Faskes

Tips Mempersiapkan Diri Sebelum Lakukan Prosedur Cabut Gigi

Ada beberapa alasan mengapa orang harus melakukan prosedur cabut gigi. Adanya kerusakan gigi yang berlebihan sehingga membuat mulut terasa tidak nyaman, infeksi gigi, atau bahkan gigi yang berjejal juga bisa menjadi alasan mengapa sebaiknya ada gigi yang dicabut.

Kemudian muncul beberapa pertanyaan mengenai bagaimana prosedurnya akan berlangsung? Apa saja yang perlu disiapkan ketika ingin menjalani prosedurnya?

Bagi Anda yang baru saja pertama kali ingin menjalani prosedur cabut gigi, prosedur ini mungkin akan terdengar sedikit menyeramkan, terutama bagi anak-anak. Namun tidak perlu khawatir, disini SehatQ akan membantu Anda mempersiapkan diri sebelum lakukan prosedur cabut gigi agar lebih tenang.

Cari tau jenis prosedur bedah yang akan dijalani

Hal pertama yang penting untuk Anda lakukan adalah dengan mengetahui jenis operasi seperti apa yang akan dijalani, sehingga Anda bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik. Dalam prosedur cabut gigi, terbagi atas dua, yaitu:

Ekstraksi sederhana

Pada ekstraksi sederhana, dokter gigi akan diberikan obat bius atau anestesi lokal. Tujuannya adalah untuk membuat area di sekitar gigi menjadi mati rasa, sehingga selama prosedur Anda tidak akan merasa rasa sakit yang berlebihan.

Selanjutnya, dokter gigi akan menggunakan alat yang disebut sebagai elevator untuk mengendurkan gigi agar gigi lebih mudah untuk dicabut. Anda mungkin bisa merasakan tekanan atau rasa nyeri sedikit selama proses tergantung dari seberapa parah keadaan gigi.

Ekstraksi bedah

Pada ekstraksi bedah, prosesnya lebih rumit dibandingkan dengan ekstraksi sederhana. Dokter gigi akan memberikan anestesi lokal dan anestesi intravena untuk membuat Anda merasa lebih tenang dan rileks selama proses bedah berlangsung.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan anestesi umum tergantung dengan kondisi. Ketika diberikan anestesi umum, Anda tidak akan sadarkan diri selama prosedur ekstraksi bedah berlangsung.

Dokter gigi kemudian akan melakukan tindakan dengan memotong gusi Anda, membuat sayatan kecil di area gigi yang hendak dicabut. Kemudah bagian tulang di sekitar gigi mungkin perlu dihilangkan atau melakukan pemotongan gigi sebelum gigi dicabut.

Mengetahui jenis prosedur apa yang akan dijalani dapat membantu Anda menentukan tingkat sedasi kedokteran gigi yang Anda inginkan, karena pencabutan gigi bedah dapat berlangsung sedikit lebih lama dan lebih rumit, terutama untuk pasien bedah mulut pertama kali. Pastikan untuk meminta klarifikasi ini kepada dokter, sehingga Anda sepenuhnya mengetahui tentang prosedur yang akan dijalani.

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Untuk membuat prosedurnya semakin lancar, Anda sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Jika Anda akan diberikan anestesi intravena, kenakan kemeja lengan pendek atau pakaian yang cukup longgar. Hindari konsumsi makanan atau minuman apapun selama enam sampai delapan jam sebelum prosedur berlangsung.
  • Hindari merokok sebelumnya.
  • Jika Anda mengalami pilek, sebaiknya beri kabar ke dokter untuk menjadwalkan ulang prosedurnya.
  • Ataupun jika Anda mengalami mual atau muntah di malam sebelumnya, segera beri tahu dokter gigi Anda untuk melakukan penjadwalan ulang.
  • Jika Anda diberikan anestesi umum selama prosedur cabut gigi berlangsung, hindari pulang sendiri dan usahakan untuk meminta seseorang mengantarkan Anda pulang.

Masa pemulihan setelah cabut gigi

Biasanya akan dibutuhkan beberapa hari untuk Anda pulih setelah prosedur cabut gigi. Namun ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk memastikan pemulihan berjalan lancar.

  • Kompres pipi di bagian dekat gigi yang dicabut setelah prosedur untuk mengurangi pembengkakan selama 10 menit.
  • Sesaat setelah dokter gigi menempatkan kain kasa di atas area yang dicabut, gigitlah untuk mengurangi pendarahan dan untuk membantu pembentukan gumpalan.
  • Biarkan kain kasa selama tiga sampai empat jam, atau sampai pembalutnya basah oleh darah.
  • Konsumsi obat yang diberikan oleh dokter atau pun yang dijual bebas yang bisa membantu mengurangi rasa sakit.
  • Beristirahatlah pada 24 jam pertama dan hindari melakukan aktivitas berat.
  • Jangan gunakan sedotan selama 24 jam pertama.
  • Jangan merokok.
  • Cobalah untuk makan makanan yang lunak untuk beberapa hari.

Jika Anda mengalami sakit gigi, segeralah berkonsultasi ke dokter gigi agar mendapatkan penanganan yang cepat tanpa harus menunggu kondisi gigi menjadi lebih buruk lagi.

Anda bisa lakukan konsultasi dengan tenaga medis profesional yang tersedia di SehatQ dengan mudah. Download aplikasi SehatQ di Google Play Store / App Store untuk nikmati fitur menarik yang tersedia.

Download aplikasi SehatQ sekarang!

Faskes

5 Persiapan Tes Pap Smear di Prodia Pacitan

Bagi Anda yang ingin sekali memeriksakan rahim Anda apakah ada sesuatu yang tidak beres dengan metode pap smear, Anda bisa melakukannya di Prodia Pacitan.

Pap smear sendiri adalah suatu metode yang digunakan untuk memeriksa sel-sel yang diambil dari leher rahim, dan selanjutnya diperiksa melalui mikroskop untuk melihat perubahan yang terjadi.

Metode ini merupakan salah satu pencegahan kanker serviks atau HPV selain dengan vaksinasi, dan ditujukan bagi wanita yang sudah menikah atau yang aktivitas seksualnya begitu aktif serta pernah berhubungan badan.

Kanker serviks sendiri merupakan salah satu penyakit mematikan di Indonesia, yang setiap tahunnya membunuh para wanita di negeri ini tanpa melihat semua latar belakang.

Adapun untuk prosedurnya adalah pemeriksa akan membuka vagina menggunakan spekulum yang dimasukkan ke rahim setelah itu akan keluar cairan yang diambil melalui spatula kayu atau plastik.

Sensitivitas dari tes ini adalah kurang lebih 90%, dan spesifitasnya juga kurang lebih 90%, dan pemeriksaannya harus dilakukan secara berkala supaya efektivitasnya tetap ada dalam mencegah kanker HPV. Untuk harga, tes pap smear ini dibanderol di kisaran Rp 520.000-an.

Tentunya tes atau pemeriksaan ini membutuhkan persiapan. Lalu apa saja persiapannya? Mari simak di bawah ini supaya pap smear yang Anda lakukan di Prodia Pacitan menjadi lancar!

1. Jangan melakukan pada saat haid

Persiapan pertama dan paling penting adalah Anda jangan melakukan pap smear pada saat Anda sedang menstruasi atau haid.

Kondisi yang demikian menyebabkan adanya darah pada vagina sehingga ketika ada melakukan pap smear sel-sel pada mulut rahim akan sulit terdeteksi.

2. Kenakan pakaian yang nyaman

Soal pakaian juga perlu Anda perhatikan saat pap smear. Kenakan pakaian yang nyaman dan memudahkan Anda membuka vagina saat diperiksa.

Kenakanlah pakaian dengan rok panjang yang memudahhkan pemeriksa mampu membuka dan melihat jelas vagina Anda.

3. Hindari krim, obat atau pelumas

Jangan sesekali mengoleskan krim, obat, atau pelumas ke vagina Anda saat Anda hendak pap smear.

Ini karena zat-zatnya bisa masuk ke sampel sehingga menyulitkan pemeriksaan. Jadi, biarkan saja vagina Anda polos tanpa ada diolesi apa pun.

4. Minta pendampingan perawat wanita

Tes pap smear adalah tes yang mengharuskan vagina Anda dibuka selebar mungkin yang berarti Anda harus menanggalkan celana dalam Anda.

Tentu saja bagi beberapa wanita hal tersebut cukup merisaukan jika alat kelaminnya dilihat oleh orang lain terutama yang lain jenis.

Untuk mengatasi hal ini Anda bisa meminta pendamping perawat wanita untuk kenyamanan atau Anda bisa meminta pemeriksa juga wanita.

5. Rileks

Saat Anda akan melakukan pap smear Anda harus rileks dan jangan tegang. Begitu juga saat pemeriksaan.

Pap smear sendiri cukup sakit karena metodenya yang memasukkan alat. Namun hal itu bisa diminimalkan jika otot-otot di sekitar vagina dilemaskan sehingga akan memudahkan pemeriksa mengambil sampel cairan dengan mudah.

Rasa sakit itu pun hanya sementara daripada Anda harus mengalami kanker serviks yang cukup menyakitkan sepanjang hidup, dan belum ada obatnya hingga saat ini.

Pemeriksaan pap smear juga tetap harus dilakukan meskipun Anda sudah melakukan vaksinasi HPV karena efektivitas vaksin akan berbeda pada semua jenis HPV.

Itulah beberapa persiapan yang perlu Anda lakukan saat Anda hendak melakukan pap smear di Prodia Pacitan sehingga tes rahim tersebut dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Faskes

Kapan Harus Test Swab Antigen dan PCR? Kenali Perbedaannya Hingga Harga Swab Test

Pandemi COVID-19 hingga kini masih belum usai. Masyarakat pun sudah akrab dengan pemeriksaan untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2, yaitu swab PCR dan swab antigen. Harga swab test ini juga berbeda-beda, begitu pula dengan hasilnya yang terkadang berbeda.

Swab antigen bekerja dengan mendeteksi protein spesifik dari virus SARS-CoV-2, sedangkan swab PCR mendeteksi materi genetik virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. 

Melakukan pemeriksaan COVID-19 penting dilakukan, terutama jika Anda memiliki gejala COVID-19 atau melakukan kontak dengan pasien yang positif COVID-19. Namun, test mana yang perlu Anda lakukan jika mengalami dua kondisi tersebut?

Swab antigen

Seperti yang telah disebutkan, swab antigen mampu mendeteksi protein spesifik dari virus corona. Pemeriksaan ini juga disebut dengan tes imun, tes usap, dan diagnosis.

  • Tujuan pemeriksaan

Swab antigen awalnya dilakukan untuk mendeteksi patogen pernapasan, seperti respiratory syncytial virus (RSV) dan virus influenza. Pada saat ini, swab antigen telah bisa digunakan sebagai tes untuk mengidentifikasi COVID-19, sesuai otorisasi penggunaan darurat dari Badan Pengawasan obat dan makanan Amerika Serikat (FDA).

  • Cara kerja

Pada dasarnya, antigen merupakan molekul yang mampu menstimulasi respon imun. Pemeriksaan ini bekerja dengan mendeteksi protein yang ditemukan dari virus yang terdeteksi, termasuk jenis virus penyebab COVID-19 seperti spike glikoprotein dan fosfoprotein.

  • Sampel

Sampel yang digunakan dalam tes antigen adalah lendir atau cairan yang berasal dari hidung atau tenggorokan. Pengambilan sampel dilakukan dengan alat yang mirip dengan cotton bud, namun berukuran panjang.

Setelah sampel diambil, petugas akan melakukan prosedur medis dan hasilnya dapat diketahui dalam hitungan menit.

  • Tingkat akurasi

Meskipun hasilnya bisa cepat diketahui, swab antigen dinilai kurang akurat karena bisa menghasilkan positif atau negatif palsu.

  • Hasil tes dan tarif pemeriksaan

Hasil tes akan menunjukkan reaktif atau non reaktif. Harga swab test ini berkisar antara Rp150.000,- hingga Rp275.000,-. Tarif ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan swab PCR.

Polymerase Chain Reaction (PCR)

Test yang direkomendasikan oleh WHO untuk mendeteksi virus COVID-19 adalah swab PCR. Test ini juga disebut dengan tes molekuler, tes amplifikasi asam nukleat, dan rapid test polymerase chain reaction.

  • Tujuan pemeriksaan

Test swab PCR ditujukan untuk mendiagnosa secara pasti dan dengan akurasi yang tinggi apakah seseorang telah terpapar virus COVID-19 atau tidak. Jika pasien mendapatkan hasil positif dengan gejala berat, maka harus mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin.

  • Cara kerja

Test PCR swab akan mendeteksi materi genetik dari virus SARS-CoV-2 berupa RNA dari sampel yang telah diambil.

RNA akan diubah menjadi DNA melalui enzim reverse- transcriptase. DNA tersebut akan diperbanyak hingga jutaan menggunakan mesin PCR. Selain itu, pemeriksaan ini juga mampu mendeteksi fragmen virus pada pasien yang sudah tidak terinfeksi COVID-19.

  • Sampel

Langkah awal dalam test swab PCR adalah mengambil sampel melalui swab nasofaring, yaitu lendir atau cairan pada hidung atau tenggorokan dengan alat seperti cotton bud panjang.

Sampel yang telah diambil akan dimasukkan pada wadah steril dan kemudian dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan selanjutnya.

  • Tingkat akurasi, hasil tes, dan tarif pemeriksaan

Hasil tes swab PCR akan menunjukkan hasil positif atau negatif yang kemudian menentukan langkah preventif untuk mencegah penyebaran virus penyebab COVID-19. Tingkat akurasinya cukup tinggi sehingga menjadi test yang paling dipercaya dalam mendeteksi COVID-19.

Hasil bisa didapatkan mulai dari 1 hingga 7 hari sejak pemeriksaan, tergantung dari tempat pemeriksaan.

Harga swab test ini memang lebih mahal dibandingkan swab antigen, yaitu mulai dari Rp450.000,- hingga Rp900.000,-.

Kapan Harus Test Swab Antigen atau Swab PCR?

Swab PCR rata-rata mampu mendeteksi virus COVID-19 mulai dari 3-4 hari setelah kontak dengan virus SARS-CoV-2. Sedangkan swab antigen mampu mendeteksi beberapa jam hingga satu hari setelah PCR terdeteksi.

Namun, gejala COVID-19 umumnya baru muncul dan jumlah virusnya mencapai jumlah paling tinggi pada hari ke 5. Maka dari itu, tingkat akurasi PCR paling tinggi adalah 5-7 hari setelah mengalami gejala.

Test PCR atau antigen perlu dikondisikan dengan kondisi pasien. Kondisi pertama adalah kontak erat dengan penderita COVID-19 namun tanpa gejala. Kondisi kedua, untuk orang yang merasakan gejala COVID-19 dan merasakan gejalanya.

Untuk kondisi pertama, disarankan untuk melakukan tes antigen atau PCR saat dinyatakan sebagai kontak erat. Jika hasil positif, maka langsung jalankan isolasi tanpa mengulang tes.

Jika pada kondisi dua terdapat gejala khas COVID-19, maka dianjurkan segera melakukan test PCR saat gejala tersebut timbul. Jika hasil positif, maka segera lakukan perawatan sesuai pedoman isolasi dan tidak perlu dilakukan tes ulang.

Test PCR ulang dilakukan sebagai konfirmasi untuk orang yang merasakan gejala COVID-19 hingga dibutuhkan perawatan di RS namun memiliki hasil negatif sebelumnya.

Salah satu rumah sakit yang mempunyai layanan pemeriksaan COVID-19 adalah RS Tebet yang berada di wilayah Jakarta Selatan. Hasil untuk swab PCR juga tergolong cepat, yaitu di hari yang sama saat pemeriksaan. 

Harga swab test akan tergantung dari jenis pemeriksaan yang Anda jalani. Dengan penjelasan sebelumnya, diharapkan Anda tidak perlu lagi kebingungan kapan sebaiknya melakukan test antigen atau test PCR.

Faskes

Rumah Sakit Lampung, Airan Raya Berikan Pelayanan Lengkap

Rumah Sakit Lampung Selatan memiliki banyak fasilitas kesehatan. Akan tetapi, tidak semua rumah sakit memiliki layanan yang lengkap dan memadai. Salah satu Rumah Sakit Lampung yang mempunyai layanan cukup banyak adalah RS Airan Raya yang terletak di Jl. Airan Raya No.99, Way Huwi, Kec. Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Berikut ini beberapa layanan yang mereka miliki.

1. Instalasi Gawat Darurat (IGD)

Semua fasilitas yang tersedia di IGD RS Airan Raya dirancang sesuai dengan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan darurat. Melayani kasus gawat darurat medis baik kasus trauma maupun khusus non trauma, termasuk resusitasi secara optimal dan profesional, guna mencegah kematian dan kematian penderita (life saving, limb saving dan life support). Petugas di lapangan baik Dokter UGD maupun perawat UGD yang profesional dan petugas. Peralatan lengkap, serta ditunjang pelayanan penunjang melayani pasien observasi yang keberatan untuk di rawat inap atau butuh pengawasan kurang dari 6 jam.

2. Unit Perawatan Tinggi (HCU)

Perawatan HCU RS Airan Raya adalah perawatan yang dilakukan pada pasien yang mengancam kegagalan fungsi organ, berguna untuk memperbaiki dan mempertahankan hidup selanjutnya. Selama perawatan pasien dilakukan observasi langsung oleh tenaga paramedis. Pada perawatan ini pasien tidak menggunakan alat bantu nafas. Setelah diperbaiki maka pasien dari HCU dapat dipindahkan ke Ruang Rawat Inap. Ruang HCU Rumah Sakit Lampung, Airan Raya memiliki kapasitas 3 TT, dilengkapi dengan fasilitas pemantauan yang optimal seperti Patient Monitor, Syringe Pump, dan Infus Pump serta tenaga medis dan paramedis professional penyimpanan

3. Kamar operasi

Rumah Sakit Lampung, Airan Raya saat ini memiliki 3 kamar operasi yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang optimal dan sesuai standar. Selama mendapatkan pelayanan di kamar operasi, pasien akan ditangani oleh dokter spesialis yang kompeten dan berpengalaman serta tenaga perawat yang bekerja.

4. Kamar bersalin

Rumah Sakit Lampung, Airan Raya memberikan pelayanan kebidanan yang sangat baik dengan menyediakan fasilitas kamar bersalin yang nyaman, bersih dan steril, alat alat kesehatan yang sesuai standar sehingga memberikan efek psikologis positif terhadap pasien yang akan melahirkan. Selain itu pelayanan kebidan diberikan oleh tenaga bidan yang diperoleh serta dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang kompeten. Kamar bersalin terletak di lantai 3 Rumah Sakit Lampung, Airan Raya dekat dengan Instalasi Perinatologi dan ruang rawat inap ibu.

5. Perinatologi 

Rumah Sakit Lampung, Airan Raya menyediakan Pelayanan Perinatologi baik level 1 maupun level 2. Pelayanan Perinatologi Level 2 dilengkapi dengan peralatan canggih CPAP (Continous Positive Airway Pressure), Patient Monitor, Syringe Pump, Infuse Pump, dan tenaga kerja seperti di bidang Perinatologi. Pelayanan perinatologi tingkat 1 sebagian besar diberikan Bersama dengan pelayanan Rawat Gabung ibu. Selama perawatan bayi sehat akan dilakukan selama 24 jam, dan ibu akan diberikan Pendidikan kesehatan tentang cara merawat bayi pada saat di rumah.

6. Laboratorium 

Rumah Sakit Lampung, Airan Raya dilengkapi fasilitas Laboratorium dengan berbagai alat analyzer dan teknologi modern yang akurat untuk menunjang pemeriksaan yang akan dilakukan oleh seorang pasien. Manfaat dari pemeriksaan laboratorium di Rumah Sakit Airan Raya antara lain:

– Diagnosis penyakit dapat diketahui dengan cepat

– Menilai berat ringannya organ – organ tubuh yang terganggu

– Membantu memberikan saran untuk mengobati lebih lanjut pasien.

7. Radiologi 

Pelayanan X – Ray di Rumah Sakit Lampung, Airan Raya juga memiliki alat penunjang medis yang dapat membantu dokter untuk mengetahui penyakit pasien dibagian tulang yaitu X-Ray. X – Ray adalah alat dengan tingkat kecanggihan mencapai 200 MA, sehingga menghasilkan foto rontgen yang jelas.

Faskes

Proses Vaksinasi Covid-19 Di Kediri Termasuk Rumah Sakit Kediri

Pemerintah Kota Kediri mendapatkan alokasi vaksin Covid-19 untuk 3.435 orang. Dinas Kesehatan Kota Kediri telah menyiapkan sembilan Puskesmas dan enam rumah sakit Kediri sebagai tempat penyelenggaraan vaksin Covid-19. Pemkot Kediri menyiapkan sasaran vaksin untuk tahap pertama yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 14 Januari-April 2021. Jumlah sasaran yang terdata pada tahap pertama yaitu 5.320 orang terdiri dari tenaga kesehatan dan pendukung tenaga kesehatan. 

Di antara lokasi vaksinasi di Kediri akan digelar di RSUD Gambiran, RS Bhayangkara, RS Baptis, RS Muhammadiyah, RS Lirboyo dan RS DKT. Kesemuanya sudah siap baik tenaga vaksinator dan juga sarpras. 

Dalam pelaksanaannya nanti, Dinkes Kota Kediri membuat prosedur pelaksanaan vaksin dari sasaran yang terdata yaitu usia 18-59 tahun. Selanjutnya, menerima penjelasan tentang vaksin dan juga menandatangani surat persetujuan. Dalam hal waktu, bersedia mengikuti aturan dan jadwal imunisasi.

Dinkes juga menetapkan orang yang tidak boleh divaksin yaitu memiliki riwayat penyakit epilepsi/ayan dan gangguan syaraf lainnya. Menerima imunisasi jenis lain dalam sebulan terakhir atau akan menerima imunisasi dalam 1 bulan ke depan. Dan berencana akan pindah domisili sebelum jadwal imunisasi selesai. 

Proses vaksinasi Covid-19 bakal selesai lebih cepat. Bila rencana awal pemerintah menetapkan bakal rampung pada 2022, vaksinasi akan selesai akhir tahun ini. Terkait hal itu, pemkot tentu akan mengupayakan hal tersebut. Terlebih, sejak awal vaksinasi dicanangkan, pada prinsipanya pemkot telah siap untuk melaksanakannya. Pasalnya segala kebutuhan dan peralatan penunjang untuk proses vaksinasi tersebut telah dipersiapkan dengan matang.

Sementara itu, total tenaga kesehatan (nakes) yang telah menjalani vaksinasi ada sebanyak 2.489 orang per Senin (1/2/2021). Sedangkan total nakes di Kota Kediri yang menjadi sasaran vaksinasi tersebut mencapai sekitar 5.200 orang. Meskipun begitu, pihaknya yakin bahwa vaksinasi tahap pertama terhadap nakes tersebut akan dapat segera dirampungkan. Target vaksinasi kepada seluruh nakes di Kota Kediri tersebut akan selesai selama seminggu pada bulan Februari lalu. 

Untuk aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja publik akan masuk vaksinasi tahap kedua. Dengan catatan, mereka tidak memiliki penyakit bawaan penyerta. Atau yang sering dikenal dengan istilah komorbid. Sementara itu, di Kabupaten Kediri sudah menyelesaikan tenaga kesehatan yang telah mendapatkan vaksin Covid-19 disetiap pelayanan kesehatan seperti rumah sakit Kediri. 

Jika sebelumnya yang mempunyai hipertensi adalah maksimal tekanan darahnya 130 mmHg, namun yang tekanan darahnya hingga 180 mmHg saat ini sudah diizinkan. Perubahan kebijakan itu dilakukan setelah ada penelitian lanjutan dan vaksin tersebut aman untuk mereka. 

Program vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Kota Kediri untuk para pekerja publik masih terus berlanjut. Mengingat pekerjaan mereka yang diharuskan berinteraksi pada banyak orang setiap harinya.

Seperti yang sudah disosialisasikan, vaksin adalah salah satu cara, supaya bisa lepas dari jerat pandemi Covid-19 dengan membentuk herd immunity pada masyarakat. Hal itulah yang membuat Pemerintah Kota Kediri, melalui Dinas Kesehatan tiada henti-hentinya mengebut pelaksanaan vaksinasi bagi warganya.

Alfan Sugiyanto, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Kediri mengatakan bahwa vaksin yang digunakan untuk lansia dan keluarganya tersebut, menggunakan jenis Sinovac. “Bukan AstraZeneca, vaksin untuk para lansia ini akan menggunakan jenis vaksin Sinovac,” ujarnya.

Disamping itu, Alfan juga menjelaskan bagaimana cara mendaftar dalam program vaksinasi di bulan vaksinasi ini. Menurutnya, masyarakat yang hendak mendaftar, supaya memastikan telah memenuhi persyaratan.

“Syaratnya adalah warga asli Kota Kediri yang telah lansia, pra lansia dan keluarga lansia yang tinggal serumah dengan lansia, selain itu pastikan untuk menyiapkan fotokopi kartu keluarga dan KTP,” tandasnya.

Sedangkan untuk pendaftaran bisa menghubungi RT/RW setempat lengkap dengan persyaratan yang diwajibkan. Selain itu, pendaftar juga bisa melakukan registrasi melalui laman http://bit.ly/VaksinasiLansiaKotaKediri dan mengisi form yang tercantum didalamnya.

Adapun pendaftaran vaksinasi bagi lansia ini, menurut Alfan, jika telah memenuhi target pendaftar, layanan dapat ditutup sewaktu-waktu, sesuai ketersediaan dari dosis vaksin serta tempat vaksinasi di rumah sakit Kediri atau tempat vaksinansi massal. “Bagi masyarakat yang memiliki pertanyaan atau masih bingung, Dinas Kesehatan Kota Kediri membuka layanan kontak person melalui nomer 082140069681 (Meylani),” pungkasnya.