi terhadap obat berjenis kortikosteroid
  • Penderita luka yang disebabkan oleh bakteri, jamur, atau virus
  • Tidak bisa diberikan pada jerawat, rosacea, perioral dermatitis di mulut, hingga psoriasis yang berjenis plak
  • Jangan diberikan pada berusia di bawah 1 tahun

Beberapa golongan orang-orang tersebut sebaiknya menghindari penggunaan obat Kloderma. Jika terpaksa harus menggunakannya pun sebaiknya dengan resep dokter. Saat berkonsultasi Anda juga perlu menyampaikan kondisi Anda agar menjadi pertimbangan dokter.

Efek samping Kloderma

Berikut beberapa efek samping yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat Kloderma:

  • Terasa kebas atau mati rasa pada jari
  • Tekanan pada hiptalamus, adrenal, dan pituari
  • Supresi hiperkortisme (sindrom cushing, hiperglikemia, glikosuria)
  • Sensasi terbakar
  • Retak-retak pada kulit
  • Terjadi iritasi
  • Kulit terasa gatal
  • Kering

Selain itu, jika penggunaan Kloderma digunakan dalam dosis yang terlalu tinggi, bukan tidak mungkin akan terjadi overdosis. Hal ini bisa memicu komplikasi lain yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Jangan konsumsi obat seperti Kloderma untuk jangka waktu yang panjang karena bisa memicu reaksi alergi pada kulit. Bagi ibu hamil dan menyusui pun sebaiknya hindari penggunaan obat Kloderma ini.