Mengenal Obat Ibuprofen, Jangan Sampai Overdosis

Mengenal Obat Ibuprofen, Jangan Sampai Overdosis

Sering mendengar obat ibuprofen? Obat ini menjadi salah satu obat yang paling sering digunakan di seluruh dunia. Dalam dosis yang tepat, ibuprofen adalah obat yang aman untuk anak-anak maupun orang dewasa. Namun obat penghilang nyeri seperti Ibuprofen ini cukup rentan disalahgunakan. Pernah dilaporkan bahwa orang-orang yang mengalami overdosis, kebanyakan menyalahgunakan obat golongan penghilang nyeri.

Pada suatu penelitian, dilaporkan 29% orang-orang yang mengalami overdosis obat penghilang nyeri ini melibatkan ibuprofen. Overdosis obat ibuprofen dapat menimbulkan komplikasi serius. Apa saja komplikasinya? Simak artikel berikut ini.

Mengenal obat ibuprofen

Ibuprofen termasuk golongan obat anti peradangan non-steroid. Obat ibuprofen mampu bekerja dengan mengurangi hormone yang menyebabkan peradangan dan nyeri tubuh. Obat ibuprofen sering digunakan untuk mengatasi demam dan nyeri serta peradangan yang disebabkan beberapa kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri punggung, nyeri sendi, kram haid, dan cedera-cedera kecil lainnya.

Obat ibuprofen juga memiliki berbagai bentuk seperti tablet, kaplet, gel cair, tablet kunyah, dan sirup. Ibuprofen juga bisa ditemukan pada produk obat lain seperti obat flu dan alergi. Anda dapat membeli obat ibuprofen dosis rendah secara bebas di apotik. Dosis obat ibuprofen yang lebih tinggi hanya bisa didapatkan melalui resep dokter.

Efek samping penggunaan obat ibuprofen

Dalam dosis yang tinggi dan jangka waktu lama, ibuprofen dapat meningkatkan kemungkinan serangan jantung atau stroke. Perlu dicatat, jangan mengonsumsi obat ibuprofen sebelum atau setelah menjalani operasi bypass jantung. Overdosis ibuprofen juga dapat menyebabkan perdarahan pada lambung atau usus. Komplikasi tersering akibat overdosis ibuprofen adalah asidosis metabolik.

Asidosis metabolik yaitu keadaan ketika tubuh tidak dapat mengeluarkan zat asam sehingga menyebabkan suasana tubuh lebih asam. Akibat asidosis metabolik ini adalah gangguan fungsi dan irama jantung, perubahan tekanan darah, gangguan pertukaran oksigen dalam tubuh, dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Tips tambahan, setiap obat memiliki maksimalnya sendiri. Meskipun bisa dikonsumsi sampai dosis maksimal, sebisa mungkin konsumsilah dosis terkecil yang masih menimbulkan efek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *