bayi & menyusui

Milna Biskuit Mengandung Vitamin C, Amankah Untuk Bayi?

Menjadi orang tua dapat menjadi sebuah pengalaman yang paling menggemberikan sekaligus menantang di sepanjang hidup Anda. Salah satu pelajaran yang perlu diketahui oleh setiap orang tua baru adalah bagaimana memastikan bahwa bayi Anda mendapatkan cukup makan dan asupan nutrisi yang dibutuhkan agar tumbuh dan berkembang optimal terpenuhi. Vitamin C adalah sebuah nutrisi penting yang penting untuk kesehatan optimal sepanjang hidup. Banyak orang tua baru tidak yakin apakah bayi mereka mendapatkan cukup vitamin C hanya dari MPASI seperti milna biskuit dan apakah suplemen diperlukan. Artikel ini akan membahas seputar apa saja yang perlu Anda ketahui tentang vitamin C untuk bayi. 

Apa itu vitamin C?

Bagi anak usia 6 hingga 12 bulan yang sedang dalam masa menyapih, Milna biskuit dapat menjadi MPASI yang disukai karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang lezat. Selain itu, MPASI ini juga mengandung vitamin C dan vitamin E. Namun, apa itu vitamin C? Vitamin C, juga dikenal dengan sebutan asam askorbat, merupakan sebuah nutrisi yang larut dalam air dan memainkan peran penting dalam berbagai macam fungsi fisik vitalnya. Vitamin C sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat, meningkatkan penyerapan zat besi, dan memproduksi kolagen, protein paling banyak yang ada di dalam tubuh manusia. Vitamin C juga berbeda dibandingkan dengan nutrisi lainnya karena vitamin ini juga berfungsi sebagai sebuah antioksidan. Antioksidan dapat membantu melindungi sel dari radikal bebas. 

Radikal bebas adalah zat kimia yang sangat berbahaya dan dapat merusak sel. Radikal bebas merupakan bahan sampingan hasil metabolisme manusia. Antioksidan seperti vitamin C dapat mengikat radikal bebas, membuatnya sulit untuk merusak jaringan di sekitarnya. Vitamin C dianggap sebagai sebuah vitamin yang esensial, dalam arti tubuh bayi tidak dapat memproduksi sendiri. Oleh karena itu, vitamin C perlu didapatkan dari makanan yang mereka makan setiap hari. Nutrisi ini dapat ditemukan di ASI, formula bayi, dan berbagai macam jenis buah dan sayuran, serta MPASI seperti Milna biskuit. 

Meskipun sangat penting disepanjang tahap hidupnya, bayi membutuhkan sedikit vitamin C dibandingkan dengan orang dewasa. Panduan Diet untuk Warga Amerika merekomendasikan bahwa bayi usia 0-6 bulan menerima 40 mg setiap harinya, sementara bayi usia 6-12 bulan menerima 50 mg setiap harinya. Ibu menyusui memiliki peningkatan kebutuhan vitamin C karena mereka akan menyediakan vitamin C untuk bayi lewat ASI. Jika Anda sedang menyusui, cobalah untuk mengonsumsi sekitar 120 mg vitamin C per hari. Ini berarti 60 persen lebih banyak dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh wanita yang sedang tidak menyusui. Formula bayi juga mengandung vitamin C. Oleh sebab itu, apabila bayi Anda diberi formula, mereka bisa memenuhi kebutuhan asupan vitamin C.

Kebanyakan bayi tidak boleh mengonsumsi suplemen vitamin C

Menurut Institut Kesehatan Nasional, formula bayi, ASI, dan makanan seperti Milna biskuit harus menjadi satu-satunya sumber vitamin C untuk bayi. Menggunakan suplemen vitamin C tidak diperlukan untuk kebanyakan bayi yang sehat dan malah dapat berisiko meningkatkan perkembangan gejala yang dihubungkan dengan keracunan vitamin C. Kemungkinan terjadinya efek samping yang dihubungkan dengan konsumsi berlebih vitamin C di antaranya adalah batu ginjal, mual, dan diare. Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Britania Raya hanya menyarankan suplemen vitamin dan mineral diberikan untuk bayi usia 6 bulan ke atas. 

8 Makanan Penambah Berat Badan Bayi yang Wajib Anda Coba!
bayi & menyusui

8 Makanan Penambah Berat Badan Bayi yang Wajib Anda Coba!

Makanan penambah berat badan bayi menjadi hal yang harus diperhatikan para orangtua. Pasalnya, salah satu indikator tumbuh kembang bayi yang baik adalah bertambahnya berat badan bayi secara ideal. Pada saat berusia 1 tahun, bayi harus menambah berat badannya menjadi tiga kali lipat berat lahirnya.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan penambahan berat badan bayi terlambat. Sebagai solusinya, menambahkan makanan berkalori tinggi dapat menjadi pilihan.

Dilansir dari Mashed, bayi membutuhkan antara 50-55 kalori per pound (0,45 kg) berat badan per hari selama 6 bulan pertama. Selanjutnya, dibutuhkan sekitar 45 kalori per pound per hari.

Terkadang, bayi hanya membutuhkan tambahan kalori dan lemak sehat untuk menambah berat badan agar tetap dalam kisaran normal. Berikut adalah beberapa makanan yang bisa menambah berat badan bayi yang wajib Anda coba.

  1. Keju

Mengenalkan makanan padat pada bayi di bawah 5 bulan bisa jadi berbahaya. Oleh karena itu, perkenalkan makanan padat mulai dari bayi berusia sekitar 5-7 bulan. Apabila bayi telah cukup usia untuk konsumsi makanan padat, keju bisa menjadi makanan tambahan yang baik untuk menambah kalori. Tambahkan keju pada jenis makanan atau camilan bayi. Tapi perlu diingat bahwa beberapa bayi mungkin alergi pada jenis makanan berbahan dasar susu.

  1. Alpukat

Alpukat bisa menjadi sumber kalori yang sehat sebagai makanan penambah berat badan bayi. Selain itu, kandungan asam lemak omega-3 pada alpukat juga bermanfaat menyehatkan jantung. Tekstur alpukat yang lembut sangat cocok dikonsumsi oleh bayi yang baru mengenal makanan padat.

  1. Telur

Kenalkan telur secara perlahan dan terpisah dari makanan lain karena makanan ini berpotensi menyebabkan alergi. Jika bayi tidak alergi, telur dapat diolah menjadi telur orak-arik sebagai makanan penambah berat badan bayi. Telur merupakan makanan yang tinggi kalori, dalam satu butir telur yang direbus mengandung 70 kalori.

  1. Ubi jalar

Pemanis buatan dan makanan yang terlalu banyak mengandung gula sebaiknya dijauhkan dari bayi. Sebagai alternatifnya, ubi jalar bisa menjadi pilihan camilan sehat untuk menambah berat badan bayi. Kebutuhan bayi Anda mungkin akan berbeda dengan bayi lain. 

  1. Yoghurt

Probiotik yang satu ini bisa menjadi makanan penambah berat badan bayi yang sehat. Ini karena yoghurt memiliki lemak dan kalori yang bergizi untuk menambah berat badan bayi. Selain bisa menambah berat badan, mengonsumsi yoghurt dari susu murni juga dapat menjaga sistem pencernaan, imunitas dan mengatasi masalah lambung bayi. 

  1. Kentang

Sumber karbohidrat baik lainnya yang bisa menambah berat badan bayi adalah kentang. Sayuran yang satu ini selain tinggi karbohidrat juga mengandung banyak mineral, vitamin dan juga fenol alami. Anda bisa menyajikan kentang sebagai menu MPASI dengan membuatnya menjadi puree atau sup.

  1. Oatmeal

Oatmeal menjadi makanan penambah berat badan bayi selanjutnya yang tak boleh terlewatkan. Oat mengandung rendah lemak jenuh dan tinggi magnesium serta fosfor yang juga jadi satu-satunya sereal yang mengandung protein tinggi. Oat juga kaya akan serat dari gandung utuh sehingga disebut sebagai makanan penambah berat badan bayi 6 bulan ke atas yang ideal.

  1. Daging tanpa lemak

Daging tanpa lemak seperti dada ayam dan ikan bisa menjadi sumber nutrisi terbaik sebagai makanan penambah berat badan bayi. Selain mencapai berat badan ideal, makanan ini juga tinggi protein, B6, B12, hingga fosfor yang bisa meningkatkan pertumbuhan bayi dan baik untuk gigi dan tulang si Kecil.

Jadi, jika Anda mengalami masalah tentang berat badan pada si Kecil, cobalah beberapa jenis makanan penambah berat badan bayi ini. Anda bisa mengkombinasikan beberapa makanan atau pun mencoba satu – satu disesuaikan dengan selera dan kesukaan si Kecil. Tetap semangat, ya!

bayi & menyusui

4 Fitur yang Harus Dimiliki Pada Bra Menyusui

Menyusui adalah salah satu proses pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayi atau anak kecil yang masih dalam usia menyusui. Saat menyusui, Anda tentu membutuhkan bra yang dapat dengan mudah dibuka tutup saat si kecil ingin menyusui.

Bra menyusui dapat mempermudah ibu saat memberikan ASI

Ada banyak variasi bra menyusui yang beredar di pasaran yang membuat Anda menjadi sulit untuk memilihnya. Ada beberapa faktor yang membuat Anda dalam memilih bra untuk menyusui. Pada artikel kali ini kami akan mengulas apa saja fitur bra menyusui yang terbaik dengan tujuan menyusui menjadi lebih nyaman. 

Hal yang perlu dimiliki bra menyusui

  1. Tali pengikat yang bisa diatur

Selain membesar selama kehamilan, volume payudara Anda akan berubah dari awal hingga akhir menyusui dan sebelum menyusui ke pasca menyusui. Jumlah atau volume payudara inilah yang menjadi alasan mengapa tali pengikat atau strap harus dapat disesuaikan untuk kebutuhan bersalin. Tali strap yang dapat disesuaikan dapat membuat nyaman dan kepraktisan Anda saat menggunakannya. Bahkan Anda dapat menggunakan bra menyusui saat berolahraga sekalipun. 

  1. Bra tanpa kawat

Percaya atau tidak tulang rusuk Anda akan membesar hingga 10 cm selama kehamilan. Jadi, banyak sekali perubahan pada tubuh wanita selama mereka hamil dan menyusui, termasuk pada payudara. Hindari memilih bra menyusui yang menggunakan kawat. Pasalnya, tanpa kawat bra menyusui dapat mencapai produksi ASI yang maksimal saat menyusui. 

  1. Klip depan

Semua bra menyusui menggunakan panel atau klip di bagian depan bra yang dapat memudahkan Ibu mengakses payudara. Klip depan adalah salah satu keharusan yang wajib dimiliki oleh bra menyusui. Pilih klip yang dapat dengan mudah dibuka tutup dengan satu tangan. 

  1. Postural back dua lapis

Memiliki fitur postural back dua lapis dapat memberikan dukungan atau menopang punggung Anda ketika menyusui. Jadi, Anda dapat lebih nyaman dan tidak mengalami sakit punggung selama menyusui. 

Keuntungan dan manfaat menggunakan bra menyusui

  • Kemudahan dalam menyusui. Dengan klip depan yang dapat dengan mudah dibuka tutup ketika akan menyusui adalah salah satu hal yang paling bermanfaat saat menggunakan bra menyusui. Anda tidak perlu repot membuka bra secara keseluruhan ketika akan menyusui. 
  • Kenyamanan. Selain mudah, menggunakan bra menyusui dapat memberi kenyamanan data menyusui. 
  • Untuk kesehatan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bra berkawat memberikan tekanan yang terlalu besar pada payudara yang umumnya tidak sehat untuk payudara menyusui. Hal ini karena tekanan tersebut dapat menyebabkan saluran ASI tersumbat sehingga bisa menimbulkan nyeri. 
  • Kesehatan bayi. Bra berkawat dapat menyebabkan infeksi payudara seperti mastitis yang dapat menular ke bayi Anda. Bra menyusui lebih lembut dan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menyebabkan infeksi payudara. 
  • Tanpa gangguan. Jika terjadi infeksi payudara, bayi Anda tidak akan dapat menyusu sampai infeksi mereda. Bahkan sebaliknya, Anda akan menemukan bahwa menyusu bayi dengan bra menyusui dapat lebih cepat tanpa gangguan apa pun.
  • Fleksibel. Bahkan setelah melahirkan Anda akan terus melihat perubahan pada bentuk tubuh Anda terutama payudara. Bra menyusui dirancang untuk perubahan tersebut.
  • Penopang. Meskipun ukuran payudara Anda mungkin bertambah, bra biasa dengan tali tipis tidak akan dapat membantu Anda. Tali bahu lebar pada bra menyusui akan lebih nyaman di bahu Anda saat menopang payudara. 
  • Bentuk. Salah satu perhatian dari menyusui adalah hal tersebut dapat membuat payudara kendur, itulah sebabnya bra dengan kawat lebih disukai. Namun, hal ini ternyata keliru. Karena kawat dapat membuat jaringan menumpuk dan membuat bentuk payudara berbeda. 

Kesimpulannya, Anda tidak bisa membeli bra menyusui secara acak atau sembarangan. Pasalnya, ada beberapa fitur atau fungsi yang harus ada pada bra khusus menyusui. Jika beberapa fitur tersebut ada pada bra yang Anda beli, seperti di atas, maka menyusui pun akan menjadi hal yang menyenangkan untuk Anda. 

Mengenal Mikrosefalus, Penyakit Genetika yang Rawan Menyerang Anak
bayi & menyusui

Mengenal Mikrosefalus, Penyakit Genetika yang Rawan Menyerang Anak

Dokter Anda mungkin tidak dapat memberitahu Anda mengapa ini terjadi pada bayi Anda. Dalam kebanyakan kasus, penyebab pasti mikrosefalus tidak diketahui.

Itu dapat disebabkan oleh:

  • Masalah dengan gen Anda (mikrosefali kongenital)
  • Sesuatu di lingkungan Anda (didapat mikrosefali)

Mikrosefali kongenital diturunkan melalui keluarga. Ini disebabkan oleh cacat pada gen yang terkait dengan perkembangan otak awal. Microcephaly sering terlihat pada anak-anak dengan sindrom Down dan kelainan genetik.

Mikrosefali atau mikrosefalus yang didapat berarti otak anak bersentuhan dengan sesuatu yang merusak pertumbuhan dan perkembangannya. Beberapa hal yang mungkin terjadi saat bayi berada di dalam kandungan adalah:

  • Infeksi virus, termasuk rubella (campak Jerman), cacar air, dan kemungkinan Zika, yang disebarkan oleh nyamuk
  • Infeksi parasit, seperti toksoplasmosis atau sitomegalovirus
  • Bahan kimia beracun seperti timbal
  • Tidak mendapatkan cukup makanan atau nutrisi (malnutrisi)
  • Alkohol
  • Narkoba

Mikrosefali yang didapat juga bisa disebabkan oleh hal-hal lain, antara lain:

  • Perdarahan atau stroke pada bayi baru lahir
  • Cedera otak setelah lahir
  • Cacat tulang belakang atau otak

Selama kehamilan, USG dapat menunjukkan bahwa bayi memiliki ukuran kepala yang lebih kecil dari perkiraan. Untuk melihat ini dengan jelas, sebaiknya lakukan tes pada akhir trimester ke-2 Anda atau saat Anda memasuki 3 bulan terakhir kehamilan Anda.

Setelah bayi lahir, petugas kesehatan akan mengukur di sekitar bagian terlebar kepala anak Anda. Angka tersebut kemudian ditandai pada grafik pertumbuhan. Melakukan hal ini memberi tahu dokter bagaimana kepala anak Anda tumbuh dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia dan jenis kelamin yang sama. Jika ukuran kepala anak Anda turun pada titik tertentu di bawah rata-rata, itu dianggap mikrosefali.

Pengukuran kepala dilakukan pada setiap pemeriksaan hingga usia 2 atau 3. Jika anak Anda menderita mikrosefali, ukuran kepalanya akan diperiksa di setiap kunjungan dokter.

Gejala Apa yang Akan Dimiliki Anak?

Anak-anak dengan kasus ringan mungkin memiliki kepala kecil tetapi tidak ada masalah lain. Kepala anak Anda akan tumbuh seiring dengan bertambahnya usia. Tapi itu akan tetap lebih kecil dari yang dianggap normal.

Beberapa anak memiliki kecerdasan yang normal. Yang lain mengalami masalah dalam belajar, tetapi biasanya tidak bertambah buruk seiring bertambahnya usia anak Anda.

Gejala lain mungkin termasuk:

  • Masalah keseimbangan dan koordinasi
  • Keterlambatan perkembangan (tertunda duduk, berdiri, berjalan)
  • Kesulitan menelan dan masalah makan
  • Kehilangan pendengaran
  • Hiperaktif (kesulitan memperhatikan atau duduk diam)
  • Kejang
  • Pendek
  • Masalah bicara
  • Masalah penglihatan

Bagaimana Microcephaly Diobati?

Tidak ada obat untuk mikrosefalus, tetapi ada perawatan untuk membantu perkembangan, perilaku, dan kejang.

Jika anak Anda menderita mikrosefali ringan, mereka memerlukan pemeriksaan dokter rutin untuk memantau bagaimana mereka tumbuh dan berkembang.

Anak-anak yang memiliki kasus yang lebih parah membutuhkan perawatan seumur hidup untuk mengontrol gejala. Beberapa, seperti kejang, bisa mengancam jiwa. Dokter Anda akan mendiskusikan perawatan untuk menjaga anak Anda tetap aman dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Anak Anda mungkin membutuhkan:

  • Obat untuk mengontrol kejang dan hiperaktif serta untuk meningkatkan fungsi saraf dan otot
  • Terapi berbicara
  • Terapi fisik dan okupasi

Apa Efek Jangka Panjangnya?

Seberapa baik anak Anda bergantung pada apa yang menyebabkan otak berhenti tumbuh sejak awal. Anak-anak dengan bentuk gangguan ringan ini mungkin tidak memiliki masalah lain. Mereka tumbuh normal selama masa kanak-kanak dan remaja dan masih memenuhi tonggak pertumbuhan yang sesuai dengan usia mereka seiring bertambahnya usia.

Orang lain dapat mengalami masalah parah dengan belajar dan bergerak. Anak-anak dengan mikrosefali lebih cenderung memiliki masalah medis lain, seperti cerebral palsy dan epilepsi.

Bisakah Itu Dicegah?

Saat Anda hamil, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mencoba mencegah microcephaly yang didapat:

  • Makan makanan yang sehat dan konsumsi vitamin prenatal.
  • Jangan minum alkohol atau menggunakan narkoba.
  • Jauhi bahan kimia.
  • Sering-seringlah mencuci tangan, dan rawat penyakit apa pun segera setelah Anda merasa sakit.
  • Minta orang lain mengganti kotak kotorannya. Kotoran kucing dapat menyebarkan parasit penyebab toksoplasmosis.
  • Gunakan pengusir serangga saat berada di daerah berhutan atau negara yang terkenal dengan nyamuknya. CDC mengatakan obat nyamuk aman digunakan saat hamil.

Jika Anda memiliki anak dengan mikrosefalus dan ingin hamil lagi, bicarakan dengan dokter Anda. Konseling genetik dapat membantu Anda memahami risiko keluarga Anda terhadap penyakit tersebut.

bayi & menyusui

Tanpa Obat, Ini 10 Cara Mengatasi Batuk Pilek pada Bayi

Cara Mengatasi Batuk Pilek pada Bayi

Cara mengatasi batuk pilek pada bayi bisa diatasi dengan mencari menyebabkannya. Biasanya, bayi yang mengalami batuk pilek disebabkan oleh  infeksi saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh virus influenza. Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit ringan sampai penyakit berat.

Gejala influenza ini berupa rasa tidak enak badan, demam, hidung berair/hidung tersumbat, rasa pegal linu lemas, lesu, bersin-bersin dan terasa nyeri di otot-otot dan sendi.

Sebenarnya, flu merupakan suatu penyakit yang self-limiting. Artinya jika tidak terjadi komplikasi dengan penyakit lain, maka setelah 4-7 hari penyakit akan sembuh sendiri. Daya tahan tubuh Si Kecil akan sangat berpengaruh terhadap berat ringannya penyakit tersebut.

Tetapi untuk mengurangi keluhan, Anda bisa melakukan cara mengatasi batuk pilek pada bayi sebagai berikut: 

Atur Posisi Tidur

Cara mengatasi batuk pilek pada bayi yang pertama yaitu dengan mengubah posisi tidurnya. Ketika bayi Anda mengalami flu, Anda boleh menaikkan posisi tidur pada bagian kepalanya, misalnya meletakkan gulungan handuk di bawah bantal. 

Hal ini akan membantu jalan pernafasan karena daya gravitasi akan menurunkan cairan ingus.

Penuhi Kebutuhan Cairan Bayi

Manfaat air sebagai cara mengatasi batuk pilek pada bayi sangatlah besar. Air akan mengencerkan lendir di hidung, sekaligus mencegah dehidrasi.  Bagi bayi  di bawah 6 bulan, cairan bisa diperoleh dari asupan ASI atau susu formulanya untuk mencukupi cairan si Kecil saat pilek.

Sementara itu, jika bayi berusia di atas 6 bulan, cukupi cairan bayi dengan memberinya banyak air putih dan kandungan air lainnya dari buah dan sayur sebagai makanan pendamping ASI.

Selain itu, Anda juga menyajikan sup ayam hangat karena nutrisi yang dikandungnya bisa mengatasi pilek pada bayi, sekaligus mengencerkan dahak dan jalan pernafasan.

Sedot Lendir

Alat sedot ingus khusus bayi bisa membantu si Kecil yang mengalami kesulitan bernafas jika hidung tersumbat. Alat sedot ingus ini bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotik atau toko bayi. 

Pastikan alat dan tangan Anda sudah bersih serta gunakan alat tersebut dengan hati-hati sesuai aturan, ya! 

Cairan Saline

Air garam steril yang diteteskan ke hidung bisa jadi cara mengatasi batuk pilek pada bayi tanpa obat. Cara ini bisa bisa dilakukan untuk mengencerkan lendir di hidung.

Cara menggunakannya mudah yaitu dengan membaringkan bayi lalu semprotkan cairan sesuai dosis yang dianjurkan (sekitar 2-3 tetes). 

Pemberian cairan ini dapat membantu lendir mengalir keluar secara alami, sehingga bayi dapat bernapas lebih lega. Cairan ini dapat dibeli dengan bebas di apotek dan aman digunakan untuk bayi yang berusia di bawah 6 bulan. 

Bantuan Alat Humidifier

Udara yang lembap dan tidak kering akan membantu melegakan pernapasan si Kecil dan membuatnya tidur lebih nyenyak. Nah, untuk membantunya, Anda bisa menggunakan alat humidifier. 

Alat pelembab udara ini akan membantu mengatasi pilek pada bayi, termasuk batuk dan hidung tersumbat. Saat menggunakan alat ini, pastikan alat humidifier bersih dan jauh dari jangkauan bayi.

Istirahat yang Cukup 

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, daya tahan tubuh Si Kecil akan sangat berpengaruh terhadap berat ringannya penyakit flu.

Tidur yang cukup bisa membantu mengatasi pilek pada bayi karena bisa meningkatkan imunitas bayi. Apalagi jika ditambah dengan dekapan hangat dari orang tua.  

Lalu Kapan ke Dokter?

Jika cara mengatasi batuk pilek pada bayi di atas belum berhasil dan si Kecil masih terus demam, Anda bisa segera melakukan konsultasi ke dokter anak. 

Apalagi jika bayi disertai gejala sebagai berikut: 

  • Demam > 38 derajat celcius
  • Sesak
  • Nyeri telinga
  • Napsu makan berkurang
  • Gejala makin memburuk
  • Demam > 2 hari

Semoga bermanfaat! 

bayi & menyusui

Pertolongan Pertama pada Anak dengan Shaken Baby Syndrome

Tubuh bayi masih sangat rentan sehingga menghadapinya butuh kasih sayang dan kelembutan. Mengguncangkan bayi terlalu keras bisa berakibat fatal pada otaknya, dan ini bisa dianggap sebagai pelecehan pada anak. 

Beberapa orang tua atau perawat mungkin secara tidak sengaja menggoyangnkangkan bayi terlalu keras akibat frustasi atau marah karena anak tidak berhenti menangis. Beberapa orang bisa saja belum mengetahui bahwa menggoyangkan bayi bisa sangat fatal. 

Kondisi yang berulang bisa memicu anak terkena shaken baby syndrome atau sindrom bayi terguncang. 

Sekilas tentang shaken baby syndrome

Bayi memiliki otot leher yang lemah sehingga belum dapat menopang kepalanya. Guncangan keras menyebabkan kepala bayi bergerak maju mundur, mengakibatkan otak di dalamnya ikut bergoyang sehingga cedera serius yang cenderung fatal. 

Benturan pada kepala dapat menyebabkan hal berikut:

  • Pendarahan otak
  • Trauma otak
  • Rusaknya cabang sel saraf di otak
  • Pendarahan di mata (perdarahan di retina)
  • Patah tulang tengkorak
  • Fraktur pada tulang lain, termasuk tulang rusuk dan selangka
  • Memar di wajah, kepala, dan seluruh tubuh

Pada kasus yang serius, shaken baby syndrome bisa menyebabkan kematian.

Prevalensi

Sindrom ini biasanya terjadi pada anak-anak berusia kurang dari satu tahun akibat menerima guncangan keras secara terus menerus. Bayi berusia dua hingga empat bulan adalah yang paling berisiko. Namun anak usia empat hingga enam tahun juga bisa mengalami shaken baby syndrome jika menerima guncangan sangat hebat.

Tidak ada data akurat mengenai hal ini, tapi para ahli memperkirakan sekitar 1.000-1.500 bayi per tahun mengalami insiden tersebut. 

Menurut USA Centers for Disease Control and Prevention, hampir 2.000 anak meninggal karena pelecehan, 10% hingga 20% diantaranya disebabkan oleh sindrom bayi terguncang.

Gejala

Anak dengan sindrom ini cenderung menampilkan keluhan yang kurang spesifik, misalnya muntah atau mudah tersinggung. Gejala ini disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam otak akibat pendarahan dan pembengkakan. 

Umumnya gejala muncul sesaat setelah guncangan dan mencapai puncak dalam waktu 4-6 jam. Jika tidak dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, dokter pun bisa salah mendeteksi menghubungkan kerewelan bayi dengan penyebab mendasari seperti virus.  

Tanda dan gejala shaken baby syndrome antara lain:

  • Tingkat kesadaran berubah
  • Mengantuk disertai iritabilitas
  • Koma
  • Kejang
  • Pupil membesar namun tidak merespons cahaya
  • Muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Pernapasan lambat
  • Gagal jantung

Diagnosa diperkuat dengan temuan fisik pada pemeriksaan medis yang meliputi:

  • Perdarahan pada retina
  • Perdarahan kepala
  • Memar
  • Gegar otak
  • Memar di wajah, kulit kepala, lengan, perut atau punggung
  • Pembengkakan jaringan lunak
  • Cedera perut dan dada
  • Tekanan darah rendah
  • Fontanel atau titik lunak di kepala menegang

Saat anak menderita shaken baby syndrome

Bayi terguncang bisa terjadi secara tidak sengaja, misalnya jogging sambil membawa bayi di gendongannya. Kasus kecelakaan kendaraan juga bisa menyebabkan shaken baby syndrome

Jika bayi mengalami guncangan dan Anda menemukan ada yang salah dengannya, segera periksakan ke dokter dan minta untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Beberapa tes akan dilakukan untuk mendiagnosis sindrom bayi terguncang termasuk sinar-x, CT scan, MRI, dan pemeriksaan mata. 

Bergantung pada seberapa parah gejala dan kondisinya, anak mungkin memerlukan bantuan pernapasan atau operasi untuk menghentikan pendarahan. 

Banyak kasus yang berakibat fatal atau kerusakan neurologis yang parah. Misalnya, kematian akibat peningkatan tekanan berlebih di otak, serta robeknya jaringan atau perdarahan di dalam otak. 

Bahkan bayi yang mengalami cedera ringan berisiko mengalami kesulitan perkembangan di masa mendatang. Komplikasi lain dari shaken baby syndrome adalah:

  • Cerebral palsy
  • Kelumpuhan
  • Kehilangan penglihatan atau kebutaan
  • Keterbelakangan mental
  • Epilepsi
  • Kejang

Catatan

Mengguncangkan bayi sering dilakukan tanpa disadari sehingga menyebabkan kondisi yang sangat fatal. Mereka yang selamat dari shaken baby syndrome pun sangat kecil kemungkinannya terlepas dari komplikasi akibat gangguan di otak. 

Oleh karena itu, sebagai orang tua Anda harus berhati-hati dan terus memperhatikan kondisi buah hati Anda.

bayi & menyusui

Kapan Dapat Dikatakan Bayi Sering Buang Air Besar?

Pencernaan dapat menjadi indikator kesehatan seseorang, baik itu anak bayi ataupun orang dewasa. Ketika bayi sering buang air besar, mungkin tengah terjadi sesuatu di dalam dirinya. Pertanyaannya adalah, indikator apa yang dapat dijadikan sebagai landasan kita untuk menilai bayi sering atau jarang buang air besar?

Untuk menjawab pertanyaan ini harus diakui cukup sulit. Sebab frekuensi buang air besar pada bayi berbeda-beda bergantung dari usia dan tahap perkembangannya. Akan tetapi secara umum, frekuensi buang air besar pada bayi akan berkurang seiring ia bertambah usia.

Sering tidaknya bayi buang air besar dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya karena usus bayi yang sudah berkembang sempurna sehingga bisa menyerap nutrisi atau ASI lebih baik. Agar dapat memastikan sesuatu yang tengah terjadi pada bayi, seorang ibu tak boleh hanya berpatokan pada frekuensi buang air besar. Lebih dari itu, sebaiknya ibu juga  selalu memerhatikan kotoran bayi setiap dia buang air besar.

  • Patokan Frekuensi Buang Air Besar Anak Bayi

Kendati kenyataannya bayi bisa berbeda-beda dalam jumlah buang air besar, tetapi medis memiliki patokan tersendiri untuk itu. Setidaknya bayi akan mengalami empat kali buang air besar sehari dalam beberapa hari setelah kelahirannya. Bahkan ada beberapa kasus untuk bayi yang diberi ASI akan buang air besar sesaat setelah menyusui.

Jumlah itu akan meningkat selama beberapa berikutnya, mereka bisa buang air besar hingga 12 kali dalam sehari. Fenomena bayi sering buang air besar ini sudah umum terjadi sehingga tak perlu khawatir berlebihan. Bayi sering buang air besar bisa berlangsung dari 3 sampai 5 hari, bahkan seminggu sejak kelahirannya.

Seiring berjalannya waktu, bayi yang memasuki umur 12 minggu akan mulai mengalami penurunan frekuensi buang air besar. Setidaknya bayi dalam usia itu hanya akan buang air besar sebanyak1 hingga 8 kali sehari. Banyaknya tergantung dari keadaan sistem pencernaan mereka.

Beberapa bayi yang mendapat ASI secara eksklusif bahkan sering kali tidak buang air besar bahkan hingga 7 sampai 10 hari. Semuanya masih terbilang normal jika bayi masih merasa nyaman. Sementara untuk bayi dengan susu formula dia bisa buang air besar hingga 2 kali sehari.

Ketika bayi menginjak usia empat bulan dengan kondisi belum mengonsumsi makanan padat, frekuensi buang air besarnya akan kembali turun. Dikatakan bayi sering buang air besar jika dalam sehari mereka mengalami lebih dari dua kali. Sebab umumnya bayi di kelompok umur ini mereka hanya buang air besar satu atau dua kali saja.

Setelah bayi mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) baru semuanya akan berubah. Perbedaan akan terlihat dari frekuensi maupun konsistensi feses anak Anda. Pada usia ini bayi mungkin lebih jarang buang air besar, tetapi waktu buang air besarnya menjadi lebih teratur dari hari ke hari. Namun, jika bayi sering mengalami sembelit, diare, atau tidak buang air lebih dari seminggu, sebaiknya segera cari pertolongan.

  • Bayi Sering Buang Air Besar dan Kaitannya dengan Gangguan Pencernaan

Dari penjelasan di atas sudah dapat dipahami bahwa frekuensi buang air besar tak dapat dijadikan dasar untuk menilai sehat tidaknya kondisi pencernaan bayi. Sebagaii orang tua, Anda justru harus waspada jika bayi menunjukkan tanda-tanda rewel atau bisa dari kondisi fesesnya.

Kondisi feses yang encer, kehijauan, atau berlendir, memiliki kemungkinan soal kondisi pencernaan bayi. Bisa saja mereka mengalami diare atau flu perut (gastroenteritis). Biasanya, flu perut juga disertai dengan muntah karena adanya infeksi pada saluran pencernaan bayi.

Jadi, Anda bisa menaruh curiga jika bayi sering buang air besar disertai dengan kondisi feses yang tidak biasa. Bawalah anak Anda ke pusat kesehatan atau tenaga medis terdekat. Beri mereka pertolongan segera untuk menghindari segala macam risiko kesehatan.