Molacort: Fungsi dan Dosis yang Aman

molacort

Molacort adalah obat yang digunakan untuk merawat alergi, peradangan, kondisi autoimun seperti lupus, mual dan muntah, kondisi kulit parah, hingga bronkospasme. 

Molacort merupakan merek dagang dari dexamethasone, yang digunakan di rumah sakit sebagai bentuk perawatan kasus COVID-19 parah dan infeksi serius lainnya. 

Dexamethasone juga dapat membantu mengurangi efek samping perawatan kanker. Dexamethasone adalah jenis obat yang disebut steroid (corticosteroid). Corticosteroid adalah salinan sebuah hormon yang tubuh buat secara alami. 

Anda biasanya direkomendasikan untuk mengonsumsi dexamethasone seperti molacort tidak lebih dari 10 mg setiap hari. 

Untuk molacort sendiri, dosis sekitar 0,5 mg hingga 10 mg per hari dan dibagi dalam 2 hingga 4 kali pemberian (untuk dosis yang tepat hubungi dokter). 

Sangat dianjurkan bagi Anda untuk konsumsi obat ini pada pagi hari, sehingga tidak akan mengganggu atau mempengaruhi kualitas tidur. Efek samping yang paling sering ditemui setelah konsumsi obat ini adalah gangguan tidur, perubahan suasana hati, gangguan pencernaan, dan pertambahan berat badan. 

Kebanyakan orang dewasa dan anak-anak (termasuk bayi) dapat mengkonsumsi dexamethasone. Akan tetapi, dexamethasone yang merupakan bahan aktif molacort mungkin tidak cocok untuk beberapa orang. 

Untuk itu, beritahu dokter apabila Anda pernah memiliki reaksi alergi terhadap dexamethasone atau obat lain sebelumnya.

Anda juga harus menginformasikan kepada dokter jika:

  • Anda baru-baru ini melakukan kontak langsung dengan seseorang yang menderita herpes zoster, cacar air, ataupun campak
  • Anda memiliki infeksi atau luka yang belum sembuh
  • Anda memiliki gangguan hati atau ginjal
  • Anda memiliki gangguan kesehatan mental (atau keluarga dekat memiliki hal serupa)
  • Anda pernah memiliki tuberculosis
  • Anda memiliki tekanan darah tinggi, gagal jantung, atau baru-baru ini menderita serangan jantung
  • Anda memiliki diabetes, epilepsy, glaucoma, osteoporosis, maag, ataupun myasthenia gravis (kondisi langka yang menyebabkan otot melemah)
  • Anda baru-baru ini mendapatkan vaksinasi atau akan menerima vaksinasi
  • Anda sedang hamil atau berusaha untuk hamil dan menyusui. 

Efek samping

Sama seperti obat lain, dexamethasone dapat menyebabkan efek samping, meskipun tidak semua orang dapat memiliki gejala efek samping tersebut. Efek samping juga jarang dijumpai apabila Anda mengonsumsi molacort atau dexamethasone dalam dosis yang kecil (kurang dari 6 mg per hari). Beberapa efek samping yang terjadi pada 1 dari 100 orang adalah pertambahan berat badan, gangguan pencernaan, gangguan tidur, dan perubahan suasana hati. Jika efek samping tersebut muncul, tetap konsumsi obat namun beritahu dokter apabila efek samping ini mengganggu atau tidak kunjung reda. 

Molacort dan dexamethasone juga dapat menyebabkan efek samping serius, terutama apabila dikonsumsi dalam dosis yang lebih tinggi atau Anda mengonsumsi obat ini selama beberapa minggu atau bulan. 

Hubungi dokter secepatnya apabila Anda menderita suhu tubuh yang tinggi, menggigil, radang tenggorokan, nyeri sinus atau telinga, batuk, batuk berdahak, perubahan warna lendir, nyeri saat buang air kecil, sariawan atau luka yang tidak kunjung sembuh, karena hal tersebut dapat menjadi tanda adanya infeksi. 

Pertambahan berat badan juga dapat menjadi efek samping molacort, dan dapat menjadi tanda adanya sindrom Cushing. 

Selain itu, hubungi dokter apabila Anda menderita nyeri otot, tubuh terasa lemas, kram, atau terjadi palpitasi jantung; karena hal ini dapat menjadi tanda level potassium yang rendah. 

Efek samping molacort atau dexamethasone lain adalah perubahan penglihatan, pendarahan atau lebam yang tidak normal dan tidak dapat dijelaskan penyebabnya, serta sakit perut parah. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *