Hati-Hati Hilang Suara Akibat Laringitis, Perhatikan Penyebabnya

Hati-Hati Hilang Suara Akibat Laringitis, Perhatikan Penyebabnya

Rasanya hampir semua orang pernah mengalami kehilangan suara ketika sedang dalam kondisi kesehatan yang buruk. Tentu hal ini mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Pasalnya, Anda tidak dapat berkomunikasi dengan lancar akibat volume suara yang terlalu pelan, seperti suara bisikan serak. Umumnya, jika seseorang mengalami kondisi ini, akan didiagnosis terkena laringitis.

Laringitis adalah kondisi yang mana kotak suara (laring) mengalami peradangan. Kondisi ini biasanya dapat mereda dan pulih dengan sendirinya dalam kurun waktu sekitar semingguan. Laringitis dapat terjadi secara tiba-tiba dan biasanya ditandai dengan sakit tenggorokan yang disertai suara serak, mengalami kesulitan mengeluarkan suara atau bahkan suara menghilang, dan juga tidak jarang mengalami batuk serta demam ringan.

Dalam hal ini, laringitis ternyata dapat menyebabkan penyakit lain, seperti batuk, flu, infeksi tenggorokan maupun infeksi amandel. Peradangan yang terjadi dalam kondisi laringitis ini terjadi akibat iritasi pada kotak suara dan pita suara. Laringitis juga dapat disebabkan oleh bakteri tertentu, seperti laringitis yang dipicu oleh difteri dan juga laringitis akibat jamur yang menyerang kelompok orang tertentu yang memiliki sistem ketahanan tubuh (imun) lemah, seperti pasien HIV atau pasien yang sedang menjalani prosedur kemoterapi. Sebagai catatan tambahan, laringitis dapat menular.

Orang-orang dengan profesi tertentu, seperti penyanyi, pemuka agama, dan juga pembawa acara, memiliki risiko tinggi terkena laringitis. Pasalnya, kelompok ini rawan terkena cedera pita suara akibat terlalu sering menggunakan pita suara dengan volume keras dalam jangku waktu yang lama.

Pita suara yang bekerja lebih keras seperti pada kasus yang disebutkan di atas, dapat membuat pita tersebut bergetar lebih cepat dari semestinya. Getaran secara berlebihan tersebut dapat mengiritasi permukaan pita suara dan menimbulkan peradangan yang dikenal dengan laringitis mekanis.

Dalam kasus tertentu, laringitis yang lebih serius disebabkan oleh gaya hidup tertentu, seperti kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Selain itu, laringitis kronis dapat juga disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) yang menyebabkan asam lambung naik ke tenggorokan dan mengiritasi kotak suara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *