Penyakit

Cara Menghilangkan Darah Beku di Bola Mata, Aman dan Minim Risiko

Munculnya bintik merah di mata disebut dengan perdarahan subkonjungtiva dan biasanya disebabkan oleh trauma atau cedera pada mata. Di sisi lain, munculnya darah beku di mata juga bisa dipicu oleh aktivitas ringan seperti beku atau bersin, dan konsumsi obat pengencer darah. 

Meski tidak membahayakan, bintik merah di mata terlihat sangat mengkhawatirkan dan menakutkan. Simak artikel berikut untuk mengetahui cara menghilangkan darah beku di mata dengan aman dan cepat. 

Air mata darah disebabkan oleh perubahan hormon

Penyebab dan gejala

Munculnya bintik merah di mata atau memenuhi sebagian besar bagian putih pada mata (sklera) disebabkan oleh pembuluh darah di jaringan sekitar mata (konjungtiva) pecah. Pecahnya pembuluh darah biasanya terjadi tanpa penyebab yang jelas. Namun penyebab yang paling umum meliputi:

  • Bersin dan batuk yang kuat
  • Mengejan
  • Muntah
  • Kelelahan fisik
  • Cedera pada mata seperti terkena benturan
  • Iritasi atau reaksi alergi
  • Infeksi pada mata
  • Menggosok mata terlalu keras
  • Pasca operasi mata, termasuk LASIK dan operasi katarak
  • Penggunaan lensa kontak
  • Kondisi medis seperti retinopati diabetik, hipertensi, diabetes, atau gangguan medis yang menyebabkan perdarahan
  • Konsumsi obat pengencer darah (antikoagulan) dan aspirin
  • Konsumsi alkohol

Orang yang memiliki bintik merah di mata tidak akan menyadari jika mereka mengalami kondisi tersebut karena biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Mereka mungkin mengalami penglihatan kabur dan rasa tidak nyaman yang ringan. Tanda umum yang paling terlihat adalah munculnya bintik merah di mata yang dapat meluas hingga menutupi seluruh bagian putih mata. 

Cara menghilangkan darah beku di mata

Dalam kebanyakan kasus, perdarahan subkonjungtiva akan hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu. Bintik merah akan diserap dan dibuang tubuh, menjadikannya berubah warna menjadi kuning atau oranye, lalu perlahan akan mengecil dan memudar. 

Jika disebabkan oleh iritasi atau mata kering, dokter akan meresepkan obat tetes mata khusus mata kering atau air mata buatan yang tersedia di toko obat dan apotek. Dokter mungkin akan meresepkan obat tetes mata antibiotik jika bintik merah disebabkan oleh infeksi bakteri.

Perawatan lain yang bisa dilakukan adalah:

  • Kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan, kemudian dilanjutkan dengan kompres hangat untuk mengurangi iritasi dan membantu melancarkan peredaran darah
  • Tidak menggunakan kontak lensa hingga mata sembuh
  • Hindari menggosok mata atau memberi tekanan pada mata

Adapun cara menghilangkan darah beku di mata yang disebabkan oleh retinopati diabetik meliputi:

  • Pemberian obat suntik untuk mengurangi pembengkakan
  • Operasi mata dengan laser untuk mengobati pembuluh darah yang bocor
  • Vitrektomi atau operasi pengangkatan gel vitreous dan darah dai bagian belakang mata

Bagaimana jika bintik merah tak kunjung hilang?

Apabila setelah melakukan berbagai cara menghilangkan darah beku di mata namun tidak berhasil atau kondisi disertai gejala berikut, maka harus segera mencari perhatian medis:

  • Nyeri pada mata yang terdampak
  • Sakit kepala
  • Keluar darah dari mata
  • Menurunnya ketajaman penglihatan secara drastis
  • Munculnya memar di sekitar mata

Gejala berikut mungkin disebabkan oleh kondisi medis yang disebut dengan amiloidosis konjungtiva. Amiloidosis konjungtiva merupakan kelainan mata langka yang menyebabkan timbulnya lesi merah muda atau kuning pada mata atau di dalam kelopak mata. 

Anjuran untuk segera menemui dokter juga berlaku untuk pasien yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau gangguan perdarahan. 

Catatan

Cara menghilangkan darah beku di mata cukup mudah, cukup didiamkan atau kompres untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang ditimbulkan. Namun ketika mengompres mata, pastikan untuk tidak terlalu menekan mata karena ini dapat memperburuk kondisi atau memperlambat penyembuhan.

Penyakit

Jenis-jenis Demensia pada Lansia yang Perlu Diketahui

Demensia adalah salah satu sindrom yang cukup umum terjadi pada lansia. Demensia pada lansia terjadi karena adanya sekelompok gejala atau kondisi medis tertentu yang memengaruhi kemampuan kognitif. 

Beberapa jenis demensia bersifat progresif, yaitu berkembang semakin parah seiring bertambahnya waktu dan tak bisa disembuhkan. Tapi, ada juga jenis demensia yang bisa disembuhkan selama mendapatkan perawatan dan didiagnosa di waktu yang tepat. 

Jenis demensia pada lansia yang bersifat progresif

Demensia yang bersifat progresif harus diwaspadai. Karena, jika tidak terdeteksi dengan cepat, gejalanya akan berkembang semakin parah dengan cepat dan menimbulkan komplikasi serius. Berikut ini beberapa jenis demensia yang bersifat progresif:

  • Alzheimer

Dari banyaknya penyakit yang memengaruhi kondisi kognitif, Alzheimer adalah kondisi yang paling sering menyebabkan demensia. Gejalanya meliputi kehilangan memori serta penurunan kemampuan berpikir.

Kondisi ini berkembang akibat adanya produksi protein secara abnormal yang menumpuk, menyebabkan penumpukan plak di sel-sel otak. Plak tersebut akan mengganggu kemampuan sel otak untuk saling berkomunnikasi satu sama lain. 

  • Demensia vaskular

Kondisi demensia pada lansia yang satu ini terjadi akibat kerusakan pembuluh darah yang bertugas untuk memasok kebutuhan darah ke otak. Kerusakan pada pembuluh darah bisa memengaruhi kemampuan otak dan menyebabkan stroke.

Gejala demensia vaskular yang paling umum adalah kesulitan untuk memecahkan masalah, mengambil keputusan, lambat dalam berpikir, dan kehilangan memori. 

  • Demensia Frontotemporal

Demensia Frontotemporal adalah sekelompok penyakit yang menyebabkan kerusakan sel saraf di bagian tengah otak. Area otak yang terdampak adalah area otak yang berkaitan dengan kepribadian, perilaku, dan kemampuan berbahasa. 

Gejala umumnya meliputi perubahan kepribadian serta kesulitan untuk menunjukkan ekspresi secara verbal. Selain itu, penderita juga akan kesulitan untuk menunjukkan gerakan. 

Jenis demensia pada lansia yang bisa disembuhkan

Tidak seperti demensia progresif, ada juga jenis demensia lain yang bisa disembuhkan. Apabila pengobatan demensia progresif difokuskan untuk mencegah gejala menjadi semakin parah, pengobatan untuk jenis demensia yang lainnya ini bisa mengatasi penyebab demensia sepenuhnya.

  • Penyakit Huntington

Penyakit ini disebabkan oleh mutasi genetik, menyerang sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Gejalanya melibatkan penurunan kognitif, sama seperti jenis demensia lainnya. 

Huntington akan membuat kemampuan berpikir penderitanya mengalami penurunan parah. Biasanya, gejala kondisi ini akan muncul sejak di usia 30-40 tahun. 

  • Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson juga termasuk sebagai salah satu jenis demensia pada lansia, meskipun ini bisa juga terjadi pada orang dewasa yang berusia lebih muda. Meskipun Parkinson bukanlah penyakit yang menyerang kemampuan kognitif, namun demensia bisa menjadi komplikasi dari penyakit ini. 

Parkinson pada dasarnya menyerang saraf, membuat berbagai bagian tubuh bergerak tanpa bisa dikendalikan. Kondisi ini bisa berkembang semakin parah seiring berjalannya waktu. 

  • Penyakit Creutzfeldt-Jakob

Creutzfeldt-Jakob adalah kondisi yang cukup langka dan tidak diketahui penyebabnya. Kondisi ini bisa berkembang setelah penderitanya  melewati usia 60 tahun dan akan menyebabkan kerusakan jaringan saraf. 

Di Indonesia, Creutzfeldt-Jakob dikenal juga sebagai penyakit sapi gila. Ada kemungkinan bahwa kondisi ini bisa diwariskan secara genetik, namun bisa juga terjadi karena paparan pada jaringan otak yang mengalami penyakit.

Untuk mengetahui apa jenis demensia pada lansia yang diderita, penderita perlu melakukan pemeriksaan ke dokter. Dengan begitu, dokter bisa melakukan diagnosa, menentukan jenis dan penyebab demensia, serta merencanakan upaya pengobatan yang paling sesuai.

Penyakit

Cara Mengatasi Mata Berkunang-kunang

Mata berkunang-kunang atau photopsia adalah saat ada kilasan cahaya menyerupai kunang-kunang atau bintang pada penglihatan Anda. Gejala ini dapat terjadi saat mata atau kepala terkena tekanan atau gesekan, seperti saat kepala habis dipukul atau terbentur. Umumnya mata berkunang-kunang tanpa pusing bukanlah gejala yang serius. Ini juga dapat terjadi karena gel pada bola mata yang menyangga retina.Namun mata berkunang-kunang juga bisa menjadi gejala kondisi medis tertentu seperti tekanan darah rendah. Anda perlu memeriksakan diri jika mata berkunang-kunang terus berulang dan terasa mengganggu. Berikut beberapa cara untuk mengatasi Mata Berkunang-kunang.

Menggunakan kacamata baru dapat mengakibatkan rasa pusing

Cukupi Kebutuhan Nutrisi

Ada beberapa kandungan gizi yang baik untuk kesehatan mata antara lain vitamin A (beta karoten), vitamin C, vitamin E, lutein, zeaxanthin dan asam lemak omega 3. Seperti yang kita tahu bahwa vitamin A mempunyai fungsi utama membantu metabolisme sel di retina untuk beradaptasi dengan cahaya terang dan gelap, selain itu vitamin A juga dapat mencegah pembentukan radikal bebas yang dapat merusak sel retina dan lensa mata. Vitamin C dan vitamin E sama-sama bersifat sebagai antioksidan yang dapat menjaga sel terutama sel-sel mata dari kerusakan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pemenuhan kebutuhan vitamin C setiap hari dapat menurunkan resiko terkena katarak. 

Vitamin E juga berperan untuk mencegah penyakit katarak dan penyakit mata karena faktor usia dengan melawan radikal bebas merusak jaringan.  Luthein dan zeaxanthin juga merupakan jenis antioksidan berfungsi untuk melindungi mata dari sinar energi tinggi yang dapat membahayakan mata contohnya adalah sinar ultraviolet dari sinar matahari. Lutein dan zeaxanthin dapat diibaratkan sebagai bodyguard atau pelindung lensa mata terhadap serangan radikal bebas. Asam lemak omega 3 dapat membantu mengurangi peradangan pada mata kering dan membantu mencegah pandangan mata menjadi kabur. Penelitian mengungkapkan bahwa asam lemak omega 3 ternyata dapat meningkatkan kesehatan mata. Contoh asam lemak omega 3 adalah DHA, EPA, dan ALA.

Gunakan Kacamata Hitam

Saat beraktivitas di luar ruangan, sinar matahari yang terik dapat memengaruhi kesehatan mata. Memandang sinar matahari dengan mata telanjang dalam jangka waktu tertentu bisa merusak bola mata. Ini seperti sinar matahari yang membakar kulit setelah lama berpanas-panasan atau berjemur. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk menggunakan kacamata hitam saat berkendara, di pantai, maupun bekerja di luar ruangan. Manfaat kacamata hitam yang kedua adalah mencegah kerusakan mata. Matahari memancarkan sinar UV yang paling rentan merusak mata. Paparan sinar UV dari matahari pada mata bukan hanya bisa menyebabkan kerusakan pada permukaan kulit kelopak mata, tetapi bagian mata lainnya, seperti kornea, lensa, dan retina juga bisa mengalami kerusakan.

Ambil Jeda Ketika Menatap Layar

Ambil jeda tiap 20 menit saat menonton TV atau ketika bekerja dengan menggunakan laptop atau computer. Hindari paparan cahaya yang menyilaukan mata dan membuat mata tegang seperti menatap layar handphone. Selama 20 menit di depan layar, biasanya mata semakin menegang melihat layar. Maka setiap 20 menit mata seharusnya diistirahatkan agar tidak cepat lelah dan supaya Anda bisa mencegah gangguan mata lainnya, misalnya mata kering.

Untuk mengingatkan diri sendiri kapan harus beristirahat melihat layar tiap 20 menit, Anda bisa membuat tulisan di depan layar Anda. Anda juga bisa memasang alarm sebagai pengingat. Atau gunakan berbagai aplikasi di smartphone yang tersedia untuk melakukan metode 20-20-20 ini.

Mata berkunang-kunang umumnya bukan gangguan kesehatan yang serius. Namun, Anda tetap perlu memeriksakan diri ke dokter jika terlalu sering mengalami mata berkunang-kunang, terutama jika disertai dengan gejala lainnya seperti kepala pusing. Pemeriksaan juga diperlukan jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, anemia tekanan darah tinggi, atau memiliki anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit mata.

Penyakit

Begini Cara Pengobatan Penyakit Liver yang Perlu Anda Tahu

Setelah mendapat diagnosa dokter sebagai penderita penyakit liver, sebisa mungkin Anda harus selalu mengikuti saran dan menjauhi hal yang dilarang oleh dokter agar proses pengobatan dapat membuahkan hasil yang maksimal. Dalam kategori yang ringan, penyakit liver dapat diobati dengan cara-cara berikut ini:

1. Berhenti Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Kebiasaan mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol dapat menyebabkan pembengkakan, peradangan, hingga kerusakan secara permanen pada organ hati, oleh sebab itu untuk dapat mencegah penyakit liver semakin parah Anda perlu menghentikan kebiasaan minum alkohol.

Jika Anda merasa kesulitan dalam hal ini, meminta saran dokter untuk menjalani program rehabilitasi terhadap kecanduan alkohol dapat menjadi solusi terbaik bagi Anda.

Detoks liver bukanlah cara efektif untuk menjaga kesehatan hati

2. Menjalani Program Diet Khusus

Diet khusus ini disebut juga dengan diet hati, hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi penderita liver dan meringankan kinerja dari fungsi organ hati yang belum bisa maksimal. Beberapa cara diet hati, yaitu:

  1. Mengurangi asupan protein hewani agar dapat mengurangi pembentukan limbah sisa metabolisme protein yang beracun di dalam hati.
  2. Meningkatkan asupan karbohidrat kompleks serta antioksidan dengan cara memperbanyak makan buah, sayur, dan kacang-kacangan.
  3. Membatasi asupan garam yang dapat meningkatkan penumpukan cairan serta pembengkakan hati.
  4. Mengonsumsi air putih yang cukup minimal 8 gelas setiap hari.
  5. Mengonsumsi vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E juga dianjurkan untuk memulihkan penyakit liver.

3. Menjaga Berat Badan yang Sehat dan Stabil

Pada kasus penyakit liver, khususnya perlemakan hati sering menjangkiti orang yang memiliki berat badan berlebih. Oleh sebab itu, penderita penyakit ini sangat dianjurkan untuk menjalani program diet sehat untuk menjaga kestabilan berat badan.

Selain itu, konsumsi makanan yang tinggi akan lemak jenuh, pemanis, dan junk food juga perlu dikurangi. Karena jenis makanan tersebut dapat memicu penumpukan lemak di organ hati dan dapat memperparah perlemakan di dalamnya.

4. Mengonsumsi Ramuan Herbal

Beberapa apotik hidup seperti temulawak, kunyit, pegagan, sambiloto dan akar dandelion dipercaya mempunyai khasiat yang ampuh untuk memperbaiki kerusakan pada hati yang diakibatkan oleh sirosis, hepatitis, dan perlemakan. Namun ingat, berkonsultasi kepada dokter terkait hal ini juga sangat diperlukan.

Ramuan herbal yang dikonsumsi secara sembarangan juga dapat berpotensi memperparah penyakit liver. Dokter lebih mengetahui berapa dosis yang sesuai, cara mengonsumsi, dan pantangan dalam mengonsumsi ramuan herbal untuk mengobati penyakit liver.

5. Melakukan Operasi

Dalam menangani kasus organ hati yang berhubungan dengan liver maka kemungkinan dokter akan melakukan operasi pengangkatan kantung empedu atau kolesistektomi. Sedangkan pada kasus kanker hati atau tumor, operasi yang dijalankan dengan tujuan untuk menyelamatkan hati yang masih sehat dan berfungsi secara normal.

6. Paracentesis

Parasentesis merupakan suatu tindakan medis yang dilakukan dengan tujuan untuk membuang cairan berlebih dan menumpuk di dalam rongga perut. Tindakan parasentesis biasanya dilakukan untuk penderita liver yang telah mengalami sirosis.

7. Transplantasi Hati

Transplantasi hati sangat diperlukan apabila penyakit liver yang dialami oleh penderita telah menyebabkan kegagalan fungsi organ hati. Penyakit liver yang telah terdeteksi dini dan mendapat penanganan dengan segera akan memiliki kesempatan sembuh yang lebih tinggi.

Oleh sebab itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter jika dirasa Anda mengalami gejala penyakit liver untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan tahap diagnosa Anda.

Ketahui Cara Pencegahan Agar Tidak Tertular TBC Tulang
Penyakit

Ketahui Cara Pencegahan Agar Tidak Tertular TBC Tulang

Jika bisanya TBC terkenal dengan penyakit yang menyerang paru-paru, ternyata TBC juga bisa menyerang tulang dan dikenal dengan TBC tulang. Ketahui penyebab, gejala, dan cara pencegahan TBC tulang.”

TBC atau tuberkulosis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru. Namun, pada saat bakteri tersebut telah menjalar dan keluar dari organ pernapasan, maka bakteri tersebut bisa menyerang tulang melalui aliran darah, sehingga penyakit tersebut disebut dengan TBC tulang.

Penyakit yang memiliki nama lain tuberkulosis ekstrapulmoner ini bisa terjadi pada bagian tulang manapun di dalam tubuh Anda, seperti pada lutut, siku, kaki, tangan, dan bahu. Akan tetapi kasus yang paling sering terjadi adalah TBC tulang belakang. Area tulang belakang yang sering diserang adalah dada belakang bagian bawah (toraks), pinggang belakang atas (vertebra lumbalis).

Penyebab TBC tulang belakang

Penyakit TBC tulang belakang ini terjadi karena pada awalnya pasien menderita tuberkulosis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menyerang paru-paru.

Lalu, bakteri tersebut keluar dari organ pernapasan melalui aliran darah dan menyebar ke tulang belakang hingga ke bagian sendi. Bila ini terjadi, maka bisa menyebabkan matinya jaringan sendi dan memicu kerusakan tulang belakang.

Akan tetapi, The American Journal of Medicine mengatakan bahwa sebagian pasien yang menderita TBC tulang tidak memiliki riwayat TBC paru. Hal ini bisa saja terjadi karena bakteri pada TBC paru bersifat dorman dan tidak disadari oleh pasien. Namun, bakteri terus aktif menyebar keluar dari paru-paru dan baru menunjukkan gejala ketika sudah menyerang tulang dan sendi.

Kalau sudah begitu, maka Anda harus awas dengan gejala-gejala yang sering terjadi pada pasien TBC tulang belakang.

Gejala TBC tulang belakang

Seperti pada penyakit tuberkulosis pada umumnya, saat bakteri tuberkulosis menyerang Anda akan mengalami kesulitan untuk dideteksi. Begitu pula dengan TBC tulang belakang.

Biasanya, pasien hanya mengalami nyeri punggung kronis, namun tidak diketahui penyebabnya. Ini bisa berlangsung selama 4 bulan karena dokter pun mengalami kesulitan untuk mendiagnosis.

Meskipun demikian, Anda bisa memantau beberapa gejala ini dan perlu waspada bila terjadi.

  • Nyeri kronis pada tulang dan sendi
  • Tubuh terasa kaku sehingga sulit bergerak
  • Tulang belakang melengkung keluar dan menjadi bungkuk (kifosis)
  • Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan
  • Pembengkakan pada tulang punggung
  • Anoreksia atau gangguan nafsu makan sehingga berat badan menurun
  • Demam dan berkeringat pada malam hari
  • Jika mengenai sistem saraf, mwmungkinkan untuk terjadi gangguan saraf yang memengaruhi organ tubuh lainnya.

Gejala-gejala di atas biasanya akan terjadi secara bertahap sehingga Anda perlu menyadarinya sedini mungkin.

Menurut WHO. TBC adalah penyakit menular yang banyak terjadi di seluruh dunia. Centre for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan bahwa sepertiga populasi masyarakat dunia terinfeksi TBC dengan angka kematian sekitar 1,8 juta per tahun. Sekitar 60% masalah tersebut berada di Indonesia, Cina, Nigeria, Pakistan, dan Afrika Selatan.

Hal tersebut bisa terjadi karena masih kurangnya pemahaman tentang pencegahan, metode pengobatan, juga pengembangan obat TBC itu sendiri. Maka dari itu, pahamilah cara pencegahan TBC tulang agar meminimalisir kasus penularan TBC.

Cara pencegahan TBC tulang belakang

Ketahuilah bahwa pada dasarnya bakteri yang menyebabkan TBC bisa menular kepada siapapun. Sehingga, ketika Anda mengetahui bagaimana cara pencegahannya, maka diharapkan akan mengurangi penyebaran penyakit tersebut, dan menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh TBC.

1. Hindari kontak dan gunakan masker

Menghindari kontak dengan banyak orang adalah cara agar tidak terjadi penularan bakteri melalui kontak fisik. Selalu pastikan Anda mencuci tangan dengan sabun agar bakteri TBC dan bakteri lainnya menghilang.

Selain itu, juga gunakan masker agar tidak menular lewat udara. Hal ini perlu bagi pengidap ataupun tidak. Pastikan masker yang Anda gunakan dapat melindungi dari bakteri yang akan masuk, dan bakteri yang keluar saat bersin, batuk, dan lainnya.

2. Menjaga kekebalan tubuh

Meningkatkan dan selalu menjaga imunitas tubuh adalah hal yang harus selalu dilakukan. Tidak hanya terhindar dari bakteri penyebab TBC tulang, tetapi juga bakteri dan virus yang bisa menyebabkan penyakit lainnya. 

Jagalah imunitas tubuh dengan cara makan dan minuman sehat juga bergizi, berolahraga secara rutin, menjaga kebersihan, dan lainnya.

3. Vaksinasi 

Melakukan vaksin menjadi tindakan pencegahan TBC tulang belakang yang utama. Vaksin yang akan diterima adalah vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG).

Vaksin ini wajib diberikan sebelum bayi berumur 3 bulan. Selain itu, anak, remaja, dan orang dewasa yang belum melakukan vaksin ini disarankan untuk melakukannya walaupun akan berpengaruh pada penurunan tingkat efektivitas vaksin tersebut.

BCG sudah mendapatkan lisensi untuk melawan TBC dan sudah digunakan sejak 1921. Dengan menggunakan BCG, maka bisa dipastikan bahwa tubuh telah memiliki antibodi terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis, sehingga angka penderita TBC akan menurun.

Itulah 3 cara pencegahan yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari TBC tulang belakang. Sebab, bagaimanapun mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.

Cara Mengatasi dan Mencegah Penyakit Gonore
Penyakit

Cara Mengatasi dan Mencegah Penyakit Gonore

Jika kamu aktif secara seksual, waspadailah risiko penularan penyakit gonore. Ini adalah penyakit menular seksual yang terjadi karena infeksi bakteri neisseria gonorrhoeae dan dapat menyerang pria maupun wanita.

Penyakit ini seringkali tidak menimbulkan gejala sampai akhirnya terjadi komplikasi. Jika tidak diatasi, berbagai gangguan kesehatan bisa muncul.

Cari tahu bagaimana cara mengatasi dan cara mencegah terjadinya infeksi gonore pada artikel di bawah ini ya!

Cara mengatasi penyakit gonore

Untuk mengetahui apakah kamu tertular gonore, kamu harus melakukan pemeriksaan dokter. Saat didiagnosis mengalami gonore, dokter akan memberikan perawatan yang disesuaikan dengan kondisi kamu.

Mulai dari di bagian tubuh mana infeksi terjadi. Seberapa parah gejala yang muncul, dan kondisi kesehatan kamu secara keseluruhan.

Gonore dapat sembuh dengan perawatan yang tepat. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk menghentikan infeksi. Meski bisa menghentikan infeksi, obat tidak bisa memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan.

Karena obat yang diberikan ke setiap orang berbeda-beda, jadi kamu dilarang untuk memberikan obat ke orang lain atau menggunakan resep orang lain untuk kamu gunakan.

Jika mengalami gonore, lakukan hal berikut!

Apabila kamu sudah didiagnosis mengalami gonore, selain menjalani pengobatan untuk kesembuhan, kamu juga perlu melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Beritahu kepada orang lain yang melakukan seks dengan kamu selama 3 bulan terakhir. Ini penting karena gonore seringkali tak muncul gejala, jadi ada baiknya mereka juga ikut menjalani tes untuk bisa mendapatkan perawatan sedini mungkin
  • Tunggu sampai satu minggu setelah kamu beres menjalani [pengobatan jika ingin kembali melakukan hubungan seks
  • Selalu gunakan kondom saat melakukan seks
  • Lakukan tes lain untuk mengetahui apakah kamu juga menderita HIV/AIDS atau penyakit menular seksual lainnya

Komplikasi penyakit gonore

Jika tidak segera diatasi, infeksi penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi berbahaya. Apalagi jika ini terjadi pada wanita.

Berikut berikut beberapa komplikasi gonore yang harus kamu waspadai:

1. Infertilitas pada pria maupun wanita

Pada wanita, infeksi penyakit ini bisa menyebar hingga rahim dan saluran tuba falopi. Ini dapat menyebabkan radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID).

Penyakit radang panggul awalnya bisa saja tak bergejala, namun kelamaan kondisi ini bisa menyebabkan nyeri hebat, masalah ketidaksuburan atau infertilitas, hingga kehamilan ektopik.

Selain itu masalah infertilitas juga bisa terjadi pada pria. Infeksi ini bisa menyebabkan peradangan pada saluran sperma atau epididimis. Jika peradangan ini tidak diobati maka masalah kesuburan bisa terjadi.

2. Risiko HIV

Mengalami gonore juga bisa meningkatkan risiko terkena infeksi HIV yang menyebabkan AIDS.

Jika kamu memiliki gonore dan HIV, kamu bisa dengan mudah menularkan virus ini kepada pasangan seks kamu.

3.  Komplikasi pada area lain

Pada kasus yang jarang terjadi, penyakit ini juga bisa menyebar ke kulit, darah, persendian, hingga jantung.

Jika tidak diatasi, maka komplikasi serius mulai dari gangguan kesehatan hingga kematian bisa terjadi.

Selain itu, jika gonore terjadi saat hamil, ibu bisa menularkan infeksi ini pada bayi saat proses persalinan vaginal.

Cara mencegah gonore

Mengingat penyakit ini bisa menyerang siapa saja, maka ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegahnya:

  • Jangan melakukan seks dengan orang yang terinfeksi
  • Selalu gunakan kondom saat melakukan seks
  • Jangan suka berganti-ganti pasangan seks
  • Lakukan tes penyakit menular seksual secara rutin jika kamu aktif melakukan hubungan seksual

Nah itu dia ulasan mengenai cara mengatasi dan mencegah penyakit gonore. Semoga bermanfaat!

Penyakit

Mengenal Kanker Usus dan Obat Kanker Usus

Kanker usus adalah jenis kanker yang terjadi di usus besar. Usus besar adalah bagian akhir saluran pencernaan Anda. Kanker usus biasanya akan mempengaruhi para lansia, meskipun kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja. Umumnya kanker usus bermula dalam bentuk gumpalan sel-sel non-kanker dengan ukuran kecil dan dikenal dengan sebutan polip yang tumbuh di bagian dalam usus besar. Seiring dengan berjalannya waktu, polip tersebut dapat berubah menjadi kanker usus dan Anda perlu mendapatkan obat kanker usus dari dokter. 

Gejala kanker usus besar adalah sembelit, perut kembung, hingga perubahan konsistensi feses

Polip dapat berukuran kecil dan memproduksi sedikit gejala. Untuk alasan inilah dokter merekomendasikan tes screening rutin. Screening mengidentifikasi polip sebelum polip berubah menjadi kanker. Pencegahan jauh lebih baik daripada penggunaan obat kanker usus. Jika kanker usus berkembang, banyak perawatan tersedia untuk membantu mengontrolnya, termasuk operasi, terapi radiasi, dan perawatan menggunakan obat kanker usus, seperti chemotherapy, terapi tertarget, dan immunotherapy. Kanker usus terkadang disebut kanker kolorektal, yang mana merupakan istilah yang menggabungkan kanker usus dan kanker rektum, yang mana seperti namanya, berawal di rektum. 

Gejala dan penyebab

Tanda dan gejala kanker usus di antaranya adalah perubahan kebiasaan buang air besar yang terus menerus terjadi, seperti diare, konstipasi, atau perubahan konsistensi kotoran; pendarahan rektum atau adanya darah di kotoran Anda; gas, kram, ataupun rasa nyeri; perasaan bahwa usus tidak kosong sepenuhnya; kelelahan atau rasa lemah; dan turunnya berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Banyak orang dengan kanker usus tidak mengalami gejala apapun pada tahapan awal penyakit ini. Saat gejala muncul, gejala akan bervariasi, tergantung pada ukuran kanker dan lokasi di bagian usus besar mana. Jika Anda melihat adanya gejala yang terus menerus terjadi dan membuat khawatir, kunjungilah dokter. 

Dokter masih belum tahu apa yang menyebabkan kanker usus. Pada umumnya, kanker usus terjadi ketika sel-sel yang sehat di usus mengembangkan perubahan (mutasi) di dalam DNAnya. DNA sel mengandung satu set instruksi yang akan memberitahu apa yang sel tersebut perlu lakukan. Sel-sel yang sehat tumbuh dan terbagi dalam cara yang beraturan untuk menjaga fungsi tubuh yang normal. Namun ketika DNA sebuah sel rusak dan menjadi kanker, sel-sel akan terus terbagi, bahkan ketika sel-sel baru tidak dibutuhkan. Semakin sel menumpuk, sel-sel tersebut akan membentuk tumor. Seiring dengan berjalannya waktu, sel-sel kanker dapat tumbuh dan menyerang dan menghancurkan jaringan normal di sekitarnya. Sel-sel kanker kemudian akan menyerang ke bagian lain tubuh untuk membentuk deposit di tempat tersebut (metastasis). 

Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker usus di antaranya adalah lanjut usia. Kanker usus dapat didiagnosis pada usia berapapun, namun kebanyakan orang dengan kanker usus berusia di atas 50 tahun. Selain itu, sindrom turunan juga dapat meningkatkan risiko Anda untuk penderita kanker usus. Beberapa mutasi gen diwariskan dari generasi ke generasi dalam keluarga. Hal ini akan meningkatkan risiko kanker usus secara signifikan. Sindrom turunan yang paling sering dijumpai yang dapat meningkatkan kanker usus adalah FAP, yaitu singkatan dari familial adenomatous polyposis dan sindrom Lynch. Orang-orang dengan penyakit diabetes dan resistensi insulin juga memiliki risiko tinggi menderita kanker usus. Pencegahan lebih baik daripada obat kanker usus. Untuk mengurangi risiko, makanlah makanan yang terdiri dari sayuran dan buah serta gandum utuh, serta minum alkohol dalam batas yang wajar. Anda juga perlu berhenti merokok dan menjaga berat badan yang sehat.

Menderita Kanker Prostat? Coba Lakukan Perawatan Paliatif
Penyakit

Menderita Kanker Prostat? Coba Lakukan Perawatan Paliatif

Perawatan paliatif adalah cara membantu mengatasi kanker prostat. Prostat adalah kelenjar yang dimiliki pria dan berada di dalam perut bagian bawah. Prostat berada duduk di bawah kandung kemih dan terletak di bagian depan rektum. Kelenjar prostat bertugas untuk membuat cairan yang disebut cairan mani. Cairan ini memelihara sperma dan membantu membawanya keluar dari tubuh dalam bentuk air mani pria.

Seseorang yang menderita kanker prostat, artinya mereka mengalami terjadinya perubahan sel-sel normal di kelenjar prostat, berubah dan tumbuh secara tidak terkendali. Kondisi ini akan membentuk terjadinya tumor yang menyerang jaringan di dekatnya hingga menyebar ke bagian lain dari tubuh dan dapat membahayakan kesehatan.

Memahami perawatan paliatif

Perawatan paliatif adalah perawatan medis khusus untuk orang dengan penyakit serius. Perawatan ini berfokus memberikan bantuan dari gejala, rasa sakit dan stres dari penyakit serius seperti kanker prostat. Perawatan paliatif dilakukan oleh tim dokter, perawat, dan spesialis. Perawatan paliatif dapat dilakukan oleh semua golongan usia yang memiliki gejala atau menderita kanker prostat. 

Mengobati gejala kanker prostat

Kanker prostat dapat menyebabkan masalah dengan buang air kecil. Anda mungkin merasa perlu buang air kecil sepanjang waktu atau mengalami kesulitan buang air kecil. Anda mungkin memiliki aliran urin yang lemah atau terputus, kesulitan memulai atau menghentikan buang air kecil, dan buang air kecil yang menyakitkan atau terbakar.

Anda mungkin mengalami gejala lain juga. Gejala kanker prostat ini dapat mencakup nyeri di punggung bawah, pinggul, atau paha atas; kesulitan ereksi; rasa sakit dengan ejakulasi; dan darah dalam urin atau air mani. Namun, kanker prostat dini biasanya tidak menimbulkan gejala.

Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendeteksi kanker prostat. Setelah pertama kali melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan memberikan tes darah PSA (prostate-specific antigen). Tes lain mungkin termasuk USG, x-ray, CT scan, MRI atau biopsi (pengangkatan dan analisis sampel jaringan).

Ada beberapa pilihan untuk mengobati kanker prostat. Pada tahap awal, kanker mungkin diangkat dengan operasi; tetapi jika tumornya terlalu besar, atau terlalu dekat dengan rangkaian saraf mana pun, pembedahan mungkin bukan pilihan. Terapi radiasi dan terapi hormon juga dapat digunakan untuk mengobati kanker prostat. Jika pada tahap awal dan tumbuh lambat, Anda mungkin dianjurkan untuk menunggu dan tetap waspada (memantau kanker dengan pemeriksaan rutin).

Spesialis perawatan paliatif akan menjelaskan kepada Anda semua pilihan yang berbeda, dan kemudian membantu membuat pilihan yang tepat. Mereka melakukan ini dengan membantu Anda mencocokkan pilihan perawatan dengan kebutuhan dan tujuan pribadi. Mereka akan menghabiskan banyak waktu dengan untuk memastikan Anda dan keluarga sepenuhnya memahami penyakit ini.

Spesialis perawatan paliatif adalah ahli dalam mengobati gejala penyakit serius seperti kanker prostat. Nyeri tulang, misalnya, umum terjadi pada kanker prostat. Spesialis dalam tim perawatan paliatif akan memberikan obat terbaik untuk mencegah rasa sakit tersebut. Mereka mungkin merekomendasikan penggunaan sejumlah obat-obatan dan steroid yang akan membantu Anda mengurangi pengobatan dengan opiat.

Kelelahan (merasa lemah atau lelah) adalah efek samping yang umum jika Anda menjalani terapi hormon, karena menurunkan testosteron. Perawatan radiasi juga dapat menyebabkan kelelahan dan gejala lainnya. Spesialis perawatan paliatif dapat membantu Anda meningkatkan energi dengan menyesuaikan kadar hormon dengan obat-obatan, dan menyarankan latihan khusus dan perubahan gaya hidup lainnya.

Efek samping kanker prostat yang umum, seperti inkontinensia dan kehilangan gairah seks, seringkali sulit ditangani. Mereka dapat memengaruhi harga diri dan menciptakan kecemasan bagi Anda dan orang yang dicintai. Tim perawatan paliatif akan membantu Anda mendiskusikan situasi dengan keluarga, untuk membantu meringankan masalah emosional apa pun yang mungkin terkait dengan efek samping.

Gigi Patah Bisa Tumbuh Lagi, Kok Bisa?
Penyakit

Gigi Patah Bisa Tumbuh Lagi, Kok Bisa?

Mempunyai gigi patah tentunya akan malu, hal ini sering terjadi pada seseorang yang pernah mengalami kecelakaan. Lantas, bila gigi patah apakah langsung dibuang? Bila kamu sedang mengalami gigi patah, kamu jangan insecure terlebih dahulu, karena kondisi ini dapat melakukan perawatan terlebih dahulu seperti tambal gigi. Sebab, bila kamu biarkan terlalu lama gigi patah tersebut akan semakin sulit untuk disambung.

Mengenal struktur bagian gigi

Orang yang sudah berumur tentunya mempunyai 32 gigi, terdiri dari empat jenis, masing-masingnya mempunyai kegunaan yang berperan penting, teruma untuk makan, yakni:

  1. Gigi seri, yakni gigi berbentuk pahat yang membantu memotong makanan
  2. Gigi taring, yakni gigi runcing yang memungkinkan untuk merobek makanan
  3. Premolar, yakni gigi berfungsi untuk menghancurkan makanan
  4. Geraham, yakni gigi berfungsi untuk mengunyah dan menggiling makanan

Setiap gigi mempunyai 3 bagian utama, yakni mahkota, leher, dan akar. Mahkota ialah bagian tertular yang terlihat, mempunyai lapisan pelindung yang disebut dengan enamel. Sedangkan, leher gigi merupakan area antara mahko dengan akar, bagian yang masuk ke tulang rahang melewati gusi. 

Jika ada bagian dari gigi yang rusak, kondisi ini akan mempengaruhi fungsi rangkaian gigi dalam proses melunakkan di dalam mulut.

Kondisi gigi yang cedera

Kecelakaan atau cedera pada gigi bisa disebabkan karena banyak hal, seperti jatuh, sampai aktivitas olahraga (sepak bola, hoki, voli, basket, bisbol, dan cabang lainnya). Cedera dapat terjadi secara ringan ataupun berat, sehingga gigi bisa patah.

Pada beberapa kasus, kecelakaan yang dialami gigi patah harus dicabut. Biasnya, langkah yang diambil ialah gigi mati. Dikutip dari Healthline, gigi ialah benda “hidup” yang terdiri dari sejumlah bagian, termasuk saraf. 

Untuk gigi mati, darah tak bisa lagi mengalir ke daerah tersebut. Yang sudah diketahui, hamper seluruh bagian tubuh manusia membutuhkan adanya darah untuk menjalankan fungsinya.

Bila cedera ini membuat gigi hanya retak ringan, cara pengobatannya pun bisa dibantu oleh dokter gigi. Tetapi, bila terjadi gigi patah, terutama saat sudah berumur orang dewasa, kamu mungkin akan kehilangan gigi untuk selama-lamanya.

Apakah gigi patah dapat tumbuh kembali?

Dikutip dari studi pada 2015 yang diterbitkan pada European Journal of Dentistry, gigi patah biasanya diakibatkan cedera ialah geraham bawah. Walaupun, gigi bagian yang lainnya juga alami kondisi serupa. Cedera serius biasanya memperburuk kondisi, terutama jika Kamu telah merusak bagian akar, area pulpa yang mengandung saraf dan jaringan ikat. Lalu, apakah gigi patah dapat tumbuh kembali?

Bila kamu berumur 21 tahun, jawabannya ialah tidak. Gigi orang yang sudah dewasa tentunya tidak bersifat permanen, bukan berarti pada anak-anak bisa tumbuh kembali. 

Jenis gigi patah

Tentu saja, gigi yang rusak akan terasa sakit dan nyeri tergantung pada jenis gigi patah yang sedang kamu dialami, kenali beberapa jenis gigi patah berikut:

  • Retakan kecil di permukaan luar gigi
  • Gigi retak yang gampang menyebar
  • Puncak gigi yang rusak
  • Kerusakan gigi yang melibatkan saraf
  • Gigi patah vertical

Cara mengatasi gigi patah

Jika kamu hanya mengalami retak, kemungkinan akan tetap menempel pada gusi. Tetapi, bila sudah patah, menurut saran dari NHS UK, ada baiknya kamu menyimpan gigi tersebut dan kemudian dipasangkan kembali. Prosedur ini dapat disesuaikan dengan di mana gigi berada.

Secara umum, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gigi patah akibat kecelakaan, yakni:

  • Menempelkan kembali gigi patah tersebut
  • Menambalkan atau membuat mahkota (untuk menutup sepenuhnya bagian gigi patah)
  • Perawatan akar yang rusak untuk gigi yang patah
  • Implant gigi

Nah, itu adalah ulasan mengenai gigi patah dapat diperbaiki ataupun tidak, terutama yang disebabkan oleh cedera, seperti cedera atau kecelakaan yang mengarah pada kerusakan gigi. Untuk itu, meminimalkan kondisi tersebut, selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang dapat sebabkan cedera pada gigi.

Lawan Virus Baru, Begini Hasil Uji Klinis Vaksin Sputnik V
Penyakit

Lawan Virus Baru, Begini Hasil Uji Klinis Vaksin Sputnik V

Program vaksinasi di Indonesia kini makin dioptimalkan oleh pemerintah. Terbaru, Vaksin Sputnik V atau bisa disebut Gam-COVID-Vac kini sudah mendapatkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berdasar Jurnal yang dipublikasi The Lancet, vaksin ini menggunakan pendekatan adenovirus rekombinan heterolog, yaitu adenovirus 26 (Ad26) dan adenovirus 5 (Ad5) sebagai vektor untuk ekspresi sindrom pernapasan akut parah coronavirus 2 (SARS-CoV-2) lonjakan  protein.  Penggunaan dua serotipe yang berbeda, yang diberikan terpisah 21 hari, dimaksudkan untuk mengatasi kekebalan adenovirus yang sudah ada sebelumnya dalam populasi.Di antara vaksin Covid-19 utama yang sedang dikembangkan hingga saat ini, hanya Gam-COVID-Vac yang menggunakan pendekatan ini.

Sebelum mengetahui proses uji klinis Vaksin Sputnik V dimulai, vaksin tersebut telah melalui semua tahapan uji praklinis dengan eksperimen pada berbagai jenis hewan, termasuk 2 jenis primata.

Sementara itu, uji klinis vaksin fase 1 dan 2 telah selesai pada 1 Agustus 2020. Semua sukarelawan merasa baik-baik saja, tidak ada efek samping yang tidak terduga atau tidak diinginkan yang diamati.

Perlu diketahui bahwa vaksin menginduksi antibodi yang kuat dan respon imun seluler. Tidak ada satu pun peserta uji klinis saat ini yang terinfeksi Covid-19 setelah diberikan vaksin.

Bagaimana Proses Uji Klinisnya?

Kemanjuran vaksin yang tinggi dikonfirmasi oleh tes presisi tinggi untuk antibodi dalam serum darah relawan (termasuk analisis antibodi yang menetralisir virus corona), serta kemampuan sel kekebalan relawan untuk aktif sebagai respons terhadap lonjakan protein S dari virus korona, yang mengindikasikan pembentukan antibodi dan respons vaksin imun seluler.

Uji klinis pasca pendaftaran yang melibatkan lebih dari 31.000 orang di Rusia dan Belarusia diluncurkan pada 25 Agustus 2020. Ada pula beberapa negara yang telah mengikuti uji klinis Vaksin Sputnik V secara lokal seperti Venezuela, UEA, dan India.

Vaksin telah menerima sertifikat pendaftaran dari Kementerian Kesehatan Rusia pada 11 Agustus dan di bawah aturan darurat yang diadopsi selama pandemi Covid-19 dapat digunakan untuk memvaksinasi populasi di Rusia.

Dalam uji klinis Fase III, khasiat Vaksin Sputnik V terhadap Covid-19 dilaporkan mencapai 91,6%. Angka itu berdasar analisis data pada 19.866 sukarelawan yang diberi Vaksin Sputnik V. Efikasi vaksin tersebut divalidasi oleh data peer review international yang dipublikasikan di The Lancet.

Vaksin tersebut dinilai bisa memberikan perlindungan penuh dalam kasus Covid-19 yang parah. Vaksin Sputnik V menjamin respon imun humoral (antibodi yang merupakan lini pertahanan pertama) dan cell mediated (perlindungan jangka panjang) yang kuat.

Uji klinis Vaksin Sputnik V

Hasil uji klinis Fase III membuktikan tingkat keamanan dan imunogenisitas yang tinggi dari vaksin Sputnik V termasuk kelompok lanjut usia.

  • Lebih dari 98% sukarelawan dalam kelompok vaksin mengembangkan respons imun humoral dan 100% respons imun seluler.
  • Tingkat antibodi penawar virus dari relawan yang divaksinasi Sputnik V 1,3x-1,5x kali lebih tinggi dari tingkat antibodi pasien yang sembuh dari Covid-19.
  • Kemanjuran vaksin untuk kelompok lansia ditunjukkan pada 91,8% dan tidak berbeda secara statistik dari kelompok 18-60.
  • Vaksin menunjukkan profil keamanan yang sangat baik.  Sebagian besar efek samping (94%) ringan dan termasuk sindrom mirip flu, reaksi di tempat suntikan, sakit kepala dan asthenia.
  • Tidak ada efek samping serius yang terkait dengan vaksinasi, sebagaimana dikonfirmasi oleh Komite Pemantau Data Independen.
  • Tidak ada alergi kuat, tidak ada syok anafilaksis.

Substansi unik dari Sputnik V dan metode penggunaannya memiliki perlindungan paten di Rusia, yang diperoleh oleh Institut Riset Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gamaleya.

Vaksin Sputnik V diklaim bisa lawan jenis baru virus korona

Yang perlu diketahui, Vaksin Sputnik V jug dinilai efektif melawan jenis baru virus korona. Hal itu berdasarkan studi dari Gamaleya Research Institute for Epidemiology and Microbiology.

Sebab, vaksin ini menghasilkan titer antibodi menetralisir pelindung terhadap galur baru, termasuk Alpha B.1.1.7, Beta B.1.351, Gamma P.1, Delta B.1.617.2 dan B.1.617.3 serta varian B.1.1.141 DAN b.1.1.317 dengan mutasi pada receptor-binding domain (RBD) yang diidentifikasi di Moskow. 

Mengulik Asal Mula Vaksin Sputnik V

Mengulik sedikit ke belakang, vaksin ini dinamai satelit luar angkasa Soviet pertama. Pada 1957, peluncuran Sputnik-1 menghidupkan kembali penelitian luar angkasa di seluruh dunia dan menciptakan sebuah fenomena yang disebut “moment Sputnik” bagi komunitas global. 

Untuk efikasinya, Vaksin Sputnik V memiliki kemanjuran sebesar 97,6%, berdasarkan analisis data tentang kejadian virus korona di antara orang Rusia yang divaksinasi dengan kedua komponen vaksin antara 5 Desember 2020 dan 31 Maret 2021.