Olahraga

8 Rekomendasi Tempat Olahraga Selain Gym

Untuk memiliki tubuh yang sehat, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat dan menyempatkan waktu untuk berolahraga. Memang tidak sedikit orang yang memilih olahraga di tempat gym. Namun, jika Anda terlalu sibuk mungkin sedikit susah mengatur waktu untuk olahraga di gym. Anda tidak perlu khawatir, karena masih banyak tempat olahraga selain gym.

Berolahraga di gym juga menuntut Anda merogoh kocek lebih dalam. Jika tidak menginginkan hal tersebut, Anda bisa mencoba berbagai tempat lainnya untuk berolahraga.

Tempat olahraga selain gym antara lain taman, pantai dan rumah

Tempat Olahraga Selain Gym

Beberapa rekomendasi tempat olahraga yang bisa Anda coba, diantaranya adalah:

  1. Rumah

Siapa bilang olahraga tidak bisa dilakukan dirumah? Padahal, banyak jenis olahraga yang bisa Anda lakukan selama dirumah saja. Anda juga tidak membutuhkan alat-alat tertentu untuk melakukan olahraga dirumah.

Beberapa olahraga yang bisa Anda lakukan dirumah adalah yoga, push up, sit up, dan pull up. Selain itu, Anda juga bisa melakukan senam aerobik dengan mengikuti video di internet.

  1. Lapangan kompleks

Jika disekitar lingkungan Anda ada lapangan, maka Anda bisa berolahraga sendiri atau bersama kerabat di lapangan tersebut.

Meskipun ukurannya tidak sebesar lapangan umum, Anda tetap bisa memanfaatkannya untuk sekedar berlari, olahraga skipping, atau bermain badminton.

  1. Taman

Jika ingin olahraga dengan suasana baru dan tentunya gratis, Anda bisa coba berolahraga di taman kompleks atau taman kota. Jika memilih berolahraga di taman kompleks, Anda bisa melakukan jogging, tai chi, yoga, atau freeletics.

Saat ini, banyak taman kota yang menyediakan fasilitas untuk berolahraga dengan peralatan tertentu seperti alat fitnes outdoor. Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas ini sambil menghirup udara segar di ruang hijau.

  1. Trek sekitar rumah

Jogging tidak selalu harus dilakukan di tempat khusus lari. Anda bisa mengelilingi sekitar perumahan sambil menggunakan aplikasi olahraga yang bisa memantau seberapa jauh Anda bergerak.

  1. Pantai

Jika Anda tinggal disekitar pantai atau sedang liburan di pantai, Anda bisa memanfaatkannya untuk melakukan aktivitas fisik yang membakar kalori. 

Anda bisa berjalan atau berlari di pasir pantai sambil menikmati keindahan pemandangan. Berlari di atas pasir pantai akan membakar banyak kalori karena Anda harus bekerja lebih keras untuk melewati pasir tersebut.

Anda juga bisa bermain volly pantai dengan kerabat atau berenang. Namun, jika berenang di pantai, pastikan Anda tetap waspada dan tidak terlalu ke tengah, ya.

  1. Mall

Selain sebagai tempat berbelanja, Anda juga bisa memanfaatkan mall sebagai tempat berolahraga. Berjalan kaki mengelilingi mall bisa membantu Anda membakar kalori. Hal ini juga dapat membuat Anda untuk menahan tidak banyak jajan makanan saat sedang berada di mall.

  1. Gunung atau bukit

Apabila rumah Anda berada di sekitar gunung atau perbukitan, Anda bisa memanfaatkannya untuk berolahraga dan melatih otot. Anda bisa mendaki gunung atau bukit tersebut sambil menikmati keindahan alam yang menyegarkan pikiran.

  1. Kantor

Terlalu sibuk di kantor hingga tidak bisa olahraga? Jangan khawatir, Anda tetap bisa membakar kalori selama berada di kantor. 

Lakukanlah stretching tangan, leher, dan badan bagian atas, sehingga tubuh tetap fleksibel. Duduk seharian di kantor atau berada di posisi yang sama terlalu lama dapat membuat Anda merasakan sakit kepala, sakit punggung, hingga gangguan saraf. Maka dari itu, pastikan Anda tetap bergerak selama berada di kantor.

Itu tadi 8 rekomendasi tempat olahraga selain gym yang bisa Anda coba. Pastikan Anda tetap berolahraga secara rutin dan teratur dimana pun itu agar tubuh tetap sehat dan bugar, ya.

Tips Latihan Aerobik bagi Ibu Hamil Sesuai Usia Kehamilan
Olahraga

Tips Latihan Aerobik bagi Ibu Hamil Sesuai Usia Kehamilan

Bagaimana jika tulisan ini dibuka dari: apa senam yang cocok dilakukan bagi ibu hamil? Mungkin kamu mengetahui jika senam untuk ibu hamil ada banyak pilihannya. Tapi tahukah kamu kalau latihan aerobik  jadi jenis olahraga yang bisa dan aman dipilih ibu hamil karena memiliki banyak manfaat untuk ibu dan janin. 

Latihan aerobik punya banyak manfaat, tentunya. Pertama dan utama membuat kondisi tubuh tetap bugar. Tahukah kamu jika tubuh bugar akan berdampak pada banyak hal mendasar lain, seperti membuat tidur malam menjadi lebih nyenyak dan lain sebagainya. 

Namun, hati-hati dalam melakukan latihan aerobik. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan jika kamu berniat melakukannya. Pastikan kamu hanya melakukan latihan aerobik dengan jenis aerobic low impact. Latihan aerobik jenis ini dilakukan dengan intensitas aliran gerakan yang ringan atau lambat. Latihan aerobic low impact dalam senam aerobic punya banyak gerakan, antara lain yaitu single step atau langkah tunggal, double step atau langkah ganda, dan V step atau langkah segitiga. 

Meski termasuk jenis senam yang aman dilakukan wanita hamil, tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ibu hamil melakukan latihan aerobic. Terlebih, ibu hamil harus memperhatikan usia kehamilannya. Nah, informasi lengkapnya ada di bawah ini:

1. Trimester Pertama

Sebelum mulai melakukan senam hamil, disarankan Ibu harus berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter kandungan untuk mengetahui kondisi kesehatan janin secara keseluruhan. Jika telah mendapat kepastian bahwa kesehatan Ibu dan janin berada dalam kondisi baik, maka tak perlu ragu untuk segera memulai latihan aerobik.

Agar kegiatan latihan aerobik lebih menyenangkan dan tak membuat tubuh Ibu terasa kegerahan, maka gunakanlah pakaian yang berlapis namun mampu menyerap keringat. Ketika intensitas gerakan semakin meningkat dan tubuh semakin terasa panas, Ibu bisa membuka lapisan pakaian terluar untuk membantu mengurangi rasa gerah.  

2. Trimester Kedua

Latihan aerobik yang dilakukan secara rutin pasti membuat tubuh semakin terbiasa sehingga intensitasnya bisa dinaikkan. Meskipun begitu, Ibu tetap perlu mempertimbangkan intensitasnya ketika dinaikkan, karena akan berdampak pada janin. 

Jika sering kesulitan bernapas dan sulit berbicara di tengah latihan aerobik yang dilakukan, itu artinya Ibu terlalu lelah dan harus segera beristirahat.

Senam aerobic low impact umumnya dilakukan seiring alunan musik yang diputar sehingga Ibu bisa ikut bernyanyi sambil menggerakkan tubuh untuk menciptakan suasana yang lebih hangat dan rileks. Jangan lupa juga selalu menyiapkan sebotol air minum untuk mencegah dehidrasi yang bisa menimbulkan rasa pusing dan lemas.  

3. Trimester Ketiga

Ketika memasukki trimester akhir kehamilan, perut Ibu pasti semakin membesar sehingga tak bisa terlalu banyak melakukan gerakan yang sulit. Ibu juga harus menghindari gerakan latihan aerobik yang menimbulkan hilangnya keseimbangan, seperti berputar di tempat dengan tempo cepat. 

Ibu tidak perlu memaksakan gerakan tertentu dan sebaiknya lakukan latihan aerobik yang lebih ringan, serta bisa dinikmati tanpa membuat Ibu nampak kelelahan. 

Apabila di tengah latihan aerobik Ibu merasakan mual, pusing, penglihatan menjadi kabur, dan terasa ada cairan yang keluar dari vagina, segera beristirahatlah dan hentikan aerobic low impact yang sedang dilakukan. 

Akan tetapi, jika semua gejala masih juga belum hilang setelah beristirahat dan mengonsumsi makanan serta minuman tertentu, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan secara mendalam. 

Pada dasarnya, latihan aerobik jenis aerobic low impact akan jauh lebih menyenangkan jika dilakukan beramai-ramai. Jadi tak ada salahnya kalau Ibu mengikuti kelas senam hamil di tempat yang direkomendasikan oleh dokter. Selain membuat lebih bersemangat saat berolahraga, Ibu juga bisa mendapat pengawasan dan arahan dari instruktur yang berpengalaman di kelas senam hamil tersebut. Selamat melakukan latihan aerobik yang rutin, ya. Semoga kamu dalam keadaan selalu sehat dan janin tetap aman hingga hari kelahiran tiba.

Olahraga

Yuk Ketahui Apa Saja Teknik Permainan Bola Kasti

Jenis permainan bola kasti seringkali dimainkan terutama ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Selain termasuk permainan yang mudah dimainkan, olahraga ini juga bisa melatih ketangkasan dan kerja sama tim. 

Anda bisa memainkan bola kasti di lapangan seluas 70 x 40 meter dan 10 meter untuk bagian ruang tunggunya. Sama seperti olahraga permainan lain, harus ada 1 wasit yang memimpin dan biasanya dibantu 3 orang penjaga garis, dan 1 orang pencatat waktu. 

Permainan bola kasti terdiri dari dua babak yang masing-masing berdurasi 20 – 30 menit dengan jeda istirahat 15 menit.

Tertarik bermain bola kasti? Yuk simak tekniknya dulu, berikut ini: 

Teknik Melempar Bola Kasti 

Teknik melempar bola kasti penting Anda ketahui agar bisa mematikan lawan dari regu penjaga saat menjadi tim pemukul.

Cara melempar bola kasti yang benar yaitu dengan memegang bola erat dalam posisi jari-jari tangan terbuka menghadap ke atas.

Dalam permainan bola kasti, ada 3 teknik melempar bola, yaitu:

Lemparan Melambung

Lemparan melambung dilakukan oleh seorang pelambung. Anda dapat melakukan lemparan bola melambung jika ingin mengoper bola kepada teman yang berada cukup jauh jaraknya dari posisi Anda.  

Jika ingin melambungkan bola, posisi badan perlu dicondongkan ke belakang sebelum melempar. Sambil mengarahkan pandangan kepada lawan, lemparkan bola ke atas agar bola melambung mengenai target lemparan.

Lemparan bola lurus 

Jenis lemparan ini digunakan untuk mengenakan bola dengan pelari atau pemukul yang menjadi lawan tim Anda. Posisi melempar ini perlu dilakukan berulang agar nantinya bisa mengenai sasaran dengan tepat. 

Cara melakukan lemparan dengan mengarahkan pandangan ke target, dan posisikan tubuh dalam kondisi tegak. Lemparkan bola ke arah mendatar dengan menggunakan tangan kanan.

Anda tidak boleh mengarahkan bola pada bagian dada ke atas (terutama leher, wajah, dan tempurung kepala) karena akan sangat berbahaya.

Lemparan Bola ke Bawah

Sama seperti teknik sebelumnya, badan harus diposisikan tegak agar arah lemparan sempurna. Pegang bola kasti dengan tangan kanan, lalu lemparkan ke arah bawah sambil memusatkan pandangan ke arah target (lawan).

Teknik Memukul Bola Kasti

Anda harus mengetahui teknik memukul yang benar. Arahkan bola agar tidak menguntungkan lawan.

Berikut ini jenis memukul dalam permainan bola kasti yang harus Anda kuasai: 

Pukulan Mendatar

Untuk melakukan pukulan mendatarkan mulailah dengan sikap awal tegak sambil memegang erat pemukul. 

Perhatikan arah datangnya bola, lalu pukul keras ke arah mendatar saat bola mengenai pemukul.

Pukulan Melambung

Fokuskan pandangan ke arah datangnya bola yang dilempar oleh pelempar. Jaga posisi tubuh agar tetap tegak sambil menggenggam erat tongkat pemukul. 

Saat bola menghampiri Anda, pukulah ke arah atas agar bola melambung tinggi.

Pukulan ke Arah Bawah

Untuk mengarahkan bola ke bawah, Anda bisa membidik bola ke arah bawah. Sebelum itu, tetap perhatikan sikap tubuh dalam posisi tegak untuk memukul bola dengan tongkat pemukul.

Teknik menangkap bola kasti

Cara menangkap bola ini sendiri sangat bervariasi, tergantung arah datangnya bola. Adapun penjelasannya berikut ini: 

Tangkapan Bola Mendatar

Ketika lawan melempar bola secara mendatar, Anda harus menangkapnya dengan cara harus langsung memfokuskan pandangan ke arah datangnya bola.

Bengkokkan siku tangan di hadapan dada dengan posisi berdiri tegak dengan kaki kanan di depan.

Tangkapan Bola Melambung

Bola yang dilempar secara melambung bisa Anda tangkap dengan memusatkan tubuh dalam posisi tegak dengan kaki kanan di arah depan. 

Kemudian pusatkan ke arah datangnya bola dengan posisi siku yang dibengkokkan sambil meregangkan telapak dan jari-jari tangan, siap menangkap bola.

Tangkapan Bola Arah Bawah

Untuk menangkap bola arah bawah, pastikan sikap tubuh dalam posisi tegak dengan kaki kiri di depan. 

Arahkan pandangan dari datangnya bola, tekuk kaki kiri dengan posisi lutut kanan menempel ke tanah.

Teknik Berlari

Yang tidak kalah penting untuk Anda ketahui dalam teknik permainan bola kasti yaitu teknik berlari. Dalam permainan bola kasti, para pemain tidak hanya harus cepat, tapi juga tepat. 

Pasalnya, seorang pemain baru bisa berlari meninggalkan base setelah bola dipukul, itupun dengan terlebih dahulu membaca situasi bola. Jika bola dipukul jauh, Anda bisa berlari ke ruang kosong atau melewati banyak base. Namun jika bola dipukul pelan, sesuaikan jaraknya agar tidak dikenai bola oleh tim yang bertahan.

Bagaimana, sudah semakin siap bermain permainan bola kasti? Saat ingin bermain, jangan lupa siapkan perlengkapan tongkat pemukul, bola tenis, dan bendera atau tiang untuk memberikan penanda di setiap sudut lapangan. Selamat bermain!