rhinos neo
Uncategorized

Cara Pemberian Rhinos Neo pada Anak dengan Tepat

Rhinos Neo merupakan obat pilek yang juga digunakan untuk meredakan sinusitis, alergi, atau infeksi pernapasan atas lainnya. Obat ini mengandung zat aktif pseudoephedrine hidroklorida (Pseudoephedrine HCl) sebagai dekongenstan yang bekerja dengan cara melebarkan peredaran darah untuk mengatasi pembengkakan dan penyumbatan di hidung. 

Rhinitis Neo aman diberikan kepada anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun. Namun penggunaan melebihi dosis bisa menyebabkan efek samping serius bahkan fatal. Simak artikel berikut untuk mengetahui cara menggunakan Rhinos Neo bagi anak dan balita. 

Mengenal kandungan dalam Rhinos Neo

Setiap 0,8 ml Rhinos Neo Drop mengandung pseudoephedrin HCL 7.5 mg. Pseudoephedrin HCL umumnya digunakan untuk meredakan penyumbatan hidung yang disebabkan oleh pilek, sinusitis, hay fever, dan alergi pernapasan lainnya. Pseudoephedrin juga bisa digunakan untuk meredakan penyumbatan telinga yang disebabkan oleh peradangan atau infeksi telinga. 

Pseudoephedrin HCL banyak digunakan sebagai bahan aktif dalam obat flu dan pilek resep maupun obat yang dijual bebas, seperti dalam Rhinos Neo Drop. 

Dosis dan cara penggunaan yang tepat

Beberapa ahli tidak menyarankan untuk memberikan obat dengan kandungan Pseudoephedrin HCL untuk anak dibawah usia 4 tahun. Namun Food and Drug Administration mengatakan dekongestan jenis pseudoephedrin HCL boleh digunakan pada anak diatas usia 2 tahun. 

Dosis penggunaan Rhinos Neo Drop untuk anak 2-5 tahun: 0,8 ml sebanyak 3 kali sehari, diberikan setelah makan. Penggunaan Rhinos Neo untuk anak dibawah 2 tahun hanya boleh diberikan sesuai dengan anjuran dokter. 

Untuk mencegah terjadinya efek samping, gunakan sendok takar yang telah disediakan dalam kemasan. Ukur dengan hati-hati dan berikan dosis dengan tepat. Jangan berikan dosis ekstra jika Anda lupa mengonsumsi obat pada waktu sebelumnya. Namun jika waktu pemberian obat belum lewat, Anda bisa berikan obat secepatnya kepada anak. 

Efek samping yang harus diwaspadai

Rhinos Neo dapat menyebabkan efek samping antara lain:

  • Mual 
  • Muntah
  • Insomnia
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Halusinasi
  • Gugup atau gelisah

Beberapa efek samping biasanya tidak memerlukan perhatian medis dan akan mereda dengan sendirinya. Namun, jika setelah meminum Rhinos Neo anak Anda mengalami detak jantung cepat atau tidak teratur, kejang, tekanan darah tinggi, sesak napas, halusinasi dan alergi serius, segera temui tenaga medis profesional.

Hal yang harus diperhatikan

Selama menggunakan Rhinos Neo, jangan menggunakan obat lain untuk mengobati flu dan pilek. Pseudoephedrine HCl dalam obat mungkin memiliki interaksi negatif dengan obat lain, termasuk meningkatkan efek samping obat dan menurunkan efektivitas obat. 

Beberapa produk yang dapat berinteraksi dengan obat ini meliputi:

  • Kafein
  • Dekstroamphetamin
  • Metamfetamin 
  • Produk herbal seperti ephedra/ma huang
  • Terbutaline
  • Inhibitor MAO
  • Beberapa jenis obat tekanan darah

Sebelum memberikan Rhinos Neo, konsultasikan kepada dokter mengenai kondisi kesehatan si kecil. Obat ini tidak disarankan untuk diberikan kepada anak yang mengalami hipertensi berat dan sedang mendapat terapi dengan antidepresan MAOI. 

Adapun anak dengan dibawah kondisi ini harus menggunakan Rhinos Neo Drop sesuai anjuran dokter:

  • Anak dibawah 2 tahun
  • Gangguan fungsi hati 
  • Gangguan ginjal
  • Glaukoma
  • Hipertrofi prostat
  • Hipertiroid
  • Retensi urin
  • Gangguan jantung
  • Diabetes melitus

Hindari penggunaan obat jika anak Anda memiliki alergi terhadap komponen dalam Rhinos Neo.

Hindari menggunakan Rhinos Neo Drop dalam jangka waktu lama. Jika kondisi anak Anda tak kunjung membaik dalam 3 hari, jangan tambah dosis penggunaan. Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

obat pengencer dahak
Uncategorized

Perawatan Batuk Berdahak Selain Obat Pengencer Dahak

Batuk berdahak adalah batuk yang memproduksi lendir atau dahak. Dikenal pula dengan sebutan batuk produktif, batuk ini akan membuat Anda dapat merasakan adanya lendir yang bergerak dari paru-paru. Setelah batuk produktif, Anda akan dapat merasa adanya lendir atau dahak di mulut. Untuk mengatasi hal ini, dokter biasanya akan memberikan obat pengencer dahak

Refleks batuk adalah mekanisme pertahanan yang dapat membantu melindungi tubuh dari iritan, seperti debu di udara. Ketika sistem saraf Anda mendeteksi iritan di saluran udara, sistem saraf akan memperingatkan otak. Otak kemudian akan pesan ke otot di dada dan perut, memberitahu mereka untuk berkontraksi dan mendorong atau menghembuskan udara. Akan tetapi, refleks batuk Anda sangat mudah terpicu oleh lendir atau dahak. Oleh karena itu, guna mengatasi batuk berdahak, obat pengencer dahak sering digunakan. 

Batuk berdahak dan produktif hampir selalu menjadi tanda adanya infeksi bakteri dan virus, terutama pada anak-anak. Ketika Anda memiliki infeksi pernapasan atas, seperti demam atau flu, tubuh memproduksi lebih banyak lendir dibandingkan dengan biasanya. Ketika dahak menumpuk di dada, Anda akan kesulitan dalam bernapas. Anda juga akan lebih sering batuk pada malam hari, karena dahak akan berkumpul di bagian belakang tenggorokan saat Anda berbaring. Meskipun dapat mengganggu tidur, batuk berdahak biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Obat pengencer dahak dapat mengatasi hal ini. 

Home remedies

Batuk berdahak biasanya disebabkan karena virus. Tidak ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh dokter untuk kasus ini, sehingga ada beberapa perawatan rumahan atau home remedies yang bisa Anda lakukan, seperti:

  • Menggunakan humidifier. Humidifier dapat membantu Anda menghindari menghirup udara yang kering. Hal ini khususnya sangat baik dilakukan di malam hari, ketika tenggorokan Anda kering secara alami. Tenggorokan yang kering rentan menderita iritasi dan peradangan. Dahak di saluran pernapasan juga menjadi lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan dari paru-paru. 
  • Mandi air hangat. Mandi air hangat dapat membantu Anda melembapkan saluran udara atas. Ini juga bisa menjadi obat pengencer dahak alami di dada. Cobalah untuk diam di bawah pancuran air hangat selama kurang lebih 5 menit. Anda bisa mengulanginya beberapa kali sesuai dengan kebutuhan. 
  • Madu. Madu lebah alami merupakan salah satu cara paling efektif dalam merawat batuk berdahak. Uji klinis kecil menemukan bahwa mengonsumsi 1,5 sendok teh madu 30 menit sebelum tidur dapat membantu mengurangi batuk dan membuat anak tidur lebih nyenyak. 
  • Vitamin C. Dosis vitamin C dalam jumlah besar dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi virus dengan lebih cepat. Cobalah makan jeruk atau minum jus jeruk segar dua kali sehari hingga gejala semakin membaik. 
  • Ekstrak geranium. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak geranium dapat membantu merawat batuk, demam, dan bronchitis. Cobalah menambahkan minyak esensial geranium ke dalam diffuser. Namun, penting untuk diingat bahwa sangat mungkin bagi seseorang untuk menderita alergi terhadap minyak geranium. 
  • Hidrasi. Tetap terhidrasi sangat penting ketika Anda melawan sebuah infeksi. Hal ini juga akan membantu mencegah tenggorokan kering dan menjadi meradang atau iritasi. 

Batuk berdahak biasanya merupakan sebuah gejala infeksi virus. Infeksi biasanya akan hilang dengan sendirinya. Obat pengencer dahak tersedia untuk mengatasi batuk berdahak. Anda juga bisa mencoba beberapa home remedies yang disebutkan di atas. Kebanyakan dari home remedies tersebut aman bagi anak. Konsultasi dengan dokter apabila Anda memiliki pertanyaan seputar perawatan batuk berdahak.

alpara sirup
Uncategorized

Alpara Sirup, Obat dengan Paracetamol untuk Atasi Flu

Anda mungkin familiar dengan paracetamol, suatu jenis obat yang umum digunakan untuk meredakan nyeri dan demam. Salah satu paracetamol yang bisa digunakan oleh anak-anak adalah obat Alpara sirup

Obat ini bekerja dengan meringankan berbagai macam gejala yang terjadi ketika anak menderita flu. Ini meliputi gejala demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, serta batuk. 

Kapan waktu yang tepat mengonsumsi Alpara sirup?

Sebagai obat yang ditujukan untuk meringankan gejala flu, waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat ini adalah ketika Anda merasakan adanya gejala flu. 

Saat gejala flu menyerang, jangan menunda untuk mendapatkan pengobatan. Apalagi jika ini terjadi pada anak Anda. Menunda pengobatan hanya akan memperparah gejalanya.

Karena itu, segera atasi gejala flu dengan menggunakan obat, misalnya obat yang mengandung paracetamol seperti Alpara sirup. Obat Alpara ini boleh digunakan oleh anak-anak usia 6-12 tahun. 

Jika Anda tidak tahu seperti apa gejala flu yang mungkin dialami anak Anda, coba kenali dulu tanda-tandanya berikut ini: 

  • Kelelahan parah
  • Merasa sakit 
  • Sakit kepala
  • Menggigil dan keringat dingin
  • Hidung tersumbat atau bahkan meler
  • Suhu tubuh tinggi atau demam selama 3-4 hari

Meskipun gejala di atas merupakan tanda dari flu, bukan berarti Anda akan merasakan seluruh gejala tersebut. Pada setiap orang, gejala dari flu mungkin berbeda-beda. Ini dipengaruhi oleh banyak faktor. 

Terkadang, pada sebagian anak, flu juga bisa membuat mereka kehilangan nafsu makan. Jika hal ini terjadi, Anda patut mencurigai anak menderita flu dan berusaha mengatasinya dengan memberikan obat flu. 

Penggunaan paracetamol pada obat flu

Sebagian besar obat yang efektif meringankan gejala flu mengandung paracetamol di dalamnya. Hal ini juga berlaku pada obat Alpara sirup yang mengandung paracematol sebanyak 125 mg. 

Paracetamol, atau acetaminophen, adalah obat pereda nyeri dan pereda demam. Karena demam menjadi salah satu gejala utama flu, obat ini juga efektif meringankan kondisi flu pada anak Anda. 

Ketika mengonsumsi obat paracetamol, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Berikut ini hal-hal tersebut:

  • Dosis obat

Perlu diperhatikan, jangan konsumsi obat dengan dosis yang melebihi anjuran pemakaian. Hal ini bisa berdampak fatal bagi kesehatan anak Anda. 

Konsumsi obat dengan dosis berlebih bisa menyebabkan Anda mengalami kerusakan hati. Apalagi jika konsumsinya dilakukan dalam jangka panjang.

Ikuti petunjuk pemakaian pada label kemasan produk obat sebelum menggunakannya. Anda juga bisa meminta saran dari dokter mengenai cara pemakaian yang tepat. Untuk anak-anak, dosisnya adalah 10 ml sekali minum, dengan intensitas tiga kali sehari. 

  • Jaga tangan tetap bersih

Ketika akan meminum obat, pastikan dulu tangan Anda sudah dicuci dan dibersihkan dengan baik. Meskipun Anda akan menggunakan sendok untuk konsumsi Alpara siru, tetap perhatikan kebersihan tangan Anda.

Hal ini penting, karena virus, bakteri, dan kuman bisa masuk ke dalam tubuh Anda melalui mulut. Gunakanlah obat dengan cara yang benar.

  • Jangan pakai untuk jangka panjang

Perlu diperhatikan, paracetamol hanya dianjurkan untuk dikonsumsi sampai 7 hari. Setelah melewati 7 hari dan Anda masih merasa sakit, maka segera ganti obat Anda. 

Setelah mengonsumsi obat, apabila demam tak kunjung membaik sampai lebih dari tiga hari, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.

Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi obat paracetamol seperti Alpara sirup. Jangan minum obat secara berlebihan dan ikuti dosis yang tepat.