Waspadai Predator Seks dengan Mengetahui Ciri-Cirinya!

Waspadai Predator Seks dengan Mengetahui Ciri-Cirinya!

Predator seks atau penjahat seksual kini sudah semakin berani dalam melakukan aksi jahatnya. Bagaimana tidak, banyak dari mereka yang melakukan kejahatan seksual dengan berani dan kerap kali tidak mengenal usia. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. 

Banyaknya korban mengalami trauma seksual, namun terkadang pelaku kejahatan seksual ini tidak mendapatkan hukuman yang setimpal dengan yang dialami korban. Salah satu cara untuk menghindari para pelaku seksual ini adalah dengan menghindarinya. Meskipun sulit, namun beberapa ciri di bawah ini semoga dapat membantu kita semua terhindar dari predator seksual. 

Apa itu predator seksual?

Predator seks atau pemangsa secara seksual adalah orang yang mencari kontak seksual dengan orang lain dengan cara yang kasar. Lebih tepatnya, predator seksual mungkin tidak melakukan kejahatan seksual, seperti pelecehan seksual, penyerangan, pemerkosaan dan pedofilia. Tetapi, semua predator seksual telah mencari kontak yang tidak pantas dengan satu atau lain cara.

Mereka akan mengeksploitasi orang lain secara seksual, mungkin tidak hanya mencari seks saja. Sebaliknya, mereka melihat seks sebagai bentuk dominasi dan kontrol. Sementara itu, beberapa predator seksual mencoba mengeksploitasi korban orang dewasa, banyak diantaranya adalah predator seksual anak. 

Sekitar 96% pelaku pelecehan seksual adalah laki-laki. Sekitar 90% dari anak-anak yang mengalami pelecehan seksual melaporkan bahwa pelakunya adalah orang yang mereka kenal, bahkan mereka percayai. 

Tanda atau ciri predator seks

Selain trauma, beberapa korban mengalami luka secara emosional, kehilangan rasa identitas mereka dan hidup dengan pengalaman yang buruk setiap harinya. Nah, berikut beberapa tanda atau ciri dari predator seks, meliputi:

  1. Di awal, pelaku akan sangat perhatian

Pada tahap awal hubungan, predator akan sangat memperhatikan, seperti tidak terjadi apa-apa. Begitulah pelaku membangun proses ketergantungan pada korban. Mereka akan menjadi pahlawan jika ada yang menyakiti korban, namun hal tersebut hanyalah kamuflase untuk menarik perhatian dan kepercayaan Anda. Namun, di saat yang telah direncanakan, pelaku akan menggunakan kepercayaan korban untuk melakukan kejahatan. 

  1. Biasanya menggunakan bahasa manipulatif

Mereka mungkin akan menghindar atau mengejek korban atas perilaku, penampilan, pakaian, atau bagian lain dari kehidupan pribadinya. Ketika ditantang atas perilaku tersebut, mereka akan berbohong dan memutarbalikkan informasi, membuat korban merasa seolah-olah merekalah yang bersalah. 

Beberapa predator mungkin juga akan terlibat gaslighting, adalah salah satu bentuk penganiyaan emosional dimana pelaku membuat seseorang mempertanyakan pikiran, ingatan, dan kejadian yang dialaminya. Tujuannya adalah untuk memaksa korban mempertanyakan ingatan mereka sendiri, atau bahkan kewarasan, dan memutarbalikkan fakta yang terjadi. 

  1. Playing victim

Pelaku sering kali melakukan playing victim atau mempermainkan korban. Ketidakpedulian yang mirip dengan narsisme. Mereka akan menggunakan kontrol kohesif untuk membuat korban menyalahkan atau merendahkan korban dengan cara apapun dengan dalih ingin memberi pelajaran. 

  1. Melewati batasan sentuhan seksual dan fisik

Umumnya, para predator seks akan akan melewati batasan dengan sentuhan fisik dan seksual. Biasanya dimulai dari menyentuh tangan, punggung atau kaki korbannya. Namun, lama kelamaan pelaku akan menyentuh bagian tubuh lain mulai dari, paha, payudara hingga dekat kelamin tanpa persetujuan korbannya. 

Predator seks ini akan memaksa korban untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkan olehnya. Anak-anak seringkali dijadikan alat kejahatan dengan membohonginya. 

Lalu apa yang bisa korban lakukan?

Jika Anda menjadi korban dan saat ini tengah menjalin hubungan dengan predator seks jangan takut untuk berbicara. Carilah dukungan dari organisasi terkait atau bantuan yang akan menyimpan informasi secara rahasia. 

Namun, langkah awal yang harus didapatkan korban adalah menerima penyembuhan, baik dengan dokter atau psikolog. Hal ini untuk memastikan bahwa Anda merasa aman, meskipun pemulihan pasti tidak akan mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *