Praktis dan Terjangkau, Atasi Batuk dengan Permen Pelega Tenggorokan

Sakit tenggorokan adalah salah satu gejala umum yang dirasakan ketika Anda menderita batuk atau pilek. Saat tenggorokan terasa sakit, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meredakannya. Salah satunya dengan mengonsumsi permen pelega tenggorokan.

Permen pelega tenggorokan biasanya dibuat dari bahan-bahan aktif yang terbukti secara ilmiah mampu meredakan nyeri. Selain itu, ada juga permen yang mencampurkan bahan-bahan alami untuk menghasilkan efek yang lebih maksimal.

Bahan aktif dalam permen pelega tenggorokan

Bahan aktif merupakan bahan kimia dalam permen yang bekerja secara langsung untuk melegakan sakit tenggorokan. Di dalam permen untuk tenggorokan, ada beberapa bahan aktif yang umumnya sering digunakan. Bahan aktif tersebut antara lain:

  • Kandungan analgesik

Analgesik adalah golongan obat pereda nyeri. Dalam permen untuk melegakan tenggorokan, kandungan analgesik yang umumnya dipakai adalah asetaminofen, ibuprofen, dan antiinflamasi non-steroid.

  • Kandungan antihistamin

Kandungan antihistamin biasanya digunakan sebagai obat untuk alergi. Terkadang, gejala flu dan sakit tenggorokan memang bisa terjadi sebagai dampak dari alergi.

Dalam permen untuk melegakan tenggorokna, umumnya terdapat kandungan antihistamin dari chlorpheniramine maleate, diphenhydramine, dan doxylamine succinate.

  • Kandungan ekspektoran

Kandungan ekspektoran di dalam permen untuk melegakan tenggorokan bekerja dengan mengencerkan lendir di dada. Hal ini akan memudahkan penderita sakit tenggorokan untuk batuk, sehingga keinginan untuk batuk tidak tertahan di dada.

Salah satu contoh ekspektoran yang dipakai adalah guaifenesin. Kandungan ini bisa bekerja dengan lebih baik bila diimbangi dengan meminum banyak cairan.

  • Kandungan dekongestan

Dekongestan adalah tipe obat-obatan yang digunakan untuk meredakan sumbatan di saluran pernapasan. Ini melibatkan sumbatan di area dada dan juga area hidung.

Dalam permen pelega tenggorokan, kandungan dekongestan yang dilibatkan biasanya berupa pseudoephedrine dan phenylephrine.

Bahan natural dalam permen pelega tenggorokan

Terkadang, selain menggunakan bahan-bahan aktif, permen untuk melegakan tenggorokan juga menggunakan tambahan bahan alami. Bahan alami yang digunakan seringkali berupa:

  • Peppermint

Daun peppermint sejak lama dikenal mampu menenangkan tenggorokan. Selain itu, kandungan bahan alami ini juga bisa bekerja sebagai dekongestan untuk mengencerkan lendir yang tersumbat.

Anda mungkin sering melihat permen pelega tenggorokan yang menggunakan bahan alami dari peppermint. Rasa daun ini sedikit pedas namun menyegarkan di tenggorokan.

  • Madu

Sama seperti daun peppermint, madu juga dikenal memiliki manfaat yang baik untuk masalah tenggorokan. Banyak permen yang mencampurkan madu sebagai bahan pembuatannya untuk melegakan tenggorokan dengan lebih optimal.

  • Garam

Banyak orang menggunakan garam ketika sakit tenggorokan. Penggunaan garam juga diadaptasi dalam pengolahan permen untuk melegakan tenggorokan. 

Garam dikenal mampu membunuh bakteri yang menyebabkan nyeri di tenggorokan. Selain itu, garam juga bisa mengurangi pembengkakan yang terjadi di tenggorokan.

Efek samping permen pelega tenggorokan

Permen pelega tenggorokan sebenarnya aman untuk dikonsumsi, selama pemakaiannya tepat dan tidak berlebihan. Konsumsi permen yang terlalu berlebih bisa memicu efek samping berupa:

  • Sakit perut, mual, dan muntah
  • Peningkatan detak jantung menjadi sangat cepat
  • Kebingungan
  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Reaksi alergi

Reaksi alergi bisa terjadi apabila Anda memiliki alergi terhadap salah satu kandungan yang ada pada permen. Reaksi yang muncul bisa bermacam-macam, mulai dari reaksi ringan seperti gatal-gatal sampai reaksi berat seperti kesulitan bernapas.

Selama digunakan dengan tepat, permen pelega tenggorokan aman untuk dikonsumsi. Permen bisa membantu Anda untuk meredakan nyeri di tenggorokan secara praktis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *