Jangan Dibiarkan, Inilah Perawatan Luka Besar yang Terbuka!

Jangan Dibiarkan, Inilah Perawatan Luka Besar yang Terbuka!

Pada dasarnya, luka dibagi menjadi dua kategori, yaitu luka terbuka dan luka tertutup. Luka terbuka disebabkan oleh cedera internal atau eksternal, sehingga jaringan internal terpapar oleh lingkungan luar, seperti luka karena jatuh, trauma benda tumpul, dan pembedahan. Sementara itu, kerusakan jaringan yang terjadi di bawah permukaan kulit disebut juga luka tertutup, seperti memar. Perawatan luka besar yang terbuka pada dasarnya menggunakan prinsip-prinsip yang juga dilakukan pada luka sederhana. Namun, jika lukanya sudah parah, maka segeralah minta bantuan dokter untuk mencegahnya lebih buruk lagi. 

5 Metode perawatan luka besar yang terbuka

Pastikan sebelum merawat luka, Anda telah menggunakan perlindungan pribadi, seperti sarung tangan, celemek, dan goggle/visor. 

Adapun metode perawatan luka besar yang terbuka ada 5, di antaranya:

  1. Hemostasis

Perawatan luka besar yang pertama adalah hemostasis, yaitu proses untuk menghentikan pendarahan. Sebagian besar luka, proses ini terjadi secara spontan. Namun, ada juga yang membutuhkan tindakan untuk mengurangi perdarahan dan membantu hemostasis, termasuk tekanan, elevasi, tourniquet, atau penjahitan.

  1. Membersihkan luka

Banyak orang yang sering melewatkan tahap ini, yaitu pembersihan luka, padahal penting dilakukan untuk mengurangi infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka. 

Ada lima aspek yang perlu Anda perhatikan saat membersihkan luka, yaitu:

  • Desinfeksi kulit di sekitar luka dengan antiseptik.
  • Jangan gunakan alkohol atau deterjen ke bagian luka.
  • Dekontaminasi luka dengan menyingkirkan semua benda asing dari luka.
  • Debit jaringan yang rusak jika memungkinkan.
  • Irigasi luka Anda dengan larutan garam.

Jika Anda yakin tidak ada kontaminasi di luka terbuka Anda, maka irigasi tekanan rendah saja sudah cukup. Namun, tetap hati-hati dalam menuangkan larutan garam ke luka. Jika luka Anda benar-benar terkontaminasi, maka harus diairi dengan tekanan tinggi untuk menghilangkan kotoran yang terlihat.

  1. Analgesia

Setelah membersihkan luka, metode perawatan luka besar dan terbuka selanjutnya adalah analgesia. Metode ini memungkinkan luka Anda menutup dengan cara yang lebih manusiawi dan lebih mudah. Bentuk umum analgesia adalah infiltrasi dengan anestesi lokal, dengan tambahan analgesia sistemik biasa, seperti parasetamol.

  1. Penutupan kulit

Ada empat cara utama yang dapat dilakukan untuk menutup luka terbuka, yaitu:

  • Jika luka tidak berisiko infeksi, cocok menggunakan strip perekat kulit.
  • Luka terbuka akibat laserasi kecil dapat menggunakan lem perekat jaringan untuk menutupnya.
  • Laserasi yang lebih dari 5 cm, luka kulit dalam, atau di lokasi yang rentan terhadap fleksi, ketegangan, atau pembasahan, biasanya dapat dijahit biasa.
  • Beberapa luka di kulit kepala dapat menggunakan staples untuk menutupnya.
  1. Membalut luka dan perawatan lanjutan

Terakhir yang juga sangat penting adalah membalut luka dengan benar untuk mengurangi infeksi dan kontaminasi. Ketika Anda membalut luka yang tidak terinfeksi, gunakan lapisan pertama yang tidak melekat, seperti kain kasa yang dibasahi garam, kemudian dilapisi dengan dengan bahan penyerap untuk menarik eksudat luka. Terakhir, gunakan pita kasa lembut untuk mengamankan balutan.

Beberapa perawatan luka besar dan terbuka lainnya adalah siaga analgesia sederhana, seperti paracetamol, menjaga luka tetap kering, dan mengganti jahitan atau pita perekat setelah 10 – 14 hari. Jika luka berisiko tinggi atau terlihat mengalami infeksi, maka segeralah bawa ke dokter untuk ditangani lebih lanjut. Umumnya, luka terbuka yang berisiko tinggi mengalami infeksi adalah luka yang sangat kotor, luka tusuk, patah tulang terbuka, dan luka yang disebabkan oleh gigitan, termasuk gigitan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *