Fakta Soal Fingering, Benarkah Bisa Sebabkan Kehamilan?

Fakta Soal Fingering, Benarkah Bisa Sebabkan Kehamilan?

Istilah fingering digunakan untuk menyebut aktivitas seksual dengan penggunaan jari tangan. Kegiatan fingering bisa berupa menyentuh, memijat dan memasukkan tangan ke dalam liang vagina dan area sensitif di daerah kewanitaan. 

Salah satu metode foreplay dalam berhubungan seksual ini biasanya dilakukan dengan memasukkan satu atau dua jari ke dalam vagina pasangan. Tujuannya tak lain untuk mencapai kepuasan seksual atau orgasme. 

Lalu apakah fingering bisa menyebabkan kehamilan? Yuk simak fakta-fakta soal fingering berikut ini. 

Fingering Belum Tentu Menyebabkan Kehamilan

Kehamilan dapat terjadi ketika sel telur wanita berhasil dibuahi oleh sel sperma pria. Untuk mempermudah kedua sel tersebut bertemu, perlu dilakukan ejakulasi di dalam liang vagina wanita.

Adapun dalam fingering, cenderung tidak bisa menyebabkan sperma masuk ke dalam vagina sehingga belum tentu bisa menyebabkan kehamilan.

Tetapi bukan berarti kehamilan tidak mungkin terjadi karena melakukan fingering. Artinya, untuk menjawab pertanyaan apakah fingering dapat menyebabkan kehamilan atau tidak, perlu dipastikan apakah pada tangan pasangan terdapat sperma ataukah tidak. 

Jika tidak ada sel sperma yang masuk ke dalam vagina, sehingga tidak menyebabkan kehamilan. 

Fingering Bisa Menyebabkan Infeksi 

Walaupun tidak menyebabkan kehamilan, ada sejumlah efek negatif melakukan fingering. Salah satunya melakukan aktivitas seksual seperti fingering bisa menyebabkan infeksi pada area kewanitaan.

Infeksi bisa berupa infeksi bakteri, infeksi jamur, atau bahkan terjadi luka dan cedera di area kemaluan.

Apakah Fingering Menularkan HIV? 

Memasukkan jari ke dalam vagina sebenarnya tidak akan menjadi saluran dan penularan virus HIV. Perilaku seks yang dapat menyebabkan penularan virus HIV adalah seks anal.  

Berhubungan seksual dengan banyak pasangan yang berbeda (seks bebas) juga meningkatkan risiko seseorang terkena virus ini. 

Namun, sama seperti oral sex, fingering juga dapat menyebabkan iritasi pada area genital yang sensitif. Akibatnya, vagina bisa gatal dan kemerahan yang berlangsung selama beberapa minggu.

Bisa Menyebabkan Robekan Selaput Dara 

Efek lain yang bisa saja terjadi ketika melakukan fingering yaitu robeknya selaput dara. Memasukkan suatu benda ke vagina, baik penis, jari, atau alat bantu seks lain, bahkan jari tangan sekalipun satu kali saja dapat menyebabkan robekan selaput dara. 

Proses ini biasanya menyebabkan rasa nyeri ringan, serta bercak darah yang keluar dari vagina. 

Pada orang-orang yang menganggap perawan identik dengan keutuhan selaput dara, fingering memang dapat memecah keperawanan. Tapi, apabila Anda mendefinisikan perawan sebagai “orang yang belum pernah berhubungan intim”, maka fingering tidak memecah keperawanan, karena belum dilakukan proses penetrasi. 

Fingering Aman Jika Dilakukan Benar 

Jadi, fingering sebenarnya aman dilakukan selama dilakukan dengan cara yang bersih dan benar. Sebaiknya, agar terhindar dari iritasi atau infeksi, Anda harus memperhatikan metode fingering dengan benar.

Berikut ini beberapa cara aman melakukan fingering. 

  • Perhatikan kebersihan jari. Anda mungkin sadar, jika jari-jari yang tidak bersih kemungkinan menyimpan sejumlah kuman dan bakteri yang bisa jadi berbahaya bagi vagina.
  • Pastikan kuku-kuku jari telah terpotong, sehingga tidak melukai vagina pasangan Anda. 
  • Amankan aksesoris seperti cincin saat fingering. Tentu tidak menutup kemungkinan, di sekitar cincin yang melingkar di jari tersembunyi bakteri-bakteri yang tidak hilang jika hanya dicuci dengan air dan sabun. Hal ini akan menyebabkan iritasi. 
  • Jika pasangan terinfeksi HIV, pastikan bahwa vaginanya tidak sedang terluka saat hendak melakukan fingering.

Selain fingering atau memasukkan jari ke dalam vagina pasangan, cara lain yang digunakan untuk memberikan rangsangan saat berhubungan seksual seperti hand jobs yang juga tidak berisiko untuk menularkan virus HIV. 

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *