Manfaat Salbutamol untuk Redakan Sesak Napas

Manfaat Salbutamol untuk Redakan Sesak Napas

Pernahkah Anda mendengar tentang PPOK? Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) terjadi karena respons pada saluran pernapasan terhadap partikel maupun gas iritan. Salah satu gejala dari PPOK adalah merasakan sesak napas yang umumnya disertai batuk kronis selama dua minggu. Mengatasi gejala ringan dari PPOK dapat dengan mengonsumsi obat tertentu, seperti obat salbutamol.

Di Indonesia, obat ini dijual dengan berbagai merek, seperti Asmacare, Azmacon, Astharol, Fartolin, Glisend, Grafalin, dan lainnya. Salbutamol  seringkali digunakan untuk mengobati dan juga mencegah bronkospasme bagi pasien yang mengidap asma dan sakit paru-paru. Termasuk dalam golongan bronkodilator, salbutamol bekerja dengan melemaskan otot-otot pada saluran udara dan meningkatkan aliran udara ke paru-paru.

Obat salbutamol dikemas dalam bentuk tablet, sirup, maupun sediaan infus. Namun, bagi pasien yang menderita PPOK, umumnya mereka mengonsumsi obat salbutamol yang berbentuk aerosol hirup.

Bagaimana cara yang benar dalam menggunakan obat salbutamol aerosol hirup?

Tata cara menggunakan obat salbutamol aerosol harus sesuai dengan aturan pakai dan langkah-langkah yang tepat. Informasi lengkap mengenai cara menggunakan salbutamol aerosol hirup yang benar dapat Anda simak berikut:

  • Pasang alat sesuai dengan petunjuk kemasan.
  • Sebelum menggunakan alat ini, cobalah untuk menghembuskan udara sebanyak mungkin yang bisa Anda keluarkan dan letakkan alat di depan mulut Anda.
  • Masukkan ujung alat ke dalam mulut dan hirup napas secara perlahan dan dalam (seperti ketika Anda sedang menguap) dan tekan tombol pada bagian atas alat untuk mengeluarkan partikel obat secara bersamaan.
  • Setelah langkah di atas, tahan napas Anda selama 10 detik dan hembuskan napas secara perlahan.

Dalam kasus yang lebih serius, pasien mungkin akan mengalami kondisi:

  • Nyeri dada
  • Hipertensi
  • Hiperaktivitas
  • Sakit ketika buang air kecil.

Anda perlu waspada terhadap efek samping yang mungkin terjadi, seperti rasa mual dan ingin muntah, diare, dada berdebar, reaksi alergi, gemetar, hingga kram otot. Jika Anda mengalami kondisi seperti yang disebutkan, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *