Obat

Sembuhkan Tukak Lambung dengan Obat Tukak Lambung Alami

Tukak lambung adalah kondisi yang terjadi ketika lambung mengalami luka terbuka dan menyebabkan peradangan. Pasien dengan gejala tukak lambung umumnya menjalani penyembuhan dengan berbagai jenis obat tukak lambung, termasuk obat dari bahan-bahan alami.

obat tukak lambung

Umumnya, tukak lambung terjadi akibat adanya infeksi dari bakteri helicobacter pylori. Selain itu, penggunaan obat antiinflamasi yang berkepanjangan juga bisa menyebabkan kondisi ini.

Mengobati tukak lambung dengan bahan alami

Tukak lambung bisa dialami oleh siapa saja dari berbagai golongan usia. Pengobatannya tidak hanya terbatas pada obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Terkadang, dokter juga menganjurkan pasien untuk menggunakan bahan alami sebagai obat tukak lambung.

Berikut ini terdapat beberapa jenis bahan alami yang bisa digunakan untuk mengobati tukak lambung.

  • Bawang putih

Bawang putih merupakan rempah-rempah yang sangat umum digunakan sebagai perasa makanan di seluruh dunia. Akan tetapi, selain sebagai bahan masakan, bawang putih juga bisa digunakan sebagai obat tukak lambung.

Konsumsi bawang putih dipercaya efektif untuk mengencerkan darah dan melawan bakteri. Fungsi ini juga membantu untuk menyerang bakteri penyebab tukak lambung. Sebagian dokter percaya bahwa konsumsi bawang putih secara rutin bisa membantu mengurangi resiko terkena tukak lambung.

Apabila Anda tidak bisa mengonsumsi bawang putih dalam bentuk makanan, Anda juga bisa mengonsumsinya dalam bentuk suplemen khusus.

  • Buah-buahan berwarna

Sebagai makanan sehat yang kaya akan gizi, buah-buahan juga bisa menjadi solusi untuk menyebuhkan tukak lambung secara alami. Secara khusus, buah yang baik dikonsumsi oleh penderita tukak lambung adalah buah-buahan yang berwarna.

Buah-buahan berwarna memiliki kandungan flavonoid yang menghasilkan warna pada buah-buah tersebut. Kandungan ini juga menjadi salah satu kandungan paling penting untuk mengobati tukak lambung. Flavonoid akan melindungi lapisan lambung agar terhindar dari kondisi tukak lambung.

Konsumsi buah-buahan berwarna sebagai obat tukak lambung alami bisa didapat melalui buah apel, jeruk, lemon, anggur, dan lain sebagainya.

  • Madu

Tidak hanya sebagai pemberi rasa manis, madu juga kaya akan kandungan yang bermanfaat bagi tubuh. Secara khusus, madu bisa membantu untuk mempercepat penyembuhan berbagai jenis luka, termasuk luka pada lambung yang menyebabkan tukak lambung.

Selain itu, madu juga memiliki kandungan polifenol dan antioksidan untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab tukak lambung. Akan tetapi, konsumsi madu hanya dianjurkan bagi Anda yang memiliki kadar gula darah normal.

  • Kunyit

Selain bawang putih, rempah-rempah lainnya yang bermanfaat sebagai obat tukak lambung alami adalah kunyit. Kunyit sudah sering digunakan sebagai bahan untuk mengobati gejala maag dan menyembuhkan luka.

Kandungan curcumin di dalam kunyit bisa membantu mengaktifkan aktivitas antiinflamasi dan melawan bakteri penyebab tukak lambung.

Makanan yang perlu dihindari bagi penderita tukak lambung

Ketika Anda menderita gejala tukak lambung, berhati-hatilah dalam mengonsumsi makanan tertentu. Beberapa jenis makanan mungkin akan semakin memperburuk luka pada lambung dan memperlambat proses penyembuhan.

Secara umum, penderita tukak lambung sebaiknya menghindari:

  • Makanan asam seperti jeruk dan tomat
  • Cabai dan makanan pedas lainnya
  • Kafein dan minuman bersoda
  • Makanan dengan kadar garam yang tinggi
  • Makanan olahan, seperti sosis, bakso, ham, dan lain sebagainya
  • Makanan yang digoreng
  • Cokelat

Selain itu, penting juga bagi penderita tukak lambung untuk mengendalikan kondisi mental agar terhindar dari stres. Anda bisa mencoba untuk melakukan berbagai teknik relaksasi, seperti dengan olahraga yoga ataupun meditasi. Konsumsi obat tukak lambung hanya bisa bekerja secara efektif apabila didukung dengan pengelolaan stres yang baik.

salbutamol
Obat

Manfaat Salbutamol untuk Redakan Sesak Napas

Pernahkah Anda mendengar tentang PPOK? Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) terjadi karena respons pada saluran pernapasan terhadap partikel maupun gas iritan. Salah satu gejala dari PPOK adalah merasakan sesak napas yang umumnya disertai batuk kronis selama dua minggu. Mengatasi gejala ringan dari PPOK dapat dengan mengonsumsi obat tertentu, seperti obat salbutamol.

Di Indonesia, obat ini dijual dengan berbagai merek, seperti Asmacare, Azmacon, Astharol, Fartolin, Glisend, Grafalin, dan lainnya. Salbutamol  seringkali digunakan untuk mengobati dan juga mencegah bronkospasme bagi pasien yang mengidap asma dan sakit paru-paru. Termasuk dalam golongan bronkodilator, salbutamol bekerja dengan melemaskan otot-otot pada saluran udara dan meningkatkan aliran udara ke paru-paru.

Obat salbutamol dikemas dalam bentuk tablet, sirup, maupun sediaan infus. Namun, bagi pasien yang menderita PPOK, umumnya mereka mengonsumsi obat salbutamol yang berbentuk aerosol hirup.

Bagaimana cara yang benar dalam menggunakan obat salbutamol aerosol hirup?

Tata cara menggunakan obat salbutamol aerosol harus sesuai dengan aturan pakai dan langkah-langkah yang tepat. Informasi lengkap mengenai cara menggunakan salbutamol aerosol hirup yang benar dapat Anda simak berikut:

  • Pasang alat sesuai dengan petunjuk kemasan.
  • Sebelum menggunakan alat ini, cobalah untuk menghembuskan udara sebanyak mungkin yang bisa Anda keluarkan dan letakkan alat di depan mulut Anda.
  • Masukkan ujung alat ke dalam mulut dan hirup napas secara perlahan dan dalam (seperti ketika Anda sedang menguap) dan tekan tombol pada bagian atas alat untuk mengeluarkan partikel obat secara bersamaan.
  • Setelah langkah di atas, tahan napas Anda selama 10 detik dan hembuskan napas secara perlahan.

Dalam kasus yang lebih serius, pasien mungkin akan mengalami kondisi:

  • Nyeri dada
  • Hipertensi
  • Hiperaktivitas
  • Sakit ketika buang air kecil.

Anda perlu waspada terhadap efek samping yang mungkin terjadi, seperti rasa mual dan ingin muntah, diare, dada berdebar, reaksi alergi, gemetar, hingga kram otot. Jika Anda mengalami kondisi seperti yang disebutkan, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.

papaverine
Obat

Lemaskan Otot Polos yang Tegang dengan Papaverin

Bagi Anda yang sering mengalami kram otot pada perut, mungkin sudah familiar dengan papaverin. Obat yang seringkali digunakan untuk mengobati pergerakan otot yang picu kejang ini, bekerja di bagian sistem kemih atau sistem kantong empedu.

Tergolong sebagai obat vasodilator, Anda membutuhkan resep khusus dokter untuk menebus obat papaverin ini. Obat ini dikemas dalam sediaan suntik dan hanya boleh dikonsumsi oleh orang dewasa.

Papaverin pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan Jerman pada tahun 1848. Selain untuk mengatasi kram pada otot-otot polos di sekitar saluran pencernaan, empedu, dan kemih, papaverin juga sering dimanfaatkan sebagai obat untuk membantu melebarkan pembuluh darah pada otak dan coroner ketika dalam situasi tertentu, seperti saat sedang operasi bedah. Papaverin juga dapat digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi pada kaum Adam.

Cara pakai papaverin

Telah disebutkan bahwa Anda membutuhkan resep dari dokter untuk mendapatkan obat yang mengandung papaverin di dalamnya. Namun, sebelum Anda mendapatkan resep untuk mendapatkan obat ini, perhatikan riwayat kesehatan Anda apakah pernah memiliki riwayat alergi terhadap jenis obat seperti ini.

Beberapa orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan pada jantung maupun pernah mengalami glaukoma, memiliki risiko kontraindikasi pada obat papaverin. Kondisi kesehatan lain yang perlu diperhatikan, yaitu AV Blok komplit, fibrosis, deformasi, dan implant tenis, serta adanya kondisi predisposisi priapism, seperti leukemia atau anemia sel sabit. Selain itu, seseorang dengan kondisi kerusakan hati, sedang mengandung dan menyusui, membutuhkan konsultasi dengan dokter terlebih dulu jika ingin mengonsumsi obat ini.

Ada pun cara pakai papaverin adalah diberikan dengan suntikan ke bagian otot atau vena yang dilakukan oleh dokter ahli.

Sebagai catatan tambahan, jika Anda sedang mengonsumsi jenis obat tertentu secara bersamaan dengan obat papaverin, kondisi ini dapat merujuk pada interaksi obat, seperti adanya efek depresan susunan saraf pusat dengan morfin maupun risiko pusing bahkan pingsan jika dikonsumsi dengan alprostadil dan phentolamine.

ibuprofen
Obat

Mengenal Obat Ibuprofen, Jangan Sampai Overdosis

Sering mendengar obat ibuprofen? Obat ini menjadi salah satu obat yang paling sering digunakan di seluruh dunia. Dalam dosis yang tepat, ibuprofen adalah obat yang aman untuk anak-anak maupun orang dewasa. Namun obat penghilang nyeri seperti Ibuprofen ini cukup rentan disalahgunakan. Pernah dilaporkan bahwa orang-orang yang mengalami overdosis, kebanyakan menyalahgunakan obat golongan penghilang nyeri.

Pada suatu penelitian, dilaporkan 29% orang-orang yang mengalami overdosis obat penghilang nyeri ini melibatkan ibuprofen. Overdosis obat ibuprofen dapat menimbulkan komplikasi serius. Apa saja komplikasinya? Simak artikel berikut ini.

Mengenal obat ibuprofen

Ibuprofen termasuk golongan obat anti peradangan non-steroid. Obat ibuprofen mampu bekerja dengan mengurangi hormone yang menyebabkan peradangan dan nyeri tubuh. Obat ibuprofen sering digunakan untuk mengatasi demam dan nyeri serta peradangan yang disebabkan beberapa kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri punggung, nyeri sendi, kram haid, dan cedera-cedera kecil lainnya.

Obat ibuprofen juga memiliki berbagai bentuk seperti tablet, kaplet, gel cair, tablet kunyah, dan sirup. Ibuprofen juga bisa ditemukan pada produk obat lain seperti obat flu dan alergi. Anda dapat membeli obat ibuprofen dosis rendah secara bebas di apotik. Dosis obat ibuprofen yang lebih tinggi hanya bisa didapatkan melalui resep dokter.

Efek samping penggunaan obat ibuprofen

Dalam dosis yang tinggi dan jangka waktu lama, ibuprofen dapat meningkatkan kemungkinan serangan jantung atau stroke. Perlu dicatat, jangan mengonsumsi obat ibuprofen sebelum atau setelah menjalani operasi bypass jantung. Overdosis ibuprofen juga dapat menyebabkan perdarahan pada lambung atau usus. Komplikasi tersering akibat overdosis ibuprofen adalah asidosis metabolik.

Asidosis metabolik yaitu keadaan ketika tubuh tidak dapat mengeluarkan zat asam sehingga menyebabkan suasana tubuh lebih asam. Akibat asidosis metabolik ini adalah gangguan fungsi dan irama jantung, perubahan tekanan darah, gangguan pertukaran oksigen dalam tubuh, dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Tips tambahan, setiap obat memiliki maksimalnya sendiri. Meskipun bisa dikonsumsi sampai dosis maksimal, sebisa mungkin konsumsilah dosis terkecil yang masih menimbulkan efek.

kloderma
Obat

Bahaya Menggunakan Kloderma untuk Jangka Panjang

Perlu Anda tahu, akan selalu ada efek samping dari penggunaan suatu obat, apalagi jika penggunaanya dalam jangka panjang. Salah satu obat yang memiliki efek samping saat digunakan dalam jangka Panjang adalah Kloderma. Obat ini akan bekerja sebagai kortikosteroid untuk pemakaian jangka pendek. Biasanya, Kloderma digunakan untuk mengatasi peradangan dengan mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.

Kondisi penyakit kulit yang biasanya teratasi dengan Kloderma adalah eksim, lupus eritematosus, lichen plaus, psoriasis, hingga gatal dari dermatosis. Dalam setiap gram Kloderma terdapat 0.5 mg klobetasol propionat. Kloderma termasuk dalam obat keras yang hanya bisa digunakan jika ada resep dari dokter. Jika digunakan dengan sembarangan, bisa saja yang terjadi adalah efek samping.

Kontraindikasi obat Kloderma

Terdapat beberapa orang yang perlu menghindari penggunaan obat Kloderma. Beberapa diantaranya seperti:

  • Penderita hipersensitivitas atau alergi terhadap obat berjenis kortikosteroid
  • Penderita luka yang disebabkan oleh bakteri, jamur, atau virus
  • Tidak bisa diberikan pada jerawat, rosacea, perioral dermatitis di mulut, hingga psoriasis yang berjenis plak
  • Jangan diberikan pada berusia di bawah 1 tahun

Beberapa golongan orang-orang tersebut sebaiknya menghindari penggunaan obat Kloderma. Jika terpaksa harus menggunakannya pun sebaiknya dengan resep dokter. Saat berkonsultasi Anda juga perlu menyampaikan kondisi Anda agar menjadi pertimbangan dokter.

Efek samping Kloderma

Berikut beberapa efek samping yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat Kloderma:

  • Terasa kebas atau mati rasa pada jari
  • Tekanan pada hiptalamus, adrenal, dan pituari
  • Supresi hiperkortisme (sindrom cushing, hiperglikemia, glikosuria)
  • Sensasi terbakar
  • Retak-retak pada kulit
  • Terjadi iritasi
  • Kulit terasa gatal
  • Kering

Selain itu, jika penggunaan Kloderma digunakan dalam dosis yang terlalu tinggi, bukan tidak mungkin akan terjadi overdosis. Hal ini bisa memicu komplikasi lain yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Jangan konsumsi obat seperti Kloderma untuk jangka waktu yang panjang karena bisa memicu reaksi alergi pada kulit. Bagi ibu hamil dan menyusui pun sebaiknya hindari penggunaan obat Kloderma ini.