Penyakit

Mengenal Kanker Usus dan Obat Kanker Usus

Kanker usus adalah jenis kanker yang terjadi di usus besar. Usus besar adalah bagian akhir saluran pencernaan Anda. Kanker usus biasanya akan mempengaruhi para lansia, meskipun kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja. Umumnya kanker usus bermula dalam bentuk gumpalan sel-sel non-kanker dengan ukuran kecil dan dikenal dengan sebutan polip yang tumbuh di bagian dalam usus besar. Seiring dengan berjalannya waktu, polip tersebut dapat berubah menjadi kanker usus dan Anda perlu mendapatkan obat kanker usus dari dokter. 

Gejala kanker usus besar adalah sembelit, perut kembung, hingga perubahan konsistensi feses

Polip dapat berukuran kecil dan memproduksi sedikit gejala. Untuk alasan inilah dokter merekomendasikan tes screening rutin. Screening mengidentifikasi polip sebelum polip berubah menjadi kanker. Pencegahan jauh lebih baik daripada penggunaan obat kanker usus. Jika kanker usus berkembang, banyak perawatan tersedia untuk membantu mengontrolnya, termasuk operasi, terapi radiasi, dan perawatan menggunakan obat kanker usus, seperti chemotherapy, terapi tertarget, dan immunotherapy. Kanker usus terkadang disebut kanker kolorektal, yang mana merupakan istilah yang menggabungkan kanker usus dan kanker rektum, yang mana seperti namanya, berawal di rektum. 

Gejala dan penyebab

Tanda dan gejala kanker usus di antaranya adalah perubahan kebiasaan buang air besar yang terus menerus terjadi, seperti diare, konstipasi, atau perubahan konsistensi kotoran; pendarahan rektum atau adanya darah di kotoran Anda; gas, kram, ataupun rasa nyeri; perasaan bahwa usus tidak kosong sepenuhnya; kelelahan atau rasa lemah; dan turunnya berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Banyak orang dengan kanker usus tidak mengalami gejala apapun pada tahapan awal penyakit ini. Saat gejala muncul, gejala akan bervariasi, tergantung pada ukuran kanker dan lokasi di bagian usus besar mana. Jika Anda melihat adanya gejala yang terus menerus terjadi dan membuat khawatir, kunjungilah dokter. 

Dokter masih belum tahu apa yang menyebabkan kanker usus. Pada umumnya, kanker usus terjadi ketika sel-sel yang sehat di usus mengembangkan perubahan (mutasi) di dalam DNAnya. DNA sel mengandung satu set instruksi yang akan memberitahu apa yang sel tersebut perlu lakukan. Sel-sel yang sehat tumbuh dan terbagi dalam cara yang beraturan untuk menjaga fungsi tubuh yang normal. Namun ketika DNA sebuah sel rusak dan menjadi kanker, sel-sel akan terus terbagi, bahkan ketika sel-sel baru tidak dibutuhkan. Semakin sel menumpuk, sel-sel tersebut akan membentuk tumor. Seiring dengan berjalannya waktu, sel-sel kanker dapat tumbuh dan menyerang dan menghancurkan jaringan normal di sekitarnya. Sel-sel kanker kemudian akan menyerang ke bagian lain tubuh untuk membentuk deposit di tempat tersebut (metastasis). 

Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker usus di antaranya adalah lanjut usia. Kanker usus dapat didiagnosis pada usia berapapun, namun kebanyakan orang dengan kanker usus berusia di atas 50 tahun. Selain itu, sindrom turunan juga dapat meningkatkan risiko Anda untuk penderita kanker usus. Beberapa mutasi gen diwariskan dari generasi ke generasi dalam keluarga. Hal ini akan meningkatkan risiko kanker usus secara signifikan. Sindrom turunan yang paling sering dijumpai yang dapat meningkatkan kanker usus adalah FAP, yaitu singkatan dari familial adenomatous polyposis dan sindrom Lynch. Orang-orang dengan penyakit diabetes dan resistensi insulin juga memiliki risiko tinggi menderita kanker usus. Pencegahan lebih baik daripada obat kanker usus. Untuk mengurangi risiko, makanlah makanan yang terdiri dari sayuran dan buah serta gandum utuh, serta minum alkohol dalam batas yang wajar. Anda juga perlu berhenti merokok dan menjaga berat badan yang sehat.

Menderita Kanker Prostat? Coba Lakukan Perawatan Paliatif
Penyakit

Menderita Kanker Prostat? Coba Lakukan Perawatan Paliatif

Perawatan paliatif adalah cara membantu mengatasi kanker prostat. Prostat adalah kelenjar yang dimiliki pria dan berada di dalam perut bagian bawah. Prostat berada duduk di bawah kandung kemih dan terletak di bagian depan rektum. Kelenjar prostat bertugas untuk membuat cairan yang disebut cairan mani. Cairan ini memelihara sperma dan membantu membawanya keluar dari tubuh dalam bentuk air mani pria.

Seseorang yang menderita kanker prostat, artinya mereka mengalami terjadinya perubahan sel-sel normal di kelenjar prostat, berubah dan tumbuh secara tidak terkendali. Kondisi ini akan membentuk terjadinya tumor yang menyerang jaringan di dekatnya hingga menyebar ke bagian lain dari tubuh dan dapat membahayakan kesehatan.

Memahami perawatan paliatif

Perawatan paliatif adalah perawatan medis khusus untuk orang dengan penyakit serius. Perawatan ini berfokus memberikan bantuan dari gejala, rasa sakit dan stres dari penyakit serius seperti kanker prostat. Perawatan paliatif dilakukan oleh tim dokter, perawat, dan spesialis. Perawatan paliatif dapat dilakukan oleh semua golongan usia yang memiliki gejala atau menderita kanker prostat. 

Mengobati gejala kanker prostat

Kanker prostat dapat menyebabkan masalah dengan buang air kecil. Anda mungkin merasa perlu buang air kecil sepanjang waktu atau mengalami kesulitan buang air kecil. Anda mungkin memiliki aliran urin yang lemah atau terputus, kesulitan memulai atau menghentikan buang air kecil, dan buang air kecil yang menyakitkan atau terbakar.

Anda mungkin mengalami gejala lain juga. Gejala kanker prostat ini dapat mencakup nyeri di punggung bawah, pinggul, atau paha atas; kesulitan ereksi; rasa sakit dengan ejakulasi; dan darah dalam urin atau air mani. Namun, kanker prostat dini biasanya tidak menimbulkan gejala.

Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendeteksi kanker prostat. Setelah pertama kali melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan memberikan tes darah PSA (prostate-specific antigen). Tes lain mungkin termasuk USG, x-ray, CT scan, MRI atau biopsi (pengangkatan dan analisis sampel jaringan).

Ada beberapa pilihan untuk mengobati kanker prostat. Pada tahap awal, kanker mungkin diangkat dengan operasi; tetapi jika tumornya terlalu besar, atau terlalu dekat dengan rangkaian saraf mana pun, pembedahan mungkin bukan pilihan. Terapi radiasi dan terapi hormon juga dapat digunakan untuk mengobati kanker prostat. Jika pada tahap awal dan tumbuh lambat, Anda mungkin dianjurkan untuk menunggu dan tetap waspada (memantau kanker dengan pemeriksaan rutin).

Spesialis perawatan paliatif akan menjelaskan kepada Anda semua pilihan yang berbeda, dan kemudian membantu membuat pilihan yang tepat. Mereka melakukan ini dengan membantu Anda mencocokkan pilihan perawatan dengan kebutuhan dan tujuan pribadi. Mereka akan menghabiskan banyak waktu dengan untuk memastikan Anda dan keluarga sepenuhnya memahami penyakit ini.

Spesialis perawatan paliatif adalah ahli dalam mengobati gejala penyakit serius seperti kanker prostat. Nyeri tulang, misalnya, umum terjadi pada kanker prostat. Spesialis dalam tim perawatan paliatif akan memberikan obat terbaik untuk mencegah rasa sakit tersebut. Mereka mungkin merekomendasikan penggunaan sejumlah obat-obatan dan steroid yang akan membantu Anda mengurangi pengobatan dengan opiat.

Kelelahan (merasa lemah atau lelah) adalah efek samping yang umum jika Anda menjalani terapi hormon, karena menurunkan testosteron. Perawatan radiasi juga dapat menyebabkan kelelahan dan gejala lainnya. Spesialis perawatan paliatif dapat membantu Anda meningkatkan energi dengan menyesuaikan kadar hormon dengan obat-obatan, dan menyarankan latihan khusus dan perubahan gaya hidup lainnya.

Efek samping kanker prostat yang umum, seperti inkontinensia dan kehilangan gairah seks, seringkali sulit ditangani. Mereka dapat memengaruhi harga diri dan menciptakan kecemasan bagi Anda dan orang yang dicintai. Tim perawatan paliatif akan membantu Anda mendiskusikan situasi dengan keluarga, untuk membantu meringankan masalah emosional apa pun yang mungkin terkait dengan efek samping.

Gigi Patah Bisa Tumbuh Lagi, Kok Bisa?
Penyakit

Gigi Patah Bisa Tumbuh Lagi, Kok Bisa?

Mempunyai gigi patah tentunya akan malu, hal ini sering terjadi pada seseorang yang pernah mengalami kecelakaan. Lantas, bila gigi patah apakah langsung dibuang? Bila kamu sedang mengalami gigi patah, kamu jangan insecure terlebih dahulu, karena kondisi ini dapat melakukan perawatan terlebih dahulu seperti tambal gigi. Sebab, bila kamu biarkan terlalu lama gigi patah tersebut akan semakin sulit untuk disambung.

Mengenal struktur bagian gigi

Orang yang sudah berumur tentunya mempunyai 32 gigi, terdiri dari empat jenis, masing-masingnya mempunyai kegunaan yang berperan penting, teruma untuk makan, yakni:

  1. Gigi seri, yakni gigi berbentuk pahat yang membantu memotong makanan
  2. Gigi taring, yakni gigi runcing yang memungkinkan untuk merobek makanan
  3. Premolar, yakni gigi berfungsi untuk menghancurkan makanan
  4. Geraham, yakni gigi berfungsi untuk mengunyah dan menggiling makanan

Setiap gigi mempunyai 3 bagian utama, yakni mahkota, leher, dan akar. Mahkota ialah bagian tertular yang terlihat, mempunyai lapisan pelindung yang disebut dengan enamel. Sedangkan, leher gigi merupakan area antara mahko dengan akar, bagian yang masuk ke tulang rahang melewati gusi. 

Jika ada bagian dari gigi yang rusak, kondisi ini akan mempengaruhi fungsi rangkaian gigi dalam proses melunakkan di dalam mulut.

Kondisi gigi yang cedera

Kecelakaan atau cedera pada gigi bisa disebabkan karena banyak hal, seperti jatuh, sampai aktivitas olahraga (sepak bola, hoki, voli, basket, bisbol, dan cabang lainnya). Cedera dapat terjadi secara ringan ataupun berat, sehingga gigi bisa patah.

Pada beberapa kasus, kecelakaan yang dialami gigi patah harus dicabut. Biasnya, langkah yang diambil ialah gigi mati. Dikutip dari Healthline, gigi ialah benda “hidup” yang terdiri dari sejumlah bagian, termasuk saraf. 

Untuk gigi mati, darah tak bisa lagi mengalir ke daerah tersebut. Yang sudah diketahui, hamper seluruh bagian tubuh manusia membutuhkan adanya darah untuk menjalankan fungsinya.

Bila cedera ini membuat gigi hanya retak ringan, cara pengobatannya pun bisa dibantu oleh dokter gigi. Tetapi, bila terjadi gigi patah, terutama saat sudah berumur orang dewasa, kamu mungkin akan kehilangan gigi untuk selama-lamanya.

Apakah gigi patah dapat tumbuh kembali?

Dikutip dari studi pada 2015 yang diterbitkan pada European Journal of Dentistry, gigi patah biasanya diakibatkan cedera ialah geraham bawah. Walaupun, gigi bagian yang lainnya juga alami kondisi serupa. Cedera serius biasanya memperburuk kondisi, terutama jika Kamu telah merusak bagian akar, area pulpa yang mengandung saraf dan jaringan ikat. Lalu, apakah gigi patah dapat tumbuh kembali?

Bila kamu berumur 21 tahun, jawabannya ialah tidak. Gigi orang yang sudah dewasa tentunya tidak bersifat permanen, bukan berarti pada anak-anak bisa tumbuh kembali. 

Jenis gigi patah

Tentu saja, gigi yang rusak akan terasa sakit dan nyeri tergantung pada jenis gigi patah yang sedang kamu dialami, kenali beberapa jenis gigi patah berikut:

  • Retakan kecil di permukaan luar gigi
  • Gigi retak yang gampang menyebar
  • Puncak gigi yang rusak
  • Kerusakan gigi yang melibatkan saraf
  • Gigi patah vertical

Cara mengatasi gigi patah

Jika kamu hanya mengalami retak, kemungkinan akan tetap menempel pada gusi. Tetapi, bila sudah patah, menurut saran dari NHS UK, ada baiknya kamu menyimpan gigi tersebut dan kemudian dipasangkan kembali. Prosedur ini dapat disesuaikan dengan di mana gigi berada.

Secara umum, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gigi patah akibat kecelakaan, yakni:

  • Menempelkan kembali gigi patah tersebut
  • Menambalkan atau membuat mahkota (untuk menutup sepenuhnya bagian gigi patah)
  • Perawatan akar yang rusak untuk gigi yang patah
  • Implant gigi

Nah, itu adalah ulasan mengenai gigi patah dapat diperbaiki ataupun tidak, terutama yang disebabkan oleh cedera, seperti cedera atau kecelakaan yang mengarah pada kerusakan gigi. Untuk itu, meminimalkan kondisi tersebut, selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang dapat sebabkan cedera pada gigi.

Lawan Virus Baru, Begini Hasil Uji Klinis Vaksin Sputnik V
Penyakit

Lawan Virus Baru, Begini Hasil Uji Klinis Vaksin Sputnik V

Program vaksinasi di Indonesia kini makin dioptimalkan oleh pemerintah. Terbaru, Vaksin Sputnik V atau bisa disebut Gam-COVID-Vac kini sudah mendapatkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berdasar Jurnal yang dipublikasi The Lancet, vaksin ini menggunakan pendekatan adenovirus rekombinan heterolog, yaitu adenovirus 26 (Ad26) dan adenovirus 5 (Ad5) sebagai vektor untuk ekspresi sindrom pernapasan akut parah coronavirus 2 (SARS-CoV-2) lonjakan  protein.  Penggunaan dua serotipe yang berbeda, yang diberikan terpisah 21 hari, dimaksudkan untuk mengatasi kekebalan adenovirus yang sudah ada sebelumnya dalam populasi.Di antara vaksin Covid-19 utama yang sedang dikembangkan hingga saat ini, hanya Gam-COVID-Vac yang menggunakan pendekatan ini.

Sebelum mengetahui proses uji klinis Vaksin Sputnik V dimulai, vaksin tersebut telah melalui semua tahapan uji praklinis dengan eksperimen pada berbagai jenis hewan, termasuk 2 jenis primata.

Sementara itu, uji klinis vaksin fase 1 dan 2 telah selesai pada 1 Agustus 2020. Semua sukarelawan merasa baik-baik saja, tidak ada efek samping yang tidak terduga atau tidak diinginkan yang diamati.

Perlu diketahui bahwa vaksin menginduksi antibodi yang kuat dan respon imun seluler. Tidak ada satu pun peserta uji klinis saat ini yang terinfeksi Covid-19 setelah diberikan vaksin.

Bagaimana Proses Uji Klinisnya?

Kemanjuran vaksin yang tinggi dikonfirmasi oleh tes presisi tinggi untuk antibodi dalam serum darah relawan (termasuk analisis antibodi yang menetralisir virus corona), serta kemampuan sel kekebalan relawan untuk aktif sebagai respons terhadap lonjakan protein S dari virus korona, yang mengindikasikan pembentukan antibodi dan respons vaksin imun seluler.

Uji klinis pasca pendaftaran yang melibatkan lebih dari 31.000 orang di Rusia dan Belarusia diluncurkan pada 25 Agustus 2020. Ada pula beberapa negara yang telah mengikuti uji klinis Vaksin Sputnik V secara lokal seperti Venezuela, UEA, dan India.

Vaksin telah menerima sertifikat pendaftaran dari Kementerian Kesehatan Rusia pada 11 Agustus dan di bawah aturan darurat yang diadopsi selama pandemi Covid-19 dapat digunakan untuk memvaksinasi populasi di Rusia.

Dalam uji klinis Fase III, khasiat Vaksin Sputnik V terhadap Covid-19 dilaporkan mencapai 91,6%. Angka itu berdasar analisis data pada 19.866 sukarelawan yang diberi Vaksin Sputnik V. Efikasi vaksin tersebut divalidasi oleh data peer review international yang dipublikasikan di The Lancet.

Vaksin tersebut dinilai bisa memberikan perlindungan penuh dalam kasus Covid-19 yang parah. Vaksin Sputnik V menjamin respon imun humoral (antibodi yang merupakan lini pertahanan pertama) dan cell mediated (perlindungan jangka panjang) yang kuat.

Uji klinis Vaksin Sputnik V

Hasil uji klinis Fase III membuktikan tingkat keamanan dan imunogenisitas yang tinggi dari vaksin Sputnik V termasuk kelompok lanjut usia.

  • Lebih dari 98% sukarelawan dalam kelompok vaksin mengembangkan respons imun humoral dan 100% respons imun seluler.
  • Tingkat antibodi penawar virus dari relawan yang divaksinasi Sputnik V 1,3x-1,5x kali lebih tinggi dari tingkat antibodi pasien yang sembuh dari Covid-19.
  • Kemanjuran vaksin untuk kelompok lansia ditunjukkan pada 91,8% dan tidak berbeda secara statistik dari kelompok 18-60.
  • Vaksin menunjukkan profil keamanan yang sangat baik.  Sebagian besar efek samping (94%) ringan dan termasuk sindrom mirip flu, reaksi di tempat suntikan, sakit kepala dan asthenia.
  • Tidak ada efek samping serius yang terkait dengan vaksinasi, sebagaimana dikonfirmasi oleh Komite Pemantau Data Independen.
  • Tidak ada alergi kuat, tidak ada syok anafilaksis.

Substansi unik dari Sputnik V dan metode penggunaannya memiliki perlindungan paten di Rusia, yang diperoleh oleh Institut Riset Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gamaleya.

Vaksin Sputnik V diklaim bisa lawan jenis baru virus korona

Yang perlu diketahui, Vaksin Sputnik V jug dinilai efektif melawan jenis baru virus korona. Hal itu berdasarkan studi dari Gamaleya Research Institute for Epidemiology and Microbiology.

Sebab, vaksin ini menghasilkan titer antibodi menetralisir pelindung terhadap galur baru, termasuk Alpha B.1.1.7, Beta B.1.351, Gamma P.1, Delta B.1.617.2 dan B.1.617.3 serta varian B.1.1.141 DAN b.1.1.317 dengan mutasi pada receptor-binding domain (RBD) yang diidentifikasi di Moskow. 

Mengulik Asal Mula Vaksin Sputnik V

Mengulik sedikit ke belakang, vaksin ini dinamai satelit luar angkasa Soviet pertama. Pada 1957, peluncuran Sputnik-1 menghidupkan kembali penelitian luar angkasa di seluruh dunia dan menciptakan sebuah fenomena yang disebut “moment Sputnik” bagi komunitas global. 

Untuk efikasinya, Vaksin Sputnik V memiliki kemanjuran sebesar 97,6%, berdasarkan analisis data tentang kejadian virus korona di antara orang Rusia yang divaksinasi dengan kedua komponen vaksin antara 5 Desember 2020 dan 31 Maret 2021.

Penyakit

Apa Penyebab Lidah Berbulu?

Lidah berbulu, atau istilah medisnya disebut sebagai lingua villosa nigra, merupakan kondisi dimana lidah memiliki lapisan abnormal yang seolah-olah terlihat seperti bulu. Pada dasarnya, lidah berbulu bisa membuat lidah tampak hitam. Selain hitam, lidah berbulu juga bisa membuat lidah tampak berwarna merah muda, putih, hijau, dan coklat.

image Lidah Berbulu

Meskipun tampak berbulu, lidah berbulu tidak berhubungan dengan pertumbuhan rambut pada lidah. Lidah berbulu timbul karena adanya sel mati pada filiform papillae.

Filiform papillae merupakan benjolan yang berukuran sangat kecil, yakni sekitar 1 mm. Filiform papillae berbentuk kerucut. Letak filiform papillae berada di bagian tengah lidah atau bagian yang tidak memiliki indera perasa.

Lidah berbulu merupakan salah satu kondisi yang tidak membahayakan tubuh dan hanya terjadi untuk sementara. Meskipun demikian, jika filiform papillae lebih panjang, orang-orang yang mengalaminya bisa lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri, jamur, sisa makanan, atau zat lain yang ada di bagian tersebut.

Gejala

Berikut adalah gejala yang timbul akibat lidah berbulu:

  • Lidah terasa geli.
  • Sensasi terbakar.
  • Nafas bau.
  • Gangguan pada indera perasa.

Penyebab

Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan lidah seseorang berbulu:

  • Masalah mulut

Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah masalah pada mulut. Manusia yang tidak menjaga kesehatan mulut dengan baik dapat meningkatkan risiko penumpukan bakteri dan jamur. Penumpukan bakteri dan jamur bisa membuat lidah berbulu.

  • Dehidrasi

Dehidrasi tidak hanya menurunkan konsentrasi manusia, namun juga bisa membuat mulut kering. Mulut kering bisa menyebabkan lidah berbulu.

  • Kurangnya produksi air liur

Kekurangan produksi air liur bisa membuat keratin pada papila lidah menempel lebih lama dari waktu yang ditentukan. Hal tersebut tidak membuat sel mati hilang dari permukaan lidah.

  • Zat tertentu

Penggunaan zat-zat tertentu bisa memicu reaksi alergi pada tubuh. Selain alergi, jika manusia menggunakan zat-zat tertentu secara berlebihan (misalnya, alkohol), mereka bisa meningkatkan risiko lidah berbulu.

  • Penggunaan obat

Sebagian obat bisa memicu efek samping yang berbeda pada tubuh. Contoh obat yang dapat menimbulkan efek samping adalah antibiotik. Antibiotik bisa meningkatkan risiko lidah berbulu.

  • Terapi radiasi

Terapi radiasi bisa dialami di bagian tubuh manapun, termasuk kepala. Terapi radiasi bisa memberikan berbagai risiko pada tubuh seperti lidah berbulu.

  • Kondisi kesehatan

Contoh kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan lidah berbulu adalah leukoplakia. Leukoplakia terjadi karena virus Epstein-Barr atau HIV/AIDS. Kondisi tersebut bisa membuat lidah tampak berwarna putih.

Jika Anda Ingin Bertemu Dengan Dokter

Jika Anda mengalami masalah pada lidah, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang timbul.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang Anda gunakan (jika dokter memerlukannya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan menanyakan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala yang Anda alami terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah Anda mengalami kondisi lain?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan melakukan diagnosis yang melibatkan pemeriksaan fisik. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik berdasarkan gejala dan penyebab lidah berbulu.

Pengobatan

Pada dasarnya, pasien tidak perlu menggunakan obat untuk mengatasi lidah berbulu. Namun, jika pasien ingin menggunakan obat, obat kumur atau obat antijamur bisa digunakan.

Pencegahan

Berikut adalah cara untuk mengatasi lidah berbulu:

  • Menjaga kebersihan mulut

Setiap orang perlu menjaga kebersihan mulut setiap hari. Lidah dapat dibersihkan ketika orang menggosok gigi.

  • Minum air putih secara rutin

Setiap orang dianjurkan untuk minum air putih sebanyak 8 gelas setiap hari untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

  • Hindari kebiasaan buruk

Orang-orang juga perlu menghindari kebiasaan buruk seperti merokok untuk mengurangi risiko lidah berbulu.

Kesimpulan

Meskipun lidah berbulu tidak membahayakan tubuh, ada berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko tersebut. Anda bisa mencoba cara-cara yang disebutkan di atas jika Anda ingin menghindari risiko lidah berbulu. Untuk informasi lebih lanjut tentang lidah, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Penyakit

Inilah Gejala, Resiko, dan Pengobatan Diabetes Mellitus Tipe 2

Diabetes Mellitus Tipe 2 adalah suatu kondisi di mana tubuh gagal untuk memetabolisme glukosa (gula) dengan benar. Hal ini menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat, keadaan yang dikenal sebagai hiperglikemia.

Ketika seseorang tidak menderita diabetes, kelenjar yang disebut pankreas memproduksi dan mengeluarkan hormon yang disebut insulin. Hormon ini digunakan oleh jaringan tubuh untuk memetabolisme glukosa. Biasanya jumlah insulin yang disekresikan meningkat sehubungan dengan jumlah karbohidrat (gula) yang dikonsumsi seseorang. Pada penderita diabetes tipe 2, sekresi insulin dari pankreas sering menurun. Ini disebut sebagai penurunan sekresi insulin.

Selain itu jaringan tubuh tidak merespon secara memadai terhadap insulin yang diproduksi. Biasanya insulin akan digunakan oleh tubuh untuk menarik glukosa ke dalam sel, di mana ia dapat disimpan sebagai energi yang dapat digunakan oleh tubuh nanti (misalnya saat berolahraga atau aktivitas lain yang melibatkan pengeluaran energi). Pada diabetes tipe 2, glukosa tidak dibawa ke dalam sel. Ini disebut sebagai resistensi insulin. Ini menyebabkan glukosa tetap berada dalam aliran darah dan akibatnya adalah hiperglikemia.

Diabetes mellitus tipe 2 sebelumnya disebut non-insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM) dan late onset diabetes mellitus. Nama-nama ini tidak lagi digunakan karena tidak akurat. Insulin sering digunakan dalam pengelolaan diabetes tipe 2. Kondisi ini semakin didiagnosis pada orang muda.

Statistik

Hampir satu dari 20 orang Australia, atau satu juta orang, didiagnosis dengan diabetes mellitus tipe 2 pada tahun 2008. Proporsi sebenarnya orang Australia dengan kondisi tersebut mungkin lebih tinggi karena banyak orang tidak terdiagnosis sampai mereka mengalami komplikasi, misalnya retinopati diabetik.

Dari mereka yang telah didiagnosis dengan diabetes tipe 2, 56% adalah laki-laki dan 92% berusia di atas 45 tahun. Kondisi ini paling umum di Northern Territory di mana 7,7% orang telah didiagnosis menderita diabetes dan paling tidak umum di Australian Capital Territory di mana hanya 2,4% orang yang telah didiagnosis.

Ini adalah bentuk diabetes yang paling umum, terhitung 87% dari semua diabetes mellitus di Australia. Jenis diabetes lainnya termasuk diabetes tipe 1 dan diabetes gestasional.

Proporsi orang Australia dengan diabetes tipe 2 telah meningkat pesat dalam dekade terakhir. Perkiraan menunjukkan bahwa jika peningkatan terus berlanjut, tiga juta orang Australia akan hidup dengan diabetes pada tahun 2025.

Anak-anak

Peningkatan jumlah anak-anak dan remaja yang didiagnosis dengan diabetes tipe 2. Setiap tahun, 3 anak dalam setiap 100.000 usia 10-14 tahun dan 8 dari setiap 100.000 anak berusia 15-19 tahun didiagnosis menderita diabetes tipe 2.

Faktor risiko

Diabetes tipe 2 sebagian merupakan penyakit genetik dan sebagian lagi merupakan penyakit gaya hidup. Orang yang orang tuanya menderita diabetes memiliki kecenderungan genetik, yang berarti mereka lebih mungkin terkena diabetes tipe 2 sendiri. Namun karakteristik gaya hidup seseorang, terutama apa yang mereka makan dan seberapa banyak olahraga yang mereka lakukan, juga mempengaruhi risiko diabetes tipe 2. Orang dengan kecenderungan genetik mungkin tidak mengembangkan kondisi ini jika mereka menjalani gaya hidup sehat.

Meskipun tidak ada penyebab tunggal untuk mengembangkan diabetes tipe 2, ada faktor risiko yang diketahui. Beberapa di antaranya dapat diubah (dapat dihindari) dan beberapa tidak dapat (tidak dapat dihindari).

Faktor risiko yang tidak dapat dihindari

  • Riwayat keluarga diabetes – orang dengan kerabat dekat yang memiliki diabetes tipe 2 lebih mungkin untuk mendapatkan kondisi itu sendiri. Satu dari sepuluh dari mereka yang memiliki saudara kandung yang menderita diabetes tipe 2 akan mengembangkan kondisi tersebut, seperti halnya setengah dari mereka yang memiliki saudara kembar identik yang terkena diabetes tipe 2.
  • Usia – risiko meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Latar belakang etnis – orang-orang dari Aborigin atau Kepulauan Selat Torres, Kepulauan Pasifik, latar belakang etnis India dan Cina lebih mungkin mengembangkan diabetes mellitus tipe 2.
  • Memiliki Sindrom Ovarium Polikistik atau riwayat diabetes gestasional selama kehamilan.
  • Berat badan lahir rendah dianggap sebagai predisposisi diabetes karena perkembangan dan fungsi sel beta yang buruk.

Faktor risiko yang dapat dihindari

  • Obesitas dan kelebihan berat badan
  • Ketidakaktifan fisik
  • Tekanan darah tinggi
  • Diet
  • Metabolisme glukosa terganggu

Gejala

Diabetes dapat dengan mudah didiagnosis jika Anda hadir dengan gejala klasik:

  • Haus.
  • Poliuria- Sering buang air kecil atau bangun di malam hari beberapa kali untuk buang air kecil (nokturia).
  • Kelelahan.
  • Kelaparan.
  • Penurunan berat badan.

Namun, banyak pasien dengan diabetes tetap asimtomatik selama bertahun-tahun tetapi masih tunduk pada efek merusak dari gula darah tinggi. Tidak seperti diabetes tipe 1 yang cenderung muncul secara akut, diabetes tipe 2 muncul secara bertahap selama beberapa tahun.

Pada saat diagnosis diabetes tipe 2, Anda mungkin sudah memiliki beberapa komplikasi penyakit, seperti masalah jantung atau mata. Anda mungkin telah memperhatikan pengaburan penglihatan Anda, kesemutan di kaki (karena kerusakan saraf) dan infeksi berulang.

Diabetes atau gangguan toleransi glukosa dapat dideteksi pada tes darah rutin sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan umum atau investigasi untuk gejala atau penyakit lain. Jika Anda mengalami obesitas, menderita tekanan darah tinggi, memiliki riwayat keluarga diabetes, memiliki kolesterol tinggi atau berasal dari populasi berisiko tinggi (misalnya latar belakang Aborigin), penting bagi Anda untuk menjalani tes diabetes.

Pengobatan

Tujuan pengobatan pertama adalah menghilangkan gejala hiperglikemia (gula darah tinggi), menstabilkan glukosa darah, dan mengembalikan berat badan normal. Tujuan pengobatan yang berkelanjutan adalah untuk mencegah atau mengurangi komplikasi jangka panjang, dan untuk memungkinkan pasien hidup senormal mungkin. Diabetes Mellitus Tipe 2

Pendekatan tim biasanya digunakan dalam pengelolaan diabetes mellitus. Anggota tim dapat mencakup dokter umum, spesialis diabetes, pendidik diabetes, dokter mata, ahli penyakit kaki, ahli gizi, dan pasien itu sendiri. Profesional kesehatan ini dapat membantu memantau semua aspek penyakit. Pendidik diabetes khususnya sangat berharga, memberikan Anda informasi tentang nutrisi, olahraga, pengelolaan diabetes selama sakit, dan pengobatan. Mereka juga dapat mengajari Anda keterampilan seperti pemantauan kadar gula darah di rumah.

Pemantauan kadar gula darah sekarang menjadi tugas yang sederhana dan cepat, yang dapat dilakukan dengan menggunakan monitor gula darah (gambar kanan). Monitor BSL menilai kadar dengan menganalisis setetes darah yang biasanya diperoleh dengan tusukan jari yang sangat cepat dan hanya membutuhkan waktu beberapa saat untuk memberikan hasilnya.

Pemantauan kontrol glukosa dan tindak lanjut rutin sangat penting. Tes termasuk Hb glikosilasi (juga dikenal sebagai HbA1c, cerminan dari kontrol glukosa darah jangka panjang), tekanan darah, berat badan, lipid plasma, proteinuria (protein dalam urin), fungsi ginjal, kondisi kaki dan pemeriksaan kardiovaskular.

Pendidikan dan konseling secara teratur juga sangat penting.

Penyakit

Cara Mengobati Mata Merah dan Berair Setelah Tidur

Menyadari mata merah dan berair ketika bangun tidur adalah salah satu momen yang menyebalkan, terlebih jika pada hari itu ada agenda penting yang tak bisa dilewatkan. Oleh karenanya penting mengetahui cara mengobati mata merah dan berair setelah tidur, jika di antara para pembaca ada yang kerap mengalami masalah ini.

Mata merah karena HP bisa terjadi akibat iritasi

Ada banyak kondisi yang mungkin sekali memicu atau menjadi penyebab mata merah dan berair. Mengetahui penyebab mata merah dan berair menjadi penting, sebab dengan begitu kita bisa mengambil langkah pengobatan terbaik yang sesuai dengan kondisi yang dialami.

Tak usah berpanjang lebar, langsung saja, berikut ini beberapa penyebab sekaligus cara mengobati mata merah dan berair setelah tidur:

  • Alergi! Hindari Penggunaan Tetes Mata

Penyebab paling umum dari kondisi mata merah dan berair, termasuk yang terjadi saat bangun tidur, adalah alergi. Beberapa hal di sekitar kita, mulai dari debu; bulu binatang; dan sebagainya, bisa menyebabkan mata merah dan berair.

Kondisi ini, dalam dunia medis, biasa disebut sebagai konjungtivitis. Cara mengobati mata merah dan berair terbaik akibat konjungtivitis adalah menggunakan obat anti alergi, serta menjauhi penyebab alergi. Obat anti alergi digunakan untuk mencegah reaksi sistem imun dan meredakan rasa gatal dan inflamasi pada mata.

Perlu juga diketahui bahwa dalam kondisi ini, disarankan agar tidak menggunakan obat tetes mata secara sembarangan. Penggunaan obat tetes mata yang tidak sesuai malah dapat menyebabkan kondisi bertambah parah. Periksakan diri ke dokter, jika penyebab konjungtivitis adalah bakteri, dokter biasanya akan memberi obat tetes mata antibiotik.

  • Terlalu Banyak Terpapar Radiasi

Bermain ponsel sebelum tidur adalah salah satu aktivitas populer yang dilakukan masyarakat kita saat ini. Masalahnya, aktivitas tersebut punya berbagai efek bagi kesehatan mata. Salah satu efek samping yang mungkin sekali terjadi adalah mata merah dan berair.

Kondisi mata kering karena kurangnya kelembaban di mata karena produksi air mata yang berkurang, biasanya akan menyebabkan mata menjadi merah. Kondisi ini terjadi saat kelenjar yang memproduksi minyak di kelopak mata teriritasi. Tepatnya, kondisi ini disebabkan jarangnya berkedip saat memandang gadget, sehingga air mata jadi cepat menguap. Nah, untuk mengatasi kondisi ini, kamu bisa menggunakan tetes air mata buatan yang bisa dibeli di apotek terdekat untuk mengatasinya.

  • Gigitan Serangga

Kondisi lingkungan yang tidak bersih, biasanya meningkatkan peluang seseorang digigit serangga, mulai dari semut; nyamuk; kutu; dan lain sebagainya. Bila gigitan serangga itu terjadi di area mata, bukan sesuatu yang aneh jika mata menjadi merah dan berair.

Mata merah dan berair akibat gigitan serangga biasanya diikuti oleh gejala lain, mulai dari nyeri saat menggerakkan bola mata, hingga penglihatan yang buram. Cara mengobati mata merah dan berair yang diakibatkan oleh gigitan serangga bisa dimulai dari prosedur pengobatan di rumah.

Kita bisa mulai dari mengompres mata yang mengalami gangguan kesehatan tersebut dengan kain yang direndam dalam air dingin dan bersih atau dengan menempelkan kantong kompres berisi es selama 15 menit, satu jam sekali.

Selain itu, kamu juga dapat mengompres mata dengan kantong teh yang telah dimasukkan ke kulkas. Kandungan kafein yang terdapat pada teh dapat membantu meredakan pembengkakan.

Penggunaan obat tetes mata bisa juga dicoba, tetapi sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk meminimalisir kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Yang terpenting dalam prosedur atau cara mengobati mata merah dan berair adalah disesuaikan dengan penyebab terjadinya kondisi tersebut.

Penyakit

Pusing Berkepanjangan, Apa Penyebabnya?

Setiap orang dihimbau untuk menjaga kesehatan supaya terhindar dari berbagai risiko seperti sakit kepala, pusing, atau vertigo. Sakit kepala bisa dialami siapapun dan kapanpun. Namun, orang-orang yang memiliki faktor risiko tertentu seperti kecanduan alkohol lebih berpotensi mengalami kondisi tersebut. Sakit kepala bisa terjadi baik dalam waktu yang singkat maupun lebih lama. Pusing berkepanjangan bisa terjadi karena berbagai faktor seperti cedera.

Gejala darah rendah bisa ditandai dengan pusing yang hebat

Gejala

Seseorang yang mengalami sakit kepala dapat menunjukkan gejala berikut:

  • Sensasi berputar.
  • Penurunan kesadaran.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Pingsan.
  • Mual.
  • Muntah.

Pusing bisa dialami selama beberapa detik dan kondisi tersebut akan sembuh dengan sendiri. Namun, pada sebagian kasus, pusing bisa dialami dalam waktu yang lebih lama, yakni beberapa hari. Pusing juga bisa terjadi berkali-kali. Jika Anda mengalami pusing berkepanjangan, Anda sebaiknya temui dokter.

Penyebab

Pusing bisa terjadi karena faktor berikut:

  • Migrain

Migrain merupakan salah satu faktor yang menyebabkan seseorang merasa pusing. Seseorang yang mengalami migrain tidak hanya menunjukkan gejala berupa pusing, namun juga dapat menunjukkan gejala lain berupa gangguan terhadap cahaya dan suara. Migrain terjadi dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam.

  • Dehidrasi

Dehidrasi tidak hanya menyebabkan penurunan konsentrasi, namun juga dapat menyebabkan pusing. Dehidrasi terjadi karena seseorang kekurangan cairan di dalam tubuh.

  • Gangguan kecemasan

Pusing juga bisa terjadi karena seseorang mengalami gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan juga menyebabkan seseorang panik dan takut untuk meninggalkan rumah atau berada di tempat yang luas dan terbuka (agorafobia).

  • Infeksi

Infeksi merupakan faktor lain yang dapat menyebabkan pusing secara terus-menerus. Infeksi yang disebut sebagai neuritis vestibular tersebut tidak hanya menyebabkan pusing dan masalah pada saraf vestibular, namun juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran secara mendadak.

  • Tekanan darah menurun

Jika tekanan darah menurun secara drastis, seseorang bisa merasa pusing, bahkan pingsan. Kondisi tersebut bisa terjadi secara acak seperti berdiri terlalu cepat.

  • Masalah pada sirkulasi darah

Penurunan volume darah dapat menyebabkan aliran darah tidak tersalur dengan baik ke otak. Hal tersebut dapat menyebabkan pusing.

  • Gula darah menurun

Penurunan gula darah juga dapat menyebabkan pusing. Kondisi tersebut bisa disertai dengan keringat dan rasa cemas.

  • Pengaruh obat

Sebagian obat dapat menyebabkan efek samping yang berbeda pada tubuh, termasuk pusing. Contoh obat yang menyebabkan kondisi tersebut adalah obat antidepresan dan antikejang.

  • Alkohol

Alkohol merupakan faktor lain yang dapat menyebabkan berbagai masalah pada tubuh, salah satunya termasuk pusing.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang Anda gunakan (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda mengalami kondisi lain?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti pemeriksaan fisik. Setelah itu, dokter dapat memberikan pengobatan berdasarkan kondisi yang dialami pasien. Contoh pengobatan yang dapat diberikan kepada pasien adalah obat antihistamin.

Kesimpulan

Pusing biasa atau pusing berkepanjangan merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai, karena tidak hanya menimbulkan berbagai gejala, namun juga terjadi karena berbagai faktor. Jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya temui dokter. Dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi yang Anda alami. Untuk informasi lebih lanjut tentang sakit kepala, Anda bisa bertanya kepada dokter.

Penyakit

Cara Terbaik Mengatasi Badan Meriang tapi Tidak Demam

Menggigil atau sensasi meriang merupakan cara tubuh untuk menaikkan suhu tubuh yang menurun. Pada saat kondisi ini terjadi, Anda bisa mengalami badan meriang tapi tidak demam ataupun disertai demam.

Jika Anda tak merasa adanya demam di tubuh saat sensasi meriang ini muncul, beberapa kondisi tertentu bisa menjadi penyebabnya. Walaupun kondisi-kondisi tersebut tergolong ringan dan mudah diatasi, segera menanganinya dengan cepat sangat penting untuk menghindari potensi yang lebih serius.

Suhu tubuh normal manusia bukan 37 derajat celcius

Apa Itu Meriang?

Secara umum, tubuh yang menggigil atau mengalami sensasi meriang menandakan bahwa tubuh sedang berupaya menaikkan suhu tubuh yang turun. Saat menggigil, tubuh Anda akan gemetaran akibat otot yang berkontraksi dan rileks untuk menghangatkan tubuh.

Terkadang tak hanya menaikkan suhu tubuh, menggigil juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang melawan penyakit, infeksi, virus, atau masalah kesehatan lainnya. Beberapa infeksi yang menyebabkan menggigil antara lain flu, pneumonia, infeksi saluran kencing, malaria, dan bahkan Covid-19.

Naiknya suhu tubuh bisa membunuh virus dan bakteri tersebut. Hal inilah yang menyebabkan menggigil sering disertai dengan demam, namun tidak semua orang yang mengalami demam akan merasakan menggigil. 

Cara Mengatasi Badan yang Meriang Namun Tidak Demam

Jika badan Anda tidak mengalami demam namun tetap menggigil, penyebabnya bisa beragam dari paparan cuaca dingin, reaksi emosional, hingga kadar gula darah yang menurun.

Rata-rata kondisi tersebut masih dapat diatasi dan juga dicegah dengan mudah, baik sendiri maupun dengan penanganan dokter. Mengatasi dan mencegah dengan cepat adalah kunci penting untuk menghindari potensi terjadinya hal yang lebih serius dan membahayakan nyawa.

1. Segera menghangatkan diri

Apabila Anda menggigil karena cuaca yang dingin, segera menghangatkan diri bisa langsung menghentikannya. Anda bisa menggunakan pakaian yang lebih tebal, mandi air hangat, dan juga meminum minuman hangat, seperti teh herbal.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga membantu tubuh meregulasi suhu dengan baik. Badan meriang tapi tidak demam bisa jadi serius bila Anda mengalami hipotermia atau frostbite akibat penanganan yang tidak segera dilakukan saat terekspos udara dingin, dan berpotensi membahayakan nyawa.

2. Mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula

Anda juga bisa segera mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula, khususnya bila menggigil tersebut disebabkan oleh hipoglikemia atau kondisi kadar gula darah rendah.

Jika Anda mengalami hipoglikemia namun tidak mengidap diabetes, seimbangkan kadar gula darah Anda dengan meminum jus jeruk atau mengonsumsi permen. Atau bila Anda khawatir akan adanya indikasi penyakit tertentu, bisa juga memeriksakannya ke dokter.

Jika hipoglikemia terjadi pada Anda yang mengidap diabetes, konsumsi tablet glukosa jika Anda memilikinya. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi sekitar 15 gram karbohidrat untuk menaikkan kadar gula darah. Jika sudah melakukan cara ini namun gejala tidak juga membaik, segera periksakan ke dokter. 

3. Lakukan latihan pernapasan

Bagi Anda yang mengalami rasa menggigil akibat reaksi emosi yang intens, bisa mencoba mengatasinya dengan melakukan latihan nafas dalam atau teknik relaksasi untuk menenangkan diri Anda.

Secara umum, kondisi ini akan mengaktivasi respons ‘fight or flight’ alias melawan atau kabur. Rasa ingin kabur atau lari cenderung lebih besar, namun sangat direkomendasikan untuk melawan keinginan tersebut untuk tetap berpikir logis dan menghindarkan Anda dari risiko melakukan hal-hal yang merugikan.

4. Segera ganti baju kering

Segera ganti baju Anda dengan baju yang kering jika Anda mengalami meriang yang muncul setelah melakukan olahraga dengan aktivitas berat. Keringat yang muncul berlebihan bisa membuat Anda menggigil hebat bila tidak segera diganti.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba mandi atau berendam menggunakan air hangat setelah terpapar udara dingin. Pastikan menggunakan baju yang kering dan hangat setelah mandi, serta tutupi bagian kepala, tangan, dan kaki untuk membantu tubuh menyimpan suhu hangat lebih banyak dan cepat. 

5. Hindari berolahraga di suhu ekstrem

Melakukan olahraga ekstrim, seperti lari maraton misalnya, di tengah cuaca yang sangat panas atau sangat dingin bisa menyebabkan Anda mengalami meriang, baik disertai demam maupun tidak.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari berolahraga pada saat suhu ekstrem dan batasi durasi Anda saat melakukan aktivitas intens. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan perbanyak minum air dapat membantu meregulasi suhu tubuh dengan baik. 

6. Konsumsi suplemen atau makanan tinggi zat besi

Mengonsumsi suplemen atau makanan yang mengandung zat besi bisa membantu mengatasi rasa meriang atau menggigil pada tubuh Anda, terutama jika Anda mengalami anemia atau kadar sel darah merah yang rendah.

Beberapa makanan yang tinggi akan zat besi antara lain bayam, daging merah, tiram, selai kacang, biji labu, kacang merah, dan buah-buahan kering. Pada kasus yang lebih serius, anemia bisa mengharuskan seseorang menjalani transfusi darah. 

7. Periksakan ke dokter

Kondisi lainnya yang bisa menyebabkan rasa meriang adalah hipotiroidisme, di mana kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid yang cukup agar tubuh mampu meregulasi metabolisme dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. 

Hipotiroidisme umumnya membutuhkan penanganan dokter dan konsumsi obat-obatan. Dengan penanganan segera, gejala bisa segera membaik dan membantu fungsi tiroid Anda berangsur-angsur normal kembali.

Pada umumnya, badan meriang tapi tidak demam yang tidak disebabkan oleh penyakit bisa segera hilang dalam waktu hitungan jam atau hari. Anda wajib memeriksakan ke dokter segera apabila gejala tidak juga membaik setelah melakukan beberapa cara mengatasi dan pencegahan di atas.

Penyakit

Kenali Beragam Terapi Perawatan Bayi Penderita Hidrosefalus, Salah Satunya Ventriculoperitoneal Shunt

Ventriculoperitoneal Shunt

Penyakit hidrosefalus lebih sering dialami oleh bayi. Penyakit ini umumnya ditandai dengan ukuran kepala bayi yang membesar dibanding ukuran normal akibat penumpukan otak. Adapun terapi yang bisa dijalani untuk penyakit ini adalah ventriculoperitoneal shunt dan ventrikulostomi.

Sebenarnya, hingga kini belum ada cara yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit hidrosefalus sepenuhnya. Oleh karena itu penting sekali untuk melakukan deteksi dini dan tindakan pencegahan. Sehingga kualitas hidup pasien penderita hidrosefalus pun bisa lebih meningkat.

Langkah Diagnosis Penyakit Hidrosefalus pada Bayi

Untuk mendeteksi dan mendiagnosis penyakit hidrosefalus ini lebih awal, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • USG prenatal

Ibu hamil penting sekali untuk melakukan USG prenatal secara rutin karena ini bisa menjadi salah satu cara untuk mendeteksi dengan dini apabila janin yang berkembang dalam kandungan memiliki hidrosefalus. 

  • Mengukur kepala bayi setelah lahir dengan teratur

Apabila bayi sudah lahir, maka perlu dilakukan pengukuran kepala bayi dengan teratur. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi hidrosefalus lebih dini. Apabila ada kelainan yang ditemukan, perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan lainnya.

  • MRI dan CT Scan

MRI atau magnetic resonance imaging dan CT Scan bisa menjadi cara untuk memastikan dan memeriksa otak bayi secara lebih rinci.

Penyakit hidrosefalus ini memang tidak bisa dianggap remeh dan harus segera diobati. Penanganannya untuk mengurangi tekanan. yang terjadi dalam otak bayi. 

Bila tidak ditangani segera, akan berisiko adanya kerusakan serius yang terjadi terjadi di otak yang mengatur berbagai fungsi penting di tubuh. Misalnya detak jantung dan pernapasan bayi. 

Memberikan penanganan yang tepat dan cepat, bayi dengan hidrosefalus bisa menjalani kehidupan yang normal. 

Berbeda jika bayi punya masalah medis yang lebih kompleks lagi, misalnya spina bifida atau perdarahan di otak yang terjadi sejak prematur. Kondisi ini tentu membutuhkan banyak kondisi kesehatan yang perlu ditangani.

Tingkat keparahan dan luas gejala hidrosefalus ini juga mempengaruhi. Tak sedikit anak yang mengidap hidrosefalus mengalami kerusakan otak seumur hidup karena mempengaruhi perkembangan fisik dan kecerdasannya.

Tentu saja bayi penderita hidrosefalus ini akan hidup dengan berbagai keterbatasan. Namun, efek kecacatan bisa diminimalisir dan dikendalikan dengan bantuan tenaga profesional.

Terapi untuk Bayi Penderita Hidrosefalus

Meski penyakit hidrosefalus sudah bisa terdeteksi semenjak bayi dalam kandungan, namun pengobatan tentu baru bisa dilakukan saat bayi sudah dilahirkan. Berikut beberapa pilihan terapi yang bisa dilakukan, yakni:

  1. Ventriculoperitoneal shunt

Ventriculoperitoneal shunt merupakan terapi yang umumnya dijalani oleh penderita hidrosefalus. Terapi ventriculoperitoneal shunt dilakukan dengan memasang tabung khusus di otak yang berguna mengalirkan cairan berlebih dari otak ke bagian tubuh lain yang mudah diserap, misalnya rongga dada, perut, maupun ruang jantung. Cairan tersebut nantinya akan diserap oleh aliran darah. 

Adapun tabung yang dimaksud adalah yang berukuran panjang dan fleksibel, dengan katup yang menjaga cairan dari otak ke arah yang benar dan juga pada tingkat yang tepat. 

Katup inilah yang akan mengatur aliran sehingga tidak terjadi pengeringan berlebihan di otak atau sebaliknya. 

Terapi shunt ini bisa digunakan untuk mengobati hidrosefalus dan akan selalu diperlukan oleh penderita seumur hidup.

Sayangnya, alat ini tidak bisa bertahan selamanya, sehingga perlu dilakukan operasi jika alat sudah berhenti berfungsi. Seiring pertumbuhan dan perkembangan bayi, operasi tambahan pasti juga dibutuhkan untuk memasukkan tabung berukuran lebih panjang.

Jadi, ventriculoperitoneal shunt sangat perlu dipantau secara rutin.

  1. Ventrikulostomi

Ventrikulostomi atau Endoscopic Third Ventriculostomy (ETV) termasuk pilihan pengobatan penyakit hidrosefalus yang cukup jarang dilakukan pada bayi. 

Terapi ini dilakukan dengan memasukkan kamera kecil ke otak bayi dan membuat di salah satu rongga otak atau ventrikel akan dibuat lubang menggunakan suatu alat untuk membuka penyumbatan. 

Lubang ini akan mengalirkan cairan yang berlebih di otak sehingga cairan akan diserap dalam aliran darah.

Bayi yang menderita hidrosefalus memang mengalami berbagai kelainan perkembangan, termasuk soal ingatan, kecerdasan, dan penglihatan. Akan tetapi, perawatan yang tepat bisa membuat penderita hidrosefalus bertahan hidup, bahkan memiliki kecerdasan normal.