bayi & menyusui

4 Rekomendasi Baby Bouncer Elektrik Terbaik untuk Bayi

Apakah Anda sedang mencari baby bouncer yang praktis untuk digunakan? Kalau begitu baby bouncer elektrik bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda karena alat ini dapat bergerak secara otomatis dengan bantuan baterai atau aliran listrik sehingga Anda tidak perlu menggoyang atau mengayunkan baby bouncer setiap saat. Dengan bantuan remote control, Anda dapat mengatur sendiri kecepatan alat ini bergerak. Apa saja baby bouncer elektrik terbaik untuk bayi? 

Baby Bouncer Elektrik Terbaik untuk Bayi

Beberapa orangtua ada yang lebih memilih baby bouncer elektrik karena dinilai lebih praktis, meskipun harga yang ditawarkan biasanya lebih mahal dibandingkan jenis manual. Namun, apabila Anda tidak masalah dengan harga baby bouncer otomatis ini, berikut adalah beberapa rekomendasi baby bouncer elektrik terbaik yang aman dan nyaman digunakan bayi. 

Baby bouncer
  1. Nuna Leaf Grow

Nuna Leaf Grow menawarkan baby bouncer kualitas premium dengan berbagai keunggulan yang dimiliki. Mulai dari kemampuan bergerak tanpa menimbulkan suara berisik sehingga bayi tidak mengganggu kenyaman bayi saat tidur, bagian bantal yang bisa dilepas dan dicuci menggunakan mesin cuci, hingga sabuk pengaman untuk mencegah bayi terjatuh saat berada di baby bouncer

Dari segi dimensi, baby bouncer ini cukup besar, yakni 45x71x72 cm. Selain itu, Nuna Leaf bouncer ini juga sangat kokoh, bahkan mampu menahan beban hingga 60 kg. 

Sangat cocok bagi Anda yang mencari baby bouncer yang bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Keunggulan lain yang dimiliki oleh baby bouncer ini adalah, alat ini dapat bergerak sendiri setiap 2 menit dengan sekali sentuh saja tanpa bantuan baterai ataupun listrik. 

Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, tak heran jika baby bouncer Nuna Leaf Grow dibanderol dengan harga cukup mahal, yakni Rp3.100.000.

  1. Cocolatte Swing Snuggli

Mencari baby bouncer elektrik dengan harga yang lebih terjangkau? Cocolatte Swing Snuggli ini bisa jadi pilihan tepat untuk Anda. 

Tak hanya memiliki harga yang lebih terjangkau saja, baby bouncer ini juga menawarkan sejumlah fitur unggulan yang dapat membuat bayi merasa nyaman berada di alat ini. Cocolatte Swing Snuggli dapat bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya dengan lima sudut ideal dan dilengkapi dengan kelambu dengan jaring nyamuk untuk menambah keteduhan sekaligus melindungi si kecil dari gigitan serangga.

Tak sampai disitu saja, produk ini juga dilengkapi dengan mainan yang tergantung di kanopi, 15 jenis musik dengan pengaturan volume, hingga USB flash drive dan konektivitas Bluetooth smartphone untuk memutar musik favorit si kecil. Anda juga tidak perlu khawatir bayi terjatuh karena baby bouncer ini sudah dilengkapi dengan 5 titik sabuk pengaman.

Dengan berbagai fitur unggulan tersebut, produk ini hanya dijual dengan harga Rp1.199.000 saja. Cukup terjangkau, bukan?

  1. Sugarbaby HUG ME Automatic Baby Swing Chair

Baby bouncer elektrik berikutnya berasal dari merk Sugarbaby, yaitu HUG ME Automatic Baby Swing Chair yang dilengkapi dengan meja yang bisa dilepas dan pasang dengan mudah. Uniknya, baby bouncer elektrik dari Sugarbaby ini dirancang dengan ayunan side to side yang memiliki sudut khusus 25 seperti pelukan ibu sehingga membuat bayi nyaman selama berada di baby bouncer ini. 

Terdapat 3 level kecepatan ayunan dengan pengaturan waktu otomatis, yakni mulai dari 8 hingga 30 menit. Selain itu, Anda juga bisa memutar 10 lagu klasik dan mainan boneka untuk menemani si kecil. 

Untuk melindungi bayi dari gigitan nyamuk dan panas, Sugarbaby HUG ME Automatic Baby Swing Chair dilengkapi kanopi dan jaring nyamuk yang dapat dilepas pasang. Lalu, berapakah harga yang ditawarkan Sugarbaby untuk baby bouncer ini?

Untuk mendapatkan baby bouncer ini, Anda harus mengeluarkan uang Rp1.024.000. 

  1. Graco Swing & Sooth Simple Sway

Baby bouncer elektrik dari Graco Baby ini dirancang dengan kaki penopang berbentuk segitiga sehingga memperkecil risiko bouncer terjatuh ke belakang. Selain itu, Graco Swing & Sooth Simple Sway ini juga didesain menggunakan material yang kokoh sehingga aman digunakan untuk jangka panjang. 

Selain itu, bouncer ini juga memiliki bantalan kepala yang empuk sehingga membuat bayi tetap nyaman. Gerakan bergoyang yang lembut juga dapat menenangkan bayi. Terdapat 6 kecepatan ayunan yang bisa diatur sesuai tingkat kenyamanan bayi. Untuk harga sendiri, baby bouncer dari Graco Baby ini dijual sekitar Rp1.400.000-an. 

Selain Usia, 5 Tanda Anak Siap Sekolah PAUD
Parenting

Selain Usia, 5 Tanda Anak Siap Sekolah PAUD

Agar anak bisa bersosialisasi dengan teman-teman seusianya, tak sedikit orang tua yang berlomba-lomba memasukkan anaknya ke sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Padahal, usia bukanlah faktor utama sebagai penentu kesiapan anak masuk sekolah. Ada beberapa kesiapan yang harus diperhatikan orang tua, seperti kemampuan dalam memahami instruksi dan berkomunikasi. Berikut beberapa tanda anak siap masuk sekolah PAUD. 

Tanda Anak-anak Siap Masuk Sekolah PAUD

Setiap negara punya kebijakannya masing-masing mengenai usia ideal anak untuk mulai bersekolah. Misalnya, anak-anak di Australia mulai sekolah PAUD sejak usia 4-5 tahun, sedangkan Finlandia pada usia 6 tahun. 

Bagaimana dengan Indonesia? Mengacu pada Peraturan Kementerian Pendidikan Tahun 2018, anak bisa mulai masuk sekolah PAUD sejak baru lahir sampai usia 6 tahun. Sekolah PAUD di Indonesia sendiri terdiri dari dua jalur, yaitu formal dan nonformal. 

PAUD formal artinya pelayanan pendidikan pada anak usia dini disediakan oleh pemerintah daerah ataupun swasta. Sementara nonformal, dilakukan sendiri oleh orangtua di rumah. 

Lantas, apa saja tanda bahwa anak sudah siap untuk masuk sekolah PAUD?

Bisa berbicara dengan jelas

Salah satu tanda anak sudah siap untuk masuk sekolah adalah bisa berbicara dengan jelas. Hal ini ditandai dengan, kemampuan anak dalam mengutarakan keinginannya dengan jelas atau mampu menggambarkan sesuatu yang baru saja terjadi seperti perjalanan ke perpustakaan atau kunjungan ke kebun binatang. 

Tidak masalah jika belum sempurna yang penting Anda maupun orang lain bisa memahami apa yang anak bicarakan. Selain itu, dengan kemampuan berbicara yang jelas juga memudahkan anak untuk berinteraksi dan tidak kebingungan ketika mengikuti pelajaran di sekolah. 

Mandiri tanpa perlu didampingi

Apakah anak bisa bermain dengan nyaman dengan teman-temannya tanpa didampingi orangtua? Atau tidak menangis saat tidak didampingi orangtua saat belajar di dalam kelas? 

Jika iya, ini bisa menjadi tanda anak sudah siap untuk masuk sekolah. Sebab, saat di sekolah, orangtua tidak bisa mendampingi anak secara penuh sehingga dibutuhkan kemandirian anak sebelum mulai masuk sekolah. 

Selain tidak menangis saat jauh dari orangtua, mandiri dalam hal ini juga berarti anak bisa makan dan minum sendiri, bermain sendiri, mau ikut merapikan mainan, dan mampu menjaga barang-barang pribadinya. Sebab, saat di sekolah, tidak ada orangtua yang akan merapikan alat tulis atau buku-bukunya. 

Bisa memahami instruksi dengan baik

Saat di sekolah, anak diajarkan bagaimana cara merapikan mainan, belajar baris-berbaris dengan teman-teman sekelasnya, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, pastikan anak sudah bisa memahami instruksi yang diberikan dengan baik sebelum masuk ke sekolah. 

Jika anak belum mampu memahami dan menjalankan instruksi dengan baik, maka akan kesulitan saat proses pembelajaran berlangsung. Cobalah untuk memberikan tugas mudah kepada anak, seperti memintanya memasukkan mainan ke dalam kotak, merapikan tempat tidur, atau membantu membawakan surat.

Berani berinteraksi dengan orang lain

Tanda anak sudah siap masuk sekolah PAUD berikutnya adalah berani berinteraksi dengan orang lain, baik teman sekelasnya maupun guru di sekolah. Mereka tidak takut untuk bermain atau berbagi dengan teman-temannya. 

Jika anak masih takut dan sering menangis apabila bertemu dengan orang lain diluar keluarga intinya, Anda bisa melatihnya dengan mengajak anak jalan-jalan ke taman bermain dan biarkan ia bersosialisasi dengan anak-anak seusianya. Selain melatih kemampuan bersosialisasinya, hal ini juga dapat melatih keberanian dan rasa percaya diri anak di depan orang lain. 

Kemampuan motorik sudah terasah

Sebelum mendaftarkan anak ke sekolah, pastikan kemampuan motorik anak sudah terasah, seperti mampu memegang pensil dengan benar, menulis nama sendiri, mengikat tali sepatu, memakai baju sendiri, hingga menggunakan gunting. Jika anak sudah bisa melakukannya sendiri, ini tandanya anak sudah siap untuk masuk sekolah PAUD.

bayi & menyusui

Manfaat Kolin untuk Anak Dalam Susu Dancow

Kolin di dalam susu Dancow adalah nutrisi penting yang harus Anda perhatikan. Banyak dari orangtua yang tidak cukup memberikan anak mereka makanan yang mengandung kolin, padahal anak membutuhkan setidaknya 550 mg kolin per hari. Oleh karena itu, Anda harus memikirkan kolin sebagai nutrisi penting untuk anak Anda.

Fosfatidilkolin adalah bentuk utama kolin yang ditemukan dalam makanan. Selain susu Dancow, Anda juga bisa menemukan kandungan kolin di dalam makanan berikut ini:

– Hati, 3 ons. 283mg

– Bibit gandum, 1 cangkir 201mg

– Ikan putih 1 fillet 102mg

– Steak, 3 ons. 86

– Salmon, 3 ons. 74mg

– Kacang lima, 1 cangkir dimasak 75mg

– Dada ayam, 3 ons. 70mg

– Udang, 3 ons. 69mg

– Kubis brussel, 1 cangkir dimasak 63mg

– Brokoli, 1 cangkir dimasak 63mg

– Susu, skim, 8 ons. 38mg

– Selai kacang, 2 sendok makan 20mg

– Almond, 1 ons. 15mg

Susu Dancow yang enak

Konsumsi telur dan makanan berprotein tinggi seperti daging, unggas, dan makanan laut juga efektif meningkat asupan kolin dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya sama sekali. 

Asupan kolin yang dibutuhkan/hari

Jadi berapa banyak kolin yang Anda butuhkan? Asupan kolin bergantung pada usia seseorang hingga jenis kelamin. Berikut rincian detailnya.

– Bayi 0 – 6 bulan = 125 mg

– Bayi 7 – 12 bulan membutuhkan 150 mg

– Anak-anak 1 – 3 tahun membutuhkan 200 mg

– Anak-anak 4 – 8 tahun membutuhkan 250 mg

– Anak-anak 9 – 13 tahun membutuhkan 375 mg

– Anak laki-laki 14 – 18 tahun membutuhkan 550 mg

– Anak perempuan 14 – 18 tahun membutuhkan 400 mg

– Pria dewasa 19 – 70+ tahun membutuhkan 550 mg

– Wanita dewasa 19 – 70+ tahun membutuhkan 425 mg

– Wanita hamil 14 – 50 tahun membutuhkan 450 mg

– Wanita menyusui 14 – 50 tahun membutuhkan 550 mg

Anda perlu memberikan anak susu Dancow yang mengandung kolin. Selain penting untuk anak, wanita hamil dan menyusui juga memerlukan kolin. Mereka akan mengalami peningkatan kebutuhan kolin karena nutrisi diangkut ke plasenta dan janin selama kehamilan (dan ditransfer ke ASI saat menyusui).

Kolin dapat dibuat oleh tubuh, tetapi tidak dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhannya. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan kolin tambahan melalui asupan makan Anda. Beberapa makanan yang kaya akan kolin, termasuk, udang dan makanan laut lainnya (kerang, tuna, cod, salmon liar, sarden), unggas (ayam dan kalkun, terutama hati ayam), daging sapi, kuning telur, susu, kacang tanah, kacang-kacangan, sawi hijau, kubis brussel, lobak swiss, kembang kol dan bayam.

Apa yang harus dilakukan

Sertakan sumber makanan kaya kolin dalam diet Anda secara teratur. Selain itu, pastikan anak Anda untuk memakan seluruh telur (kuning dan putihnya bersama-sama) untuk mendapatkan kolin (dan nilai gizi telur yang lengkap). Periksa multivitamin untuk melihat berapa jumlah kolin yang dikandungnya. Bandingkan jumlah dengan jumlah yang direkomendasikan untuk jenis kelamin dan tahap kehidupan si kecil. 

Kebanyakan multivitamin dan vitamin prenatal tidak mengandung kolin atau mengandung jumlah kolin yang tidak mencukupi untuk memenuhi asupan yang memadai. Biasakan diri Anda dengan makanan tinggi kolin dan lacak yang Anda makan selama seminggu, sehingga Anda dapat menentukan apakah anak memerlukan tambahan suplemen kolin atau cukup dengan mengonsumsi susu Dancow saja.

Parenting

4 Tips Memilih Buku Parenting yang Sesuai dengan Anda

Menjadi orangtua yang terbaik bagi anak adalah keinginan semua ayah dan ibu. Maka dari itu, banyak orangtua saat ini mempelajari tentang parenting.

Parenting merupakan segala hal yang berhubungan erat dengan bagaimana cara mendidik dan mengasuh anak sehingga anak tumbuh dewasa serta memegang nilai-nilai tertentu yang diwariskan oleh orangtuanya.

Menurut Asosiasi Psikologi Amerika (APA) parenting memiliki tiga tujuan utama, yakni mencakup kesehatan dan keselamatan anak, mempersiapkan mereka agar menjadi produktif, dan menurunkan nilai-nilai budaya.

Oleh karena itulah penting halnya bagi orangtua mengetahui segala sesuatu tentang buah hati mereka, mulai dari mengetahui proses perkembangan, kebutuhan, dan keunikan masing-masing anak. Dengan begitu, orang tua akan membantu mereka membentuk karakter baik ketika mereka dewasa nanti, dan banyak manfaat lainnya.

Buku parenting yang bagus

Saat ini, mempelajari hal-hal parenting menjadi semakin mudah karena banyaknya fasilitas yang telah disediakan, seperti sekolah parenting, seminar dengan tema parenting, hingga buku parenting yang sangat mudah untuk didapatkan.

Akan tetapi, tentulah tidak semua buku parenting harus Anda baca, sebab tidak menutup kemungkinan akan terjadi beberapa hal yang berlawanan antara buku satu dengan buku lainnya. Karena pada dasarnya kebanyakan buku parenting merupakan cerita pengalaman seseorang.

Jadi, sebelum Anda membeli buku parenting, Anda bisa membaca cara memilih buku parenting terlebih dahulu.

Cara memilih buku parenting

Membaca buku parenting adalah cara paling mudah untuk mempelajari tentang hal-hal parenting. Maka, perhatikan beberapa tips di bawah ini sebelum Anda membeli buku parenting. 

  1. Sesuaikan dengan gaya pengasuhan Anda

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah menyesuaikan buku dengan gaya pola asuh Anda. Sebab, gaya pengasuhan yang berbeda akan memberikan cara-cara yang berbeda pula dalam mengasuh. Misalnya:

  • Parenting sesuai dengan ajaran agama

Sebagai warga negara yang beragama, Anda mungkin ingin menerapkan pola asuh sesuai dengan agama yang Anda ajarkan, maka Anda bisa memilih buku parenting Islami atau Kristiani.

Biasanya, buku parenting dengan tema agama seperti ini akan dilengkapi dengan ayat-ayat Kitab sebagai penguat.

Tentunya, dengan menerapkan gaya parenting yang selalu mengaitkan dengan nilai-nilai agama, maka anak akan mengetahui kewajibannya sebagai anak dan juga sebagai hamba Tuhan Maha Esa.

  • Modern parenting

Modern parenting ini lebih mengutamakan keterbukaan dan saling menghargai satu sama lain. Jika dibandingkan dengan pola pengasuhan zaman dahulu, orangtua cenderung akan memaksakan kehendak mereka pada anak-anak. Maka, dengan munculnya gaya parenting yang lebih terbuka ini, anak tidak lagi dijadikan sebagai ‘boneka’ yang selalu diatur dalam semua aspek.

Salah satu ciri keluarga yang memiliki gaya pengasuhan ini adalah memahami bahwa setiap anak memiliki perbedaan dan keunikannya masing-masing. Sehingga, mereka selalu mencari cara bagaimana membangun hubungan positif dan tetap erat dengan semua perbedaan tersebut.

Jadi, jika Anda sangat cocok dengan gaya pengasuhan ini, Anda bisa mencari-cari buku parenting yang membahas tentang modern parenting.

  1. Memilih tema parenting yang ingin dipelajari

Cara selanjutnya adalah pilihlah tema parenting yang ingin Anda pelajari, sebab pada dasarnya buku parenting terbagi menjadi dua, yakni umum dan spesifik.

Buku parenting umum biasanya akan membahas segala hal mengenai anak Anda dengan tahap kemampuan dasar yang disesuaikan untuk Anda yang sedang mempersiapkan diri menjadi orangtua.

Sedangkan buku parenting khusus akan membahas suatu hal secara spesifik, seperti bagaimana cara mengatasi anak yang tantrum atau cara membatasi screen time agar anak tidak kecanduan gadget. Dengan memilih buku parenting khusus ini, maka pembahasan yang akan dijelaskan akan lebih mendetail dan menjawab semua pertanyaan seputar masalah pengasuhan Anda.

  1. Sesuaikan dengan kondisi keluarga

Tidak semua buku parenting akan cocok dengan kondisi keluarga Anda. Sebab, cara pengasuhan bayi hingga anak-anak akan berbeda dengan cara mengasuh anak yang mulai beranjak remaja hingga remaja akhir.

Selain itu, bagi orangtua single parent maka akan memiliki cara pola asuh yang berbeda pula. Maka dari itu, jangan lupa untuk memperhatikan poin ini sebelum Anda membeli buku parenting.

  1. Perhatikan penulis dan gaya penulisan

Hal terakhir yang tetap harus Anda perhatikan adalah siapa penulis dan bagaimana cara penulisan buku tersebut.

Anda bisa memilih buku parenting yang ditulis atau memasukkan pendapat para praktisi yang ahli di bidangnya, seperti psikolog, konsultan, atau dokter anak.

Atau jika Anda mempunyai role model dalam pengasuhan anak, dan mereka mengeluarkan sebuah buku, maka Anda bisa mencontoh pola pengasuhannya.

Terakhir yang tidak kalah penting adalah memperhatikan bagaimana cara penulisan buku tersebut. Sebab, di beberapa buku parenting akan berbeda dalam cara penyampaian, mulai dari tanya jawab, esai, kumpulan artikel, dan lainnya.

Dengan mengetahui tips memilih buku parenting di atas diharapkan bisa membantu Anda untuk menentukan buku parenting yang sangat cocok dengan Anda. Sebab, bagaimanapun pola asuh pada masa anak-anak akan mempengaruhi kehidupan dewasanya nanti.

Permainan Ini Juga Memiliki Kesamaan Manfaat Lompat Tali
Parenting

Permainan Ini Juga Memiliki Kesamaan Manfaat Lompat Tali

Anak-anak dapat mengembangkan keterampilan motorik kasar pada tingkat yang berbeda. Keterampilan motorik kasar sebenarnya bisa dilatih dengan cara yang mudah, salah satunya melakukan berbagai jenis permainan. Ada banyak manfaat lompat tali, berlari dan melempar yang bisa mereka dapatkan jika Anda sering melatihnya. Lebih lengkapnya, berikut beberapa permainan yang dapat melatih keterampilan motorik kasar anak.

Manfaat lompat tali dan latihan motorik anak lainnya

1. Lompat tali 

Salah satu manfaat lompat  tali adalah mampu meningkatkan keseimbangan anak. Latihan ini juga bisa menjadi bagian dari diet sensorik. Selain itu, membiasakan anak bermain lompat tali di luar atau taman juga dapat melatihnya untuk bersosialisasi dengan anak-anak lain. Akan tetapi, jika Anda tidak yakin anak akan mengikuti petunjuk atau jika anak Anda belum cukup umur untuk bermain lompat tali, Anda juga bisa memberikannya trampolin mini di rumah. 

2. Hopscotch/dampu

Melompat membutuhkan keterampilan motorik kasar yang kuat, keseimbangan, dan koordinasi. Hopscotch/dampu adalah cara sederhana untuk melatih keterampilan itu. Selain itu, permainan ini juga dapat membantu melatih keterampilan anak dalam berhitung dan mengenal angka. Jika Anda tidak memiliki lahan untuk menggambar atau taman bermain di dekatnya, Anda dapat mengatur membuat papan hopscotch/dampu menggunakan selotip .

3. Kelas seni bela diri

Latihan seni bela diri adalah cara yang baik untuk membantu anak-anak mengembangkan kekuatan di lengan dan kaki mereka. Tindakan seperti menendang, meninju, dan bergulat bekerja untuk mengembangkan kelompok otot inti. Latihan ini dapat membantu anak-anak menjadi lebih seimbang dan mengetahui di mana tubuh mereka berada. Seni bela diri juga dapat memiliki manfaat tambahan untuk anak-anak dengan ADHD.

4. Permainan rintangan

Permainan rintangan membuat anak-anak bergerak dan memberi mereka tujuan untuk dicapai. Untuk latihan dalam ruangan, gunakan furnitur, bantal, dan selimut untuk membuat area untuk merangkak, di bawah, dan melalui. Di luar ruangan, Anda dapat menggunakan hal-hal seperti hula-hoop untuk melompat masuk dan keluar, jumping jacks, perut merangkak, beruang berjalan, dan gerakan kreatif lainnya yang menantang anak untuk menyeimbangkan, merangkak, melompat, dan berlari.

5. Balon dan permainan gelembung

Balon dan gelembung adalah cara unik untuk membangun keterampilan motorik kasar, karena Anda tidak dapat memprediksi ke mana gelembung tersebut akan pergi. Anak-anak dapat mengejar gelembung dan mencoba meletuskan sebanyak mungkin. Saat mengejar, anak harus berlari, melompat, berlari zigzag, dan bergerak dengan cara yang membutuhkan perubahan keseimbangan dan berat secara tiba-tiba. Hal yang sama berlaku untuk melempar dan mencoba menangkap atau menendang balon. Untuk permainan yang lebih terstruktur, Anda dapat mengatur permainan bola voli.

6. Sepeda roda tiga, skuter, dan mobil pedal

Beberapa anak yang kesulitan dengan keterampilan motorik kasar mungkin belajar mengendarai sepeda roda tiga. Permainan ini sangat membantu melatih keseimbangannya. Beberapa sepeda roda tiga dilengkapi dengan pegangan sehingga Anda dapat mendorong saat anak berlatih mengayuh. 

7. Menari

Menari adalah latihan motorik kasar yang baik. Latihan ini membantu anak-anak mengembangkan keseimbangan, koordinasi, dan keterampilan pengurutan motorik. Kegiatan ini juga membantu membangun kesadaran anak Anda tentang ritme.

8. Bermain ayunan

Permainan yang memiliki kesamaan manfaat lompat tali adalah bermain di taman bermain. Kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat bagi anak. Berayun di ayunan dapat membantu melatih keseimbangan. Kegiatan ini juga membantu mereka belajar bagaimana mengkoordinasikan pemindahan berat badan dan menggerakkan kaki ke depan dan ke belakang. Selain itu, bermain ayunan sangat membantu melatih otot-otot dan batang tubuh.