Daftar Obat Saraf yang Redakan Rasa Nyeri Akibat Saraf Terjepit

Mengonsumsi obat saraf dapat menjadi pertolongan pertama bagi Anda yang mengalami rasa nyeri sakit akibat saraf terjepit. Kondisi saraf terjepit terjadi ketika saraf menerima tekanan berlebih dari tulang, otot, kartilago (tulang rawan), dan juga tendon. Begitu saraf mendapat tekanan berat ini, Anda akan merasa nyeri, kesemutan, hingga mati rasa. Dalam kasus tertentu, rasa sakit karena saraf terjepit tahap ringan dapat diredakan dengan mengonsumsi obat saraf.

Daftar obat saraf untuk redakan rasa nyeri saraf terjepit

Di bawah ini terdapat beberapa rekomendasi obat saraf yang dapat Anda coba untuk meredakan rasa nyeri. Terdapat beberapa obat saraf atau pain killer yang dijual di pasaran. Masing-masing obat memiliki mekanisme fisiologi yang berbeda, namun secara garis besar memiliki efektivitas yang sama baik.

Dalam obat saraf biasanya mengandung paracetamol, loxoprofen, ibuprofen, dan juga aspirin. Konsumsi obat saraf juga akan berbeda untuk tiap individu, disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Selain itu, efek sampingnya akan berbeda pula.

  • Antikonvulsan

Antikonvulsan dikenal juga sebagai obat-obatan antikejang yang bermanfaat untuk membantu Anda dalam mengontrol rasa nyeri karena adanya gangguan atau kerusakan saraf. Walaupun memang, antikonvulsan sebenarnya dibuat untuk pasien epilepsi, antikonvulsan berperan baik sebagai obat saraf.

Terdapat beberapa golongan obat antikonvulsan, seperti pregabalin atau gabapentin. Konsumsi obat saraf antikonvulsan ini memerlukan resep dari dokter.

  • Antidepresan

Ternyata, obat antidepresan juga bermanfaat untuk meredakan rasa sakit akibat saraf kejepit. Memang, pada dasarnya penggunaan antidepresan ini lebih umum dikonsumsi untuk pasien dengan gangguan kesehatan psikis.

Dari sekian golongan obat antidepresan, golongan antidepresan trisiklik merupakan obat saraf yang paling banyak digunakan dengan jenis amitriptyline, doxepin, desipramine, dan nortriptyline.

Sebagai catatan, Anda tidak dapat mengonsumsi obat ini tanpa adanya resep dari dokter.

  • Nonsteroid antiinflamasi (NSAIDs)

Obat saraf lainnya yang sering dikonsumsi, yaitu golongan obat nonsteroid antiinflamasi, di antaranya aspirin, ibuprofen, atau naproxen. Obat ini bermanfaat untuk meredakan pembengkakan yang disebabkan oleh kondisi saraf kejepit.

  • Kortikosteroid oral

Anda juga dapat memilih obat saraf kejepit kortikosteroid oral untuk meredakan pembengkakan dan rasa nyeri. Kortison, prednison, dan hidrokortison, merupakan golongan obat saraf kortikosteroid yang biasanya diresepkan oleh dokter.

Dokter biasanya meresepkan kortikosteroid oral dalam bentuk tablet, kapsul atau sirup untuk mengatasi rasa nyeri karena saraf kejepit. Walau memang, obat saraf ini juga diproduksi dalam bentuk krim, suntikan, bahkan inhaler atau intranasal.

  • Narkotika

Mungkin Anda memiliki pemikiran skeptis mengenai narkotika. Namun, golongan obat narkotika ini pada dasarnya diperbolehkan untuk dikonsumsi asal dengan resep dan pantauan dokter. Narkotika merupakan salah satu daftar obat saraf yang umumnya diresepkan untuk penggunaan jangka pendek.

Cara obat saraf narkotika bekerja yaitu dengan berhubungan dengan reseptor rasa sakit di otak. Dengan begitu, rasa nyeri akan dapat diatasi.

  • Suntikan steroid

Selain obat yang dikonsumsi, kondisi saraf kejepit juga dapat diatasi dengan suntikan steroid. Obat ini berguna untuk mengatasi pembengkakan dan mengatasi peradangan pada saraf yang disebabkan oleh kondisi saraf kejepit.

Konsultasikan kondisi kesehatan Anda jika rasa nyeri akibat saraf kejepit belum juga membaik. Dapatkan fasilitas konsultasi chat dokter di SehatQ.com. Anda juga dapat membeli obat saraf berkualitas di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *