7 Penyebab Pola Tidur Jadi Berantakan

7 Penyebab Pola Tidur Jadi Berantakan

Tidur nyenyak menjadi satu hal penting dalam kesehatan seseorang setiap harinya, sama pentingnya dengan olahraga teratur dan pola makan sehat. Meski begitu tak banyak orang yang bisa mendapatkan hal ini, sehingga membuat mereka mencari cara memperbaiki pola tidur. Pola tidur berantakan memiliki efek negatif pada hormon, kinerja dan fungsi otak.

Kebiasaan kurang tidur yang tidak berkualitas juga membuat seseorang mengalami penambahan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit pada orang dewasa serta anak-anak. Kondisi ini berbanding terbalik dengan seseorang yang memiliki pola tidur nyenyak, bisa juga berdampak baik pada olahraga dan membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Penyebab Pola Tidur Buruk

  1. Stres dan Cemas

Susah tidur atau insomnia bisa muncul jika seseorang mengalami peristiwa yang berdampak pada stres. Baik itu yang berhubungan dengan kerja, sekolah, kesehatan, keluarga hingga teman bisa memengaruhi kualitas tidur. Otak akan tetap bekerja meskipun sudah berbaring di tempat tidur dan mencoba untuk tidur.

  1. Kesibukan

Bisa jadi ketika seseorang tengah melakukan perjalanan atau kelelahan bekerja hingga larut malam, kondisi ini juga dapat membuat seseorang mengalami insomnia. Cara memperbaiki pola tidur dalam keadaan ini adalah dengan membuat jadwal yang sehat dengan menyesuaikan jam istirahat normal pada umumnya.

  1. Kebiasaan Makan

Mengonsumsi kopi, teh, susu atau minuman energi di malam hari dan makan terlalu banyak saat larut malam bisa membawa seseorang dalam masalah. Hal ini dikarenakan kandungan kafein di dalamnya yang membuat seseorang akan semakin terjaga dan terhindar dari rasa mengantuk.

  1. Lingkungan

Kondisi lingkungan tidur yang buruk juga berdampak pada kualitas istirahat seseorang, seperti tempat tidur tidak nyaman, bantal dan guling yang terlalu panas atau dingin, berisik, terang dan semua kondisi yang menyebabkan sulit tidur.

  1. Kondisi Medis

Kondisi medis tertentu, seperti masalah kesehatan mental misalnya depresi, gangguan bipolar, gangguan panik, stres pasca trauma atau skizofrenia hingga masalah kesehatan fisik seperti sakit kronis, penyakit jantung, kanker, penyakit paru obstruktif kronik, diabetes dan lain sebagainya.

  1. Konsumsi Obat

Tidak semua obat memiliki efek samping mengantuk, sebagian justru membuat seseorang merasakan efek insomnia. Seperti obat antidepresan tertentu, obat untuk tekanan darah tinggi, pereda nyeri, alergi, produk penurun berat badan hingga obat untuk asma dan beberapa lainnya.

  1. Umur

Seiring pertambahan usia, tubuh seseorang akan berubah dan insomnia menjadi kondisi yang umum ditemui. Seseorang cenderung akan kurang aktif ketika bertambah tua, salah satu penyebab kualitas tidur menjadi buruk adalah aktivitas bergerak sangat minim.

Cara Memperbaiki Pola Tidur

Memperbaiki pola tidur dengan cara mengatur jadwal tidur yang benar dengan konsisten, mencoba tidur dan bangun di jam yang sama. Lakukan hal ini juga pada akhir pekan, cara ini membuat jam biologis tubuh akan terbiasa dan seseorang bisa memiliki pola tidur lebih baik. Selain itu perhatikan pola makan dan minum.

Dianjurkan untuk tidak tidur dalam keadaan lapar atau kenyang, hindari konsumsi makanan berat beberapa jam sebelum tidur. Waspadai pula nikotin, kafein dan alkohol karena tubuh memerlukan waktu berjam-jam untuk menghilangkan efek stimulasi beberapa kandungan tersebut. Relaksasi sebelum tidur juga wajib dilakukan.

Hal itu bertujuan untuk menata kembali segala rutinitas esok hari, bisa dilakukan dengan olahraga ringan seperti mengatur pernapasan hingga meregangkan otot dan tulang persendian bisa membuat tidur menjadi lebih pulas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *