Tips Memilih Selimut Bayi yang Bagus Untuk Si Kecil

Bagi anda pemilik bayi, tentu rasanya khawatir bila si kecil susah tidur. Selain faktor keadaan lingkungan yang ramai, selimut yang dikenakan juga mempengaruhi cepat tidaknya bayi terlelap. Oleh karena itu, sudah seharusnya Bunda memilihkan selimut yang tepat bagi si kecil. 

selimut bayi bagus dan nyaman untuk kulit si kecil

Kenapa Perlu Memilih Selimut Bayi yang Bagus?

Tentu saja, anda tidak boleh sembarangan memilihkan selimut bayi untuk si keci. Hal ini dilakukan untuk mengurangi berbagai macam resiko yang kemungkinan terjadi pada bayi. Bila anda tidak jeli, beberapa resiko ini bisa dialami si kecil:

1. Bayi Alami Gangguan Tidur

Selimut bayi yang terlalu tebal justru membuat si kecil kepanasan. Akibatnya, bayi jadi susah tidur. Sebaiknya, pilih selimut yang hangat, namun juga menyerap keringat. Perlu diketahui, bayi belum bisa mengontrol suhu tubuhnya. 

2. Kulit Bayi Alami Iritasi

Tidak semua jenis kain pada selimut bayi cocok dikenakan. Masih banyak produsen selimut abal-abal yang menggunakan bahan seadanya untuk membuat selimut bayi asal jadi. Akibatnya, kulit bayi jadi kemerah-merahan. Nah, saat hal ini terjadi, bayi akan alami reaksi alergi yang tak terduga. Selain kulit yang memerah, bayi juga bisa alami batuk dan flu karena bahan selimut yang memicu bakteri. 

3. Bayi Tidak Merasakan Hangat

Di beberapa kejadian, selimut bayi yang terlalu kecil atau tipis tidak mampu melindungi bayi dari kedinginan. Namun, selimut yang terlalu besar juga membuat bayi sesak. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan ukuran selimut sebelum membelinya. 

Tips Memilih Selimut Bayi yang Bagus

Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, alangkah baiknya anda mempertimbangkan tips memilih selimut bayi yang bagus berikut. 

1. Perhatikan Bahan Pembuat Selimut Bayi

Sebelumnya, perhatikan terlebih dahulu bahan pembuat selimut bayi yang hendak anda beli. Bahan selimut bayi yang bagus punya kain yang lembut, menyerap keringat serta tidak membuat bayi sesak. 

2. Sesuaikan dengan Cuaca

Alangkah baiknya Bunda menyesuaikan penggunaan selimut bayi dengan kondisi cuaca terbaru. Saat cuaca dingin, bayi membutuhkan selimut yang lebih tebal. Sebaliknya, di saat cuaca panas, gunakan selimut bayi yang lebih tipis. 

3. Perhatikan Ukuran Selimut

Setiap bayi memiliki ukuran tubuh yang tidak sama. Pertimbangan ukuran selimut tentu saja sangat mempengaruhi kenyamanan bayi. Hindari membeli selimut bayi ukuran yang terlalu besar untuk menghindari sesak. Namun, jangan juga membeli selimut berukuran terlalu kecil. Pastikan ukurannya sangat pas dengan tubuh si kecil. 

4. Hindari Selimut Bayi dengan Hoodie

Tentu saja Bunda pernah merasa gemas dengan selimut bayi yang memiliki tudung (Hoodie)? Wah, sebenarnya selimut bertudung seperti ini kurang recomended untuk dipakai. Tentu saja bayi kecil belum bisa mengatur benda di sekitarnya. Dikhawatirkan, tudung akan mengenai wajah bayi dan menutup ruang bernafasnya. 

5. Pastikan Selimut Bayi sudah Berlabel SNI

Tahukah Bunda, bahwa regulasi produksi pakaian bayi di Indonesia lumayan ketat. Produk pakaian dan selimut bayi yang bagus biasanya sudah berlabel SNI. Ini artinya, standar bahan yang digunakan sudah baik dan lolos uji. 

6. Gunakan Sleeping Bag Bayi Selama Bepergian

Bila Bunda sedang dalam situasi mendesak yang mau tidak mau harus membawa bayi, alangkah baiknya mempertimbangkan penggunaan sleeping bag khusus bayi. Bahannya yang lembut, serta mudah digunakan justru membuat bayi lebih aman dan nyaman. Membawa selimut bayi selama bepergian dikhawatirkan membuat bayi terlilit akibat aktivitas tak terduga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *