Ini Dia Risiko Penyakit Selain Sakit Jantung Akibat Putus Cinta

Ini Dia Risiko Penyakit Selain Sakit Jantung Akibat Putus Cinta

Bagi siapapun yang menjalin hubungan romantis, putus cinta adalah hal paling tidak diinginkan karena dapat mengakibatkan rasa sakit yang kadang membutuhkan waktu lama untuk kembali pulih. Sakit hati yang disebabkan putus cinta ini berpengaruh terhadap kondisi mental seseorang. Dikatakan pula bahwa putus cinta dapat memicu seseorang hingga jatuh sakit atau bahkan dalam kasus tertentu memicu sakit jantung.

Dari beberapa penelitian ditemukan adanya hubungan sebab akibat yang menyebabkan seseorang menjadi lemah fisik karena putus dari hubungan asmara. Seseorang akan merasa begitu tertekan hingga berdampak pada kondisi keseluruhan tubuhnya, termasuk kesehatan organ tubuh.

Hubungan antara sakit jantung dan putus cinta

Tahukah Anda bahwa putus cinta memiliki hubungan yang erat dengan kurangnya asupan gizi seseorang? Seseorang yang baru putus cinta cenderung memiliki penurunan nafsu makan yang mengakibatkan pola makan terganggu atau bahkan berantakan. Kondisi tersebut akan berujung pada timbulnya penyakit tertentu. Di bawah ini, Anda akan mengetahui penyakit apa saja yang mungkin dapat muncul akibat putus cinta:

  • Sakit dan nyeri badan

Berdasarkan informasi yang dimuat di laman Daily Mail, ketika seseorang memikirkan pengalaman buruk yang menyebabkan emosi sedih, terdapat sebuah jalur di dalam otak yang menghubungkan rasa sakit secara emosional tersebut dengan nyeri fisik. Di samping itu, seseorang yang baru saja putus cinta memiliki risiko mengalami sakit tertentu, seperti nyeri dada. Oleh American Heart Association, kondisi ini dikenal dengan broken heart syndrome.

  • Sakit jantung

Broken heart syndrome dapat membahayakan kesehatan tubuh secara keseluruhan ketika ia mempengaruhi sistem kerja jantung. Ketegangan emosional yang disebabkan oleh putus cinta dapat menyebabkan kegagalan fungsi otot jantung jangka pendek. Walaupun begitu, dampak yang mungkin timbul dapat sangat berbahaya. Di samping itu, sindrom patah hati juga menyebabkan pembengkakan hati dan juga sebagian otot jantung, sehingga berpengaruh pada proses pemompaan darah dalam tubuh.

  • Mengganggu sistem pencernaan

Ketika tubuh mengeluarkan hormon stres atau kortisol, sebagian darah dialihkan dari sistem pencernaan. Kondisi ini dapat berisiko memicu sindrom iritasi usus yang membuat seseorang makan dalam porsi yang berlebihan.

  • Gangguan kulit

Riset dari Wake Forest University, North Carolina tahun 2017 menyebutkan bahwa seseorang dengan tingkat stres tinggi, seperti akibat dari patah berisiko mengalami gangguan kulit, seperti munculnya jerawat atau peradangan kulit lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *