Mengenal Manfaat Alat Bantu seks Bagi Pasangan
Sex & Relationship

Mengenal Manfaat Alat Bantu seks Bagi Pasangan

Sebagian orang mungkin masih menganggap alat bantu seks (seks toy) tabu untuk dibicarakan. Pengguna alat bantu seks masih sering dikaitkan oleh hal-hal  negatif serta anggapan yang kurang baik. Muncul stigma bahwa orang yang menggunakan alat bantu seks cenderung tak pernah puas akan seks, hingga memiliki gairah seks berlebih. 

Menggunakan alat bantu seks sebenarnya sah-sah saja asal pengguna sudah berumur dewasa serta penggunaannya tidak disalahgunakan. 

Terlepas dari manfaat alat bantu seks yang sudah pasti memuaskan pasangan, ada beberapa manfaat alat bantu seks bagi kesehatan yang harus Anda ketahui:

Meningkatkan rasa kegembiraan pasangan

Berhubungan intim bukan hanya soal penetrasi. Rangsangan yang dihasilkan saat memasukkan alat bantu seks kedalam rangkaian aktivitas seks dapat membuat pasangan merasakan kepuasan dari orgasme yang dihasilkan. 

Kepuasan ini akhirnya akan memunculkan perasaan senang gembira serta mengatasi tingkat stress pada pasangan.

Membantu pasangan untuk mencapai orgasme dengan lebih mudah

Banyak pasangan yang kesulitan mencapai orgasme meski sudah melakukan aktifitas seksual, terutama bagi wanita. Penggunaan alat bantu seks dipercaya mampu membuat wanita mencapai titik orgasme dengan lebih mudah, sehingga hasrat seksualnya pun dapat terpenuhi.

Begitu juga dengan pria. Saat sedang mengalami masalah seksual pada diri Anda, jangan ragu untuk sharing dengan pasangan.

Pelengkap agar lebih bergairah

Saat pasangan mulai bosan dengan rutinitas aktivitas seksual yang itu-itu saja, alat bantu seks dapat menjadi pilihan agar kehidupan seks Anda dan pasangan dapat bergairah kembali. Dengan alat bantu seks, pasangan juga jadi bisa lebih mengetahui bagian-bagian sensitif mana yang membuat pasangan  Anda merasakan kenikmatan saat dimainkan.

Membuat hubungan antar pasangan menjadi semakin dekat dan intim 

Dengan alat bantu seks secara tidak langsung kita akan lebih mengenali pasangan kita. Mengetahui apa saja yang pasangan suka dalam urusan seks dapat membuat pasangan lebih dekat dan intim satu sama lain. 

Mengobati gejala atau gangguan seksual tertentu 

Pada beberapa kasus, alat bantu seks juga digunakan sebagai pengobatan tertentu seperti masalah ejakulasi dini pada pria. Dengan menggunakan alat ini, diharapkan pasangan dapat terus bisa memuaskan pasangan tanpa takut terjadi ejakulasi dini di tengah-tengah proses berhubungan.

Mengurangi resiko penyakit menular seksual

Saat menggunakan alat bantu seks, resiko tertular penyakit menular seks oleh orang lain akan semakin minim. Saat tak sedang bersama pasangan, alat bantu seks dapat digunakan sendiri dan dengan keadaan seperti ini resiko terkena penyakit menular seksual dari orang lain juga akan semakin minim.

Membantu mengurangi stress serta meningkatkan kualitas tidur

Kegiatan seks dan masturbasi dapat membantu seseorang untuk melepas hormon oksitosin. Hormon oksitosin yang berhasil dilepaskan tubuh saat pasangan berhasil orgasme akibat alat bantu seks akan membantunya pasangan melepas rasa stress sehingga mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Itulah beberapa manfaat alat bantu seks bagi pasangan yang perlu Anda ketahui. Terlepas dari banyaknya manfaat yang didapat, jangan lupa untuk selalu menggunakan alat ini dengan cermat. Komunikasi dengan pasangan tentang keinginan Anda untuk menggunakan alat bantu seks saat berhubungan intim agar keduanya memiliki peran untuk eksplore masalah ini lebih jauh. Selain itu, penting juga untuk tetap menjaga kebersihan alat bantu seks agar minim iritasi serta infeksi pada area sensitif.

Waspadai Predator Seks dengan Mengetahui Ciri-Cirinya!
Sex & Relationship

Waspadai Predator Seks dengan Mengetahui Ciri-Cirinya!

Predator seks atau penjahat seksual kini sudah semakin berani dalam melakukan aksi jahatnya. Bagaimana tidak, banyak dari mereka yang melakukan kejahatan seksual dengan berani dan kerap kali tidak mengenal usia. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. 

Banyaknya korban mengalami trauma seksual, namun terkadang pelaku kejahatan seksual ini tidak mendapatkan hukuman yang setimpal dengan yang dialami korban. Salah satu cara untuk menghindari para pelaku seksual ini adalah dengan menghindarinya. Meskipun sulit, namun beberapa ciri di bawah ini semoga dapat membantu kita semua terhindar dari predator seksual. 

Apa itu predator seksual?

Predator seks atau pemangsa secara seksual adalah orang yang mencari kontak seksual dengan orang lain dengan cara yang kasar. Lebih tepatnya, predator seksual mungkin tidak melakukan kejahatan seksual, seperti pelecehan seksual, penyerangan, pemerkosaan dan pedofilia. Tetapi, semua predator seksual telah mencari kontak yang tidak pantas dengan satu atau lain cara.

Mereka akan mengeksploitasi orang lain secara seksual, mungkin tidak hanya mencari seks saja. Sebaliknya, mereka melihat seks sebagai bentuk dominasi dan kontrol. Sementara itu, beberapa predator seksual mencoba mengeksploitasi korban orang dewasa, banyak diantaranya adalah predator seksual anak. 

Sekitar 96% pelaku pelecehan seksual adalah laki-laki. Sekitar 90% dari anak-anak yang mengalami pelecehan seksual melaporkan bahwa pelakunya adalah orang yang mereka kenal, bahkan mereka percayai. 

Tanda atau ciri predator seks

Selain trauma, beberapa korban mengalami luka secara emosional, kehilangan rasa identitas mereka dan hidup dengan pengalaman yang buruk setiap harinya. Nah, berikut beberapa tanda atau ciri dari predator seks, meliputi:

  1. Di awal, pelaku akan sangat perhatian

Pada tahap awal hubungan, predator akan sangat memperhatikan, seperti tidak terjadi apa-apa. Begitulah pelaku membangun proses ketergantungan pada korban. Mereka akan menjadi pahlawan jika ada yang menyakiti korban, namun hal tersebut hanyalah kamuflase untuk menarik perhatian dan kepercayaan Anda. Namun, di saat yang telah direncanakan, pelaku akan menggunakan kepercayaan korban untuk melakukan kejahatan. 

  1. Biasanya menggunakan bahasa manipulatif

Mereka mungkin akan menghindar atau mengejek korban atas perilaku, penampilan, pakaian, atau bagian lain dari kehidupan pribadinya. Ketika ditantang atas perilaku tersebut, mereka akan berbohong dan memutarbalikkan informasi, membuat korban merasa seolah-olah merekalah yang bersalah. 

Beberapa predator mungkin juga akan terlibat gaslighting, adalah salah satu bentuk penganiyaan emosional dimana pelaku membuat seseorang mempertanyakan pikiran, ingatan, dan kejadian yang dialaminya. Tujuannya adalah untuk memaksa korban mempertanyakan ingatan mereka sendiri, atau bahkan kewarasan, dan memutarbalikkan fakta yang terjadi. 

  1. Playing victim

Pelaku sering kali melakukan playing victim atau mempermainkan korban. Ketidakpedulian yang mirip dengan narsisme. Mereka akan menggunakan kontrol kohesif untuk membuat korban menyalahkan atau merendahkan korban dengan cara apapun dengan dalih ingin memberi pelajaran. 

  1. Melewati batasan sentuhan seksual dan fisik

Umumnya, para predator seks akan akan melewati batasan dengan sentuhan fisik dan seksual. Biasanya dimulai dari menyentuh tangan, punggung atau kaki korbannya. Namun, lama kelamaan pelaku akan menyentuh bagian tubuh lain mulai dari, paha, payudara hingga dekat kelamin tanpa persetujuan korbannya. 

Predator seks ini akan memaksa korban untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkan olehnya. Anak-anak seringkali dijadikan alat kejahatan dengan membohonginya. 

Lalu apa yang bisa korban lakukan?

Jika Anda menjadi korban dan saat ini tengah menjalin hubungan dengan predator seks jangan takut untuk berbicara. Carilah dukungan dari organisasi terkait atau bantuan yang akan menyimpan informasi secara rahasia. 

Namun, langkah awal yang harus didapatkan korban adalah menerima penyembuhan, baik dengan dokter atau psikolog. Hal ini untuk memastikan bahwa Anda merasa aman, meskipun pemulihan pasti tidak akan mudah.