bayi & menyusui

Milna Biskuit Mengandung Vitamin C, Amankah Untuk Bayi?

Menjadi orang tua dapat menjadi sebuah pengalaman yang paling menggemberikan sekaligus menantang di sepanjang hidup Anda. Salah satu pelajaran yang perlu diketahui oleh setiap orang tua baru adalah bagaimana memastikan bahwa bayi Anda mendapatkan cukup makan dan asupan nutrisi yang dibutuhkan agar tumbuh dan berkembang optimal terpenuhi. Vitamin C adalah sebuah nutrisi penting yang penting untuk kesehatan optimal sepanjang hidup. Banyak orang tua baru tidak yakin apakah bayi mereka mendapatkan cukup vitamin C hanya dari MPASI seperti milna biskuit dan apakah suplemen diperlukan. Artikel ini akan membahas seputar apa saja yang perlu Anda ketahui tentang vitamin C untuk bayi. 

Apa itu vitamin C?

Bagi anak usia 6 hingga 12 bulan yang sedang dalam masa menyapih, Milna biskuit dapat menjadi MPASI yang disukai karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang lezat. Selain itu, MPASI ini juga mengandung vitamin C dan vitamin E. Namun, apa itu vitamin C? Vitamin C, juga dikenal dengan sebutan asam askorbat, merupakan sebuah nutrisi yang larut dalam air dan memainkan peran penting dalam berbagai macam fungsi fisik vitalnya. Vitamin C sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat, meningkatkan penyerapan zat besi, dan memproduksi kolagen, protein paling banyak yang ada di dalam tubuh manusia. Vitamin C juga berbeda dibandingkan dengan nutrisi lainnya karena vitamin ini juga berfungsi sebagai sebuah antioksidan. Antioksidan dapat membantu melindungi sel dari radikal bebas. 

Radikal bebas adalah zat kimia yang sangat berbahaya dan dapat merusak sel. Radikal bebas merupakan bahan sampingan hasil metabolisme manusia. Antioksidan seperti vitamin C dapat mengikat radikal bebas, membuatnya sulit untuk merusak jaringan di sekitarnya. Vitamin C dianggap sebagai sebuah vitamin yang esensial, dalam arti tubuh bayi tidak dapat memproduksi sendiri. Oleh karena itu, vitamin C perlu didapatkan dari makanan yang mereka makan setiap hari. Nutrisi ini dapat ditemukan di ASI, formula bayi, dan berbagai macam jenis buah dan sayuran, serta MPASI seperti Milna biskuit. 

Meskipun sangat penting disepanjang tahap hidupnya, bayi membutuhkan sedikit vitamin C dibandingkan dengan orang dewasa. Panduan Diet untuk Warga Amerika merekomendasikan bahwa bayi usia 0-6 bulan menerima 40 mg setiap harinya, sementara bayi usia 6-12 bulan menerima 50 mg setiap harinya. Ibu menyusui memiliki peningkatan kebutuhan vitamin C karena mereka akan menyediakan vitamin C untuk bayi lewat ASI. Jika Anda sedang menyusui, cobalah untuk mengonsumsi sekitar 120 mg vitamin C per hari. Ini berarti 60 persen lebih banyak dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh wanita yang sedang tidak menyusui. Formula bayi juga mengandung vitamin C. Oleh sebab itu, apabila bayi Anda diberi formula, mereka bisa memenuhi kebutuhan asupan vitamin C.

Kebanyakan bayi tidak boleh mengonsumsi suplemen vitamin C

Menurut Institut Kesehatan Nasional, formula bayi, ASI, dan makanan seperti Milna biskuit harus menjadi satu-satunya sumber vitamin C untuk bayi. Menggunakan suplemen vitamin C tidak diperlukan untuk kebanyakan bayi yang sehat dan malah dapat berisiko meningkatkan perkembangan gejala yang dihubungkan dengan keracunan vitamin C. Kemungkinan terjadinya efek samping yang dihubungkan dengan konsumsi berlebih vitamin C di antaranya adalah batu ginjal, mual, dan diare. Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Britania Raya hanya menyarankan suplemen vitamin dan mineral diberikan untuk bayi usia 6 bulan ke atas.