Cara Mengobati Purpura Trombositopenia Imun

Penyakit purpura trombositopenia imun merupakan kondisi di mana sedikitnya kadar trombosit dalam darah, padahal sumsum tulang normal dan tidak memiliki penyebab trombositopenia. Penyakit ini menyebabkan tubuh mudah memar dan berdarah, karena rendahnya jumlah sel keping darah yang berada di dalam tubuh penderitanya.

Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa dan tidak menular, sehingga interaksi langsung dengan penderita tidak menyebabkan seseorang tertular. Sel keping darah atau trombosit merupakan sel darah yang berperan dalam proses penggumpalan darah untuk menghentikan perdarahan, ketika jumlah trombosit rendah seseorang akan mengalami memar dan pendarahan dengan mudah.

Pengobatan Purpura Trombositopenia Imun

Setelah melakukan diagnosis, dokter akan menilai seberapa parah penyakit yang dialami penderita dengan melihat gejala yang muncul dan jumlah trombosit. Untuk keadaan yang ringan, tidak diperlukan penanganan secara khusus, namun dokter tetap akan memantau dan melakukan pemeriksaan trombosit secara rutin guna mencegah perdarahan.

Sementara itu penderita dalam kondisi parah akan diberikan penanganan untuk menjaga jumlah trombosit agar tidak turun, sehingga tidak terjadi pendarahan. Penanganan dalam kondisi parah bisa sebagai berikut ini.

  • Konsumsi obat, terdapat beberapa obat yang akan dikonsumsi pasien yang berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan jumlah trombosit. Seperti kortikosteroid, eltrombopag, rituximab dan intravenous immunoglobin (IVLg).
  • Operasi, apabila pasien penyandang penyakit ini sudah parah dan konsumsi obat-obatan sudah tidak efektif dalam mengatasi gejala yang muncul, maka dokter akan melakukan operasi pengangkatan organ limpa atau splenektomi. 

Tujuan operasi ini adalah untuk mencegah hancurnya trombosit di organ limpa, meskipun prosedur operasi ini jarang dilakukan karena berisiko infeksi. Selain itu, jika pasien mengalami perdarahan maka rentan terjadi komplikasi di saluran pencernaan dan organ tubuh lainnya.

Gejala dan Penyebab

Purpura trombositopenia imun memiliki dua sindrom klinis berbeda, yakni bermanifestasi sebagai kondisi akut pada anak-anak dan kondisi kronis pada orang dewasa, penderita kerap kali mengalami memar pada kulit berwarna ungu atau purpura atau membran lendir di mulut. Memar ini muncul sebagai titik merah atau ungu dan dinamakan petekie.

Penyebab penyakit ini hingga saat ini belum diketahui secara pasti, namun dugaan utama adalah adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang dinamanakn autoimun. Penderita penyakit ini biasanya sistem kekebalan tubuhnya menganggap sel keping darah (trombosit) sebagai benda asing yang berbahaya.

Sehingga dibentuk antibodi yang menyerang trombosit tersebut, hal inilah yang menyebabkan jumlah trombosit menurun. Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat memicu munculnya penyakit ini pada seseorang di antaranya sebagai berikut ini.

  • Infeksi virus atau bakteri yang umumnya terjadi pada anak-anak, vaksinasi.
  • Paparan racun atau bahan kimia berbahaya seperti insektisida.
  • Penyakit autoimun lain seperti lupus dan pengobatan kemoterapi.

Gejala utama penyakit ini adalah munculnya rumah merah atau memar yang terjadi di berbagai bagian tubuh disertai dengan pendarahan yang sulit dihentikan saat mengalami luka. Adapula beberapa tanda dan gejala tambahan lain yang disebabkan karena penyakit ini, berikut di antaranya.

  • Rasa lelah yang berlebihan, kemudian mimisan.
  • Bercak darah pada urine atau tinja.
  • Gusi berdarah, terutama setelah menjalani perawatan gigi.
  • Perdarahan berlebih saat memasuki masa menstruasi.

Kasus yang terjadi pada anak terkadang tidak menimbulkan gejala, namun jika muncul biasanya bersifat ringan dan berlangsung selama kurang dari 6 bulan (akut). Meskipun harus dipahami jika gejala penyakit ini juga bisa berlangsung selama lebih dari enam bulan (kronis) dan sering terjadi para orang dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *