Penyakit

Apa Penyebab Lidah Berbulu?

Lidah berbulu, atau istilah medisnya disebut sebagai lingua villosa nigra, merupakan kondisi dimana lidah memiliki lapisan abnormal yang seolah-olah terlihat seperti bulu. Pada dasarnya, lidah berbulu bisa membuat lidah tampak hitam. Selain hitam, lidah berbulu juga bisa membuat lidah tampak berwarna merah muda, putih, hijau, dan coklat.

image Lidah Berbulu

Meskipun tampak berbulu, lidah berbulu tidak berhubungan dengan pertumbuhan rambut pada lidah. Lidah berbulu timbul karena adanya sel mati pada filiform papillae.

Filiform papillae merupakan benjolan yang berukuran sangat kecil, yakni sekitar 1 mm. Filiform papillae berbentuk kerucut. Letak filiform papillae berada di bagian tengah lidah atau bagian yang tidak memiliki indera perasa.

Lidah berbulu merupakan salah satu kondisi yang tidak membahayakan tubuh dan hanya terjadi untuk sementara. Meskipun demikian, jika filiform papillae lebih panjang, orang-orang yang mengalaminya bisa lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri, jamur, sisa makanan, atau zat lain yang ada di bagian tersebut.

Gejala

Berikut adalah gejala yang timbul akibat lidah berbulu:

  • Lidah terasa geli.
  • Sensasi terbakar.
  • Nafas bau.
  • Gangguan pada indera perasa.

Penyebab

Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan lidah seseorang berbulu:

  • Masalah mulut

Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah masalah pada mulut. Manusia yang tidak menjaga kesehatan mulut dengan baik dapat meningkatkan risiko penumpukan bakteri dan jamur. Penumpukan bakteri dan jamur bisa membuat lidah berbulu.

  • Dehidrasi

Dehidrasi tidak hanya menurunkan konsentrasi manusia, namun juga bisa membuat mulut kering. Mulut kering bisa menyebabkan lidah berbulu.

  • Kurangnya produksi air liur

Kekurangan produksi air liur bisa membuat keratin pada papila lidah menempel lebih lama dari waktu yang ditentukan. Hal tersebut tidak membuat sel mati hilang dari permukaan lidah.

  • Zat tertentu

Penggunaan zat-zat tertentu bisa memicu reaksi alergi pada tubuh. Selain alergi, jika manusia menggunakan zat-zat tertentu secara berlebihan (misalnya, alkohol), mereka bisa meningkatkan risiko lidah berbulu.

  • Penggunaan obat

Sebagian obat bisa memicu efek samping yang berbeda pada tubuh. Contoh obat yang dapat menimbulkan efek samping adalah antibiotik. Antibiotik bisa meningkatkan risiko lidah berbulu.

  • Terapi radiasi

Terapi radiasi bisa dialami di bagian tubuh manapun, termasuk kepala. Terapi radiasi bisa memberikan berbagai risiko pada tubuh seperti lidah berbulu.

  • Kondisi kesehatan

Contoh kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan lidah berbulu adalah leukoplakia. Leukoplakia terjadi karena virus Epstein-Barr atau HIV/AIDS. Kondisi tersebut bisa membuat lidah tampak berwarna putih.

Jika Anda Ingin Bertemu Dengan Dokter

Jika Anda mengalami masalah pada lidah, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang timbul.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang Anda gunakan (jika dokter memerlukannya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan menanyakan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala yang Anda alami terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah Anda mengalami kondisi lain?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan melakukan diagnosis yang melibatkan pemeriksaan fisik. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik berdasarkan gejala dan penyebab lidah berbulu.

Pengobatan

Pada dasarnya, pasien tidak perlu menggunakan obat untuk mengatasi lidah berbulu. Namun, jika pasien ingin menggunakan obat, obat kumur atau obat antijamur bisa digunakan.

Pencegahan

Berikut adalah cara untuk mengatasi lidah berbulu:

  • Menjaga kebersihan mulut

Setiap orang perlu menjaga kebersihan mulut setiap hari. Lidah dapat dibersihkan ketika orang menggosok gigi.

  • Minum air putih secara rutin

Setiap orang dianjurkan untuk minum air putih sebanyak 8 gelas setiap hari untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

  • Hindari kebiasaan buruk

Orang-orang juga perlu menghindari kebiasaan buruk seperti merokok untuk mengurangi risiko lidah berbulu.

Kesimpulan

Meskipun lidah berbulu tidak membahayakan tubuh, ada berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko tersebut. Anda bisa mencoba cara-cara yang disebutkan di atas jika Anda ingin menghindari risiko lidah berbulu. Untuk informasi lebih lanjut tentang lidah, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Penyakit

Inilah Gejala, Resiko, dan Pengobatan Diabetes Mellitus Tipe 2

Diabetes Mellitus Tipe 2 adalah suatu kondisi di mana tubuh gagal untuk memetabolisme glukosa (gula) dengan benar. Hal ini menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat, keadaan yang dikenal sebagai hiperglikemia.

Ketika seseorang tidak menderita diabetes, kelenjar yang disebut pankreas memproduksi dan mengeluarkan hormon yang disebut insulin. Hormon ini digunakan oleh jaringan tubuh untuk memetabolisme glukosa. Biasanya jumlah insulin yang disekresikan meningkat sehubungan dengan jumlah karbohidrat (gula) yang dikonsumsi seseorang. Pada penderita diabetes tipe 2, sekresi insulin dari pankreas sering menurun. Ini disebut sebagai penurunan sekresi insulin.

Selain itu jaringan tubuh tidak merespon secara memadai terhadap insulin yang diproduksi. Biasanya insulin akan digunakan oleh tubuh untuk menarik glukosa ke dalam sel, di mana ia dapat disimpan sebagai energi yang dapat digunakan oleh tubuh nanti (misalnya saat berolahraga atau aktivitas lain yang melibatkan pengeluaran energi). Pada diabetes tipe 2, glukosa tidak dibawa ke dalam sel. Ini disebut sebagai resistensi insulin. Ini menyebabkan glukosa tetap berada dalam aliran darah dan akibatnya adalah hiperglikemia.

Diabetes mellitus tipe 2 sebelumnya disebut non-insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM) dan late onset diabetes mellitus. Nama-nama ini tidak lagi digunakan karena tidak akurat. Insulin sering digunakan dalam pengelolaan diabetes tipe 2. Kondisi ini semakin didiagnosis pada orang muda.

Statistik

Hampir satu dari 20 orang Australia, atau satu juta orang, didiagnosis dengan diabetes mellitus tipe 2 pada tahun 2008. Proporsi sebenarnya orang Australia dengan kondisi tersebut mungkin lebih tinggi karena banyak orang tidak terdiagnosis sampai mereka mengalami komplikasi, misalnya retinopati diabetik.

Dari mereka yang telah didiagnosis dengan diabetes tipe 2, 56% adalah laki-laki dan 92% berusia di atas 45 tahun. Kondisi ini paling umum di Northern Territory di mana 7,7% orang telah didiagnosis menderita diabetes dan paling tidak umum di Australian Capital Territory di mana hanya 2,4% orang yang telah didiagnosis.

Ini adalah bentuk diabetes yang paling umum, terhitung 87% dari semua diabetes mellitus di Australia. Jenis diabetes lainnya termasuk diabetes tipe 1 dan diabetes gestasional.

Proporsi orang Australia dengan diabetes tipe 2 telah meningkat pesat dalam dekade terakhir. Perkiraan menunjukkan bahwa jika peningkatan terus berlanjut, tiga juta orang Australia akan hidup dengan diabetes pada tahun 2025.

Anak-anak

Peningkatan jumlah anak-anak dan remaja yang didiagnosis dengan diabetes tipe 2. Setiap tahun, 3 anak dalam setiap 100.000 usia 10-14 tahun dan 8 dari setiap 100.000 anak berusia 15-19 tahun didiagnosis menderita diabetes tipe 2.

Faktor risiko

Diabetes tipe 2 sebagian merupakan penyakit genetik dan sebagian lagi merupakan penyakit gaya hidup. Orang yang orang tuanya menderita diabetes memiliki kecenderungan genetik, yang berarti mereka lebih mungkin terkena diabetes tipe 2 sendiri. Namun karakteristik gaya hidup seseorang, terutama apa yang mereka makan dan seberapa banyak olahraga yang mereka lakukan, juga mempengaruhi risiko diabetes tipe 2. Orang dengan kecenderungan genetik mungkin tidak mengembangkan kondisi ini jika mereka menjalani gaya hidup sehat.

Meskipun tidak ada penyebab tunggal untuk mengembangkan diabetes tipe 2, ada faktor risiko yang diketahui. Beberapa di antaranya dapat diubah (dapat dihindari) dan beberapa tidak dapat (tidak dapat dihindari).

Faktor risiko yang tidak dapat dihindari

  • Riwayat keluarga diabetes – orang dengan kerabat dekat yang memiliki diabetes tipe 2 lebih mungkin untuk mendapatkan kondisi itu sendiri. Satu dari sepuluh dari mereka yang memiliki saudara kandung yang menderita diabetes tipe 2 akan mengembangkan kondisi tersebut, seperti halnya setengah dari mereka yang memiliki saudara kembar identik yang terkena diabetes tipe 2.
  • Usia – risiko meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Latar belakang etnis – orang-orang dari Aborigin atau Kepulauan Selat Torres, Kepulauan Pasifik, latar belakang etnis India dan Cina lebih mungkin mengembangkan diabetes mellitus tipe 2.
  • Memiliki Sindrom Ovarium Polikistik atau riwayat diabetes gestasional selama kehamilan.
  • Berat badan lahir rendah dianggap sebagai predisposisi diabetes karena perkembangan dan fungsi sel beta yang buruk.

Faktor risiko yang dapat dihindari

  • Obesitas dan kelebihan berat badan
  • Ketidakaktifan fisik
  • Tekanan darah tinggi
  • Diet
  • Metabolisme glukosa terganggu

Gejala

Diabetes dapat dengan mudah didiagnosis jika Anda hadir dengan gejala klasik:

  • Haus.
  • Poliuria- Sering buang air kecil atau bangun di malam hari beberapa kali untuk buang air kecil (nokturia).
  • Kelelahan.
  • Kelaparan.
  • Penurunan berat badan.

Namun, banyak pasien dengan diabetes tetap asimtomatik selama bertahun-tahun tetapi masih tunduk pada efek merusak dari gula darah tinggi. Tidak seperti diabetes tipe 1 yang cenderung muncul secara akut, diabetes tipe 2 muncul secara bertahap selama beberapa tahun.

Pada saat diagnosis diabetes tipe 2, Anda mungkin sudah memiliki beberapa komplikasi penyakit, seperti masalah jantung atau mata. Anda mungkin telah memperhatikan pengaburan penglihatan Anda, kesemutan di kaki (karena kerusakan saraf) dan infeksi berulang.

Diabetes atau gangguan toleransi glukosa dapat dideteksi pada tes darah rutin sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan umum atau investigasi untuk gejala atau penyakit lain. Jika Anda mengalami obesitas, menderita tekanan darah tinggi, memiliki riwayat keluarga diabetes, memiliki kolesterol tinggi atau berasal dari populasi berisiko tinggi (misalnya latar belakang Aborigin), penting bagi Anda untuk menjalani tes diabetes.

Pengobatan

Tujuan pengobatan pertama adalah menghilangkan gejala hiperglikemia (gula darah tinggi), menstabilkan glukosa darah, dan mengembalikan berat badan normal. Tujuan pengobatan yang berkelanjutan adalah untuk mencegah atau mengurangi komplikasi jangka panjang, dan untuk memungkinkan pasien hidup senormal mungkin. Diabetes Mellitus Tipe 2

Pendekatan tim biasanya digunakan dalam pengelolaan diabetes mellitus. Anggota tim dapat mencakup dokter umum, spesialis diabetes, pendidik diabetes, dokter mata, ahli penyakit kaki, ahli gizi, dan pasien itu sendiri. Profesional kesehatan ini dapat membantu memantau semua aspek penyakit. Pendidik diabetes khususnya sangat berharga, memberikan Anda informasi tentang nutrisi, olahraga, pengelolaan diabetes selama sakit, dan pengobatan. Mereka juga dapat mengajari Anda keterampilan seperti pemantauan kadar gula darah di rumah.

Pemantauan kadar gula darah sekarang menjadi tugas yang sederhana dan cepat, yang dapat dilakukan dengan menggunakan monitor gula darah (gambar kanan). Monitor BSL menilai kadar dengan menganalisis setetes darah yang biasanya diperoleh dengan tusukan jari yang sangat cepat dan hanya membutuhkan waktu beberapa saat untuk memberikan hasilnya.

Pemantauan kontrol glukosa dan tindak lanjut rutin sangat penting. Tes termasuk Hb glikosilasi (juga dikenal sebagai HbA1c, cerminan dari kontrol glukosa darah jangka panjang), tekanan darah, berat badan, lipid plasma, proteinuria (protein dalam urin), fungsi ginjal, kondisi kaki dan pemeriksaan kardiovaskular.

Pendidikan dan konseling secara teratur juga sangat penting.

Penyakit

Cara Mengobati Mata Merah dan Berair Setelah Tidur

Menyadari mata merah dan berair ketika bangun tidur adalah salah satu momen yang menyebalkan, terlebih jika pada hari itu ada agenda penting yang tak bisa dilewatkan. Oleh karenanya penting mengetahui cara mengobati mata merah dan berair setelah tidur, jika di antara para pembaca ada yang kerap mengalami masalah ini.

Mata merah karena HP bisa terjadi akibat iritasi

Ada banyak kondisi yang mungkin sekali memicu atau menjadi penyebab mata merah dan berair. Mengetahui penyebab mata merah dan berair menjadi penting, sebab dengan begitu kita bisa mengambil langkah pengobatan terbaik yang sesuai dengan kondisi yang dialami.

Tak usah berpanjang lebar, langsung saja, berikut ini beberapa penyebab sekaligus cara mengobati mata merah dan berair setelah tidur:

  • Alergi! Hindari Penggunaan Tetes Mata

Penyebab paling umum dari kondisi mata merah dan berair, termasuk yang terjadi saat bangun tidur, adalah alergi. Beberapa hal di sekitar kita, mulai dari debu; bulu binatang; dan sebagainya, bisa menyebabkan mata merah dan berair.

Kondisi ini, dalam dunia medis, biasa disebut sebagai konjungtivitis. Cara mengobati mata merah dan berair terbaik akibat konjungtivitis adalah menggunakan obat anti alergi, serta menjauhi penyebab alergi. Obat anti alergi digunakan untuk mencegah reaksi sistem imun dan meredakan rasa gatal dan inflamasi pada mata.

Perlu juga diketahui bahwa dalam kondisi ini, disarankan agar tidak menggunakan obat tetes mata secara sembarangan. Penggunaan obat tetes mata yang tidak sesuai malah dapat menyebabkan kondisi bertambah parah. Periksakan diri ke dokter, jika penyebab konjungtivitis adalah bakteri, dokter biasanya akan memberi obat tetes mata antibiotik.

  • Terlalu Banyak Terpapar Radiasi

Bermain ponsel sebelum tidur adalah salah satu aktivitas populer yang dilakukan masyarakat kita saat ini. Masalahnya, aktivitas tersebut punya berbagai efek bagi kesehatan mata. Salah satu efek samping yang mungkin sekali terjadi adalah mata merah dan berair.

Kondisi mata kering karena kurangnya kelembaban di mata karena produksi air mata yang berkurang, biasanya akan menyebabkan mata menjadi merah. Kondisi ini terjadi saat kelenjar yang memproduksi minyak di kelopak mata teriritasi. Tepatnya, kondisi ini disebabkan jarangnya berkedip saat memandang gadget, sehingga air mata jadi cepat menguap. Nah, untuk mengatasi kondisi ini, kamu bisa menggunakan tetes air mata buatan yang bisa dibeli di apotek terdekat untuk mengatasinya.

  • Gigitan Serangga

Kondisi lingkungan yang tidak bersih, biasanya meningkatkan peluang seseorang digigit serangga, mulai dari semut; nyamuk; kutu; dan lain sebagainya. Bila gigitan serangga itu terjadi di area mata, bukan sesuatu yang aneh jika mata menjadi merah dan berair.

Mata merah dan berair akibat gigitan serangga biasanya diikuti oleh gejala lain, mulai dari nyeri saat menggerakkan bola mata, hingga penglihatan yang buram. Cara mengobati mata merah dan berair yang diakibatkan oleh gigitan serangga bisa dimulai dari prosedur pengobatan di rumah.

Kita bisa mulai dari mengompres mata yang mengalami gangguan kesehatan tersebut dengan kain yang direndam dalam air dingin dan bersih atau dengan menempelkan kantong kompres berisi es selama 15 menit, satu jam sekali.

Selain itu, kamu juga dapat mengompres mata dengan kantong teh yang telah dimasukkan ke kulkas. Kandungan kafein yang terdapat pada teh dapat membantu meredakan pembengkakan.

Penggunaan obat tetes mata bisa juga dicoba, tetapi sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk meminimalisir kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Yang terpenting dalam prosedur atau cara mengobati mata merah dan berair adalah disesuaikan dengan penyebab terjadinya kondisi tersebut.

Penyakit

Pusing Berkepanjangan, Apa Penyebabnya?

Setiap orang dihimbau untuk menjaga kesehatan supaya terhindar dari berbagai risiko seperti sakit kepala, pusing, atau vertigo. Sakit kepala bisa dialami siapapun dan kapanpun. Namun, orang-orang yang memiliki faktor risiko tertentu seperti kecanduan alkohol lebih berpotensi mengalami kondisi tersebut. Sakit kepala bisa terjadi baik dalam waktu yang singkat maupun lebih lama. Pusing berkepanjangan bisa terjadi karena berbagai faktor seperti cedera.

Gejala darah rendah bisa ditandai dengan pusing yang hebat

Gejala

Seseorang yang mengalami sakit kepala dapat menunjukkan gejala berikut:

  • Sensasi berputar.
  • Penurunan kesadaran.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Pingsan.
  • Mual.
  • Muntah.

Pusing bisa dialami selama beberapa detik dan kondisi tersebut akan sembuh dengan sendiri. Namun, pada sebagian kasus, pusing bisa dialami dalam waktu yang lebih lama, yakni beberapa hari. Pusing juga bisa terjadi berkali-kali. Jika Anda mengalami pusing berkepanjangan, Anda sebaiknya temui dokter.

Penyebab

Pusing bisa terjadi karena faktor berikut:

  • Migrain

Migrain merupakan salah satu faktor yang menyebabkan seseorang merasa pusing. Seseorang yang mengalami migrain tidak hanya menunjukkan gejala berupa pusing, namun juga dapat menunjukkan gejala lain berupa gangguan terhadap cahaya dan suara. Migrain terjadi dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam.

  • Dehidrasi

Dehidrasi tidak hanya menyebabkan penurunan konsentrasi, namun juga dapat menyebabkan pusing. Dehidrasi terjadi karena seseorang kekurangan cairan di dalam tubuh.

  • Gangguan kecemasan

Pusing juga bisa terjadi karena seseorang mengalami gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan juga menyebabkan seseorang panik dan takut untuk meninggalkan rumah atau berada di tempat yang luas dan terbuka (agorafobia).

  • Infeksi

Infeksi merupakan faktor lain yang dapat menyebabkan pusing secara terus-menerus. Infeksi yang disebut sebagai neuritis vestibular tersebut tidak hanya menyebabkan pusing dan masalah pada saraf vestibular, namun juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran secara mendadak.

  • Tekanan darah menurun

Jika tekanan darah menurun secara drastis, seseorang bisa merasa pusing, bahkan pingsan. Kondisi tersebut bisa terjadi secara acak seperti berdiri terlalu cepat.

  • Masalah pada sirkulasi darah

Penurunan volume darah dapat menyebabkan aliran darah tidak tersalur dengan baik ke otak. Hal tersebut dapat menyebabkan pusing.

  • Gula darah menurun

Penurunan gula darah juga dapat menyebabkan pusing. Kondisi tersebut bisa disertai dengan keringat dan rasa cemas.

  • Pengaruh obat

Sebagian obat dapat menyebabkan efek samping yang berbeda pada tubuh, termasuk pusing. Contoh obat yang menyebabkan kondisi tersebut adalah obat antidepresan dan antikejang.

  • Alkohol

Alkohol merupakan faktor lain yang dapat menyebabkan berbagai masalah pada tubuh, salah satunya termasuk pusing.

Jika Kondisi Anda Memburuk

Jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang Anda gunakan (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda mengalami kondisi lain?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti pemeriksaan fisik. Setelah itu, dokter dapat memberikan pengobatan berdasarkan kondisi yang dialami pasien. Contoh pengobatan yang dapat diberikan kepada pasien adalah obat antihistamin.

Kesimpulan

Pusing biasa atau pusing berkepanjangan merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai, karena tidak hanya menimbulkan berbagai gejala, namun juga terjadi karena berbagai faktor. Jika kondisi Anda memburuk, Anda sebaiknya temui dokter. Dokter dapat memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi yang Anda alami. Untuk informasi lebih lanjut tentang sakit kepala, Anda bisa bertanya kepada dokter.

Penyakit

Cara Terbaik Mengatasi Badan Meriang tapi Tidak Demam

Menggigil atau sensasi meriang merupakan cara tubuh untuk menaikkan suhu tubuh yang menurun. Pada saat kondisi ini terjadi, Anda bisa mengalami badan meriang tapi tidak demam ataupun disertai demam.

Jika Anda tak merasa adanya demam di tubuh saat sensasi meriang ini muncul, beberapa kondisi tertentu bisa menjadi penyebabnya. Walaupun kondisi-kondisi tersebut tergolong ringan dan mudah diatasi, segera menanganinya dengan cepat sangat penting untuk menghindari potensi yang lebih serius.

Suhu tubuh normal manusia bukan 37 derajat celcius

Apa Itu Meriang?

Secara umum, tubuh yang menggigil atau mengalami sensasi meriang menandakan bahwa tubuh sedang berupaya menaikkan suhu tubuh yang turun. Saat menggigil, tubuh Anda akan gemetaran akibat otot yang berkontraksi dan rileks untuk menghangatkan tubuh.

Terkadang tak hanya menaikkan suhu tubuh, menggigil juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang melawan penyakit, infeksi, virus, atau masalah kesehatan lainnya. Beberapa infeksi yang menyebabkan menggigil antara lain flu, pneumonia, infeksi saluran kencing, malaria, dan bahkan Covid-19.

Naiknya suhu tubuh bisa membunuh virus dan bakteri tersebut. Hal inilah yang menyebabkan menggigil sering disertai dengan demam, namun tidak semua orang yang mengalami demam akan merasakan menggigil. 

Cara Mengatasi Badan yang Meriang Namun Tidak Demam

Jika badan Anda tidak mengalami demam namun tetap menggigil, penyebabnya bisa beragam dari paparan cuaca dingin, reaksi emosional, hingga kadar gula darah yang menurun.

Rata-rata kondisi tersebut masih dapat diatasi dan juga dicegah dengan mudah, baik sendiri maupun dengan penanganan dokter. Mengatasi dan mencegah dengan cepat adalah kunci penting untuk menghindari potensi terjadinya hal yang lebih serius dan membahayakan nyawa.

1. Segera menghangatkan diri

Apabila Anda menggigil karena cuaca yang dingin, segera menghangatkan diri bisa langsung menghentikannya. Anda bisa menggunakan pakaian yang lebih tebal, mandi air hangat, dan juga meminum minuman hangat, seperti teh herbal.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga membantu tubuh meregulasi suhu dengan baik. Badan meriang tapi tidak demam bisa jadi serius bila Anda mengalami hipotermia atau frostbite akibat penanganan yang tidak segera dilakukan saat terekspos udara dingin, dan berpotensi membahayakan nyawa.

2. Mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula

Anda juga bisa segera mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula, khususnya bila menggigil tersebut disebabkan oleh hipoglikemia atau kondisi kadar gula darah rendah.

Jika Anda mengalami hipoglikemia namun tidak mengidap diabetes, seimbangkan kadar gula darah Anda dengan meminum jus jeruk atau mengonsumsi permen. Atau bila Anda khawatir akan adanya indikasi penyakit tertentu, bisa juga memeriksakannya ke dokter.

Jika hipoglikemia terjadi pada Anda yang mengidap diabetes, konsumsi tablet glukosa jika Anda memilikinya. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi sekitar 15 gram karbohidrat untuk menaikkan kadar gula darah. Jika sudah melakukan cara ini namun gejala tidak juga membaik, segera periksakan ke dokter. 

3. Lakukan latihan pernapasan

Bagi Anda yang mengalami rasa menggigil akibat reaksi emosi yang intens, bisa mencoba mengatasinya dengan melakukan latihan nafas dalam atau teknik relaksasi untuk menenangkan diri Anda.

Secara umum, kondisi ini akan mengaktivasi respons ‘fight or flight’ alias melawan atau kabur. Rasa ingin kabur atau lari cenderung lebih besar, namun sangat direkomendasikan untuk melawan keinginan tersebut untuk tetap berpikir logis dan menghindarkan Anda dari risiko melakukan hal-hal yang merugikan.

4. Segera ganti baju kering

Segera ganti baju Anda dengan baju yang kering jika Anda mengalami meriang yang muncul setelah melakukan olahraga dengan aktivitas berat. Keringat yang muncul berlebihan bisa membuat Anda menggigil hebat bila tidak segera diganti.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba mandi atau berendam menggunakan air hangat setelah terpapar udara dingin. Pastikan menggunakan baju yang kering dan hangat setelah mandi, serta tutupi bagian kepala, tangan, dan kaki untuk membantu tubuh menyimpan suhu hangat lebih banyak dan cepat. 

5. Hindari berolahraga di suhu ekstrem

Melakukan olahraga ekstrim, seperti lari maraton misalnya, di tengah cuaca yang sangat panas atau sangat dingin bisa menyebabkan Anda mengalami meriang, baik disertai demam maupun tidak.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari berolahraga pada saat suhu ekstrem dan batasi durasi Anda saat melakukan aktivitas intens. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan perbanyak minum air dapat membantu meregulasi suhu tubuh dengan baik. 

6. Konsumsi suplemen atau makanan tinggi zat besi

Mengonsumsi suplemen atau makanan yang mengandung zat besi bisa membantu mengatasi rasa meriang atau menggigil pada tubuh Anda, terutama jika Anda mengalami anemia atau kadar sel darah merah yang rendah.

Beberapa makanan yang tinggi akan zat besi antara lain bayam, daging merah, tiram, selai kacang, biji labu, kacang merah, dan buah-buahan kering. Pada kasus yang lebih serius, anemia bisa mengharuskan seseorang menjalani transfusi darah. 

7. Periksakan ke dokter

Kondisi lainnya yang bisa menyebabkan rasa meriang adalah hipotiroidisme, di mana kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid yang cukup agar tubuh mampu meregulasi metabolisme dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. 

Hipotiroidisme umumnya membutuhkan penanganan dokter dan konsumsi obat-obatan. Dengan penanganan segera, gejala bisa segera membaik dan membantu fungsi tiroid Anda berangsur-angsur normal kembali.

Pada umumnya, badan meriang tapi tidak demam yang tidak disebabkan oleh penyakit bisa segera hilang dalam waktu hitungan jam atau hari. Anda wajib memeriksakan ke dokter segera apabila gejala tidak juga membaik setelah melakukan beberapa cara mengatasi dan pencegahan di atas.

Penyakit

Kenali Beragam Terapi Perawatan Bayi Penderita Hidrosefalus, Salah Satunya Ventriculoperitoneal Shunt

Ventriculoperitoneal Shunt

Penyakit hidrosefalus lebih sering dialami oleh bayi. Penyakit ini umumnya ditandai dengan ukuran kepala bayi yang membesar dibanding ukuran normal akibat penumpukan otak. Adapun terapi yang bisa dijalani untuk penyakit ini adalah ventriculoperitoneal shunt dan ventrikulostomi.

Sebenarnya, hingga kini belum ada cara yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit hidrosefalus sepenuhnya. Oleh karena itu penting sekali untuk melakukan deteksi dini dan tindakan pencegahan. Sehingga kualitas hidup pasien penderita hidrosefalus pun bisa lebih meningkat.

Langkah Diagnosis Penyakit Hidrosefalus pada Bayi

Untuk mendeteksi dan mendiagnosis penyakit hidrosefalus ini lebih awal, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • USG prenatal

Ibu hamil penting sekali untuk melakukan USG prenatal secara rutin karena ini bisa menjadi salah satu cara untuk mendeteksi dengan dini apabila janin yang berkembang dalam kandungan memiliki hidrosefalus. 

  • Mengukur kepala bayi setelah lahir dengan teratur

Apabila bayi sudah lahir, maka perlu dilakukan pengukuran kepala bayi dengan teratur. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi hidrosefalus lebih dini. Apabila ada kelainan yang ditemukan, perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan lainnya.

  • MRI dan CT Scan

MRI atau magnetic resonance imaging dan CT Scan bisa menjadi cara untuk memastikan dan memeriksa otak bayi secara lebih rinci.

Penyakit hidrosefalus ini memang tidak bisa dianggap remeh dan harus segera diobati. Penanganannya untuk mengurangi tekanan. yang terjadi dalam otak bayi. 

Bila tidak ditangani segera, akan berisiko adanya kerusakan serius yang terjadi terjadi di otak yang mengatur berbagai fungsi penting di tubuh. Misalnya detak jantung dan pernapasan bayi. 

Memberikan penanganan yang tepat dan cepat, bayi dengan hidrosefalus bisa menjalani kehidupan yang normal. 

Berbeda jika bayi punya masalah medis yang lebih kompleks lagi, misalnya spina bifida atau perdarahan di otak yang terjadi sejak prematur. Kondisi ini tentu membutuhkan banyak kondisi kesehatan yang perlu ditangani.

Tingkat keparahan dan luas gejala hidrosefalus ini juga mempengaruhi. Tak sedikit anak yang mengidap hidrosefalus mengalami kerusakan otak seumur hidup karena mempengaruhi perkembangan fisik dan kecerdasannya.

Tentu saja bayi penderita hidrosefalus ini akan hidup dengan berbagai keterbatasan. Namun, efek kecacatan bisa diminimalisir dan dikendalikan dengan bantuan tenaga profesional.

Terapi untuk Bayi Penderita Hidrosefalus

Meski penyakit hidrosefalus sudah bisa terdeteksi semenjak bayi dalam kandungan, namun pengobatan tentu baru bisa dilakukan saat bayi sudah dilahirkan. Berikut beberapa pilihan terapi yang bisa dilakukan, yakni:

  1. Ventriculoperitoneal shunt

Ventriculoperitoneal shunt merupakan terapi yang umumnya dijalani oleh penderita hidrosefalus. Terapi ventriculoperitoneal shunt dilakukan dengan memasang tabung khusus di otak yang berguna mengalirkan cairan berlebih dari otak ke bagian tubuh lain yang mudah diserap, misalnya rongga dada, perut, maupun ruang jantung. Cairan tersebut nantinya akan diserap oleh aliran darah. 

Adapun tabung yang dimaksud adalah yang berukuran panjang dan fleksibel, dengan katup yang menjaga cairan dari otak ke arah yang benar dan juga pada tingkat yang tepat. 

Katup inilah yang akan mengatur aliran sehingga tidak terjadi pengeringan berlebihan di otak atau sebaliknya. 

Terapi shunt ini bisa digunakan untuk mengobati hidrosefalus dan akan selalu diperlukan oleh penderita seumur hidup.

Sayangnya, alat ini tidak bisa bertahan selamanya, sehingga perlu dilakukan operasi jika alat sudah berhenti berfungsi. Seiring pertumbuhan dan perkembangan bayi, operasi tambahan pasti juga dibutuhkan untuk memasukkan tabung berukuran lebih panjang.

Jadi, ventriculoperitoneal shunt sangat perlu dipantau secara rutin.

  1. Ventrikulostomi

Ventrikulostomi atau Endoscopic Third Ventriculostomy (ETV) termasuk pilihan pengobatan penyakit hidrosefalus yang cukup jarang dilakukan pada bayi. 

Terapi ini dilakukan dengan memasukkan kamera kecil ke otak bayi dan membuat di salah satu rongga otak atau ventrikel akan dibuat lubang menggunakan suatu alat untuk membuka penyumbatan. 

Lubang ini akan mengalirkan cairan yang berlebih di otak sehingga cairan akan diserap dalam aliran darah.

Bayi yang menderita hidrosefalus memang mengalami berbagai kelainan perkembangan, termasuk soal ingatan, kecerdasan, dan penglihatan. Akan tetapi, perawatan yang tepat bisa membuat penderita hidrosefalus bertahan hidup, bahkan memiliki kecerdasan normal.

Penyakit

Chordee, Cacat Kelamin yang Sebabkan Penis Bengkok pada Anak-anak

Penis bengkok umumnya disebabkan oleh penyakit Peyronie dan cedera. Penis bengkok juga bisa terjadi saat ereksi dan merupakan hal yang normal. Karena itu penis bengkok lebih banyak dialami oleh pria dewasa. 

Anak-anak juga bisa mengalami penis bengkok yang diakibatkan oleh kelainan yang disebut dengan chordee. Kelainan ini membuat ujung penis melengkung ke atas atau bawah.

image Penis Bengkok

Chordee relatif umum terjadi pada sekitar 1 dari setiap 200 kelahiran anak laki-laki. Lengkungan pada penis pun cenderung ringan dan tidak akan menimbulkan komplikasi. Namun tak jarang dokter menyarankan untuk operasi. 

Penyebab chordee

Normalnya, dalam waktu 10 minggu kehamilan perkembangan suatu jaringan menjadi penis sudah selesai. Ketika penis tiba-tiba berhenti tumbuh selama perkembangan janin dalam rahim akan menyebabkan cacat kelamin yang disebut chordee. 

Belum diketahui dengan jelas penyebab jaringan penis berhenti tumbuh, namun riwayat genetika dipercaya menjadi salah satu alasannya. 

Sunat yang dilakukan saat penis anak meradang juga bisa menyebabkan chordee setelah kelahiran. Hal ini karena jaringan parut yang tebal akan menarik penis ke atas atau ke bawah, dan menyebabkan penis bengkok. 

Chordee juga kerap dikaitkan dengan hipospadia, kondisi dimana lubang uretra terletak di bagian bawah penis. Tak jarang penderita hipospadia juga mengalami kelengkungan penis bawaan.

Apa saja gejala chordee?

Gejala chordee yang paling terlihat adalah penis bengkok ke atas atau ke bawah. Lekukan bisa dimulai dari pangkal penis hingga kelenjar. 

Jika Anda juga menderita hipospadia, saat buang air kecil urin mungkin memercik ke arah yang tidak diinginkan. Namun gejala ini tidak terjadi di semua kasus. 

Tanda dan gejala lainnya termasuk:

  • Torsio penis 
  • Jaringan di sekitar uretra di dekat ujung penis sangat tipis
  • Kulit di bawah batang penis terhubung ke kulit skrotum, sehingga tampak seperti area berselaput
  • Kulup hanya menutupi setengah bagian atas penis

Dalam kasus chordee ringan, derajat lengkungan pada penis hampir tidak terlihat sampai dia mendapatkan ereksi pertamanya selama masa pubertas. 

Pada beberapa pria, kelainan tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual. 

Perbedaan chordee dan penyakit Peyronie

Kelengkungan penis yang ringan biasanya tidak membutuhkan perawatan medis sehingga anak laki-laki dengan kelengkungan penis bawaan (chordee) ringan akan hidup dengan penis bengkok sampai dewasa. Itu bisa membuat Anda bingung apakah penis bengkok disebabkan oleh chordee atau penyakit Peyronie. 

Kelengkungan penis bawaan tidak melibatkan jaringan parut, seperti pada kasus penyakit Peyronie. Selain itu lengkungan penis akibat chordee biasanya ke atas atau seperti kurva lateral, dan tidak akan berubah seiring waktu. 

Perawatan dan pengobatan

Karena chordee merupakan bawaan lahir, chordee dapat mulai didiagnosis segera setelah anak lahir. Tes diagnostik lainnya meliputi:

  • Menggunakan larutan garam untuk melihat derajat lekuk penis. Jika penis bengkok sebanyak 30° ke atas atau ke bawah, dokter akan menyarankan operasi.
  • Tes urin dan darah untuk memeriksa kesehatan anak secara keseluruhan

Dokter juga akan merujuk Anda ke ahli urologi anak untuk memastikan diagnosis dan melakukan operasi yang diperlukan. 

Bagi penderita hipospadia sekaligus chordee, pasien akan menjalani dua operasi untuk mengembalikan penis yang bengkok dan memperbaiki letak lubang uretra ke posisi yang seharusnya.  

Untuk chordee yang disebabkan luka sunat, dokter bedah mungkin menggunakan teknik operasi plastik yang disebut Z-plasty. 

Catatan

Penis bengkok lebih dari 30 derajat harus segera dioperasi. Peluang keberhasilannya jauh lebih tinggi jika pembedahan dilakukan saat anak berusia 4 – 6 bulan. Penundaan pengobatan bisa membuat operasi lebih kompleks dan menyebabkan komplikasi pasca pembedahan. 

Selama pemulihan, berikan obat yang diresepkan secara rutin dan jaga kebersihan area genital anak. Hindari aktivitas berat yang bisa memperlambat penyembuhan luka. 

Segera hubungi dokter jika anak mengalami komplikasi pasca operasi penis bengkok, seperti jahitan keluar, nyeri dan infeksi di sekitar penis, demam tinggi, dan kesulitan buang air kecil.

Penyakit

Sering Mengantuk di Siang Hari? Mungkin Ini Penyebabnya

Sering Mengantuk

Umumnya, rasa kantuk datang di malam hari saat tubuh memerlukan waktu untuk beristirahat. Akan tetapi, tidak jarang orang-orang sering mengantuk bahkan di pagi atau siang hari. 

Sebenarnya, rasa kantuk yang muncul terus menerus adalah gejala umum dari kurangnya kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari gaya hidup sampai dengan kondisi medis tertentu.

Hal yang menyebabkan sering mengantuk

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, ada beberapa hal yang bisa membuat Anda merasa sering mengantuk. Berikut ini beberapa penyebab yang paling umum:

  • Kondisi mental

Anda mungkin tidak menyadari bahwa rasa kantuk dipengaruhi juga oleh kondisi mental. Ini sering terjadi pada orang-orang yang mengalami stres atau gangguan emosional dan psikologis lainnya.

Depresi, stres, dan tingkat kecemasan yang sangat tinggi bisa membuat Anda mudah mengantuk. Hal ini juga akan membuat Anda mudah merasa lelah dan menjadi apatis. 

  • Kebiasaan tidur yang buruk

Kebiasaan tidur yang buruk akan sangat berpengaruh pada rasa kantuk di pagi atau siang hari. Kebiasaan ini mungkin sudah terbangun sejak Anda masih sangat muda.

Banyak orang yang terpaksa mengurangi waktu tidurnya karena alasan pekerjaan. Tapi sebenarnya, apa pun alasannya, mengurangi waktu tidur bukanlah keputusan bijak. 

Karena, hal itu hanya akan membuat Anda mudah mengantuk dan menjadi kurang produktif di siang hari.

  • Pemakaian obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat-obatan bisa menimbulkan efek samping berupa rasa kantuk. Contohnya seperti antihistamin, obat penenang, dan pil tidur. 

Apabila obat yang Anda konsumsi menimbulkan rasa kantuk berkepanjangan, Anda bisa mencoba berkonsultasi dengan dokter Anda. Siapa tahu saja, dokter bisa memberikan anjuran alternatif obat supaya produktivitas Anda tidak terganggu.

  • Sleep apnea

Sleep apnea merupakan salah satu kondisi medis yang ditandai dengan hentinya napas ketika tidur. Dalam satu malam, bisa saja Anda mengalami momen ini beberapa kali. 

Tidak semua penderita sleep apnea menyadari bahwa mereka mengalami kondisi tersebut. Ketika napas terhenti, kualitas tidur Anda akan terganggu dan menyebabkan sering mengantuk di siang hari.

Apakah sering mengantuk berbahaya?

Dampak terbesar dari rasa kantuk terus menerus adalah menurunnya produktivitas. Rasa kantuk ini sebenarnya tidak berbahaya dan bisa diobati sendiri di rumah. Namun, Anda mungkin perlu berhati-hati apabila rasa kantuk tersebut diikuti dengan gejala berupa:

  • Perasaan tak nyaman di area kaki pada malam hari ketika berbaring
  • Gejala sleep apnea, seperti sering buang air kecil saat malam hari, jantung berdebar-debar, sakit kepala di pagi hari, dan mulas pada malam hari
  • Sering terbangun dan tidak pulas saat tidur di malam hari
  • Memerlukan waktu lebih dari 20-30 menit untuk kembali tidur setelah terbangun di malam hari
  • Gangguan pernapasan ketika tidur, termasuk mendengkur dan napas terengah-engah
  • Mengalami kelumpuhan tidur berulang kali, ditandai dengan ketidakmampuan untuk bergerak saat bangun atau tertidur, disertai dengan halusinasi
  • Kelemahan oto secara tiba-tiba sebagai respon terhadap suatu emosi, seperti melemahnya otot lutut ketika tertawa
  • Halusinasi ketika tidur dan bangun tidur

Jika Anda mengalami tanda-tanda di atas, mungkin Anda menderita kondisi medis tertentu yang berbahaya. Artinya, kondisi sering mengantuk yang Anda alami perlu segera mendapatkan pertolongan dari dokter. Karena itu, lakukan pemeriksaan ke dokter dengan segera bila merasakan hal ini.

Mengapa Kepala Terasa Berat?
Penyakit

Mengapa Kepala Terasa Berat?

Beberapa jenis kondisi dapat menyebabkan sensasi kepala terasa berat, tegang, dan penuh tekanan di kepala. Sensasi tersebut memiliki tingkat intensitas yang beragam, mulai dari ringan hingga parah. Kebanyakan kondisi yang menyebabkan tekanan pada kepala tidak perlu menimbulkan kekhawatiran. Beberapa penyebab umum di antaranya adalah tension headache atau sakit kepala tegang, sebuah kondisi yang memengaruhi sinus, serta infeksi telinga. Namun, tekanan kepala parah atau tidak normal juga dapat menjadi sebuah tanda adanya gangguan medis serius, seperti aneurysm dan tumor otak. Namun, kedua kondisi tersebut jarang dijumpai. 

Kepala terasa berat atau adanya tegangan di kepala memiliki banyak penyebab. Sakit kepala tegang dan sakit kepala sinus merupakan dua kondisi yang paling sering menyebabkan kepala terasa berat

Sakit kepala tegang atau tension headache

Rasa nyeri akibat sakit kepala tegang biasanya bersifat ringan hingga sedang. Beberapa orang akan mendeskripsikan kondisi ini seperti adanya gelang karet yang meremas kepala. Dikenal pula dengan istilah tension-type headache (TTH), sakit kepala tegang merupakan sebuah kondisi sakit kepala paling umum dijumpai. Kondisi ini memengaruhi sekitar 42 persen dari populasi dunia. Namun, penyebab pasti kondisi ini tidak dipahami dengan baik. Beberapa penyebabnya di antaranya adalah stres, kecemasan, depresi, dan postur tubuh yang buruk. 

Sakit kepala sinus dan kondisi sinus lainnya

Kondisi ini terasa seperti adanya tekanan terus menerus di belakang dahi, mata, pipi, rahang dan hidung. Anda juga dapat menderita gejala lain, seperti hidung tersumbat. Ketika sinus meradang, sinus akan memproduksi lendir berlebih, yang dapat menyebabkan tekanan kepala. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan sakit kepala sinus. Penyebabnya adalah alergi, demam dan flu, dan infeksi sinus. 

Kondisi telinga

Kondisi telinga terasa seperti adanya tekanan konstan di telinga, rahang, dan sisi kepala. Kondisi telinga dapat memengaruhi satu atau kedua sisi kepala. Infeksi telinga dan penyumbatan kotoran telinga merupakan kondisi telinga yang paling umum dijumpai, dan dapat menyebabkan tekanan kepala ataupun sakit telinga. Penyebabnya adalah barotrauma telinga, infeksi telinga, penyumbatan kotoran telinga, labyrinthitis, gendang telinga yang pecah, dan infeksi telinga bagian luar. 

Migraine

Rasa nyeri migraine biasanya dideskripsikan sebagai sesuatu yang berdenyut. Kondisi ini biasanya terjadi pada salah satu sisi kepala, dan dapat bersifat sangat intens sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Migraine biasanya ditemani dengan gejala tambahan seperti mual dan muntah, serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Migraine merupakan jenis sakit kepala yang lazim dijumpai. Kondisi ini biasanya pertama muncul pada saat awal remaja, dan sering kambuh kembali saat seseorang beranjak dewasa. Penyebab migraine tidak dimengerti secara pasti, namun faktor lingkungan dan genetik berperan dalam terjadinya kondisi ini. 

Tumor otak

Kepala terasa berat juga dapat disebabkan karena tumor otak. Kondisi ini awalnya akan terasa seperti leher atau kepala yang terasa berat. Tumor otak dapat menyebabkan sakit kepala parah dan sering ditemani dengan gejala lain, seperti gangguan ingatan, gangguan penglihatan, dan kesulitan berjalan. Tumor otak terjadi ketika sel tumbuh dan berkembang biak untuk membentuk masa tidak normal di otak. Tumor otak merupakan sebuah kondisi yang jarang dijumpai. 

Penyebab kepala terasa berat yang paling sering dijumpai adalah sakit kepala tegang dan sakit kepala sinus. Kedua kondisi ini mudah diatasi dengan perawatan yang cepat dan tepat. Dalam kasus yang langka, kepala terasa berat dapat menjadi tanda adanya kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti tumor otak.

Waspadai Bahaya Coccidioidomycosis, Infeksi dari Jamur yang Terhirup
Penyakit

Waspadai Bahaya Coccidioidomycosis, Infeksi dari Jamur yang Terhirup

Infeksi bisa terjadi pada siapa saja dan disebabkan oleh apa saja, baik itu bakteri, virus, parasit, maupun jamur. Salah satu infeksi jamur yang perlu Anda waspadai adalah coccidioidomycosis.

Kondisi ini merupakan infeksi jamur yang menyerang paru-paru. Anda bisa terkena infeksi ini apabila menghirup spora jamur yang berasal dari tanah. 

Bagaimana seseorang terkena coccidioidomycosis?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, coccidioidomycosis terjadi ketika Anda menghirup spora jamur. Spora jamur ini tumbuh di dalam tanah dan berkembang dalam debu. 

Jamur yang menyebabkan penyakit ini beredar di udara setelah debu dan tanah yang terkontaminasi diganggu oleh manusia maupun hewan. Anda mungkin tidak bisa melihat spora jamur tanpa mikroskop. Jadi, ketika menghirupnya, Anda sendiri mungkin tidak menyadarinya. 

Setelah terhirup, spora akan masuk ke paru-paru. Suhu tubuh manusia bisa memicu spora untuk berubah bentuk dan tumbuh menjadi spherule. Setelah spherule cukup besar, mereka akan memecahkan diri dan melepaskan potongan yang lebih kecil. 

Potongan kecil ini kemudian berpotensi menyebar ke dalam paru-paru dan organ tubuh lainnya. Akibatnya, Anda akan mengalami infeksi. 

Apakah coccidioidomycosis merupakan kondisi serius?

Penyakit ini memang bukan penyakit langka, tapi juga bukan penyakit yang sangat umum. Banyak orang yang sudah merasakan gejala bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu melalui pengobatan khusus. 

Meski begitu, ada juga orang yang mengalami komplikasi serius setelah menderita coccidioidomycosis. Hal ini lebih rentan terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. 

Anda mungkin akan merasakan beberapa gejala ketika terserang kondisi ini. Gejala yang paling umum adalah: 

  • Batuk berdahak
  • Kelelahan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Ruam kulit
  • Benjolan bengkak di kaki

Gejala-gejala itu serupa dengan gejala dari penyakit-penyakit lainnya. Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya menderita infeksi ini. 

Selain itu, karena gejalanya sangat umum, dokter juga mungkin akan kesulitan untuk melakukan diagnosa. Dalam kondisi yang cukup parah, penderita bisa merasakan gejala tambahan berupa: 

  • Kebingungan
  • Leher kaku
  • Kepekaan terhadap cahaya

Faktor risiko coccidioidomycosis

Infeksi ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja. Namun, secara khusus, akan lebih parah ketika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Berdasarkan kasus yang pernah terjadi sebelumnya, sebagian besar penderita coccidioidomycosis adalah lansia yang sudah berusia 60 tahun ke atas. Beberapa golongan faktor risiko lainnya meliputi: 

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Penderita HIV/AIDS
  • Pernah menjalani transplantasi organ
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan kortikosteroid
  • Wanita hamil
  • Penderita diabetes

Jika keluarga atau teman dekat Anda menderita infeksi ini, Anda tidak perlu khawatir tertular. Karena, infeksi ini bukanlah infeksi yang menular. Selama Anda tidak menghirup spora jamur secara langsung, maka Anda tidak akan mengalami gejala yang sama.

Biasanya, orang yang sudah pernah menderita kondisi ini tidak akan mengalaminya lagi di kemudian hari. Karena, sistem kekebalan tubuh Anda sudah mengenali infeksi spora jamur, dan membentuk perlindungan sehingga Anda tidak akan mengalaminya lagi. 

Walaupun, dalam beberapa kasus, tetap ada orang yang bisa menderita hal yang sama untuk kedua kalinya karena sistem kekebalan tubuhnya tidak cukup kuat. Jika Anda mengalami gejala dari coccidioidomycosis, selama tidak mengganggu aktivitas Anda, maka Anda bisa menunggu sampai gejala sembuh dengan sendirinya.