Gigi Depan Berlubang, Perlukah Diperbaiki?

Gigi Depan Berlubang, Perlukah Diperbaiki?

Lubang pada gigi dapat terjadi pada area mana saja termasuk bagian depan. Gigi depan berlubang umumnyna mencakup bagian samping  gigi yang berdekatan dengan giigi sebelahnya. Lubang tersebut akan nampak saat Anda berbicara atau tersenyum. Hal ini tentunya dapat mengganggu penampilan dan memicu berbagai risiko kesehatan sehingga perlu diperbaiki. Untuk melakukan perbaikan pada gigi depan yang berlubang sedikit berbeda dengan perbaikan pada gigi berlubang di bagian dalam.

Efek yang muncul karena gigi depan berlubang

Gigi depan berlubang tidak hanya mengganggu penampilan saja. Pada kasus tertentu, gigi depan berlubang bahkan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas yang berhubungan dengan mulut. Berikut ini akan dijelaskan mengenai beberapa efek yang muncul karena gigi depan berlubang 

  • Ngilu saat mengunyah

Gigi depan berlubang bisa menyebabkan rasa ngilu ketika Anda mengunyah makanan. Hal ini akan semakin parah jika ukuran lubang membesar. Lubang tersebut membuat makanan mengenai gusi secara langsung dan terus menerus sehingga rasa ngilu pun muncul.

  • Kurang percaya diri

Gigi depan berlubang akan mudah terlihat oleh orang lain terutama ketika Anda tersenyum, tertawa, bahkkan berbicara. Biasanya, gigi berubang ppada bagian depan tampak kehitaman sehingga makin tampak ketika Anda membuka mulut. Hal ini tentu saja akan mengurangi penampilan dan rasa percaya diri Anda.

  • Bau mulut

Penumpukan sisa makanan akan terjadi lebih cepat jika gigi depan berlubang. Sisa makanan yang menumpuk ini akan menjadi sarang bakteri dan kuman penyebab bau mulut yang tidak sebab. Bau mulut tidak sedap dapat mengganggu lawan bicara.

  • Makanan terselip

Ketika Anda mengunyah makanan, maka rasa tidak nyaman akan muncul. Selain itu, makanan tersebut akan mudah terselip akibat adanya lubang pada gigi bagian depan.

  • Risiko infeksi meningkat

Penumpukan sisa makanan tidak sekadar mengakibatkan bau mulut saja. Akibat adanya bakteri dan kuman yang menempel, maka risiko gigi terkena infeksi pun menjadi meningkat. Oleh karena itu, gigi depan berlubang perlu segera ditangani.

Cara menutup gigi depan berlubang

Agar gigi depan berlubang bisa hilang, Anda perlu menutup lubang tersebut. Untuk melakukan hal itu terdapat beberapa pilihan cara seperti berikut ini.  

  • Tambal gigi

Cara pertama adalah tambal gigi. Prosedur tambal gigi dapat dilakukan hanya jika lubang yang ada berlum terlalu besar. Pada tambal gigi depan, estetika akan tetap diperhatikan sehingga hasilnya akan terlihat seperti gigi asli. Prosedur tambal gigi terbagi menjadi 4 tahap. Pertama, gigi akan dibersihkan terutama pada area yang akan ditambal. Kedua, dokter akan melakukan pengecekan warna gigi agar warna bahan tambal disesuaikan. Ketiga, dokter akan mengaplikasikan bahan khusus untuk memperkuat perlekatan antara bahan tambal dan gigi. Terakhir gigi mulai ditambal.

  • Mahkota jaket

Cara lain untuk menutup gigi depan berlubang yaitu prosedur mahkota jaket atau crown gigi. Hal ini biasanya dilakukan saat lubang pada gigi terlalu besar sehingga kesulitan untuk ditambal. Mahkota jaket adalah lapisan gigi buatan yang akan menutup area gigi berlubang. Khusus untuk lubang yang telah mengenai saraf gigi, maka perlu dilakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu sebelum pemasangan mahkota jaket.

  • Veneer

Selain tambal gigi dan mahkota jaket, terdapat cara lain yang disebut sebagi veneer. Tipe veneer akan diseseuaikan dengan kondisi gigi terlebih dahulu. Veneer sendiri tidak hanya bertujuan untuk menutup lubang pada gigi depan. Perbaikan bentuk gigi secara keseluruhan juga dapat dilakukan menggunakan cara veneer.

Gigi depan berlubang dapat muncul kembali apabila tidak dijaga setelah menjalani perawatan. Proses berupa menambal gigi, mahkota jaket, atau veneer tidak akan bertahan selamanya jiga kesehatan gigi terus memburuk. Untuk mencegah gigi depan berlubang kembali Anda perlu menyikat gigi dengan teratur dan memakai obat kumur untuk menjangkau area tersembunyi. Batasi konsumsi makanna lengket, manis, dan mengandung pewarna. Perbanyak minum air putih serta kunjungi dokter gigi secara teratur setidaknya 6 bulan sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *