Pertolongan Pertama pada Anak dengan Shaken Baby Syndrome

Tubuh bayi masih sangat rentan sehingga menghadapinya butuh kasih sayang dan kelembutan. Mengguncangkan bayi terlalu keras bisa berakibat fatal pada otaknya, dan ini bisa dianggap sebagai pelecehan pada anak. 

Beberapa orang tua atau perawat mungkin secara tidak sengaja menggoyangnkangkan bayi terlalu keras akibat frustasi atau marah karena anak tidak berhenti menangis. Beberapa orang bisa saja belum mengetahui bahwa menggoyangkan bayi bisa sangat fatal. 

Kondisi yang berulang bisa memicu anak terkena shaken baby syndrome atau sindrom bayi terguncang. 

Sekilas tentang shaken baby syndrome

Bayi memiliki otot leher yang lemah sehingga belum dapat menopang kepalanya. Guncangan keras menyebabkan kepala bayi bergerak maju mundur, mengakibatkan otak di dalamnya ikut bergoyang sehingga cedera serius yang cenderung fatal. 

Benturan pada kepala dapat menyebabkan hal berikut:

  • Pendarahan otak
  • Trauma otak
  • Rusaknya cabang sel saraf di otak
  • Pendarahan di mata (perdarahan di retina)
  • Patah tulang tengkorak
  • Fraktur pada tulang lain, termasuk tulang rusuk dan selangka
  • Memar di wajah, kepala, dan seluruh tubuh

Pada kasus yang serius, shaken baby syndrome bisa menyebabkan kematian.

Prevalensi

Sindrom ini biasanya terjadi pada anak-anak berusia kurang dari satu tahun akibat menerima guncangan keras secara terus menerus. Bayi berusia dua hingga empat bulan adalah yang paling berisiko. Namun anak usia empat hingga enam tahun juga bisa mengalami shaken baby syndrome jika menerima guncangan sangat hebat.

Tidak ada data akurat mengenai hal ini, tapi para ahli memperkirakan sekitar 1.000-1.500 bayi per tahun mengalami insiden tersebut. 

Menurut USA Centers for Disease Control and Prevention, hampir 2.000 anak meninggal karena pelecehan, 10% hingga 20% diantaranya disebabkan oleh sindrom bayi terguncang.

Gejala

Anak dengan sindrom ini cenderung menampilkan keluhan yang kurang spesifik, misalnya muntah atau mudah tersinggung. Gejala ini disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam otak akibat pendarahan dan pembengkakan. 

Umumnya gejala muncul sesaat setelah guncangan dan mencapai puncak dalam waktu 4-6 jam. Jika tidak dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, dokter pun bisa salah mendeteksi menghubungkan kerewelan bayi dengan penyebab mendasari seperti virus.  

Tanda dan gejala shaken baby syndrome antara lain:

  • Tingkat kesadaran berubah
  • Mengantuk disertai iritabilitas
  • Koma
  • Kejang
  • Pupil membesar namun tidak merespons cahaya
  • Muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Pernapasan lambat
  • Gagal jantung

Diagnosa diperkuat dengan temuan fisik pada pemeriksaan medis yang meliputi:

  • Perdarahan pada retina
  • Perdarahan kepala
  • Memar
  • Gegar otak
  • Memar di wajah, kulit kepala, lengan, perut atau punggung
  • Pembengkakan jaringan lunak
  • Cedera perut dan dada
  • Tekanan darah rendah
  • Fontanel atau titik lunak di kepala menegang

Saat anak menderita shaken baby syndrome

Bayi terguncang bisa terjadi secara tidak sengaja, misalnya jogging sambil membawa bayi di gendongannya. Kasus kecelakaan kendaraan juga bisa menyebabkan shaken baby syndrome

Jika bayi mengalami guncangan dan Anda menemukan ada yang salah dengannya, segera periksakan ke dokter dan minta untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Beberapa tes akan dilakukan untuk mendiagnosis sindrom bayi terguncang termasuk sinar-x, CT scan, MRI, dan pemeriksaan mata. 

Bergantung pada seberapa parah gejala dan kondisinya, anak mungkin memerlukan bantuan pernapasan atau operasi untuk menghentikan pendarahan. 

Banyak kasus yang berakibat fatal atau kerusakan neurologis yang parah. Misalnya, kematian akibat peningkatan tekanan berlebih di otak, serta robeknya jaringan atau perdarahan di dalam otak. 

Bahkan bayi yang mengalami cedera ringan berisiko mengalami kesulitan perkembangan di masa mendatang. Komplikasi lain dari shaken baby syndrome adalah:

  • Cerebral palsy
  • Kelumpuhan
  • Kehilangan penglihatan atau kebutaan
  • Keterbelakangan mental
  • Epilepsi
  • Kejang

Catatan

Mengguncangkan bayi sering dilakukan tanpa disadari sehingga menyebabkan kondisi yang sangat fatal. Mereka yang selamat dari shaken baby syndrome pun sangat kecil kemungkinannya terlepas dari komplikasi akibat gangguan di otak. 

Oleh karena itu, sebagai orang tua Anda harus berhati-hati dan terus memperhatikan kondisi buah hati Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *