Mengenali Ketoasidosis Alkoholik lewat Gejala-gejala Ini
Penyakit

Mengenali Ketoasidosis Alkoholik lewat Gejala-gejala Ini

Pernahkah Anda tiba-tiba merasa lemas dan tidak bertenaga? Kondisi ini umumnya terjadi karena kurangnya glukosa pada darah sehingga tidak ada yang bisa lemak maupun gula yang bisa dibakar oleh tubuh untuk menjadi energi. Kondisi ini salah satunya dipicu jika Anda menderita ketoasidosis alkoholik. 

Ketoasidosis alkoholik merupakan penumpukan salah satu zat asam atau keton dalam darah yang disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan. Penyebab dari munculnya masalah ini umumnya karena pengonsumsian minuman beralkohol berlebihan dalam jangka panjang yang pada akhirnya memicu malnutrisi. Kondisi ini bisa berbahaya bagi keselamatan Anda jika tidak ditangani terus-menerus sehingga pergi ke dokter dan memperoleh penanganan medis merupakan langkah yang bijak. 

Anda mungkin ragu apabila rasa lemas dan tidak bertenaga Anda digolongkan sebagai ketoasidosis alkoholik dan mesti ke dokter atau tidak. Supaya lebih yakin, perhatikan gejala-gejala lain dari ketoasidosis alkoholik, seperti di bawah ini, yuk!

  1. Lelah Berlebih 

Rasa lelah yang muncul pada diri Anda memang tidak serta-merta langsung digolongkan ke kondisi ketoasidosis alkoholik. Lelah yang timbul akibat kelebihan zat asam atau keton karena penggunaan alkohol ini umumnya lebih parah daripada lelah ketika Anda terlalu banyak kegiatan. Lelah yang berlebih dari ketoasidosis alkoholik pun tidak bisa hilang, walaupun Anda sudah beristirahat banyak. Bahkan ketika bangun tidur pun, Anda dapat merasa lelah yang sangat membebani. 

  1. Linglung 

Kurangnya glukosa dalam darah tidak hanya membuat Anda merasa lelah. Anda pun akan mudah merasa gelisah ketika mengalami kondisi ini. Penderita-penderita ketoasidosis alkoholik bahkan mengaku kerap merasa linglung ketika harus melakukan kegiatan. Kelinglungan ini paling sering muncul ketika hendak melakukan suatu keputusan. 

  1. Sakit Perut

Jangan meremehkan sakit perut. Apabila sakit perut timbul dengan frekuensi cukup sering dan tanpa penyebab salah makan, bisa jadi kondisi tersebut merupakan gejala dari ketoasidosis alkoholik. Terganggunya produksi dan penyerapan glukosa karena masalah pankreas dari penyakit tersebut memang kerap membuat  perut tidak nyaman dan terasa nyeri. 

  1. Gerakan Melambat 

Gejala yang cukup khas dari kondisi ketoasidosis alkoholik adalah melambatnya gerakan pada bagian tubuh Anda. Anda mungkin tiba-tiba tidak bisa berlari dengan cepat ataupun memerlukan usaha ekstra untuk sekadar memalingkan kepala. Gejala ini terjadi karena glukosa yang kurang ikut berpengaruh ke respons otak sehingga membuat gerakan bagian tubuh melambat. Semakin lambannya gerakan yang Anda alami, kondisi ketoasidosis alkoholik yang Anda alami mesti semakin diwaspadai. 

  1. Masalah Pernapasan 

Penderita ketoasidosis alkoholik juga cenderung mengalami gejala gangguan pernapasan. Masalah pernapasan yang kerap dirasakan adalah napas yang mendadak tidak teratur. Kebanyakan penderita ketoasidosis alkoholik mengalami napas yang cepat dan dalam sehingga terlihat seperti terengah-engah. 

  1. Dehidrasi 

Gejala lainnya yang sangat mengarah ke kondisi ketoasidosis alkoholik adalah dehidrasi. Anda bisa sangat merasa pening dan pusing karena merasa kehausan. Namun persoalannya, dehidrasi yang menimpa Anda akan sangat mudah terjadi, meskipun Anda sudah mengonsumsi banyak cairan. Anda akan sering merasa kehausan tanpa sebab. 

  1. Kehilangan Nafsu Makan 

Tidak bekerjanya pankreas dengan baik sehingga menimbulkan masalah pencernaan pun akan turut membuat Anda tidak berselera makan. Ketoasidosis alkoholik akan membuat penderitanya malas untuk makan sehingga membuat gejala lain bertambah berat.

  1. Mual dan Muntah 

Anda juga bisa mengalami mual dan muntah akibat ketoasidosis alkoholik. Gejala ini terjadi sebagai imbas masalah pencernaan yang ditimbulkan dari penyakit ini. Mual dan muntah akan semakin sering Anda alami karena perut kosong akibat hilangnya nafsu makan. 

*** 

Jangan ragu untuk segera ke dokter jika mendapati gejala ketoasidosis alkoholik pada diri Anda. Penanganan cepat akan menghindarkan Anda dari komplikasi lain yang mungkin timbul akibat kondisi ini. 

Penyakit

Lagi, Politisi Lokal Terinfeksi Covid-19 dan Fakta Varian Terbaru Virus Corona

Di awal tahun 2021 ini, satu lagi politisi lokal yang diumumkan terpapar virus Covid-19, yaitu Gubernur Jawa Timur, Khififah Indar Parawansa atau yang biasa dipanggil Ibu Khofifah. Setelah rutin melakuan swab karena pekerjaannya yang masih banyak bertemu banyak orang, akhirnya pertanggal 1 Januari 2021, Khofifah terkonfirmasi positif Covid-19. Pasalnya, Khofifah bukanlah gubernur pertama yang terinfeksi Covid-19. 

Lalu, kira-kira bagaimana keadaannya sekarang? Dan, kira-kira siapa saja gubernur yang pernah terinfeksi Covid-19. Berikut penjelasannya.  

Beberapa politisi lokal yang terinfeksi Covid-19

  1. Khofifah Indar Parawansa

Satu lagi politisi lokal yang terkonfirmasi terinfeksi Covid-19 adalah gubernur Jawa Timur. Beliau mengabarkan bahwa dirinya positif terinfeksi Covid-19 pada tanggal 2 Januari 2021 melalui akun Instagram resmi miliknya. 

Khififah mengaku bahwa saat ini ia tidak memiliki gejala apapun dan kondisinya sangat baik saat ini. Oleh karena itu, ia hanya menjalani karantina mandiri dan tidak dirujuk ke rumah sakit. 

  1. Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 1 Desember 2020. Saat itu Anies mengaku akan langsung menjalani isolasi mandiri dengan anjuran dokter. Dilansir Kompas.com (28/12/2020) Anies kembali menjalani tes swab setelah 28 hari dinyatakan terpapar Covid-19. Saat ini (3/01/2021) Anies telah dinyatakan negatif dan sudah dapat ke kantor untuk mulai bekerja seperti biasa. 

  1. Isdianto 

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto pun pernah terkonfirmasi positif Covid-19. Ia dinyatakan positif sepulang dari Jakarta, ketika dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur Kepri di Istana Negara. 

Namun, pihak kepresidenan mengkonfirmasi bahwa Isdianto berstatus negatif saat masuk ke Istana dengan melakukan tes swab terlebih dahulu. 

Update gejala jenis Covid-19 yang terbaru

Dunia baru-barui ini dikejutkan kembali dengan varian baru dari virus Covid-19 yang saat ini telah memasuki Inggris. Sementara munculnya vaksin membuat harapan baru bagi hampir semua orang. Nah, berikut beberapa laporan tentang varian baru Covid-19. 

  • Varian baru Covid-19 ada di Inggris. Varian baru dari virus corona diberi nama “VUI 202012/01” yang menyertakan mutasi genetik pada protein “spike” yang dapat menjadi penyebab penyebaran virus secara cepat dan mudah dari manusia ke manusia. Artinya, varian yang telah diidentifikasi di tenggara Inggris ini memiliki 17 mutasi yang mempengaruhi bentuk virus, termasuk protein lonjakan yang diberi nama keluarga baru virus corona. Meskipun tidak ada yang terkonfirmasi lebih lanjut, pada ilmuwan telah menyarankan bahwa strain baru ini bisa menjadi alasan dibalik penyebaran virus yang lebih cepat.
  • Gejala terkait. Selain tiga gejala Covid-19 yang paling umum seperti demam, batuk kering, dan hilangnya indera penciuman dan perasa, ada 7 gejala lain setelah dikaitkan dengan strain baru virus corona.  Berikut adalah tanda-tanda yang perlu Anda waspadai: 
  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Kebingungan mental
  • Nyeri otot

Apa yang harus dilakukan?

Sementara Inggris telah melakukan lockdown di banyak daerah yang berdampak, pun dengan negara lain yang telah melakukan pembatasan kegiatan untuk menahan laju penyebaran dari virus tersebut. 

Namun, bagi Anda, penting untuk kita tetap berdiam diri di rumah, mengisolasi diri sendiri, jangan bertemu dengan orang lain jika tidak terlalu penting, terlebih lagi bersentuhan dengan orang lain untuk menghindari bahaya dapat terinfeksi virus tersebut. Selain itu, Anda harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan lebih ketat lagi. 

Jadi, virus corona ini dapat menginfeksi siapa pun, tak terkecuali para politisi lokal Indonesia. Oleh karena itu, kita semua harus tetap menjalankan protokol kesehatan secara lebih ketat, meskipun vaksin kini telah ditemukan. Tetap jaga kesehatan, ya

Penyakit

Selain Politisi Lokal, Beberapa Ulama Indonesia Pun Terinfeksi Covid-19

Hingga saat ini, kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat setiap harinya. Terlebih lagi semenjak libur panjang yang terjadi beberapa bulan lalu, kasus Covid-19 tak kunjung menurun. Sedikitnya sekitar 5000-an kasus positif baru dan orang yang tertapar virus corona di Indonesia saja. 

Tidak hanya itu, virus ini tak memandang orang saat menginfeksi. Pasalnya, banyak sekali para politisi lokal, baik dalam negeri maupun luar negeri yang mengidap Covid-19. Pun, begitu dengan deretan para ulama Indonesia, yang juga terpapar virus ini. Mau tahu siapa saja yang terinfeksi? Berikut penjelasannya!

Selain politisi lokal, para ulama Indonesia juga terinfeksi Covid-19

Tak bisa dipungkiri, virus yang semakin menyebar ini mulai menginfeksi siapa saja. Bukan hanya orang yang tidak patuh akan protokol kesehatan saja, namun, tidak sedikit mereka yang terinfeksi justru orang-orang yang patuh terhadap protokol kesehatan. Jadi, jangan sampai lengah dan tetap mengikuti protokol kesehatan terus ya!

Nah, dari hal ini kita dapat melihat bahwa virus corona ini tidak pandang bulu dalam menginfeksi orang, siapa pun bisa terinfeksi virus corona ini, termasuk para ulama. Berikut beberapa ulama yang dilaporkan terinfeksi virus Covid-19. 

  1. Ustad Yusuf Mansur

Di awal bulan Desember 2020 lalu, Ustad Yusuf Mansur mengabarkan bahwa dirinya positif terinfeksi Covid-19, dan saat itu ia pun langsung berinisiatif untuk isolasi mandiri di rumahnya. Namun, beberapa hari setelah memutuskan untuk karantina mandiri, kesehatannya menurun sehingga ia harus dilarikan ke RSPAD yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19. 

Saat itu Ustad Yusuf Mansur merasakan kesulitan saat bernapas. Hal ini jugalah yang membuatnya sempat menggunakan alat bantu pernapasan. Namun, tidak perlu waktu lama, sekitar sebelas hari berada di rumah sakit ia diperbolehkan untuk pulang untuk kemudian melanjutkan isolasi mandiri di rumah, sambil menunggu untuk tes swab selanjutnya yang mengkonfirmasi bahwa ia benar-benar sudah negatif.  

  1. Aa Gym

Ustad Abdullah Gymnastiar atau yang lebih dikenal dengan Aa Gym pun mengumumkan bahwa dirinya terpapar Covid-19 setelah beberapa kali menjalani tes swab. Ia mengaku bahwa dirinya tidak mengalami demam tinggi seperti gejala pada penderita Covid-19 lainnya. Namun, Aa Gym mengalami batuk dan beberapa gejala ringan lainnya, seperti pusing dan merasa tidak enak badan. 

  1. Syekh Ali Jaber

Salah satu ulama lainnya yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah Syekh Ali Jaber pada akhir bulan Desember 2020 lalu. Di akun social medianya, ia meminta doa dari para followersnya untuk kesembuhannya serta mengungkapkan bagaimana kronologis ia terpapar virus tersebut. 

Berbeda dengan dua ulama sebelumnya, Syekh Ali Jaber justru mengalami demam dan batuk. Setelah dinyatakan positif, ia langsung melakukan karantina mandiri di rumahnya. Namun, pada kenyataannya demam yang dirasakan turun naik dan tak kunjung ada perubahan. Pun, batuk yang tiada henti hingga mengalami sesak napas. 

Akhirnya beliau dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Padahal ia mengaku bahwa ia termasuk orang yang cukup patuh terhadap protokol kesehatan. Namun, mungkin karena alasan lain, misalnya saat tubuh sedang kurang baik maka virus akan dengan mudah masuk ke dalam tubuh. 

Jadi, bagi siapa pun yang masih beraktivitas di luar rumah, untuk terus mengingat dan melakukan protokol kesehatan secara lebih ketat. Karena kita tidak tahu orang yang kita temui apakah membawa virus dalam tubuhnya atau tidak. Pastikan untuk menggunakan masker dan rajin cuci tangan, terlebih setelah menyentuh apa pun dan jangan berkerumun atau jaga jarak dengan orang lain. 

Kesimpulannya, siapa pun bisa terinfeksi virus corona ini. Baik politisi lokal, para ulama, bahkan beberapa orang terkenal seperti artis pun banyak yang dilaporkan terinfeksi Covid-19. Semoga hal ini bisa mengingatkan kita untuk tetap waspada pada virus corona ini. Meskipun virus ini bisa disembuhkan, tetapi jangan pernah lalai akan protokol kesehatan.

Ini Cara Memahami Perbedaan DNA dan RNA
Penyakit

Ini Cara Memahami Perbedaan DNA dan RNA

Anda mungkin sudah familiar dengan deoxyribonucleic acid atau yang lebih dikenal dengan sebutan DNA. Tapi, tahukah Anda mengenai ribonucleic acid atau RNA? Meskipun nama keduanya terdengar serupa, sebenarnya ada perbedaan DNA dan RNA yang mungkin jarang diketahui.

DNA dan RNA sama-sama merupakan molekul. Tapi, keduanya memiliki peran yang berbeda-beda dalam memberikan pengaruh untuk tubuh Anda.

Definisi DNA dan RNA

Pada dasarnya, DNA merupakan molekul yang di dalamnya terdapat instruksi untuk organisme. Instruksi ini mendukung organisme untuk berkembang, hidup, dan berkembang biak.

Instruksi DNA bisa ditemukan pada setiap sel tubuh Anda. Molekul DNA akan selalu diturunkan secara genetik dari orangtua kepada anaknya. 

RNA adalah molekul yang serupa dengan DNA. RNA ini dihasilkan dari cetakan DNA. Berbeda dengan DNA, RNA tidak bekerja dengan memberikan instruksi kepada organisme tubuh. Tetapi, RNA memiliki peran penting dalam sintesis protein dan aktivitas sel lainnya. 

Secara khusus, RNA memiliki fungsi dalam mendukung aktivitas sel berdasarkan jenisnya. Jenis-jenis ini terdiri atas:s 

  • Messenger RNA 

Jenis RNA yang mencerminkan urutan nukleosida yang tepat dari DNA yang aktif secara genetik. Jenis RNA ini akan membawa pesan atau instruksi dari DNA ke sitoplasma sel, yaitu tempat protein dibuat.

  • Transfer RNA 

Jenis RNA yang satu ini merupakan rantai pendek yang ada dalam sel. Setiap bagian dari RNA akan bergabung dengan asam amino tertentu. Kemudian, asam amino itu akan dibawa untuk mendukung pembentukan protein sesuai dengan susunan asam amino spesifik yang ditemukan oleh DNA. 

  • Ribosomal RNA 

Ribosomal RNA adalah jenis RNA yang merupakan komponen dari ribosom. RNA jenis ini berfungsi sebagai tepat nonspesifik untuk membuat polipeptida.

Perbedaan DNA dan RNA dalam vaksin

Dalam vaksin tradisional, tubuh Anda dipaparkan oleh protein yang dibuat untuk melawan virus atau bakteri dari vaksin tersebut. Seringkali, protein pada vaksin dibuat menggunakan versi virus atau bakteri yang dilemahkan atau dibuat tidak aktif.

Vaksin DNA dan RNA memiliki fungsi yang sama dengan vaksin tradisional. Terdapat perbedaan DNA dan RNA pada vaksin, tapi keduanya dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara kerja yang sama.

Tidak seperti vaksin tradisional, vaksin DNA dan RNA tidak disuntikkan dengan virus atau bakteri yang telah dilemahkan. Akan tetapi, vaksin DNA dan RNA akan menggunakan bagian dari gen virus itu sendiri untuk merangsang respon kekebalan tubuh Anda. 

Jadi, vaksin ini akan memberikan instruksi genetik untuk sel utama tubuh Anda agar memproduksi antigen.

Ada beberapa perbedaan DNA dan RNA dalam vaksin yang perlu Anda pahami, yaitu:

  • Proses transmisi

Bisa dibilang, vaksin DNA dan RNA saling melengkapi satu sama lain dalam proses pemberian vaksin. Vaksin DNA yang disuntikkan akan memberikan instruksi mengenai informasi genetik virus. Transmisi ini dilakukan dengan memanfaatkan RNA. 

Secara khusus, proses transmisi pesan dari DNA didukung oleh messenger RNA. Nantinya, RNA ini akan masuk ke dalam sel dan sel akan menerjemahkannya menjadi protein. 

  • Cara pengiriman pesan

Vaksin DNA mengirimkan pesan melalui detak elektrik kecil, membuat pesan akan lebih mudah didorong untuk masuk ke dalam sel. Hal ini berbeda dengan vaksin RNA. 

Meskipun terdapat perbedaan DNA dan RNA, keduanya merupakan molekul yang menjadi bagian dari tubuh manusia dan saling melengkapi satu sama lain. Jadi, tidak ada orang yang bisa bertahan hidup hanya dengan DNA atau RNA sendiri saja.

Penyakit

Trauma Abdomen: Penyebab, Gejala, dan Prosedur Pengobatannya

Perut (abdomen) adalah bagian tubuh yang sangat rentan mengalami cedera. Umumnya, cedera yang terjadi adalah trauma abdomen. Jenis trauma abdomen pun berbeda-beda sesuai dengan tingkat cedera yang terjadi. Seperti apakah penyakit ini? Apa saja langkah pengobatannya? 

Mengenal trauma abdomen 

Trauma abdomen juga dideskripsikan sebagai:

  • Cedera akibat peningkatan tekanan di perut secara tiba-tiba.
  • Cedera organ padat yang dapat bermanifestasi sebagai perdarahan.
  • Cedera viskus berongga yang menyebabkan perdarahan dan peritonitis akibat kontaminasi isi usus.

Ada dua jenis trauma abdomen berdasarkan mekanisme terjadinya, yaitu trauma abdomen:

  1. Tumpul.

Hal ini dapat terjadi akibat kompresi (hantaman langsung atau terbentur benda keras, seperti sabuk pengaman), atau aktivitas perlambatan. Biasanya, hati dan limpa adalah organ yang paling sering rusak akibat cedera tumpul ini. Perlu dilakukan CT scan untuk mengidentifikasi cedera.

  • Tembus.

Cedera ini menyiratkan bahwa baik luka tembak, pecahan peluru, atau luka tusuk telah memasuki rongga perut. Luka tusuk dapat disebabkan oleh benda-benda tajam, seperti pisau, jarum rajut, garpu taman, kawat, pagar, pipa, atau pensil. 

Apa saja penyebabnya?

Penyebab umumnya adalah tabrakan kendaraan bermotor, dan ini menyebabkan trauma abdomen tumpul. Selain itu, organ padat lebih sering terluka daripada organ viskus berongga, seperti hati dan limpa, diikuti oleh usus dan struktur retroperitoneal. Cedera lebih jarang terjadi pada bagian mesenterium, diafragma, pankreas, kandung kemih, uretra, dan struktur vaskular. 

Anak-anak yang mengalami trauma abdomen bisa kehilangan banyak darah intra-abdomen dengan cepat, karena volume darahnya yang lebih kecil. Selain itu, ukuran perut intratoraks anak-anak yang lebih kecil membuat organ limpa dan hatinya lebih mudah cedera, karena sebagian terletak di luar tulang rusuk. Hal yang lebih mengejutkan lagi, trauma abdomen  pediatrik yang tidak diketahui adalah penyebab utama kematian di antara cedera traumatis yang terjadi pada anak-anak.

Tanda dan gejala trauma abdomen

Berikut tanda atau gejala yang terjadi saat seseorang mengalami trauma abdomen, yaitu:

  • Alami nyeri perut, tanda iritasi peritoneal, hingga syok hipovolemik.
  • Mual atau muntah.
  • Respirasi persalinan yang terjadi akibat iritasi diafragma atau cedera perut bagian atas.
  • Nyeri bahu kiri akibat iritasi diafragma karena perdarahan.
  • Cedera usus halus.
  • Adanya abrasi atau ekimosis yang mungkin menandakan cedera intra-abdominal.
  • Lecet sabuk juga bisa menjadi indikasi trauma abdomen yang signifikan.
  • Memar panggul dan periumbilikalis menunjukkan adanya perdarahan retroperitoneal.
  • Bising usus mungkin tidak ada, karena iritasi peritoneum.

Apa saja langkah pengobatannya?

Langkah pengobatan trauma abdomen yang pertama adalah evaluasi dan menstabilkan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi atau dikenal dengan teknik ABC (Airway, Breathing, and Circulation). Hal ini bertujuan menentukan kebutuhan dari tingkat operasi yang akan dilakukan. Setelah itu, melakukan pemeriksaan abdomen untuk mendeteksi adanya tanda-tanda perdarahan intra-abdomen atau iritasi peritoneal. 

Beberapa pemeriksaan lainnya yang juga perlu dilakukan untuk menunjang pengobatan adalah:

  • CT scan.

Pemeriksaan dengan CT scan untuk menilai kebutuhan operasi atau pembedahan dan mengevaluasi ruang retroperitoneal dan organ padat di sekitarnya.

  • CXR. 

Tujuannya membantu mendeteksi pneumoperitoneum atau diafragma yang pecah.

  • Radiografi panggul. 

Pemeriksaan panggul dengan radiografi untuk melihat fraktur pelvis dan gross hematuria yang dapat mengindikasikan cedera genitourinari. Selain itu, untuk mengevaluasi lebih lanjut dari struktur ini dengan program uret retrograde atau sistogram.

  • FAST (Focused Abdominal Sonography for Trauma).

Pemeriksaan FAST bertujuan untuk mendeteksi cairan intraperitoneal bebas. Ini dilakukan dengan ultrasonografi secara cepat, tidak memerlukan agen kontras, dan non-invasif.


Perlu diingat bahwa apapun jenis trauma abdomen yang Anda alami, segeralah bawa ke dokter agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih buruk lagi. Tindakan operasi yang dilakukan oleh dokter akan disesuaikan dengan tingkat keparahan cedera yang terjadi. Semakin cepat penanganan diberikan, semakin cepat pula waktu yang diperlukan untuk memulihkan kondisi Anda. 

Begini Mekanisme Inflamasi yang Ternyata Penting untuk Tubuh
Penyakit

Begini Mekanisme Inflamasi yang Ternyata Penting untuk Tubuh

Merupakan istilah yang kerap dikaitkan dengan kondisi luka tubuh bagian luar, seperti pembengkakan atau luka terbuka. Kenyataannya proses inflamasi adalah hal yang lebih komplek, proses ini terjadi pada berbagai jenis penyakit seperti kanker, jantung, diabetes, alzheimer hingga depresi. Meski terkesan merugikan, proses ini ternyata diperlukan sebagai pertahanan tubuh.

Proses ini juga merupakan bagian dari respons imun atau sistem kekebalan tubuh, selain itu mekanisme ini hanya diperlukan dalam kondisi tertentu dalam waktu yang tidak lama. Seperti, ketika suatu bagian tubuh mengalami luka terbuka, mekanisme proses ini bisa membantu menghilangkan sel yang rusak dan mempercepat proses penyembuhan.

Mekanisme Proses Inflamasi

Perlu diketahui jika proses ini terjadi dalam waktu yang lebih lama dari yang dibutuhkan, kondisi ini justru cenderung bersifat merugikan bagi tubuh. Mekanisme proses ini dimulai ketika sel tubuh mengalami kerusakan dan terjadi pelepasan zat kimia tubuh sebagai tanda bagi sistem imun, proses ini sebagai respons imun pertama.

Tujuannya untuk merusak zat atau objek asing yang dianggap merugikan, baik itu sel yang rusak, bakteri atau virus. Hal ini penting untuk memulai proses penyembuhan, selain itu juga terdapat berbagai jenis mekanisme lainnya yang membuat sel dalam proses ini yang terdapat di dalam pembuluh darah memicu pembengkakan pada area tubuh yang mengalami kerusakan.

Kondisi inilah yang menyebabkan pembengkakan, warna kemerahan dan rasa nyeri yang muncul karena kondisi tersebut. Proses ini memang akan menimbulkan rasa tidak nyaman, namun penting dalam proses penyembuhan. Mekanisme ini juga diawali dengan adanya iritasi, kondisi di mana tubuh mulai memproses perbaikan sel tubuh yang rusak.

Pada sel yang rusak dan terinfeksi oleh bakteri akan dikeluarkan dalam bentuk nanah, kemudian diikuti dengan proses muncul atau terbentuknya jaringan-jaringan baru dengan fungsi menggantikan sel yang rusak. Perlu diingat jika respons imun ini bisa terjadi dalam waktu yang lama dan justru merusak tubuh.

Hal itu terjadi karena zat atau organisme pemicu proses ini bisa bertahan lama pada pembuluh darah dan mengakibatkan penumpukan plak. Plak yang terdapat di dalam pembuluh darah inilah yang dianggap sebagai zat berbahaya dan berakibat pada proses kembali terjadi. Inilah yang memicu kerusakan pembuluh darah, kerusakan juga bisa terjadi pada jantung hingga otak.

Perbedaan Jenis Inflamasi Akut dan Kronis

Proses ini bisa terjadi secara akut dalam waktu singkat dan kronis atau menetap dalam jangka waktu yang lama. Dimulai dalam hitungan detik hingga menit ketika suatu jaringan mengalami kerusakan, baik karena luka fisik, infeksi atau hanya sebagai respons imun. Perlu diketahui jika kondisi ini disebabkan karena beberapa hal, seperti berikut.

  • Bronkitis akut.
  • Radang tenggorokan atau mengalami flu.
  • Kulit lecet dan cedera.
  • Olahraga berat.
  • Dermatitis akut.
  • Tonsilitis akut atau penyakit amandel.
  • Sinusitis akut.

Sementara itu untuk yang kronis terjadi dengan mekanisme yang lebih rumit, hal inilah yang membuatnya dapat bertahan sampai berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Kondisi ini terjadi karena tubuh tidak dapat menghilangkan penyebab proses akutnya, paparan yang menyebabkan secara terus-menerus dan sebagai bentuk respons autoimun di mana sistem imun menyerang jaringan sehat.

Beberapa penyakit yang berkaitan dengan kondisi kronis di antaranya seperti asma, tuberkulosis, periodontitis kronis, ulcerative colitis dan penyakit crohn, sinusitis kronis hingga hepatitis kronis, sehingga diperlukan pemahaman yang benar terhadap kondisi yang terjadi terutama pada penyebabnya.

antibiotik harus dihabiskan
Penyakit

Kenapa Konsumsi Antibiotik Harus DIhabiskan?

Mungkin Anda sudah hafal bahwa saat Anda diresepkan antibiotik oleh dokter, maka antibiotik harus dihabiskan. Meskipun kondisi Anda sudah membaik, jika antibiotik masih tersisa tetap harus dihabiskan.

Mengonsumsi antibiotik sesuai dengan resep dokter kana membuat bakteri yang menyerang tubuh mati sepenuhnya. Sebab, ketika tubuh sudah membanik, bukan berarti infeksi hilang sepenuhnya. Gejala yang hilang itu pun sebenarnya diragukan apakan itu benar-benar karena infeksi sudah hilang.

Sehingga, saat tubuh sudah membaik setelah minum 1-2 antibiotik, tetap konsumsi antibiotik harus dihabiskan, tidak boleh dihentikan atas dasar asumsi pribadi.

Kenapa Antibiotik Harus Dihabiskan?

Risiko menghentikan konsumsi antibiotik begitu saja sebelum semua obat yang diberikan dokter habis dapat menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Ternyata masalah ini sudah menjadi permasalahan dunia. Jika bakteri sudah resisten, tidak hanya berbahaya bagi pasien tapi juga pada orang-orang di lingkungannya.

Risiko akan semakin besar pada orang-orang yang punya penyakit tertentu yang sudah kronis. Ditakutkan akan muncul masalah kesehatan akibat antibiotik tidak lagi mempan untuk mengatasi penyakit. Padahal jenis-jenis penyakit transplantasi organ, terapi kanker, penggantian sendi, asma, diabetes, dan penyakit-penyakit kronis lainnya yang bergantung pada antibiotik akan sulit jika efektivitas antibiotik tidak ampuh lagi.

Bakteri yang belum benar-benar mati dalam tubuh bisa menjadi lebih kuat karena tidak meminum antibiotik hingga habis. Selain itu, bakteri ini akan kebal terhadap antibiotik dan mewariskan kekebalan pada turunannya, sehingga pengobatan tidak lagi optimal. Bahkan, yang lebih parah lagi, bakteri dapat menularkan kekebalan pada bakteri lainnya.

Lalu, apa bahayanya jika bakteri sudah kebal antibiotik? Pasien akan mengalami hal-hal berikut ini:

  • Sembuh akan lebih lama
  • Penyakit yang diderita bertambah parah
  • Harus dirawat di rumah sakit lebih lama dari seharusnya
  • Lebih sering mengunjungi dokter
  • Perlu mengonsumsi antibiotik yang dosisnya lebih tinggi
  • Harga obat yang dikonsumsi akan lebih mahal
  • Rentan sekali kehilangan nyawa akibat infeksi bakteri

Adapun bakteri-bakteri yang sering mengalami kebal antibiotik antara lain bakteri meningitis, bakteri penyebab penyakit menular seksual, bakteri penyebab infeksi kulit, penyebab infeksi saluran kencing, serta penyebab infeksi slauran pernapasan.

Tips Mengurangi Penggunaan Antibiotik

Ada berbagai bahaya yang menjadi alasan kenapa antibiotik harus dihabiskan. Sehingga untuk menghindari bahaya tersebut, ada beberapa tips agar mengantisipasi supaya seminimal mungkin menggunakan antibiotik, yaitu:

  • Jangan sekali-kali memaksa dokter untuk memberikan Anda antibiotik. Akan lebih baik lagi jika ada alternatif obat selain antibiotik yang mungkin bisa mengobati penyakit yang sedang Anda derita.
  • Lindungi tubuh dari infeksi bakteri dengan melakukan suntik vaksin seperti yang direkomendasikan oleh kementerian kesehatan
  • Usahakan agar tubuh tidak mengalami infeksi bakteri atau infeksi virus dengan memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan Anda.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang diolah dengan baik dan tidak terkontaminasi bakteri.

Selain itu, jika And amengalami kondisi seperti batuk, flu, pilek, flu perut, bronkitis, infeksi sinus tertentu hingga infeksi telinga tertentu, jangan menggunakan antibiotik. Sebab, penyakit-penyakit tersebut tetap saja menular dan bahkan bsia menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Jangan pernah menghentikan konsumsi antibiotik hanya pada keyakinan sendiri yang merasa kondisinya sudah pulih. Tapi, wajib untuk mengikuti petunjuk dokter, bahwa antibiotik harus dihabiskan agar Anda terhindar dari bahaya dan risiko yang tidak diinginkan. Mari bersama ikut mencegah agar bakteri tidak menjadi resisten terhadap antibiotik.

Penyakit

Mengapa Black Hairy Tounge Terjadi?

Black hairy tounge adalah sebuah kondisi medis di mana permukaan lidah berubah warna menjadi hitam dan tampak berambut. Meskipun terlihat menakutkan, black hairy tongue merupakan sebuah kondisi yang relatif tidak berbahaya dan dapat diobati dengan mudah. Dalam kasus black hairy tongue, benjolan-benjolan kecil di permukaan lidah membesar dan menyerupai rambut. “Rambut” ini dapat tumbuh hingga panjang 18 mm. Permukaannya juga berubah warna menjadi coklat atau hitam. Permukaan lidah memiliki tekstur yang kasar karena diselimuti tonjolan kecil bernama papila. Ada beberapa jenis papila, dengan yang paling banyak adalah papila filiform.

Papila filiform merupakan tonjolan berbentuk kerucut panjang yang bertanggung jawab untuk mencengkeram makanan pada permukaan lidah. Struktur ini biasanya tumbuh dengan panjang 1 mm sebelum dilepaskan lidah dan papila baru mulai tumbuh. Black hairy tounge terjadi ketika papila filiform ini tidak terlepas dengan baik, sehingga terjadi penumpukan protein kulit yang bernama keratin. Saat hal ini terjadi, makanan, bakteri, dan jamur menumpuk di jaringan papila filiform yang tertutup keratin berlebih dan menyebabkan perubahan warna yang aneh. Saat pelepasan tertunda, papila filiform terus menumpuk pada keratin dan menyebabkan tampilan tonjolan menyerupai rambut.

Di Amerika Serikat sendiri, menurut Akademi Obat Mulut Amerika, black hairty tongue dipercaya memengaruhi sekitar 13 persen populasi, namun hanya terjadi pada grup tertentu. Misalnya, black hairy tongue lebih banyak dijumpai pada individu yang menggunakan obat-obatan terlarang. Kemungkinan menderita black hairy tongue meningkat dengan pertambahan usia, saat efek faktor risiko seperti penggunaan tembakau dan merokok memiliki banyak waktu untuk menumpuk.

Penyebab

Faktor-faktor yang berbeda dapat memicu terjadinya black hairy tounge, seperti:

  • Diet lunak. Kurangnya stimulasi untuk abrasi permukaan lidah terjadi dapat mencegah pelepasan papila dengan baik.
  • Kebersihan mulut yang buruk. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan bakteri atau jamur, sehingga berkontribusi terhadap black hairy tongue.
  • Zat-zat tertentu. Penggunaan tembakau, dan konsumsi alkohol, kopi, atau teh berlebih juga dapat menjadi penyebab black hairy tongue.
  • Dehidrasi atau mulut kering. Kurangnya kelembapan di mulut dapat membuat seseorang lebih rentan menderita black hairy tongue.
  • Obat-obatan tertentu. Hal ini meliputi obat yang digunakan untuk merawat refluks asam lambung.
  • Produk kebersihan mulu. Beberapa jenis obat kumur atau mouthwash yang mengandung peroksida dapat meningkatkan risiko black hairy tongue.

Selain memberikan tampilan seperti rambut hitam pada lidah, gejala black hairy tongue yang lain di antaranya adalah sensasi terbakar di lidah, rasa gatal di langit-langit mulut saat menelan, sensasi ingin muntah, bau mulut (halitosis), rasa logam di mulut, dan mual.

Perawatan medis khusus biasanya tidak dibutuhkan untuk kasus black hairy tongue, karena umumnya merupakan kondisi sementara dengan tidak ada risiko kesehatan serius. Perawatan dan pencegahan biasanya didapatkan lewat perubahan gaya hidup seseorang yang dapat memicu terjadinya black hairy tongue. Menjaga kebersihan mulut dan rutin mengunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali merupakan cara terbaik untuk mencegah black hairy tongue datang kembali.

Selain itu, sangat penting bagi Anda untuk menjaga diet yang seimbang dan bernutrisi, seperti banyak mengonsumsi buah dan sayur, gandum, dan hindari penggunaan gula tambahan untuk menjaga kesehatan mulut secara keseluruhan. Menjaga asupan air yang cukup sepanjang hari juga merupakan cara terbaik dalam mencegah terjadinya black hairy tounge untuk datang kembali.

Penyakit

Daftar Obat Saraf yang Redakan Rasa Nyeri Akibat Saraf Terjepit

Mengonsumsi obat saraf dapat menjadi pertolongan pertama bagi Anda yang mengalami rasa nyeri sakit akibat saraf terjepit. Kondisi saraf terjepit terjadi ketika saraf menerima tekanan berlebih dari tulang, otot, kartilago (tulang rawan), dan juga tendon. Begitu saraf mendapat tekanan berat ini, Anda akan merasa nyeri, kesemutan, hingga mati rasa. Dalam kasus tertentu, rasa sakit karena saraf terjepit tahap ringan dapat diredakan dengan mengonsumsi obat saraf.

Daftar obat saraf untuk redakan rasa nyeri saraf terjepit

Di bawah ini terdapat beberapa rekomendasi obat saraf yang dapat Anda coba untuk meredakan rasa nyeri. Terdapat beberapa obat saraf atau pain killer yang dijual di pasaran. Masing-masing obat memiliki mekanisme fisiologi yang berbeda, namun secara garis besar memiliki efektivitas yang sama baik.

Dalam obat saraf biasanya mengandung paracetamol, loxoprofen, ibuprofen, dan juga aspirin. Konsumsi obat saraf juga akan berbeda untuk tiap individu, disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Selain itu, efek sampingnya akan berbeda pula.

  • Antikonvulsan

Antikonvulsan dikenal juga sebagai obat-obatan antikejang yang bermanfaat untuk membantu Anda dalam mengontrol rasa nyeri karena adanya gangguan atau kerusakan saraf. Walaupun memang, antikonvulsan sebenarnya dibuat untuk pasien epilepsi, antikonvulsan berperan baik sebagai obat saraf.

Terdapat beberapa golongan obat antikonvulsan, seperti pregabalin atau gabapentin. Konsumsi obat saraf antikonvulsan ini memerlukan resep dari dokter.

  • Antidepresan

Ternyata, obat antidepresan juga bermanfaat untuk meredakan rasa sakit akibat saraf kejepit. Memang, pada dasarnya penggunaan antidepresan ini lebih umum dikonsumsi untuk pasien dengan gangguan kesehatan psikis.

Dari sekian golongan obat antidepresan, golongan antidepresan trisiklik merupakan obat saraf yang paling banyak digunakan dengan jenis amitriptyline, doxepin, desipramine, dan nortriptyline.

Sebagai catatan, Anda tidak dapat mengonsumsi obat ini tanpa adanya resep dari dokter.

  • Nonsteroid antiinflamasi (NSAIDs)

Obat saraf lainnya yang sering dikonsumsi, yaitu golongan obat nonsteroid antiinflamasi, di antaranya aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Obat ini bermanfaat untuk meredakan pembengkakan yang disebabkan oleh kondisi saraf kejepit.

  • Kortikosteroid oral

Anda juga dapat memilih obat saraf kejepit kortikosteroid oral untuk meredakan pembengkakan dan rasa nyeri. Kortison, prednison, dan hidrokortison, merupakan golongan obat saraf kortikosteroid yang biasanya diresepkan oleh dokter.

Dokter biasanya meresepkan kortikosteroid oral dalam bentuk tablet, kapsul atau sirup untuk mengatasi rasa nyeri karena saraf kejepit. Walau memang, obat saraf ini juga diproduksi dalam bentuk krim, suntikan, bahkan inhaler atau intranasal.

  • Narkotika

Mungkin Anda memiliki pemikiran skeptis mengenai narkotika. Namun, golongan obat narkotika ini pada dasarnya diperbolehkan untuk dikonsumsi asal dengan resep dan pantauan dokter. Narkotika merupakan salah satu daftar obat saraf yang umumnya diresepkan untuk penggunaan jangka pendek.

Cara obat saraf narkotika bekerja yaitu dengan berhubungan dengan reseptor rasa sakit di otak. Dengan begitu, rasa nyeri akan dapat diatasi.

  • Suntikan steroid

Selain obat yang dikonsumsi, kondisi saraf kejepit juga dapat diatasi dengan suntikan steroid. Obat ini berguna untuk mengatasi pembengkakan dan mengatasi peradangan pada saraf yang disebabkan oleh kondisi saraf kejepit.

Konsultasikan kondisi kesehatan Anda jika rasa nyeri akibat saraf kejepit belum juga membaik. Dapatkan fasilitas konsultasi chat dokter di SehatQ.com. Anda juga dapat membeli obat saraf berkualitas di sana.

Penyakit

Jenis-Jenis Penyakit Mata yang Paling Umum Terjadi

Mata merupakan indera penglihatan yang sangat penting. Pasalnya, hampir semua aktivitas kita melibatkan koordinasi mata dan indera lainnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan mata. penyakit mata yang sering dialami ini juga sangat beragam tingkat keparahannya. Mulai dari penyakit mata yang ringan hingga parah dan dapat menyebabkan kebutaan permanen. Kabar baiknya ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah berbagai jenis penyakit mata tersebut.

Jenis-jenis penyakit mata yang umum dan dapat dicegah

  1. Mata kering

Masalah mata kering menjadi salah satu kondisi yang sering dialami oleh banyak orang. Terutama pada mereka yang sering bekerja di depan layar komputer lebih dari 3 jam. Saat mata kering, maka bola mata Anda akan lebih mudah terserang oleh infeksi bakteri.

Gejala mata kering:

  • Mata sensitif terhadap cahaya
  • Terasa gatal
  • Pandangan kabur
  • Mata merah
  • Terasa ada yang mengganjal di mata dan terasa tidak nyaman
  • Mata terasa lelah

Seperti Namanya, penyabab penyakit mata ini adalah karena kurangnya air mata yang membahasi dan dapat melembabkan bola mata Anda. Kurangnya air mata bisa disebabkan oleh penguapan air mata dan menurunnya produksi air mata. Penguapan air mata dapat terjadi saat Anda sedang berada di daerah yang berangin kencang, suhu udara yang sedang panas, hingga kondisi sekitar yang berasap. Mata kering bisa diakibatkan karena berkurangnya produksi air mata yang disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu seperti faktor usia, efek samping, obat, dan prosedur medis.

  • Mata gatal akibat alergi

Penyakit mata ini merupakan kondisi di mana bagian mata Anda mengalami gejala bengkak dan merah akibat terpapar zat alergen seperti serbuk sari dari bunga, jamur dinding, hingga zat-zat lain pemicu alergi lainnya. Kelainan ini biasanya terjadi pada kedua mata.

Gejala mata gatal akibat alergi:

  • Mata merah
  • Mata bengkak
  • Gatal
  • Sensasi terbakar
  • Pembuluh darah di bagian putih mata terlihat lebih lebar dan merah

Cara mudah mencegah masalah mata yang satu ini adalah dengan menjauhkan diri Anda dari zat-zat yang dapat memicu alergi mata Anda. Menggunakan obat tetes mata juga dapat mengurangi gejala dari mata gatal akibat alergi. 

  • Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit mata yang terjadi para saraf optik. Kerusakan pada saraf optik ini terjadi akibat adanya tekanan tinggi pada mata. Jika dibiarkan tanpa penanganan, glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen.Glaukoma dapat pula diakibatkan oleh cedera mata, diabetes, hingga faktor keturunan.

Gejala serangan glaukoma:

  • Mata merah
  • Pusing
  • Mual
  • Muntah
  • Melihat lingkaran di sekitar sumber cahaya
  • Pandangan buram

Gejala glaukoma:

  • Tunnel vision: lapang pandang sempit, ditandai dengan sering menabrak bila berjalan
  • pandakan kabur

Sayangnya, glaukoma tidak bisa dicegah. Namun, kabar baiknya gejala glaukoma yang lebih parah dapat dikurangi dengan beberapa cara seperti rutin memeriksa mata ke dokter, menggunakan pelindung mata saat berolahraga, rutin berolahraga agar tekanan pada mata berkurang. Hal ini wajib diperhatikan, terlebih jika Anda memiliki masalah diabetes.