Kenali Beragam Terapi Perawatan Bayi Penderita Hidrosefalus, Salah Satunya Ventriculoperitoneal Shunt

Ventriculoperitoneal Shunt

Penyakit hidrosefalus lebih sering dialami oleh bayi. Penyakit ini umumnya ditandai dengan ukuran kepala bayi yang membesar dibanding ukuran normal akibat penumpukan otak. Adapun terapi yang bisa dijalani untuk penyakit ini adalah ventriculoperitoneal shunt dan ventrikulostomi.

Sebenarnya, hingga kini belum ada cara yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit hidrosefalus sepenuhnya. Oleh karena itu penting sekali untuk melakukan deteksi dini dan tindakan pencegahan. Sehingga kualitas hidup pasien penderita hidrosefalus pun bisa lebih meningkat.

Langkah Diagnosis Penyakit Hidrosefalus pada Bayi

Untuk mendeteksi dan mendiagnosis penyakit hidrosefalus ini lebih awal, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • USG prenatal

Ibu hamil penting sekali untuk melakukan USG prenatal secara rutin karena ini bisa menjadi salah satu cara untuk mendeteksi dengan dini apabila janin yang berkembang dalam kandungan memiliki hidrosefalus. 

  • Mengukur kepala bayi setelah lahir dengan teratur

Apabila bayi sudah lahir, maka perlu dilakukan pengukuran kepala bayi dengan teratur. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi hidrosefalus lebih dini. Apabila ada kelainan yang ditemukan, perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan lainnya.

  • MRI dan CT Scan

MRI atau magnetic resonance imaging dan CT Scan bisa menjadi cara untuk memastikan dan memeriksa otak bayi secara lebih rinci.

Penyakit hidrosefalus ini memang tidak bisa dianggap remeh dan harus segera diobati. Penanganannya untuk mengurangi tekanan. yang terjadi dalam otak bayi. 

Bila tidak ditangani segera, akan berisiko adanya kerusakan serius yang terjadi terjadi di otak yang mengatur berbagai fungsi penting di tubuh. Misalnya detak jantung dan pernapasan bayi. 

Memberikan penanganan yang tepat dan cepat, bayi dengan hidrosefalus bisa menjalani kehidupan yang normal. 

Berbeda jika bayi punya masalah medis yang lebih kompleks lagi, misalnya spina bifida atau perdarahan di otak yang terjadi sejak prematur. Kondisi ini tentu membutuhkan banyak kondisi kesehatan yang perlu ditangani.

Tingkat keparahan dan luas gejala hidrosefalus ini juga mempengaruhi. Tak sedikit anak yang mengidap hidrosefalus mengalami kerusakan otak seumur hidup karena mempengaruhi perkembangan fisik dan kecerdasannya.

Tentu saja bayi penderita hidrosefalus ini akan hidup dengan berbagai keterbatasan. Namun, efek kecacatan bisa diminimalisir dan dikendalikan dengan bantuan tenaga profesional.

Terapi untuk Bayi Penderita Hidrosefalus

Meski penyakit hidrosefalus sudah bisa terdeteksi semenjak bayi dalam kandungan, namun pengobatan tentu baru bisa dilakukan saat bayi sudah dilahirkan. Berikut beberapa pilihan terapi yang bisa dilakukan, yakni:

  1. Ventriculoperitoneal shunt

Ventriculoperitoneal shunt merupakan terapi yang umumnya dijalani oleh penderita hidrosefalus. Terapi ventriculoperitoneal shunt dilakukan dengan memasang tabung khusus di otak yang berguna mengalirkan cairan berlebih dari otak ke bagian tubuh lain yang mudah diserap, misalnya rongga dada, perut, maupun ruang jantung. Cairan tersebut nantinya akan diserap oleh aliran darah. 

Adapun tabung yang dimaksud adalah yang berukuran panjang dan fleksibel, dengan katup yang menjaga cairan dari otak ke arah yang benar dan juga pada tingkat yang tepat. 

Katup inilah yang akan mengatur aliran sehingga tidak terjadi pengeringan berlebihan di otak atau sebaliknya. 

Terapi shunt ini bisa digunakan untuk mengobati hidrosefalus dan akan selalu diperlukan oleh penderita seumur hidup.

Sayangnya, alat ini tidak bisa bertahan selamanya, sehingga perlu dilakukan operasi jika alat sudah berhenti berfungsi. Seiring pertumbuhan dan perkembangan bayi, operasi tambahan pasti juga dibutuhkan untuk memasukkan tabung berukuran lebih panjang.

Jadi, ventriculoperitoneal shunt sangat perlu dipantau secara rutin.

  1. Ventrikulostomi

Ventrikulostomi atau Endoscopic Third Ventriculostomy (ETV) termasuk pilihan pengobatan penyakit hidrosefalus yang cukup jarang dilakukan pada bayi. 

Terapi ini dilakukan dengan memasukkan kamera kecil ke otak bayi dan membuat di salah satu rongga otak atau ventrikel akan dibuat lubang menggunakan suatu alat untuk membuka penyumbatan. 

Lubang ini akan mengalirkan cairan yang berlebih di otak sehingga cairan akan diserap dalam aliran darah.

Bayi yang menderita hidrosefalus memang mengalami berbagai kelainan perkembangan, termasuk soal ingatan, kecerdasan, dan penglihatan. Akan tetapi, perawatan yang tepat bisa membuat penderita hidrosefalus bertahan hidup, bahkan memiliki kecerdasan normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *