Waspadai Penyakit Deep Vein Thrombosis yang Berbahaya

Deep vein thrombosis (DVT) merupakan kondisi berbahaya yang ditandai dengan terjadinya pembekuan darah di pembuluh darah, khususnya pembuluh darah di bagian yang sangat dalam di dalam tubuh. Jika tidak diatasi dengan cepat, kondisi ini bisa membawa dampak berbahaya, bahkan mengancam jiwa.

DVT

Gumpalan sel darah terjadi akibat gerakan aliran darah di pembuluh darah yang terlalu lambat. Biasanya, kondisi ini terjadi pada area tungkai bawah, paha, dan panggul. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa kondisi ini bisa juga timbul di bagian tubuh lainnya. 

Macam-macam faktor penyebab deep vein thrombosis

Pada dasarnya, DVT terjadi karena adanya pembekuan darah. Pembekuan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, beberapa di antaranya: 

  • Cedera

Apabila Anda pernah mengalami cedera, Anda bisa saja menderita DVT di kemudian hari. Cedera yang parah bisa menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah, membuat laju aliran darah menyempit sehingga memicu sumbatan dan gumpalan darah.

  • Kurangnya mobilitas

Pembekuan darah juga bisa terjadi ketika Anda kurang banyak bergerak atau berada dalam satu posisi dalam jangka waktu yang lama. Ketika Anda duduk dalam waktu yang lama, darah akan terkumpul di kaki bagian bawah, menyebabkan aliran darah melambat dan memicu penggumpalan. 

  • Operasi

Penggumpalan darah yang menyebabkan deep vein thrombosis juga bisa terjadi sebagai efek samping operasi. Selama proses operasi, pembuluh darah bisa mengalami kerusakan yang menyebabkan pembekuan darah. 

  • Obesitas

Orang-orang yang obesitas lebih rentang terkena DVT. Hal ini disebabkan oleh banyaknya lemak dalam tubuh yang bisa memberikan tekanan pada pembuluh darah dan memicu penggumpalan darah. 

  • Gejala kehamilan

Ketika hamil, tubuh Anda otomatis membawa beban lebih berat dari biasanya. Hal ini dapat mempengaruhi tekanan pada pembuluh darah dan menyebabkan gumpalan darah. Setelah melahirkan pun, gejala dari DVT masih bisa Anda rasakan. 

Upaya pengobatan deep vein thrombosis

Deep vein thrombosis tergolong sebagai penyakit yang serius. Oleh sebab itu, ketika Anda merasakan gejala, Anda harus segera mendapatkan penanganan secepat mungkin. 

Pengobatan kondisi DVT difokuskan pada upaya mencegah gumpalan darah semakin berkembang. Biasanya, pengobatan pasien DVT meliputi: 

  • Stocking kompresi

Stocking kompresi digunakan untuk mencegah dan menurunkan resiko terjadinya pembengkakan. Stocking ini bekerja dengan memberikan tekanan untuk melancarkan aliran pembuluh darah di seluruh kaki. 

Sekilas, stocking kompresi mungkin tampak serupa dengan stocking yang digunakan sebagai bahan pakaian. Akan tetapi, stocking jenis ini digunakan khusus untuk keperluan medis dengan tingkat kekencangan yang lebih tinggi. 

  • Filter inferior vena cava (IVC)

Filter IVC biasanya diberikan untuk pasien yang kondisinya tidak dapat diatasi dengan obat-obatan. Filter berbentuk kerucut ini dimasukkan ke dalam pembuluh darah terbesar di tubuh Anda. Nantinya, filter ini bekerja dengan menangkap gumpalan besar sebelum sampai ke paru-paru. 

Akan tetapi, filter IVC juga memiliki efek samping. Bila dipakai terlalu lama, filter ini justru bisa meningkatkan resiko DVT yang lebih parah. 

  • Obat-obatan

Pemberian obat merupakan salah satu cara pengobatan kondisi deep vein thrombosis yang paling umum. Obat yang diberikan berupa obat pengencer darah yang bekerja dengan mengencerkan darah yang membeku.

Dokter akan menganjurkan Anda untuk mengonsumsi obat pengencer darah selama kurang lebih 6 bulan. Bila dikonsumsi dalam jangka panjang, obat jenis ini bisa menyebabkan komplikasi serius.

Ketika merasakan adanya tanda-tanda deep vein thrombosis, sebaiknya segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter. Penanganan yang cepat bisa menurunkan resiko berbahaya bagi Anda. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *